VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Drops Of Blood Chapter 1

2015-03-26 - Ivan96 > Drops Of Blood
448 views | 28 komentar | nilai: 10 (8 user)

"Dasar bodoh, menurutmu kamu cantik hah" bentak seorang perempuan--Heina--

"Jangan pernah dekati Sun lagi" bentaknya lagi pada gadis yang tengah tergeletak dihadapannya.

"Sudahlah, dia benar benar menjijikkan" ucap temannya.

"Ya, lihat itu.."

"Wajah menyebalkannya benar benar buat ku muak" timpal lainnya.

Mereka bertiga lalu berjalan pergi meninggalkan gadis itu sendirian di gang yang sepi.

"Hiks.. hiks.." Dia menangis terisak, pakaiannya sudah berantakan, bahkan darah mengucur dari kepalanya.

"Ingin membalasnya?" ucap sebuah suara, derap langkah terdengar semaki dekat.

tlap..!

Orang itu meletakan sebuah buku di hadapannya.

"Adukan apa yang mereka perbuat pada dewa kematian, biarkan.. seseorang membalaskannya"

Tap..! Tap..!

Orang itu lalu berjalan pergi meninggalkan gadis itu.

Di tempat lain, tampak seorang anak laki laki berambut hitam, di tangannya dia membawa sekotak pop corn.

"Di mana ya, huhh... awas saja kalau ketemu.."

Drops Of Blood Chapter 1 - Sang Penghukum
Penulis : Ivan96

"Akan kuhajar pencuri itu" ucap anak laki laki itu sambil memasukkan banyak pop corn kemulutnya.

"Huhh.. aku memang suka dunia manusia, tapi..."

"Aku mau Quiver.." teriak Ukite keras.

Di tempat lain, terlihat Naomi tengah duduk di kasurnya, dia memandangi buku berwarna putih dengan huruf Q di pojok sampulnya dan gambar sayap burung.

"Adukan apa yang mereka perbuat pada dewa kematian.., biarkan" "Seseorang membalaskanya" ucap orang itu kala itu.

Dapp..!

Naomi menaruh bukunya di meja.

"Hh..?" Ukite mebalikan kotak pop cornnya.

"Habis..?"

"Hmm.. apa aku kembali saja ya" gumam Ukite memandang langit yang mulai gelap.

Di sebuah sekolah, di antara keramaian tawa dan cakap, terlihat Naomi tengah berjalan lesu.

"Hei lihat, itu Naomi.."

"Iya.."

"Ayo pergi, nanti kita juga dapat masalah kalau dengannya" anak anak berjalan menjauhi Naomi.

"Uu.." sejenak Naomi melihat teman temannya.

Brukk..!

Seseorang menabraknya dari belakang.

"Hei.." ucap Naomi.

"Jalan yang benar dong.." ucap Heina sinis.

"Minggir minggir.." Heina mendorong Naomi hingga jatuh ketempat sampah.

"Ahh.." teriak Naomi.

"Ahaahaha..."

"Lihat itu..."

"Menjijikkan.." ucap anak anak yang menyaksikan.

"Khuhh... jatuh ya.."

"Kasihan.." Heina melemparkan minumannya ke arah Naomi hingga mengotori pakaiannya.

Toilet sekolah, Terlihat Naomi tengah membersihkan pakaiannya, sejenak dia memandang kaca di depannya.

"Hiks.. kenapa.."

"Kenapa selalu aku.." ucap Naomi menangis.

Naomi lalu berbalik dan hendak pergi, namun tiba tiba dirinya jatuh, buku di tasnya jatuh berhamburan.

"Ughh... hiks.." Air matanya semakin banyak, bibirnya berdarah karena jatuh.

Namun tiba tiba, pandangannya tertuju pada buku di depannya, sebuah buku putih.

Perlahan dia meraihnya, dia lalu membukanya, tampak beberapa nama dan catatan dosa disana.

Di tempat lain, terlihat Ukite tengah duduk di atas sebuah gedung, wajahnya terlihat lesu.

"Apa apaan itu.."

"Jangan kembali kecuali buku itu di temukan"

"Khuhh.. bukannya bantu, malah di persulit" keluh Ukite.

Degg...!

"Ahh..." kaget Ukite.

"Tidak... seseorang menulis di bukuku" panik Ukite.

"Seenaknya saja, khuh.. akan kuhajar dia nanti" kesal Ukite.

Clankk..!

Pakaiannya berbuah jadi jubah berwarna hitam, dengan bagian tangan dilipat hingga bawah siku, dia juga mengenakan topeng tulang tengkorak.

"Apa boleh buat.. mau tak mau harus kulakukan.." ucap Ukite masih kesal.

Clankk..!

Sebuah sabit bermata dua dengan motif retakan dan warna merah di ujung, juga gantungan kepala tengkorak di ujung pegangan muncul di tangan kanannya.

Di sebuah kelas, terlihat Heina tengah duduk bersama anak anak lainnya.

"Anak menyedihkan itu, dia benar benar payah" ucap Heina diikuti tawanya bersama yang lainnya.

"Itu dia.." ucap Hini.

Terlihat Naomi berjalan memasuki kelas.

"Hei.. bau apa ini ya.."

"Uhh.. seperti bau sampah" ucap Heina.

"Ahahaha..." tawa anak lainnya menertawai Naomi.

"Hmm.. jadi dia yah yang menulis di buku itu" ucap Ukite yang tengah duduk di jendela.

"Dan... hmm..." Ukite terun dari jendela itu dan berjalan ke arah Heina.

"Eh.. ahhh...." teriak Heina yang melihat Ukite.

"Eeh..?"

"Ada apa?"

"Kenapa?" bingung anak anak yang tak melihat adanya Ukite.

"Hantu..." teriak Heina berlari keluar.

"Hantu?" bingung anak anak, Naomi hanya menatap bingung kepergian Heina.

"Hadeuhh... dia lari" gumam Ukite.

"Hhah.. hah.., ada.. ada hantu disana" ucap Heina sambil menarik baju salah seorang anak.

"Hantu?" bingung anak itu, semua anak memperhatikan tingkah Heina.

Kriiittt...!

Derit sabit yang di seret Ukite begitu membuat Heina semakin ketakutan.

"Heina resnaiqo, kamu sudah berdosa.." ucap Ukite.

"Hh.. tidak..."

"Tidak... jangan mendekat..."

Grubb..!

Heina terjatuh ketakutan, tubuhnya gemetar, keringat memenuhi tubuhnya.

"Kenapa dia?"

"Aneh sekali.."

"Dia itu Heina kan?" ucap anak anak memandang Heina aneh.

"Dosamu.."

"Menyakiti orang lain.."

Batss..!

Ukite mengayunkan sabitnya ke arah atas mengenai Heina.

"Ahhh..." teriak Heina untuk terakhir kalinya, matanya melotot kesakitan.

Jiwa Heina yang tertarik paksa terlihat menggantung di sabit Ukite yang mengenai dadanya.

Cristt..!

Jiwa Heina berhamburan menjadi cahaya.

Sementara anak anak di buat bertanya tanya, melihat Heina yang kini terbaring lemas.

"Apa dia pingsan?"

"Hei.. hei.."

"Candaannya benar benar tak lucu"

"Hei...." Seorang anak berusaha membangunkannya

"Hh.." anak itu berkeringat saat memegang tubuh Heina yang dingin.

Dia lalu memeriksa napasnya dengan menaruh jarinya di hidung Heina.

"Dia mati.." ucap anak itu kaget dan menjauh.

Dari jauh Naomi kaget mendengar ucapan anak itu.

"M.mati.." gumam Naomi.

Bersambung ke Drops Of Blood Chapter 2

Bocah Redoks
2017-02-13 07:57:01
Awalnya kok kayak baca death note
SHiniGami GhoUL
2017-02-04 20:32:26
Start again from beginning...
Leon Lockhart
2017-01-14 14:43:05
Berlatar belakang dari korban bully '-')
Aerilyn Chan Kawai
2016-12-29 07:46:11
orang lemah selalu jadi korban.
Al Onepc
2016-10-08 19:35:29
wah.wahh .. awal yang mengerikannn
Izuna Senju Take
2016-09-27 15:06:43
wah.....dewa kematian menarik dan keren.... lanjut.....
Arizl Kareen
2016-09-24 03:24:56
Kerennn.. lanjut.
METABEE
2016-09-09 16:06:12
Pengganti death note
Die And DeAth
2016-08-16 16:43:08
ini tokoh utamanya shinigami ya...? menarik.
Young G Raigha
2016-06-19 16:02:23
ceritanya keren walaupun baru baca
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook