VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 126

2016-09-11 - Tatzumaru > Beast Warriors
173 views | 5 komentar | nilai: 8.4 (10 user)

"Sekarang coba kau lakukan ini!" perintah Kororu.

Kororu memusatkan Sugetsunya pada telapak tangan. Ryuga juga mengikuti apa yang diperintahkan oleh gurunya itu.

"Bagus... Sekarang coba kau ciptakan sebuah senjata tajam menggunakan Sugetsu di telapak tanganmu itu seperti ini!" ucapnya lagi.

Sugetsu di telapak tangan Kororu kini membentuk sebuah senjata berupa anak panah.

"Wow! I-Itu sama seperti panah Sugetsu milik Juno! Keren..." ucap Ryuga terkagum-kagum.

"Dan setelah bentuknya sempurna sekarang tinggal bagaimana cara melepaskannya pada sasaran." Kororu membidik pohon yang berjarak 100 meter di depannya.

"Rasakan aliran Sugetsu di telapak tanganmu... Lalu dengan sekali hentakan keras kau lepaskan panah Sugetsumu pada satu titik."

Bziiiuuww! Bruaakk!! Panah Sugetsu itu melesat cepat melubangi pohon dan menumbangkannya dalam satu serangan saja.

"Hebat... Juno saja harus menciptakan busurnya dulu baru bisa melesatkannya, tapi guru mampu dengan mudah melepaskan anak panah tanpa busur itu sungguh luar biasa!" Ryuga benar-benar kagum dibuatnya.

"Coba kau lakukan seperti yang kucontohkan barusan!" pintanya.

"Yosh! Akan kulakukan!" anak itu benar-benar berkonsentrasi.

Sugetsu mulai mengalir pada telapak tangannya.

"Ya, bagus! Sekarang coba kau bentuk Sugetsumu!"

"Uhm!" Ryuga kembali berkonsentrasi.

Perlahan Sugetsu di telapak tangannya mulai membentuk sesuatu, namun belum sempat sempurna tiba-tiba Sugetsunya meledak di tangannya. Duuaarr!

"Uwoooh!" Ryuga terhempas ke belakang.

"Kau tidak apa-apa?"

"Ukh! Aku baik-baik saja!" jawabnya.

"Hati-hati... Jika Sugetsunya tidak stabil maka seperti itulah hasilnya!" jelas Kororu.

"Hmm! Aku mengerti!"

Terlihat tangan kiri Ryuga memar-memar akibat ledakan Sugetsu tadi.

"Yosh! Ayo kita lanjutkan lagi!" seru Ryuga sembari menahan sakit.

"Anak ini..." pikir Kororu.

Beast Warriors Chapter 126 - Misi Khusus Tim Destroyers
Penulis : Tatzumaru

Duuaarr! Duuaarr! Duuaarr! Ryuga terus terkena ledakan dari Sugetsunya, tapi anak itu tidak mau menyerah, ia terus mencoba dan mencoba berulang-ulang.

"Sial! Kita coba lagi!" Ryuga kembali berdiri bersiap melakukannya lagi.

"Sudah cukup! Kita istirahat dulu!" perintah Kororu yang sudah tidak tega melihat luka di tangan muridnya tersebut.

"Tunggu guru! Aku akan mencobanya sekali lagi!" pungkas Ryuga.

"Dasar anak bodoh!!!"

Duuaakk!! Vida tiba-tiba menjitak kepala Ryuga sampai tersungkur ke tanah.

"A-Apa yang kau lakukan..." ceracaunya.

Beberapa saat kemudian...

"Dasar bodoh! Apa yang kau pikirkan huh!?" saat ini Vida tengah membalut tangan Ryuga menggunakan perban.

"Lihat tanganmu! Sampai berdarah-darah begitu bagaimana kau bisa meneruskan latihan, dasar bodoh!"

Srett! Vida mengikat perbannya dengan keras.

"Wo-oh! Sakiiit..." ringisnya.

"Selesai! Kini kau dapat melanjutkan latihan!" ucap gadis itu agak kesal.

"Ma-maafkan aku Vida..."

"Aku sudah membuatmu jadi khawatir..."

"Aku tidak mengkhawatirkanmu!" balasnya ketus.

"Tidak khawatir apanya... Terlihat jelas begitu kok!" pikir Kororu yang melihat mereka.

"Oke! Ayo kita lanjutkan latihannya, guru!" teriak Ryuga bersemangat.

"Diam, duduk saja!" Kororu menekan kepala anak itu sampai kembali duduk.

"Kita lanjutkan latihannya 10 menit lagi." sambungnya sambil berjalan pergi dari tempat itu.

"Eh!? Lalu kau mau kemana!?" tanya Ryuga bingung.

"Aku akan pergi ke kedai sekitar sini untuk beli beberapa makanan untuk makan siang."

"Bukankah jika ingin menjadi kuat kau juga perlu makan, bukan?" Kororu kembali melanjutkan berjalan.

"Tunggu aku 10 menit lagi!"

"Heh!? Kororu-sensei suka seenaknya sendiri!" gerutunya.

"Aha! Mending aku lanjutkan latihanku sendiri saja sambil menunggu Kororu-sensei kembali! Hehehe..." anak itu tersenyum licik.

Tapi tiba-tiba...

Duuaakk! Vida menyikut perut Ryuga sampai membentur pohon di belakangnya.

"Hu-uh..." pekiknya.

Ryuga langsung tepar.

"Jangan harap kau bisa melanjutkan latihan tanpa persetujuan Kororu-sensei." ucap gadis itu.

"Oi! Ternyata kalian ada di sini!" teriak Satoshi dari kejauhan.

"Eh! Guru Satoshi!"

"Ah! Ryuga-sama!!" teriak Miray yang langsung berlari secepat kilat menuju Ryuga yang terkapar di bawah pohon.

"Minggir kau!"

Duuaakk!! Miray menendang bokong Satoshi sampai kepalanya kepentok pohon.

Duuaakk!! Satoshi ikut tepar di bawah sana.

Tak hanya Satoshi dan Miray saja, ternyata Hajime, Ryu, dan Yato pun ada di sana.

"Di mana Viro? Bukankah kalian tadi mencarinya?" Yato bertanya.

"Viro hilang begitu saja, kami sudah berpencar untuk mencarinya tapi tetap tidak ketemu." sahut Vida seadanya.

"Lalu, apa yang kalian lakukan di tempat seperti ini!?" Miray yang tengah memeluk Ryuga bertanya dengan tatapan mengerikan.

"Eh, i-itu..."

"Jangan bilang kau mencuri kesempatan saat Ryuga-samaku pingsan, huh!?" wajah Miray sangat menakutkan.

"Bu-bukan seperti itu! Kororu-sensei mengajak kami latihan di sini!" jelas Vida.

"Benarkah...!?" Miray memasang wajah curiganya.

"Sudah-sudah!" sela Satoshi yang sudah bangun dari teparnya.

"Sekarang di mana Kapten Kororu?"

"Dia pergi untuk mencari makan." jawabnya singkat.

"Oi! Kalian di sini?" gumam Ryuga yang juga baru sadar dari teparnya.

"Syukurlah kau sudah sadar Ryuga-sama!!" Miray kembali memeluk anak itu sangat erat.

"Mi-Miray-san... Bi-bisakah k-kau me-melepaskan pelukanmu... A-Aku tidak bisa bernapas..." wajah Ryuga sudah jadi ungu.

"Kyaaah! Maafkan aku, Ryuga-sama!" Miray langsung melepas pelukannya dan Ryuga kembali tepar dibuatnya.

"Haduuuh..." Hajime hanya geleng-geleng kepala.

---- Beast Warriors ----


"Bagaimana? Apakah ada yang mencurigakan?" tanya Kuro kepada Kirina yang tengah memata-matai persiapan pasukan yang akan melakukan penyerangan besok.

"Tidak ada yang mencurigakan." jawabnya.

"Si brengsek Tomozaki itu benar-benar sudah lupa pada kita! Cih!" Kirina benar-benar kesal pada mantan teman satu timnya tersebut.

"Aku kembali..." tiba-tiba seseorang muncul di tempat tim Destroyers.

"Ah, ternyata kau sudah kembali. Bagaimana keadaan di tempat itu?" Kirina bertanya.

Dan ternyata orang itu adalah Black Shadow.
Ia membuka mulai topengnya.

"Haaah... Pengap juga harus selalu menutupi wajah seperti ini." pemuda dengan mata tertutup rambut itu menghela napas.

Ternyata Black Shadow adalah...

"Jinma!" teriak Kirina.

Ternyata Jinma adalah Black Shadow selama ini.

"Oi! Cepat katakan!" bentak Kirina yang sudah tidak sabar.

"Baik-baik, aku akan mengatakannya..." ucapnya santai.

"Yah, sama seperti yang dikatakan Rourui dengan kemampuan pelacaknya. Kapten benar-benar berada di tempat itu!" jelasnya.

"Kerja bagus, Jinma! Kau memang sangat cocok berada di lapangan! Kemampuan matamu benar-benar sangat berguna sebagai seorang mata-mata!" Kuro memujinya.

"Yosh! Kalau begitu besok saat penyerangan, kita juga punya tugas sendiri yaitu..."

"Pergi memembawa Kapten kembali dan membunuh si pengkhianat Tomozaki..." ucap Kuro dengan tatapan yang mengerikan.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 127

Kuroko Akashi
2017-02-17 11:57:40
Yuhuyyy... Lanjutt...
Dzibril Al Dturjyana
2016-09-11 21:34:06
nie baru cerita berkuantitas dan berkualitas. lanjut.
Phantom Alicia
2016-09-11 15:21:28
Seperti biasa selalu keren!
Aerilyn Shilaexs
2016-09-11 07:14:54
waah keren, eh btw cerita yang lain kapan dilanjut?
Tatzumaru
2016-09-10 21:25:37
Jangan lupa nilainya XD
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook