VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
The Fairy Fantasy Land Chapter 51

2016-12-30 - Fuyuki Zirconixena > The Fairy Fantasy Land
56 views | 5 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

Sementara itu di dimensi Aeon, Negeri Penyihir.

"Yang Mulia, kami telah mendengar kabar bahwa Elfvandia telah hancur akibat perang mendadak yang menguntungkan Monster, sekitar tiga bulan yang lalu menurut waktu Elfvandia.." ucap seorang prajurit di depan pemimpin Negeri Penyihir yang tak lama ini merdeka dari jajahan Monster, Raja Aeon Generasi ke-14, Draco Zelvon McDirrou

"Jadi begitu.. Pantas saja jimat yang kupasang di Senjata Roh putri bereaksi.." pikir Draco begitu mendengar berita buruk itu.

"Siapkan pasukan Penyihir terbaik kita, kita akan memberikan bala bantuan untuk Elfvandia.." ucap Draco.

"Tapi Yang Mulia, kita baru saja terkena musibah yang sama dan Aeon masih belum pulih seutuhnya.." balas salah satu prajurit.

"Kalau begitu siapkan portal menuju Elfvandia.." lanjut Draco yang agak kesal.

"Kalau portal dibuka, bagaimana kalau Monster-monster kembali masuk ke Aeon?" tanya prajurit lain.

"Apa katamu?" tanya Draco dengan nada marah, "Negeri ini bisa lepas dari tangan Monster berkat pangeran dari Elfvandia.. Dan seperti ini sikap kalian? Aku akan pergi sendiri.. Cukup kalian siapkan portal.." Draco bangkit dan pergi menuju ruang kamarnya.

"Raja kita nyeremin ya.." bisik prajurit pertama.

Draco berhenti dan menengok ke arah prajurit pembawa berita.

"Hii... Apa kedengaran ya?" bisik prajurit kedua.

"Oh, ya.. Aku mau pergi kerja sampingan dulu..." ucap Draco yang langsung pergi.

"Kenapa Raja malah kerja sampingan ya?" bisik prajurit pertama.

"Entahlah.."



The Fairy Fantasy Land Chapter 51 - Kehidupan Draco
Penulis : Fuyuki Zirconixena

Draco pergi dengan memakai bajunya yang acak-acakan seperti yang biasa dipakainya di Elfvandia. Draco melewati perumahan-perumahan yang sedang dibangun ulang, penampilannya yang seperti preman membuatnya tak dikenali. Lalu menaiki bukit yang agak jauh dari kerajaannya.

Di atas bukit terlihat gubuk tua rusak yang tengah diperbaiki dan seorang nenek keluar dari pintu gubuknya lalu tersenyum begitu melihat Draco.

"Kau datang lagi anak muda? Kebetulan hari ini aku membuat Pie Apel lagi seperti kemarin..." ucap nenek itu.

"Ah, tenang saja.. Hari ini aku akan menyelesaikan perbaikan gubuk nenek..." balas Draco.

"Tapi apa tidak apa-apa?" tanya nenek itu, "Nenek tidak punya uang untuk membayarmu.. Yang nenek punya hanya pohon apel tua yang sudah jarang buahnya.."

"Tidak apa-apa.. Membantu nenek sudah membuatku senang.." jawab Draco.

Nenek itu ditemukan Draco saat berperang melawan Monster bersama Lorenzo. Akibat Monster yang memperbudak Penyihir, keluarga nenek itu meninggal dan ia menjadi sebatang kara.

"Entah berapa banyak korban di negeri ini yang bernasib sama dengan nenek.." batin Draco yang mulai bekerja memperbaiki gubuk tua nenek.

Sang nenek menyiapkan Pie Apel dan sekeranjang apel segar di meja makan, "Lebih baik kau beristirahat dulu, anak muda.." ucap nenek yang melihat Draco telah bekerja berjam-jam.

"Iya, nek..." sahut Draco, "Kalau pangeran Lorenzo atau putri Quiterie di sini, mungkin ini yang akan mereka lakukan.." batin Draco.

Draco duduk memakan Pie Apel dan buah apel dari pohon tua di depan gubuk tua nenek.

"Nek, hari ini aku akan menyelesaikan perbaikan gubuk nenek.." ucap Draco.

"Oh, ya? Aku sangat berterima kasih banyak.." jawab Nenek penuh rasa haru.

"Aku harus pergi ke suatu tempat secepatnya.." lanjut Draco.

"Anak muda, kau sangat mirip dengan Yang Mulia Ratu sebelumnya.." nenek yang matanya agak sayu memandangi wajah Draco.

"Eh..?" Draco terkejut.

"Beliau adalah Ratu yang sangat baik hati.. Dia bukan Penyihir, melainkan keturunan Peri Murni.. Karena kebaikan hatinya, dia menjadi korban pertama untuk melindungi negeri ini.."

"Yah.. Dia memang seperti itu.." gumam Draco pelan.

Draco memungut biji-biji apel yang berjatuhan lalu menggali lubang untuk menanamnya.

"Kalau aku kembali ke sini, aku akan membawa teman-temanku untuk main ke tempat nenek.." ucap Draco.

Draco lanjut bekerja hingga selesai pada sore hari dan pamit pada nenek.

"Anak muda, bawalah ini kemanapun kau pergi.. " nenek memberikan sebuah kantong kain yang berisikan sesuatu, "Itu adalah jimat pelindung dan keberuntungan.. Lebih baik kau tidak membukannya.. Cuma itu yang bisa nenek berikan.."

"Terima kasih banyak, nek.." balas Draco yang menerima pemberian nenek lalu berjalan pergi.

Sesampainya di kerajaan..

"Portalnya sudah siap?" tanya Draco.

"Sudah siap.. Tapi untuk ke sana akan memakan waktu 2 minggu hitungan Elfvandia dan Bumi.." jawab Shiki.

"Oh, oke aku berangkat.." ucap Draco dengan enteng.

"Eits.. Bawa ini.." Shiki memberikan ransel besar untuk Draco, "Persediaan makanan, minuman, baju dan peralatan lain.."

"Iya iya, dasar ibu-ibu.. Tolong jaga Aeon ya.." Draco langsung mengambil ransel besar itu dan menyelonong masuk ke dalam Portal menuju Dunia Peri.

Bersambung..

Bersambung ke The Fairy Fantasy Land Chapter 52

Cloud Xiicorss
2016-12-30 15:21:12
Lnjut senpai
Sqouts Shadows
2016-12-30 12:31:15
Lanjut vroh
Inuyasha
2016-12-30 12:22:44
Gokil ceritax. Di tunggu lanjutanx
Inuyasha
2016-12-30 12:22:08
Gokil ceritax
Rudy Wowor
2016-12-30 12:03:44
Prajuritnya sangatlah penakut.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook