VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
The Fairy Fantasy Land Chapter 52

2017-01-04 - Fuyuki Zirconixena > The Fairy Fantasy Land
38 views | 5 komentar | nilai: 9 (3 user)

Di Bumi, Qussy masih menyesal dan beranggapan kalau kekalahan Elfvandia karena kesalahannya.

Sementara di markas Fairy Generation, Gedeon, Lorenzo, dan Waku sibuk menyusun strategi dan menghubungi semua organisasi Peri yang terpencar di Bumi.

"Organisasi The Fairy telah berhasil dihubungi.." ucap Lorenzo di depan sebuah monitor besar.

"Space AFAN juga telah mengkonfirmasi.." ucap Waku.

"Aku mau semuanya ikut dalam serangan balasan.." jawab Gedeon. Lorenzo dan Waku hanya mengangguk.

"Kak.." Lorenzo yang terlihat resah memberanikan diri untuk berbicara, "Mengenai serangan balasan 2 minggu lagi nanti.. Apakah Quiterie boleh ikut berperang? Dia selalu berpikir kalau kekalahan ini karena kesalahannya.."

Gedeon hanya diam dengan tatapan serius dan agak kesal.

"Maaf, kak.." lanjut Lorenzo.

"Kalau kita mau mengambil apa yang telah diambil dari kita.. Lakukanlah dengan serius dan gunakan apa yang ada saat ini dengan benar.." ucap Gedeon yang langsung keluar dari ruangan itu.

"Sepertinya dia tidak berubah sedikitpun.." ucap Waku tersenyum kecil.

"Iya.. Dia dari dulu memang selalu serius.." Lorenzo ikut tersenyum.

Star, Flauly dan Deligo hendak menjenguk Qussy yang masih belum pulih kekuatannya.

"Quiterie.. Ada teman-temanmu datang.." ucap Dione.

Qussy hanya diam menanggapinya. Terbaring sambil menyembunyikan wajahnya di balik selimut tebalnya.

"Qussy.." Star yang khawatir masuk ke kamar Qussy. Qussy masih diam dan tak mau menjawab.

"Kau pasti tahu kalau dua minggu lagi kita akan melakukan serangan balasan.. Jadi, ayolah.. Bangkit dan bertarung bersama kami lagi.." ucap Flauly. Namun Qussy masih tak menjawab.

Star merasa kesal karena Qussy tak menjawab sedikitpun, "Apa kau mau terus diam seperti itu? Bagaimana jika Draco datang dan melihat kondisimu seperti ini? Apa kau tidak merasa malu?"

Di balik selimut, Qussy tak mampu menahan tangisnya lagi.

"Star.." Deligo mengisyaratkan agar Star berhenti memarahi Qussy.

"A.. ku.." ucap Qussy terisak dengan suara lemah, "Aku sangat malu.. Negeriku terjajah karena aku tidak mampu melindunginya.. Kekuatanku juga menghilang karena kelemahanku.. Aku pemimpin yang tidak berguna.."


The Fairy Fantasy Land Chapter 52 - Gagak Pembawa Pesan
Penulis : Fuyuki Zirconixena

Gedeon berdiri di sebelah pintu kamar Qussy yang terbuka dengan seekor gagak bertengger di bahunya, "Aku mau bicara sebentar dengan Quiterie.." ucap Gedeon, "Bisakah kalian pulang sekarang?"

Star, Flauly dan Deligo agak takut berhadapan dengan Gedeon langsung keluar dari kamar Qussy tanpa meninggalkan sepatah kata.

Gedeon memandangi Qussy yang tidak mau keluar dari balik selimutnya dan makin kesal.

"Mau sampai kapan kamu mau di dalam selimut itu terus?" tanya Gedeon, udara kamar Qussy semakin tinggi dan membuat Qussy kepanasan.

"Panas, kakak bodoh!!" seru Qussy yang langsung membuka selimutnya dan duduk.

"Kekuatanmu sudah pulih sedikit kan?" tanya Gedeon.

"Hanya sedikit, dan aku tidak bisa memanggil Justitia.." jawab Qussy.

"Kau mau ikut bertarung?" lanjut Gedeon.

"Aku mau, tapi aku pasti tidak akan berguna.."

Gedeon menggerakkan bahunya dan gagak yang bertengger di bahunya terbang ke atas pangkuan Qussy.

"Itu gagak pengirim surat.. Dan itu surat untukmu, bacalah dan pikirkanlah baik-baik.. Kau ingin merebut kembali Rudbeckia atau tidak.." Gedeon menutup pintu kamar Qussy dan pergi.

Dan benar saja, di salah satu kaki burung gagak itu terdapat gulungan kertas kecil. Tanpa pikir panjang, Qussy membuka gulungan kertas kecil itu dan membacanya.

"Putri, maafkan aku yang pergi tanpa kembali bersama Pangeran Lorenzo ke Elfvandia.. Aku tahu serangan Monster yang mendadak itu karena Negeriku..
Dan kudengar, kau sedang sakit.. Kuharap kau cepat sembuh dan kita dapat bertempur bersama lagi seperti saat berada di Tamarisk.. Draco."

"Racoco bodoh.." gumam Qussy pelan dan tersenyum haru.

Qussy bangkit berdiri dan mencari Gedeon yang berada di kamar Gedeon.

"Kakak..!!" seru Qussy yang membuka pintu kamar Gedeon.

Gedeon yang sedang membaca koleksi majalah po*** semasa sekolahnya di Bumi terkejut, "Kenapa?" tanya Gedeon.

"Aku akan ikut bertarung dan merebut Rudbeckia kembali.." jawab Qussy.

Gedeon tersenyum, "Itu yang kuharapkan dari adikku.."

Qussy yang telah mendapatkan semangatnya kembali, berlari menuju kamarnya untuk menulis surat balasan.

Di kamar, Gedeon berdiri di depan cermin.
"Prang!!" Gedeon meninju cermin itu hingga pecah, "Dasar kakak yang tak berguna.." ucapnya pada dirinya sendiri.

Bersambung..

Bersambung ke The Fairy Fantasy Land Chapter 53

Sqouts Shadows
2017-01-05 17:24:01
Ditunggu cerita berikutnya
happyreadin9
2017-01-05 07:32:07
knp gedeon mukul kc
Inuyasha
2017-01-05 04:04:19
Bingung mau koment apa ya? Tetap semangat deh nulisx
Rudy Wowor
2017-01-04 21:35:04
Kakak yang mesum.
Ishiri iuki
2017-01-04 19:46:59
.kakak yg tak berguna? dalam hal apa nich
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook