VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 127

2016-09-12 - Tatzumaru > Beast Warriors
202 views | 12 komentar | nilai: 9.1 (10 user)

Duuaarr!! Ryuga kembali terpental untuk yang kesekian kalinya.

"Kyaaah!"

"Ryuga-sama!" Miray yang tengah melihat dari luar area latihan merasa tak tega.

"Dia brisik sekali." gerutu Satoshi yang ada di dekatnya sambil menyantap makanan yang dibeli oleh Kororu.

"Kali ini pasti berhasil!" Ryuga bangkit lagi untuk mencoba kembali.

"Dia anak yang tidak mudah menyerah ya?" ucap Yato.

"Seperti itulah dia..." sahut Ryu.

"Dia memang selalu begitu meskipun dia tahu bahwa itu mustahil, tapi dia memang keras kepala."

"Baiklah! Kali ini pasti bisa!" Ryuga kembali mengalirkan Sugetsu pada lengan kirinya.

"Pelan-pelan..." gumamnya.

"Stabilkan alirannya!" Kororu terus memantau dan memandu latihan anak itu.

Bentuk anak panah sedikit demi sedikit mulai terlihat sempurna.

"Ya, seperti itu!" Kororu terus memberi semangat.

"Bagus... Sedikit lagi!" ucap Ryuga senang.

"Yeah! Berhasil!"

Dan akhirnya bentuk panah yang dibuat Ryuga pun sempurna, yah meski sedikit terlihat aneh sih.

"Tapi kok sedikit berbeda ya?" ucapnya bingung.

"Itu malah lebih mirip seperti penunjuk jalan..." timpal Kororu dengan mimik muka aneh.

"Ah, terserah saja bentuknya mau seperti apa! Yang penting sama-sama seperti panah!" ucap Ryuga tak peduli.

"Kalau begitu coba kau arahkan panah anehmu itu pada pohon di sana!" perintah Kororu sembari menunjuk pohon di sebelah Satoshi berada.

"Uhm! Baiklah..."

Ryuga mulai membidik pohon yang dimaksud, ia mulai berkonsentrasi penuh agar tembakan pertamanya tidak meleset.

"Tarik napasmu dan tahan!" perintah Kororu lagi.

Ryuga lalu menarik napas panjang, kemudian menahan napasnya seperti yang gurunya instruksikan.

"Tahan beberapa detik, jika kau sudah merasa Sugetsu yang ada di ujung tanganmu itu hampir meledak, segeralah kau lepaskan dengan sekuat tenaga!"

"Ya ini dia!" pikirnya.

Lalu sambil berteriak Ryuga akhirnya melepaskan panahnya, "Haaaaaaa!!!"

Bziiiuuuww!! Panah Ryuga melesat cepat. Gerakannya agak kurang stabil namun serangan itu mampu mencapai target yang ditujunya.

Jbaatts!! Panah itu tepat mengenai permukaan pohon tapi hanya dapat membuat goresan kecil saja di sana. Ckrak!

"......." wajah Ryuga langsung menjadi datar sedatar-datarnya.

"Ternyata hanya menggores saja ya..." gumam yang lain.

"Aku akan co..."

BLAAARRR!!!!! Semuanya kaget saat tiba-tiba suara ledakan terdengar.

"!!!" semuanya semakin kaget saat tahu ternyata ledakan tadi berasal dari pohon yang menjadi sasaran tembak Ryuga tadi.

"Po-pohonya..." Satoshi terbelalak ketika pohon di dekatnya hancur lebur.

Semua yang ada di sana langsung menatap Ryuga dengan tatapan tak percaya.

"Hebaaat..." gumam Ryuga yang juga tidak sadar dengan serangannya tadi berdampak luar biasa.

Beast Warriors Chapter 127 - Detik-Detik Menjelang Penyerangan
Penulis : Tatzumaru

"Kyaaaa!! Ryuga-sama memang orang yang berbakat!!" jerit Miray histeris.

"Oi murid bodoh..." Satoshi merangkul pundak Ryuga.

"Tadi itu hebat sekali, apa yang kau lakukan barusan?" Satoshi penasaran.

"Eh? Apa yang kulakukan?"

"Aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu..." Ryuga juga tidak bisa menjelaskannya.

"Eeeehh!? Yang benar sajaaa!!?" teriak Satoshi kecewa.

Di sisi Kororu ia berpikir, "Kenapa bisa meledak? Aneh..."

"Harusnya Sugetsu dalam bentuk senjata tidak bisa meledak seperti itu?" Kororu juga tak dapat menjelaskannya.

"Hemm... Walaupun kau tidak sadar, tapi tadi keren sekali! Itu bisa menjadi jurus yang mematikan!" ujar Satoshi.

"Ya kau benar guru, tapi... Bukankah jika seperti itu aku malah bisa membunuh lawanku dalam pertempuran! Aku tidak menginginkan hal itu!" tegasnya.

"Meskipun mereka adalah musuhku, tapi aku tidak mau sampai membunuh mereka." lanjutnya.

Singkat cerita mereka berlatih sampai matahari terbenam...

"Haaaaa!!!" Ryuga melepaskan panahnya.

Bruuaakk!! Kali ini Ryuga berhasil melubangi bagian tengah pohon.

"Yosh! Akhirnya aku berhasil melakukannya tanpa meledakannya!" Ryuga tersenyum lebar.

"Bagus! Kau berhasil, Ryuga!" ucap Vida senang.

Namun karena kelelahan, Ryuga roboh tapi untungnya gadis itu berhasil menangkapnya.

"Ryuga! Kau tidak apa-apa!?" teriaknya panik.

"Kurasa dia hanya kelelahan saja setelah seharian berlatih dengan mengeluarkan banyak sekali Sugetsu." ucap Kororu.

"Ayo, sebaiknya kita bawa Ryuga kembali ke markas untuk beristirahat! Karena besok dia akan berlatih lebih keras dari hari ini!" pungkas Kororu.

"Baik guru!" akhirnya semuanya kembali ke markas utama bangsa Tribal.

Desa Agraft, ruang medis khusus untuk para prajurit...

Seorang gadis berjalan menuju tempat resepsionis sambil membawa seikat bunga.

"Ah, ternyata kau selalu rutin mengunjunginya ya, Seliana-chan?" ucap seorang perawat yang ada di sana.

"Iya, aku harus selalu menjenguknya karena teman-teman yang lain sedang sibuk dengan misi mereka masing-masing." jawab gadis itu sembari tersenyum manis.

"Kalau begitu silakan isi daftar tamu dulu." si perawat memberikan kertas dan pena.

Singkatnya, kini Seliana telah berada di depan pintu ruang perawatan. Kemudian gadis itu langsung mengetuk dan berkata...

"Aku datang lagi... Permisi..." ucapnya sambil membuka pintu ruangan.

Kriiieett! Suara pintu dibuka.

Saat gadis itu masuk, ia begitu kaget ketika tahu ranjang di sana sudah kosong.

"Eh!? Dia di mana?" pikir wanita itu panik.

Pada saat Seliana mulai panik, tiba-tiba pintu kamar mandi yang ada di sebelah kanan ruangan terbuka.

Dari sana muncullah Hayate yang habis buang air kecil.

"Eh? Seliana?" ucap Hayate terkejut.

Grap. Seliana langsung memeluk pemuda itu sambil berlinangan air mata.

Hayate yang tidak tahu apa-apa hanya diam terpaku dalam pelukan wanita itu.

Mereka masih terdiam dengan posisi seperti itu tanpa bergeming sedikitpun.

"Hiks... Hiks..." Seliana terus menumpahkan air matanya tanpa henti.

Sampai akhirnya, "Ke-kenapa kau menangis?"

Seliana melepas pelukannya, gadis itu hanya menangis sambil menatap wajah Hayate untuk beberapa saat.

Hayate yang tidak tahu menahu hanya bisa memasang wajah bingungnya.

Plak! Tiba-tiba Seliana menampar pipi kiri pemuda itu dengan keras.

"Ke-kenapa k-kau menamparku?" Hayate semakin bingung saja dengan kelakuan aneh gadis yang ada di hadapannya itu.

"Apa kau tahu..." akhirnya Seliana mulai membuka mulutnya.

"Aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu, dasar bodoh!" Seliana kembali memeluk Hayate dengan air mata yang sudah banjir.

"Se-Seliana..." gumam Hayate pelan.

"Sudah beberapa minggu ini kami sangat mengkhawatirkanmu yang tak kunjung siuman." ucapnya.

Perlahan, kedua tangan Hayate mulai bergerak untuk membalas pelukan gadis itu. Grap.

"Ma-maafkan aku telah membuatmu khawatir, Seliana..."

Mereka berdua saling berpelukan dengan erat.

---- Beast Warriors ----


Tinggal beberapa menit lagi matahari akan terbit, di dalam benteng pasukan Warriors bagian timur, terlihat seluruh pasukan telah siap siaga untuk menerima perintah dari Jendral mereka...

"Apakah persiapannya sudah selesai!?"

"Sudah Kapten!!" seru pasukan penunggang Cobuss.

"Apa pasukan udara juga sudah selesai!?" teriak Kapten mereka.

"Ya Kapten!!" seru pasukan Crow Eye.

Tak hanya dua pasukan itu saja, seluruh pasukan yang lain pun sepertinya sudah siap tempur pagi itu.

"Bagus! Kita hanya tinggal menunggu perintah dari Jendral saja!" pungkas Kapten tim bersenjata.

Dan tak lama, Jendral Tomozaki muncul dengan ditemani salah satu dari 5 Jendral terkuat di wilayahnya yaitu, Jin Si Akar Hidup.

"Itu Jendral Tomozaki dan Jendral Jin!" ucap para prajurit.

"Apa semuanya sudah siap untuk membantai!?" teriak Tomozaki dengan berapi-api.

"Yeaaah!!" seru semuanya.

"Jangan lupa permintaanku..." bisik Jin.

"Ya! Kau tenang saja, Jin-san. Aku tidak pernah mengingkari janjiku!" tegasnya.

"Bagus..." Jin tersenyum.

"Kalau begitu buka gerbangnya!!!" teriak sang Jenderal sekencang-kencangnya.

"Yeeeaaaahh!!!!"

Blagh! Gerbang pun mulai terbuka lebar.

"Ayo kita kembalikan kejayaan bangsa Warriors!!" Tomozaki memancing semangat pasukan yang dipimpinnya.

"Whoooaaaa!!!" semuanya mulai bergerak menuju desa Taimuresu.

Sementara, di tempat tim khusus Destroyers...

Kuro menyiagakan timnya yang hanya beranggotakan 4 orang termasuk dirinya...

"Kalian siap!!"

"Yeah!"

"Baiklah, kita akan melakukan misi khusus tim Destroyers!"

"Kita bawa kembali Kapten dan bunuh Tomozaki dan yang menghalangi niat kita dalam pertempuran!" teriak Kuro bersemangat.

"Yeaaah!!"

Dan tanpa sepengetahuan dari pasukan Warriors, tim Destroyers berangkat ke medan perang dengan memilih rute yang berbeda dari pasukan Tomozaki.

Matahari mulai menampakan dirinya dari balik gunung batu yang menandakan penyerangan akan di mulai tidak lama lagi...

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 128

SHiniGami GhoUL
2017-02-17 12:07:15
Battle is going to begun...
Shadexz
2017-01-10 23:25:55
Seru. Ane baca dr awal.mantep dah
Davies Whitecoffee
2017-01-04 13:03:25
seru banget om
hairurrozikin
2017-01-02 08:29:54
kok blm rilis juga nih?
Bee Zero
2016-12-30 18:26:13
kok lama bngd lnjtanya..kira2 tatsuya dphak mana ya nantinya ?? apa mimpinya ryuga jd knyataan ?!
Lord of Chaos
2016-12-23 18:39:46
Next . . .
Mutia 4Ra
2016-10-21 11:08:53
lnjutannya kpn yu *^_^*
4.U .INDRI.
2016-09-24 03:58:42
Udah bikin animasi kl kyk gini ceritax... Keren
Phantom Alicia
2016-09-13 20:09:14
Tatsuya bakal kembali ke destroyers kelihatan na
Shark
2016-09-12 17:41:03
Akhir nya ada pertempuran juga
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook