VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors: FIRST CLAN Chapter 2

2014-11-10 - Tatzumaru > Beast Warriors: FIRST CLAN
206 views | 19 komentar | nilai: 10 (1 user)

Ruang kelas itu benar-benar sepi, hanya ada seorang murid laki-laki saja di tempat duduk dekat jendela kelas tersebut..

"Huh.. sama saja seperti hari-hari biasanya, aku selalu merasa bosan.." gerutu anak laki-laki tadi dengan lemasnya.

"Kenapa aku yang selalu datang pertama kali?"
"Atau memang yang lainnya selalu datang kesiangan?" anak itu bicara sendiri.

Pintu ruangan itu tiba-tiba saja dibuka oleh seseorang dari luar kelas.

"Akhirnya ada yang datang juga.." ucap anak laki-laki dekat jendela tadi.

Pintu itu pun terbuka, terlihat seorang anak laki-laki berdiri di depan pintu ruang kelas tersebut.
Anak yang membuka pintu itu terkejut melihat ada seorang anak yang sudah berada di sana sejak tadi.

"Eh!? Aku pikir aku yang datang paling pagi, ternyata ada yang lebih pagi dariku.."

"Ah.. aku pikir siapa yang datang sepagi ini.. ternyata kau, Hidegaya." gumam anak laki-laki dekat jendela itu.

"Memangnya apa yang kau harapkan Shinjiru? Kau berharap bahwa akan ada seorang gadis cantik yang membuka pintu kelas lalu kau merayunya dengan gombalan-gombalan murahanmu itu ya?"

"Kau ini.. selalu saja asal bicara."

"Eh tunggu, kenapa kau hanya sendirian, ke mana dua temanmu yang selalu seperti perangko itu hah?" ledek Hyde.

"Mereka belum datang, lalu kau sendiri?" "Mana kedua temanmu yang seperti ekor selalu mengikutimu pergi ke mana-mana hah?" Shin membalas candaan Hyde.

"Ah.. mereka juga belum datang. Mungkin mereka telat bangun.." balasnya lemas.

Hyde duduk di samping anak itu, lalu mereka memiliki kebiasaan yang sama. "Huh.." mereka menghela napas bersama.

"Hari ini membosankan, sama seperti hari-hari biasanya.." ucap mereka bersamaan juga.

Lalu kedua anak laki-laki itu merebahkan kepala mereka secara bersamaan juga dengan wajah bosannya.

"Haaaaaahh.." mereka menghembuskan napas panjangnya sebelum akhirnya kedua anak laki-laki itu sama-sama tertidur dengan posisi tidur yang sama persis pula.

Beast Warriors: FIRST CLAN Chapter 2 - Kesamaan
Penulis : Tatzumaru

Sementara di ruangan sang master, pemimpin pertama bangsa Beast itu tengah membicarakan tentang pengangkatan empat klan yang di adakan kemarin tepat di bawah menara lonceng..

"Apa kalian telah menganalisa perwakilan dari ke empat klan yang terpilih?" Kashigami bertanya kepada para penasihat desa.

"Kami telah menyelidiki latar belakang ke empat orang tersebut.." sahut salah satu penasihat yang terlihat paling tua di antara yang lainnya.

"Untuk yang pertama kita semua sudah mengenal siapa putri anda, jadi kita lewati saja yang ini!" ucapnya.

"Perwakilan dari klan Kazama adalah seorang pria berusia 27 tahun, dia mendapat peringkat terbaik di akademi saat berusia 12 tahun. Setelah lulus dengan nilai terbaik, pria ini mendapatkan sebuah penghargaan yang diberikan oleh para master dari desa lain pada umur 17 tahun. Dia mendapat julukan si jenius dari klan Kazama. Dan pada saat menginjak umur 22 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin dari klannya sendiri."

"Dia adalah pemimpin klan Kazama pertama, Kazama Kizaki." jelas orangtua itu.

"Lanjutkan.." pinta sang master.

Scene beralih ke jalanan desa..

Jalanan begitu ramai, banyak sekali orang yang berlalu lalang di sana..

Terdengar ribut-ribut di gang sempit di tempat itu. Terlihat Kororu dan Lincoln sedang berkelahi melawan dua anak di gang sempit itu.

Buaakk.. Buaakk.. Buaakk..

Mereka berempat saling menghantamkan pukulan pada lawannya masing-masing..

"Kurang ajar kau Igna!!" Kororu membantingnya sekuat tenaga.

Buaaagh!!! Igna terjungkal.

"Uh.." pekiknya.

Lincoln membentur tembok setelah mendapatkan pukulan di wajahnya.

"Brengsek kau Rikky!!" teriaknya.

"Mana bos kalian hah!?" Kororu bertanya sambil terus menghantamkan tinjunya di wajah Igna.

"Aku tidak tahu!!" Igna menendang perut Kororu hingga terlempar ke tumpukan kantung sampah.

Kembali ke dalam kelas..

Beberapa murid wanita mulai memasuki ruangan kelas. Saat mereka membuka pintu ruangan tersebut dan hendak masuk ke kelas, sekelompok murid wanita itu dikejutkan oleh jebakan tepung yang jatuh dari atas pintu hingga wajah para gadis itu menjadi putih akibat terkena jebakan tepung.

"Kyaaaa!!!" mereka berteriak histeris.

"Hei.. siapa yang melakukan hal ini!?" salah satu dari mereka marah.

"Bbbbfff.." Hyde dan Shin menahan tawa.

Gadis tadi melirik ke arah dua laki-laki di dekat jendela tersebut yang memang hanya mereka saja yang berada di dalam kelas.

Tatapan tajam gadis itu membuat kedua anak lelaki tersebut merinding, "Hii.. nenek sihir itu marah tuh.." bisik Hyde dengan wajah yang mulai membiru.

"Monster wanita itu melihat ke arahmu tahu!" balas Shin dengan mimik muka yang hampir sama.

"Shinjiru!!! Hidegaya!!!" suara gadis itu menggelegar bagaikan petir di siang bolong.

"!!!" kedua lelaki itu mulai merinding.

"Ternyata kalian berdua lagi!!!" kali ini teriakan gadis memekakan telinga. Saking kerasnya suara anak itu hingga membuat kaca jendela di sisi kiri kedua anak itu pun pecah.
Pyankk!!!

"Kyaaaa!!! Jendelanya!!" teriak Hyde ketakutan.

"Kemari kalian berdua!!!"

"Kyaaah!!! Lari!!! Selamatkan dirimu!!!" Shin kabur.

"Woii!! Tunggu aku!!" Hyde pun mengejar Shin.

"Berhenti kalian anak-anak nakal!!!" para murid wanita mengejar mereka.

"Jangan lari kalian!!!"

"Uwaaah!! Mereka mengejar kita!!" kedua anak itu berlari menuju pintu keluar.

Namun seseorang keluar dari balik pintu dan langsung melesatkan kedua tangannya tepat di wajah Shin dan Hyde yang sedang berlari sekuat tenaga.

Bang!! Kedua lelaki itu terlempar kembali masuk kedalam kelas.

"Aa.. aaa.. aahh..." mereka terkapar di lantai dengan mata berputar-putar dan hidung mengeluarkan darah.

"Fuuuhh.." gadis yang memukul wajah kedua anak tersebut ternyata Erika. Gadis itu meniup kepalan tangannya yang berasap bagaikan sebuah senapan yang baru saja menembakkan pelurunya.

"Kalian selalu saja membuat onar.." ucapnya.

"Bagus Erika-chan!!" seru gadis yang mengejar mereka barusan.

Hyde dan Shin diikat di atas meja, mereka tak mampu berbuat apa-apa dalam keadaan tubuh terikat seperti itu.

"Kalian berdua selalu bersaing dan berkelahi satu sama lain, tapi kenapa sifat kalian itu benar-benar mirip, kesamaan sifat dan kelakuan kalian mencapai 80%" jelas Erika.

"Kami itu berbeda gadis ceroboh! Masa aku sifatku sama dengan si pemalas ini, itu tidak mungkin.." Hyde menyangkal ucapan Erika.

"Apa!? Pemalas katamu!?" "Aku juga tidak sudi disamakan denganmu tukang tidur.." Shin tak terima dirinya disamakan dengan anak itu.

"Kau pikir aku mau disamakan denganmu hah!? Aku juga tak mau dibandingkan dengan dirimu.."

"Berhenti!!!" bentak gadis itu.
Hyde dan Shin langsung terdiam.

"Aku sebagai ketua kelas akan memberi kalian hukuman." lanjut Erika lagi.
"Mungkin jika mereka dihukum bersama akan memberikan efek jera pada kedua anak nakal ini.." pikirnya.

"Apa!? Dihukum?" mereka berdua kaget saat mendengar akan mendapatkan sebuah hukuman.

"Kalian akan mencabuti rumput di sekitar akademi.."

"Apa!?"

"Atau aku berikan pilihan kedua, yaitu.."

"Bertemanlah!"

Mendengar pilihan kedua itu, mereka mulai berpikir.

"Jika aku menolak, pasti Erika-chan akan memberikan hukuman memalukan itu.." ucap Hyde dalam benaknya.

"Jika aku tetap mempertahankan gengsiku, maka aku akan malu mendapat hukuman mencabuti rumput, dan pasti murid-murid akademi lainnya akan mencemoohku. Itu tidak bisa dibiarkan.." Shin memiliki pemikiran yang sama.

"Bagaimana? Pilihan pertama atau yang kedua?" tanya gadis itu lagi.

Tanpa berpikir lama lagi kedua anak itu pun langsung memilih pilihan yang kedua..

"Kami ini teman yang baik, iya kan Hyde?" "Yah, temanku yang satu ini benar. Jadi kau tidak perlu memberikan hukuman itu lah.."

"Nah.. bagus! Itu yang aku harapkan!" kemudian gadis itu melepas ikatan pada tubuh mereka.

"Jika bukan karena hukuman, aku tidak akan mau jadi temanmu.." ucap Hyde dalam hati.
"Ini hanya akan berjalan beberapa hari saja, setelah Erika-chan lupa dengan semua ini, kita akan menjadi saingan lagi anak bodoh!" pikir Shin dengan senyum mencurigakannya.

"Kenapa kau senyum-senyum hah?"

"Eh!? Hahahaha.. aku tersenyum bahagia bisa akur dengannya.."

"Baguslah.. tapi awas kalau aku melihat kalian kembali menjadi musuh, aku tidak akan segan-segan memberikan hukuman yang lebih dari itu.."

"Tidak akan.. kami ini sudah menjadi teman baik, bukan begitu teman?" Hyde meraih pundak anak itu.
"Tentu saja kawan!!"

"Kalau begitu aku keluar dulu, ada urusan sebentar.." ucap Erika.

"Yah sudah sana, jangan biarkan urusanmu itu menunggu lama.." balas mereka kompak.

Lalu gadis tersebut meninggalkan ruangan kelas bersama yang lainnya.
Setelah benar-benar aman, Hyde beradu tatapan dengan Shin.

Ada aliran listrik saat mereka adu tatapan. "Jangan harap aku akan jadi temanmu.." pikir Hyde.

"Aku lebih tidak sudi menjadi temanmu!" pikir Shin juga.

Bersambung ke Beast Warriors: FIRST CLAN Chapter 3

Bocah Redoks
2017-03-07 20:24:32
benar benar rival sejati
Aerilyn Shilaexs
2016-08-19 17:23:56
jadi inget natsu dan gray yang selalu bertengkar. Dan erza lah yang memisahkan mereka dengan cara kasar
Arsya
2016-06-29 17:11:01
blom update?
Vor Deour
2016-02-23 15:02:35
Hyde dan Shin bisa telepati ya ? Saya terkejut
David Bluezskynschky
2016-02-18 15:16:10
Kapan next chapternya senpai Tatzumaru?
de.zero
2015-07-08 21:03:47
Komentar. belum diupdate lagi bro?
clizdio
2015-07-02 22:04:09
hiatus?
acbar
2015-06-25 10:50:58
Ha ha ha Seru ceritanya
hokage putra
2015-02-06 21:03:11
Seru
Elank hunter
2014-11-22 04:43:22
Keren ceritax boz....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook