VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Drops Of Blood Chapter 2

2015-03-29 - Ivan96 > Drops Of Blood
386 views | 20 komentar | nilai: 10 (6 user)

Di kamarnya, terlihat Naomi tengah memandangi buku putih itu.

Dalam benaknya, dia masih bertanya tanya, apa yang dia tulis ada hubungannya dengan kematian Heina tiba tiba.

Dengan tangan gemetar, dia mengambil pensilnya dan perlahan membuka lembaran buku itu.

"Hufft..fhuhh..." Naomi mengambil napas dahulu sebelum dia kemudian menulis di buku itu.

-Kirana arnantia, dia sering menjailiku bersama Heina, dia bahkan sering menendangku-

Sejenak Naomi melihat tulisannya itu.

"Itu takan berhasil" ucap sebuah suara mengagetkannya.

"Hh..?" Naomi terperajat, dia langsung berdiri dan menatap Ukite yang tengah tiduran di kasurnya dengan tatapan kaget.

"Kamu harus memberi tanda dengan darahmu" ucap Ukite sambil memakan lolypop.

"S.siapa..."

"Ka.kamu siapa?" ucap Naomi masih ketakutan sambil memeluk buku putih itu.

"Aku.."

"Pemilik buku itu" ucap Ukite.

"P.pemilik..?" ucap Naomi.

"Yapz.."

"Itu adalah diary shinigami.." ucapnya sambil menunjuk buku itu.

Drops Of Blood Chapter 2 - Diary Shinigami
Penulis : Ivan96

"D.diary.."

"Shinigami.?" Naomi masih dengan takut dan kagetnya, kini ditambah kebingungan di dirinya.

"Ya.. begitulah.."

Kltrukk..

Ukite menggigit permennya.

"Itu adalah buku yang mencatat manusia yang di hukum oleh seorang shinigami" ucap Ukite.

"Jadi.. kembalikan bukuku" Ukite bangun dan duduk menghadap Naomi.

"Karena gara gara kamu, aku tak bisa kembali lagi ke dunia ku" ucap Ukite kesal, tatapannya begitu tajam menatap Naomi.

"Hh..!" kaget Naomi melangkahkan kakinya mundur, tangannya semakin erat memeluk buku itu.

"Seenaknya menulis di buku-ku.."

"Tanpa ijin lagi" kesal Ukite.

"Ee.. apa itu..?" Ukite berjalan ke arah meja, dia lalu mengambil sebuah susu kotak.

"Ahh.. aku pernah lihat orang memakan ini.."

"Boleh untuku?" ucap Ukite meminta pada Naomi.

"He.eh.." Naomi hanya menganggukan kepalanya.

Clepp..!

Ukite menusukan sedotannya, dia lalu menyedotnya sedikit dan merasakannya dengan lidah.

"Aaa... hmmm..."

"Manis..." teriak Ukite dengan wajah lucunya.

"Ahh.. ya.."

"Bukuku.." Ukite mengulurkan tangannya.

"Ee.. aa... aku membutuhkannya" ucap Naomi, tubuhnya gemetar, jantungnya berdegup kencang takut kalau Ukite marah.

"Untuk apa?" tanya Ukite.

"I.itu..."

"Menulis nama temanmu hanya karena dia menjailimu?" potong Ukite.

"Me.mereka bukan hanya menjailiku" ucap Naomi keras.

"Hh..?"

"Me..mereka menyakitiku" ucap Naomi menundukan kepalanya.

"Hmm.., aku tidak mengerti manusia, kalian sangat aneh.." ucap Ukite.

"Kamu kan bisa melawan, tidak perlu harus membunuhnya" lanjutnya.

"T..tapi.." Naomi mengangkat wajahnya, namun kata katanya terhenti karena wajah Ukite yang begitu dekat.

"Kepalamu kenapa?" tanya Ukite.

"Ee... ini.." Naomi memegang bagian atas dahinya.

Sreeppp...!

"Oo.. habis?" Ukite menggocok ngocok susunya.

"Khuhh.. sedikit sekali" ucap Ukite.

"Aa.. baiklah.."

"Kamu boleh meminjamnya, tapi.." Ukite menatap Naomi penuh arti.

"Aku mau susu.." ucap Ukite.

"Hhh..?"

"Dan pop corn juga ya"

"Pop corn?"

"Ya.. "

"Kamu tidak tahu pop corn?" ucap Ukite.

"T.tahu.." ucap Naomi.

Tokk..! tokk.!

Seseorang mengetuk pintu rumah.

"Hhh?"kaget Naomi.

"Hmm.. kamu itu mudah kaget ya" ucap Ukite

"A.a.aku buka pintu d.dulu" ucap Naomi.

"Ya.. terserah kamu, itu tamu mu kan?" ucap Ukite melompat ke tempat tidur.

Naomi lalu berjalan pergi keluar, dia lalu membukakan pintu, namun tak ada siapapun disana.

"Hmm..?" Naomi melirik kanan kiri, namun tak ada siapa siapa disana.

"Hh..?" Namun tiba tiba pandangannya tertuju pada sebuah surat di depan pintunya.

Dia lalu mengambilnya dan membacanya, tiba tiba ekspresinya berubah senang, surat itu adalah undangan pesta.

Malamnya di sebuah rumah, terlihat begitu ramai.

"Hei.. kamu mengundangnya kan?" ucap seorang laki laki--Hido--

"Ya.." jawab Sun.

"Ini pasti akan meriah" ucap Hido tersenyum.

Di sisi lain, terlihat Naomi memasuki tempat itu.

"Ee.. banyak sekali yang di undang" gumam Naomi.

"Uwahhh...."

"Banyak sekali makanan disini" ucap Ukite, dia mengenakan pakaian shinigaminya namun tanpa topeng dan sabitnya.

"Kau.." kaget Naomi melihat Ukite tiba tiba ada di kanannya.

"Hh..?" semuanya menatap Naomi, bagaimanapun hanya dirinya yang melihat Ukite.

"Eee...?" Naomi melihat orang orang disana yang melihatnya, dia lalu segera memalingkan wajahnya.

"Kenapa kamu disini" bisik Naomi.

"Kau tiba tiba tidak ada di rumah, jadi aku menyusulmu saja" ucap Ukite sambil mengunyah kue.

"Enakk..." ucap Ukite berbinar.

"Ta.tapi.. semuanya jadi melihatmu" ucap Naomi.

"Kau salah, mereka melihatmu bukan aku" Ukite berjalan pergi menuju sebuah meja.

"Lihat itu Naomi kan?"

"Iya.. anak paling menyedihkan"

"Siapa ya yang mengundangnya?"

"Kenapa dia di undang?"

"Kurasa untuk mainan saja" ucap orang orang berbisik.

"Hai.. Naomi.." sapa seseorang menghampirinya.

"Hh?"

"Hai.." sapa balik Naomi.

Di sisi Ukite, dia tengah memperhatikan sebuah minuman dalam gelas.

"Hmm.." Ukite memasukkan jarinya ke gelas lalu mencicipinya.

"Hh..?" seorang perempuan melihat gelasnya yang beriak, ternyata gelas itu adalah milik seseorang.

"Rasanya aneh.." ucap Ukite.

Ukite lalu menyentuh bagian atas gelasnya dan meminum minuman itu.

"Hhh..?" perempuan pemiliknya merasa aneh tangannya bergerak sendiri.

Sedang disisi Naomi, dia semakin berkeringat melihat apa yang dilakukan Ukite.

"Ada apa Naomi?" ucap Sun.

"Ee.. t.ti.tidak kok" ucap Naomi.

"Sebenarnya kamu itu tidak di undang" ucap Ukite yang berdiri di belakang Sun.

"Aku tidak di undang?" ucap Naomi.

"Hh..?" Sun memandang aneh

"Kamu dapat undangannya kan?" ucap Sun.

"I.iya.." angguk Naomi.

"Mereka hanya akan menjailimu loh" ucap Ukite sambil mengunyah agar agar.

"Khuuh.. aku mau lagi" Ukite berjalan pergi meninggalkan Naomi.

"Ee.. t.tunggu.." ucap Naomi handak menahan Ukite.

"Hh..?" Sun melihat kebelakang

"Ada apa Naomi?" tanya Sun.

"Ahhhh....."

"Setan..." teriak seseorang tiba-tiba

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 3

Bocah Redoks
2017-02-13 08:03:58
Kehadiran ukite malah buat pestanya jadi kacau ahh
Leon Lockhart
2017-01-14 14:50:32
Disini Shinigami masih seorang remaja '-')
Aerilyn Chan Kawai
2016-12-29 07:53:11
kurasa ukite ada benarnya. Jawabannya di chapter berikutnya.
Al Onepc
2016-10-08 19:41:46
si shinigami ini maniak makanan ternyata..keren ceritaanya..ane baru baca
Arizl Kareen
2016-09-24 03:30:28
Baru baca 2 chapter, makin penasaran kelanjutannya...
ThE LaSt EnD
2016-08-16 19:19:54
inspirasi Death note.? klo Ryuk, kbnyakn diam, tr shinigami yg ini.. bnyk bicara..
Young G Raigha
2016-06-19 16:11:57
keren
Andro
2016-04-01 14:08:28
Membunuh tetaplah membunuh tidak ada membunuh untuk kebaikan,.
Kyouzo
2016-03-30 06:54:27
Setan? Wah Ukite d panggil setan
Rinularo
2016-03-25 00:56:26
Meninggalkan jejak! Lnjt,
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook