VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 125

2016-09-09 - Tatzumaru > Beast Warriors
175 views | 11 komentar | nilai: 8.83 (18 user)

Beast Warriors-Pasukan keamanan bingung karena Black Shadow tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka...

"Kemana dia? Apa ada yang melihatnya?"

"Entahlah, tiba-tiba saja dia lenyap tanpa jejak!" jawab yang lainnya.

Beralih ke Tatsuya yang siap melesatkan serangannya...

Whuuuss!! Tatsuya melesat dengan kedua tangan yang telah aktif.

"Tidaaak!! Kakaaak!!" teriak Rise saat di dorong oleh Yama ke samping. Sementara Yama sendiri sudah siap untuk menerima kemarahan dari Tatsuya.

"Aku mohon hentikan!!!"

"Terlambat!" Veish tak mampu menjangkau sang Kapten yang terlalu jauh.

Tatsuya melesatkan tangan Iblisnya dan...

Batts!! Kepala Yama tertembus tangan Iblis pemuda itu.

"Kyaaaahh!!!!" Rise menjerit histeris sembari memalingkan wajahnya.

"Lihat itu!! Apa yang dia lakukan pada Kapten!?" semua prajurit kaget setengah mati saat melihat kepala pemimpin mereka tertembus tangan Tatsuya.

"Jangan main-main denganku..." ucap Tatsuya pelan.

Beast Warriors Chapter 125 - Musuh yang Berbahaya!
Penulis : Tatzumaru

Semuanya masih hening, sampai beberapa saat kemudian Yama mulai membuka mata...

"A-Apa yang terjadi!? Kenapa aku masih hidup!?" gumamnya heran.

"Ka-kapten Yama!!" semua anggota timnya juga tak kalah herannya.

"Di-dia masih hidup, bagaimana bisa!? Jelas-jelas lengan pemuda itu tembus sampai kepala bagian belakangnya?!"

Memang benar yang mereka katakan, lengan Tatsuya masih berada di sana menembus kepala sang Kapten tapi anehnya Yama tidak apa-apa, pria itu masih hidup, bahkan dapat berbicara pada Tatsuya.

"Kau pasti bingung, kan? Tenang saja, aku tidak akan melukaimu, justru aku menyelamatkanmu." jelasnya.

"Lihat ini!" lanjutnya.

Secepat kilat Tatsuya menembus tubuh Yama seperti hologram, dan memebenturkan tangan Iblisnya ke pohon besar di belakang Yama. Braaakh!!!

Perlahan namun pasti, Black Shadow mulai terlihat di sana. Ternyata Tatsuya sudah merencanakannya sejak awal, ia tahu bahwa Black Shadow berniat menyerang Yama maka dari itu ia menggunakan kemampuan tangan Dewanya untuk menembus tubuh Yama lalu mengaktifkan tangan Iblisnya untuk mencekik leher Black Shadow yang berada di belakang sang Kapten, lalu membenturkannya sampai terpojok ke pohon.

"Ng!? Black Shadow!?" semua yang ada di sana akhirnya mengerti apa yang dilakukan oleh Tatsuya adalah untuk menyelamatkan Kapten Yama.

"Ternyata Takuma bukan orang yang jahat..." pikir Rise senang.

"Tapi... Tadi itu apa? Kenapa Takuma-kun bisa menembus tubuh kakak tanpa melukainya sedikitpun?" pikirnya bingung.

"Kau tidak bisa lari lagi..." ucap Tatsuya dengan tangan Iblis yang masih mencekik Black Shadow di pohon.

"Kau memang hebat, tapi kenapa kau mau repot-repot menolong orang-orang yang tidak berguna ini, huh?" Black Shadow penasaran.

"Aku tidak tahu." jawab Tatsuya datar.

"Ha... Ha... Ha... Hahaha... Kau tidak tahu? Apakah ada alasan yang seperti itu?" meskipun sudah terpojok, Black Shadow tetap tenang.

"Siapa kau sebenarnya?" Tatsuya balik bertanya.

Bukannya menjawab, Black Shadow malah kembali tertawa.

"Hahahahaha..."

"Kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu?" Tatsuya mengangkat tangannya sampai kaki Black Shadow tidak menapak tanah.

"Jawab pertanyaanku jika kau tidak mau mati..." ancam Tatsuya.

"Aku tahu kau lebih hebat dariku, tapi aku lebih cepat darimu." tiba-tiba Black Shadow sudah berada di atas pohon.

"Bagaimana dia berada di sana?" Tatsuya juga tidak tahu apa yang terjadi.

"Dia cepat, dia dapat melepaskan diri tanpa aku sadari." ucap Tatsuya dalam hati.

Tatsuya menatap Black Shadow di atas sana, "Siapa kau sebenarnya?"

"Bukankah kalian sudah tahu namaku?"

"Aku cepat seperti angin, aku bersembunyi seperti bayangan... Aku adalah..." tiba-tiba orang bertopeng itu sudah berada di sebelah Tatsuya.

"Eh? Dia terlalu cepat untuk dapat kurasakan." pikir Tatsuya kaget.

"Black Shadow..." bisiknya tepat di telinga Tatsuya kemudian lenyap kembali bagaikan angin.

"Dia bisa saja membunuhku tadi, tapi kenapa dia tidak melakukannya?" batin Tatsuya.

"Dia kabur! Cepat cari!!" pasukan keamanan sibuk untuk mencari si Black Shadow.

"Percuma, tidak perlu dicari lagi, dia sudah pergi dari sini." jelas Yama.

Yama berdiri, ia berjalan menghampiri Tatsuya di sana.

"Maaf aku telah menuduhmu tanpa bukti, Takuma-kun. Aku merasa sangat malu padamu."

"Aku sudah mencurigaimu dan malah berniat menangkapmu, tapi kau tetap mau menolongku. Aku benar-benar berhutang budi padamu..." Yama sangat malu dan menyesal.

"Aku tidak tersinggung, aku justru tidak peduli pada apapun, tapi ketika Taruma berjuang untuk melindungiku entah kenapa aku ingin membantunya."

"Sedangkan pada saat aku menolongmu, sebenarnya aku sama sekali tidak peduli. Aku melakukannya hanya semata-mata menolong keluarga dari temanku, hanya itu saja."

"Aku tidak mau melihat teman-temanku bersedih. Itu saja." pungkasnya.

Tiba-tiba Tatsuya teringat teman-temannya saat di akademi dulu. Dia ingat kata-kata Ryuga, Hayate dan yang lainnya. Dan tidak hanya mereka saja, Tatsuya juga teringat akan teman-teman satu timnya di pasukan Destroyers.

"Oh, begitu ya...?"

"Tapi walaupun kau tidak memaafkanku sekalipun aku akan tetap menerimanya dan tetap berterima kasih kepadamu karena telah menyelamatkanku." ujar Yama.

"Baiklah, kami akan kembali ke markas sekarang."

"Rise cepatlah pulang bersama Takuma-kun dan Taruma." pintanya.

"Tapi..." gumam gadis itu.

"Oh iya mungkin lusa aku tidak bisa makan masakan buatanmu yang enak itu sebab aku akan sibuk membuat rencana untuk menangkap si Black Shadow itu. Jika kami membiarkannya berkeliaran terlalu lama takutnya dia akan menyulitkan orang lain, kekuatannya cukup berbahaya."

"Tapi kau kan sudah janji..." Rise sedikit sedih.

Yama membelai rambut Rise, "Tenang saja, aku akan tepati janjiku itu tapi bukan saat ini."

"Ka-kak..."

"Baiklah kami harus segera kembali untuk melaporkan hal ini pada pimpinan kami."

Yama berbalik menghadap pasukannya untuk memberikan perintah, "Baik prajurit, kita kembali ke markas utama sekarang!"

"Dimengerti!!" jawab semuanya kompak.

Pasukan keamanan mulai berjalan kembali ke markas.

"Kuharap kita bisa berjumpa lagi lain waktu, Takuma... Bukan sebagai musuh, tapi sebagai teman." Yama tersenyum lalu pergi menyusul pasukannya yang sudah ada di depan.

"Kuharap juga begitu, Yamataro-san..." balasnya dalam hati.

"Taruma! Ayo kita pulang!" ajak Tatsuya.

Taruma pun membalas dengan gonggongannya, "Whooofft! Whooofft!"

Tatsuya menggendong anjing yang tengah terluka itu menggunakan tangan kirinya.

Kemudian tangan kanannya ia gunakan untuk meraih tangan Rise.

"Eh!?"

"Ayo kita pulang..." ajak Tatsuya tanpa menoleh sedikitpun.

"Apa kau tidak marah padaku?" tanya gadis itu cemas.

Namun Tatsuya tidak menjawabnya, ia hanya menarik tangan Rise sambil berjalan pulang.

Wajah gadis itu memerah, ia ikut begitu saja tanpa bertanya lagi.

Sementara di benak Tatsuya, pemuda itu memikirkan hal lain.

"Siapa kau, Black Shadow? Saat aku berada sangat dekat dengannya tadi, aku merasa tidak asing..."

"Apakah aku mengenalnya? Atau mungkin itu hanya perasaanku saja?" batinnya.

---- Beast Warriors ----


Di sebuah tanah lapang yang lumayan cukup luas, nampak Ryuga, Kororu dan Vida tengah melakukan sesuatu di tempat itu...

Mereka bertiga duduk bersila di atas batu besar dengan mata yang tertutup.

"Kosongkan pikiran kalian, rasakan hembusan angin yang menerpa setiap bagian tubuh kalian. Tarik napas perlahan dan hembuskan secara perlahan juga." Kororu memberi instruksi kepada dua muridnya itu.

"Oi! Apa-apaan ini!" teriak Ryuga sambil marah-marah.

"Kenapa guru malah mengajak kami bermeditasi, huh!? Yang aku inginkan adalah sebuah latihan! Bukan hanya duduk berdiam diri saja!"

"Kau ini berisik sekali ya..." gumam Vida yang masih dalam posisi meditasi sama seperti Kororu.

"Errrrhh!! Oi!! Ayo cepat ajari aku jurus atau teknik baru yang berguna!!" teriaknya lagi.

"Dasar bodoh!" Kororu membentaknya.

"Ini juga salah satu bagian dari latihan yang akan kau pelajari, anak bodoh!"

"Latihan apa? Kita hanya duduk diam seharian di atas batu. Latihan macam apa ini, kau hanya malas saja mengajariku iya kan guru?" ujar anak itu dengan tampang malasnya.

"Meditasi adalah latihan untuk mengontrol emosimu yang selalu meluap-luap tidak jelas dalam pertarungan." jelas Kororu.

"Dengan mengontrol emosimu maka kau tidak akan kehilangan lengan kananmu seperti sekarang..."

Mendengar hal itu Ryuga jadi teringat kembali saat pertarungannya melawan kakaknya, Tatsuya.

"Kurasa kau benar, aku pada saat itu di penuhi dengan amarah sampai-sampai Iblis merah bangkit dan mengendalikanku..." gumamnya sedih.

Kemudian Ryuga kembali duduk dan mulai memejamkan kedua matanya lagi, "Jangan mengganggu meditasiku."

Mendengar kata-kata anak itu, Kororu dan Vida hanya tersenyum sembari menatap wajah serius Ryuga saat meditasi.

"Wajahnya jadi konyol kalau dia berusaha untuk serius ya?" tanya Kororu.

"Ya, guru benar..." gadis itu masih tersenyum geli.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 126

Kuroko Akashi
2017-02-17 07:05:00
Yoo udahh makin seru ajaAa...!!!!
David Lopez
2017-01-02 13:07:19
izin mengikuti cerita soalnya makin lama makin seru
Phantom Alicia
2016-09-11 13:53:39
Yes d lanjutin ma Kak Tatzu hidup BW n Neto!
Gawa Ilahi
2016-09-09 13:45:01
Lanjut jga akhirnya
Dzibril Al Dturjyana
2016-09-09 08:28:11
sekali keluar gubrak..
Inuyasha
2016-09-09 07:47:14
Berbulan2 menunggu akhir lanjut jg. Tetap semangat untuk berkarya
Ryuu Akagi
2016-09-09 06:39:01
Yosh, lanjut juga. :3
Princess Alien
2016-09-09 06:37:40
akhirnya dilanjut juga
Lord Athem
2016-09-09 04:21:54
siap" tar meroket peringkat'a nih cerita. . . xD
Tatzumaru
2016-09-09 04:02:49
Yang udah baca jgn lupa kasih nilai y! XD
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook