VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
The Fairy Fantasy Land Chapter 89

2018-01-01 - China Musume > The Fairy Fantasy Land
43 views | 6 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

"M-mau!! Aku mau ikut!!" wajah Rhemira makin memerah dan sangat senang.

Mereka berdua berjalan melewati jalan kecil di hutan dan tak berapa lama sampai di sebuah desa kecil.

"Bos... Sebenarnya apa yang kalian bicarakan tadi?"

"Ooh.. Cuma undangan perayaan saja.. Besok aku mau pergi ke Bumi.." jawab Draco sambil memilih manisan-manisan.

"Bos tidak akan dijodohkan kan?!" Rhemira mencoba memastikan.

"Tentu saja gak bakal lah!!!" seru Draco, "Lagian siapa yang sudi dijodohin ke cewek barbar kayak Neva? Dione juga walaupun kelihatannya lembut begitu aku tahu dia gak kalah barbar kayak Neva..." batin Draco.

"Fyuuhhh...." Rhemira tampak lega.

"Ah... Bos!! Nanti siang mau makan apa?? Akan kumasakkan!!!" Rhemira langsung berlari ke penjual sayur.

"I-itu.. Kau tidak perlu repot-repot memasakkannya untukku..." jawab Draco yang agak sungkan melihat Rhemira, "Lagipula aku akan pulang malam, sebentar lagi aku harus pergi lagi.."

"Kalau begitu untuk makan malam nanti ya!!" Rhemira tetap pantang menyerah, Draco makin sulit menolak.



The Fairy Fantasy Land Chapter 89 - [S2 Chapter 9] Usaha Rhemira (2)
Penulis : China Musume

"Huuh... Dasar bos... Tiap hari kerjaannya keluyuran terus..." gerutu Rhemira yang menatapi air danau setelah Draco pergi entah kemana, "Tapi bos itu sebenarnya siapa? Dia bilang hanya pasukan khusus pembasmi sihir hitam.."

"Siapa yang peduli?! Bos sudah menyelamatkanku dan aku jatuh cinta padanya!!" teriak Rhemira, "Yosh, saatnya berburu daging untuk makan malam bos..."

Sementara itu, Draco terlihat berdiri di perbukitan belakang Kerajaan Aeon dengan ditemani Shiki di sampingnya. Sebuah tugu nisan besar berdiri di hadapan Draco.

"Hari ini peringatan 13 tahun kematian Raja Raymond Ralph McDirrou dan Ratu Darlenne Hazel McDirrou.." Shiki meletakkan seikat rangkaian bunga di depan batu nisan itu.

Sebuah cahaya portal muncul tak jauh dari tempat Draco dan Shiki. Sosok Midori dan Qussy makin terlihat jelas dari cahaya portal itu.

"Ternyata ada kalian berdua di sini.." gumam Midori yang juga memegang karangan bunga.

Draco sedikit melirik dan agak kaget saat melihat Qussy ikut datang.

"Ternyata kau ingat hari ini, Midori?" tanya Shiki.

"Tentu saja.. Aku jugalah penyihir yang setia mengabdi ke kerajaan.." balas Midori.

"K-kenapa putri ikut ke sini juga?" tanya Draco gugup.

"Hm.. Aku cuma ingin datang untuk menghormati orang tua teman baikku, dan bertemu teman baikku.." jawab Qussy.

"S-sudah kuduga ada yang gak beres dengan diriku.." pikir Draco yang menutup mulutnya dengan tangan untuk menutupi wajahnya yang memerah.

"Maaf karena tadi pagi Kak Gedeon datang mengganggumu.." ucap Qussy.

"Biarkan saja, aku sudah tau kalau orang itu merepotkan dan suka seenaknya.. Masa bisa membuat portal datang ke sini malah gak bisa pulang sendiri?" oceh Draco.

Mereka berempat berziarah selama beberapa jam di batu nisan itu hingga akhirnya Shiki dan Midori pergi meninggalkan Draco dan Qussy.

"Putri.." gumam Draco yang duduk memandang langit biru.

"Ya?" jawab Qussy yang berbaring di rumput.

"Bagaimana rasanya berada di dunia ini tanpa merasakan sihir?" tanya Draco.

"Biasa saja.. Tapi, rasanya kekuatanku yang meledak-ledak di dalam tubuhku tidak terasa di sini.."

"Putri.. Apa kau menyukai Steve?"

"Hm.. Iya, aku suka..." jawab Qussy tersenyum.

"H-hah?!" Draco sempat kaget.

Qussy bangkit duduk, "Ada apa? Aku suka Steve, Kelly, Midori, dan Draco juga.. Aku suka keluargaku, tidak ada yang membuatku bahagia selain menyukai kalian semua..."

"B-begitu ya.."

"Memalukan!!! Kenapa aku malah bertanya seperti itu?!!" teriak Draco dalam hati.

"Tapi, Draco tetap teman terbaikku nomor satu!!" seru Qussy.

"K-kenapa aku malah merasa kecewa??" batin Draco.

"R-rasanya tiba-tiba canggung..." pikir Draco dan Qussy yang sama-sama kebingungan.

"B-bagaimana dengan hubunganmu dan Rhemira-chan?" tanya Qussy yang ikut gugup.

"K-kenapa malah bahas itu? Dia hanya mengikuti pasukan kami untuk semakin bertambah kuat.. H-hanya itu.." jawab Draco bingung.

"Haaahhh...." Qussy menghela napas agak panjang, "Sebenarnya aku tidak mengerti tentang perasaanku ini, awalnya aku mengira ini karena aku menganggapmu sebagai sahabatku.. Dimanapun, kapanpun, ingatan tentang Draco selalu muncul.. Dan saat aku bertanya pada Kak Litsa, dia bilang kalau itu yang namanya cinta.. K-kalau memang benar itu cinta, aku harus bagaimana?"

"Putri juga ya..?" Draco memegang kepala Qussy, "Kalau itu benar perasaan cinta, aku akan berusaha membuat perasaan itu tidak menyakitkan.. Aku juga merasakan itu.."

"J-jadi?" wajah Qussy memanas dan makin bingung.

"N-nanti aku akan bicara ke kakak sialanmu itu..." jawab Draco yang juga tidak sanggup menatap mata Qussy, "Sudah waktuku untuk kembali mengerjakan misi.. A-aku harus pergi.."

"ZWUUNG...." Draco menghilang dan muncul di danau dekat kemah markas pasukannya.

"Bahaya!! Apa yang kupikirkan?!! Padahal aku dari dulu jago gombalin cewek, tapi kenapa aku takut melihat wajah putri?!!" Draco segera membasuh wajahnya dengan air danau itu.

"Lho.. Bos sudah kembali? Padahal ini belum sore..." Rhemira yang ingin mencuci sayuran melihat Draco yang sedang membasuh wajah.

"R-rencananya di luar perkiraanku, jadinya aku terpaksa harus kembali secepatnya.." jawab Draco.

"Untung saja aku memasak lebih awal.. Makan siang akan selesai beberapa menit lagi..." lanjut Rhemira.

Bersambung...

Daftar Cerbung:
- Gado-Gado (Versiteks.com Talk Show Story)
- The Fairy Fantasy Land

Cerbung yang telah Tamat
- D'EVIL [tamat]
- Reminiscence Zea: Rebellion [tamat]
- Nin-nin De Gozaru!! [tamat]
- Spring Of Symphony [tamat]
- One PacMan [tamat]

Daftar Oneshot:
- Reminiscence Zea
- "HACHIKO" Shiromi
- What Story Do You Want?
- Death Manga [D'EVIL movie]
- Psyco.Logic
- Aneka Gaya Membaca Unik Pembaca VT
- Aneka Gaya Membaca Unik Pembaca VT [Part 2]
- Aneka Macam Penulis Unik VT
- Pembaca VS Penulis
- Fuyuki Zirconixena (Versitekspedia)
- VT News Chapter 1

Daftar Fanfiction:
- Fairy X Fairy (Fairy Tail X The Fairy Fantasy Land)
- Nin-nin Tail!! (Fairy Tail X Nin-nin De Gozaru!!)
- Fanfiction Gintama Lesson 1 Rival Zone [1]



Bonus rilis dobel di tahun baru... :v

Bersambung ke The Fairy Fantasy Land Chapter 90

Yukki Amatsu
2018-01-05 22:02:32
Hmm... ekhem....
Sanji Vinsmoke
2018-01-04 17:08:16
perkenalkan hai lady! aku koki tampan bernama sanji
Zen Kureno
2018-01-02 16:43:03
Panas dingin itu Dracoco saat bersama putri, memang Cinta Yang sulit diungkapkan
Bocah Redoks
2018-01-02 14:50:35
Wkwkwk. Its love. Jurus apapun, rencana sebagus apapun pasti lenyap
Sqouts Shadows
2018-01-02 04:54:26
Ditunggu chapter berikutnya
Ozifex
2018-01-01 23:07:10
Pertamax,Nexs..mantapp
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook