VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Drops Of Blood Chapter 3

2015-04-01 - Ivan96 > Drops Of Blood
374 views | 23 komentar | nilai: 10 (4 user)

Prankk..!

Seorang perempuan menabrak meja hingga menjatuhkan gelas gelas di atasnya.

"Ee.. ada apa?" kaget Sun.

"To..tolong..."

"Arhhh... jangan mendekat" teriak perempuan itu ketakutan.

Prayy...! prayy..!

Dia melemparkan gelas gelas yang di dekatnya kesebuah arah.

"A.. apa, setan?"

"tapi.. akukan tidak menulis" gumam Naomi.

"Yaps.. tepat sekali" ucap Ukite berjalan dari belakang Naomi.

"Hh..?" Naomi memandang Ukite.

"Jangan melihatku, itu bukan aku" ucap Ukite.

Terlihat sesosok Shinigami di hadapan perempuan itu, dengan pakaian mirif Ukite, namun bentuk topeng dan sabitnya yang berbeda.

"Arania Reinsa.." ucap shinigami itu.

"Kamu berdosa..." Shinigami itu mengangkat sabitnya dan mengacungkannua pada Perempuan di hadapannya.

"Tolong...." Arania menangis ketakutan.

"Kamu sudah menyakiti orang lain dengan merebut pacarnya, memfitnah, dan berbohong" Shinigami itu mengayunkan sabitnya.

"Tolongguarrrh..." teriak Arania keras, matanya melotot.

Drops Of Blood Chapter 3 - Shinigami lain
Penulis : Ivan96

Terlihat punggung bawah pundak arania tertancap sabit shinigami itu.

"Hh..!" Shinigami itu menarik sabitnya memaksa keluar jiwa Arania.

"Sebagai shinigami, dia jauh lebih kejam dariku" ucap Ukite.

"Hh..?" Naomi melirik Ukite.

"Shinigami?"

"Apa ada shinigami lain selain dia" batin Naomi.

Terlihat jiwa Arania masih menangis.

"Menangis saat dirimu di garis kematian.." Shinigami itu menarik sabitnya dari tubuh jiwa itu.

"Seharusnya, kamu menangis saat kamu berbuat salah" Shininigami itu mengayunkan kembali sabitnya hingga menacap di dagu jiwa perempuan itu.

"Ooo... mungkin aku perlu kenalan dengannya" ucap Ukite sambil mengunyah.

Terlihat roh gadis itu menggantung di sabit sang Shinigami, hingga akhrnya lenyap jadi cahaya.

Orang orang mulai mendekati perempuan itu.

"Kenapa dia?"

"Jangan jangan dia mati"

"Hei.. coba kau cek"

"Kenapa tidak kau saja hah" ucap orang orang.

Sang shinigami itu melirik ke arah Ukite.

"Ouu.. hai.." sapa Ukite dengan entengnya.

"Apa dia mati?" ucap Naomi.

"Ya, tentu saja, jiwanya sudah lenyap di dunia ini" ucap Ukite.

"Hhh..?"

Di sebuah jalan, terlihat shinigami tadi tengah berjalan.

Krettt...! tlakk..!

Sebagian topeng shinigami itu retak lalu jatuh hingga menunjukkan sebuah mata yang indah.

Klakk..!

Bagian lainnyapun ikut jatuh hingga kini menunjukkan wajah cantiknya.

"Hhmm.. ternyata perempuan ya" ucap sebuah suara tiba tiba.

"Hh..?" Shinigami itu memandang kesamping.

Terlihat Ukite tengah duduk di atas pagar tembok dengan melon di tangan kirinya.

"Kamu juga kehilangan bukumu ya?" ucap Ukite sambil menggigit melonnya.

"Kamu membiarkan manusia memegang bukumu!" Shinigami itu menatap Ukite tajam.

"Kamu juga.." jawab Ukite enteng.

"Cih.. aku tidak tahu siapa orang yang memegang bukuku"

"Ooo... benarkah?" Ukite mengangkat alis kanannya.

"Jadi kamu zero ya" ucap Ukite sambil tersenyum.

Shinigami itu menatap Ukite tajam.

"Kau menyedihkan, kalau dewan mengetahuinya.."

"Kau pasti akan di lempar keneraka" ucap Livia.

"Oo." Ukite memandang Livia dengan ekspresi lugu.

"Weeww... siapa peduli" ucap Ukite kembali menggigit melonnya.

"Kau ini bodoh ya" Livia benar benar kesal dengan jawaban Ukite.

"Kamu melewatkan tiga lembar cerita, karena itu kamu tak mengerti" Shinigami itu menatap Ukite bingung dengan ucapannya.

"Pikirkanlah.."

dapp..!

Ukite melompat turun.

"Diary shinigami juga memiliki hukum, orang yang masuk dalam daftar hanya yang bersalah" ucap Ukite.

"Bagaimana kalau dia bohong.."

"Manusia itu" Livia menatap Ukite tajam.

"Maka targetnya bukanlah nama itu..."

"Tapi penulisnya" jawab Ukite enteng.

"Daripada membunuh penulis di buku, aku lebih ingin menghajar orang yang mengambil buku-ku.."

"Ya.. meski kurasa itu sulit" ucap Ukite sambil berjalan pergi.

Di tempat pesta, terlihat petugas kepolisian sudah mulai berdatangan.

"Tolong ceritakan kronologis kejadiannya" ucap seorang polisi pada Sun.

"Aku tidak tahu pasti, tapi.. tiba tiba dia berteriak ketakutan dan bilang ada setan" ucap Sun.

"Setan?" polisi itu memicingkan matanya.

"Ya.. dia berteriak minta tolong, bahkan melemparkan gelas gelas, tapi tak ada apa apa disana" ucap Sun.

"Tunggu nak.."

"Apa maksudmu dia di bunuh.."

"Hantu.." Polisi itu menggerakan telunjuk dan jari tengahnya.

"Omong kosong macam apa ini, mana ada setan" ucap seorang polisi.

"Dunia ini makin aneh saja" ucapnya lagi.

Di kamarnya, Naomi tengah duduk sambil memandangi bukunya.

"Ada shinigami lain.."

"Apa itu berarti, ada orang yang mempunyai buku seperti ini selain aku" ucap Naomi.

"Kau salah..." ucap Ukite yang tengah terbaring di kasur.

"K.kamu.. kenapa bisa.." kaget Naomi melihat Ukite yang tiba tiba muncul.

"Aku lewat dinding" ucap Ukite enteng.

"Itu buku miliku, bukan milikmu.." ucap Ukite.

"Hmm.." Naomi tak bisa menjawab karena begitu faktanya.

"Tapi karena sekarang kamu sudah tahu, jadi.."

"Berhati hatilah bersikap, bisa saja namamu di tulis oleh seseorang" ucap Ukite.

"Hh..!" kaget Naomi.

"Kamu takut ya.." Ukite menaruh tangan kirinya di pundak Naomi.

"Bwaww.." kaget Ukite

"Ahh..." jerit Naomi kaget.

"Ahahaha..."

"Kalian masusia memang lucu" Ukite tertawa dengan girangnya.

"Uuuh..." Naomi memandang Ukite cemberut.

"Hmm... apa ada cara untuk menghindarinya?" ucap Naomi.

"Hh..?"

"Bila namamu di tulis" ucap Naomi.

"Aa.. maksudmu namamu?" ucap Ukite.

"Hh..?" Naomi menatap bingung sesaat.

"Iya, namaku, atau siapapun yang di tulis" ucap Naomi menjelaskan.

"Shinigami hanya menghukum para pendosa, bila kamu tidak berbuat salah maka nama itu hanya sebagai tulisan kosong" ucap Ukite

Di tempat lain, tampak Livia tengah berdiri di atas sebuah gedung.

"Kamu melewatkan tiga lembar cerita.." ucap Ukite kala itu.

Livia memandang awan di langit.

"Tiga.." gumam Livia memikirkan ucapan Ukite kala itu.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 4

Bocah Redoks
2017-02-13 08:10:34
3 lembar cerita ? Apa gerangan
Leon Lockhart
2017-01-14 14:57:11
Hanya menghukum pendosa '-') agak sedikit beda dari DN '-')
Aerilyn Shilaexs
2016-12-29 08:00:40
kukira naomi akan dikerjain, eh ternyata ada shinigami baru.
Al Onepc
2016-10-08 19:57:33
menarik....
Arizl Kareen
2016-09-24 03:35:57
3 lembar cerita ? #penasaran
METABEE
2016-09-09 16:26:39
Coba ada gambarnya
ThE LaSt EnD
2016-08-16 20:12:25
apa akan ada adegan shinigami vs shinigami untk melindungi pembwa buku?
Young G Raigha
2016-06-19 20:04:42
keren
Kurosaki Yoshimura
2016-04-29 23:01:27
ng uktie ini hebat bsa bwt shnigami cewe kepikiran dia, wlau yg di ingat cmn kata"nya..
Kyouzo
2016-03-30 06:58:13
Ukite jahil.. *injakan mau ala rinullika
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook