VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 124

2016-05-20 - Tatzumaru > Beast Warriors
244 views | 34 komentar | nilai: 9.63 (8 user)

Tatsuya berjalan memasuki hutan, sementara Veish yang ditugaskan untuk memata-matainya juga ikut bergerak mengikutinya dari belakang...

"Eh, dia mulai bergerak." Veish mengikutinya sambil mengendap-endap.

Tidak sengaja, Rise yang yang tengah memperhatikan Tatsuya dari balik jendela rumahnya pun melihat bahwa pemuda itu tengah diikuti seseorang.

"Eh? Ada yang mengikuti Takuma-kun! Aku harus memeriksanya!" akhirnya gadis itu berinisiatif untuk mengikuti mereka dari belakang.

Kembali ke Tatsuya yang sudah lumayan jauh di dalam hutan...

"Sepertinya ada yang membuntutiku..." pikirnya.

Pemuda itu sudah mengetahui posisi orang yang mengikutinya, jadi tanpa pikir panjang, Tatsuya langsung melompat ke rimbunnya pepohonan. Sraaakk!!

"Eh? Dia kabur!?" Veish langsung berlari untuk mengejarnya, tapi ia kehilangan jejak pemuda itu di lebatnya hutan tersebut.

"Cih, sial! Dia cepat sekali menghilangnya!" umpat Veish kesal.

Di tengah kekesalannya tiba-tiba...

Buaakk!!

"Ugh!" leher bagian belakang lelaki itu dipukul seseorang sampai tersungkur. Buuukk!!

"Gah! Siapa itu!?" Veish menoleh ke belakang.

Ternyata orang yang telah menyerangnya tadi adalah Black Shadow yang entah dari mana datangnya.

"K-Kau!?" Veish berniat menangkapnya, tapi anehnya ia tak mampu bergerak.

"Kenapa ini? Kenapa aku tidak bisa bergerak?"

"Aku sudah menotok sarafmu, kau tidak akan bisa bergerak untuk menangkapku." jelas orang bertopeng itu.

"Tapi kau tidak perlu khawatir, totokanmu akan terlepas sendiri dalam waktu 5 menit." lanjutnya.

Whuuss!! Black Shadow lenyap begitu saja.

Tidak lama Rise datang ke tempat Veish yang masih tergeletak di tanah.

"Eh? Kau baik-baik saja!?" gadis itu akhirnya menghampiri prajurit tersebut.

5 Menit kemudian, Veish dan Rise melanjutkan perjalanan menuju ke tempat Yama dan pasukannya. Dalam perjalanannya, Veish menceritakan semua kecurigaan sang Kapten pada gadis itu.

"Tidak mungkin! Takuma-kun tidak mungkin adalah Black Shadow!" Rise tidak percaya.

"Yah, aku juga tadinya tidak yakin akan hal itu. Tapi setelah kejadian tadi, saat Takuma-kun hilang tidak lama Black Shadow
pun muncul aku jadi yakin bahwa dia adalah Black Shadow!" pungkas Veish.

Kemudian setelahnya, Tatsuya tertangkap bersamaan dengan kedatangan mereka berdua.

Beast Warriors Chapter 124 - Melawan Pasukan Keamanan
Penulis : Tatzumaru

"Tidak mungkin! Benarkah yang meraka bilang itu benar, Takuma-kun!?" teriak Rise.

Tatsuya hanya terdiam sambil melihat perjuangan Taruma yang terus saja melindunginya.

"Jika aku melawan, justru aku akan semakin dicurigai. Ditambah lagi ada Rise di sana... Tidak mungkin aku menggunakan kekuatanku di depannya." Tatsuya sudah jauh berfikir ke depan sebelum melakukan tidakan ceroboh.

"Apalagi jika kedokku sebagai prajurit Warriors terbongkar... Semuanya akan semakin runyam."

Setelah berfikir panjang, akhirnya Tatsuya berjalan ke arah si anjing, lalu mengusap kepalanya dan berkata...

"Terima kasih kau sudah membelaku, Taruma."

"Eh? Ma-mau apa kau? Apa kau mau melawan, huh!?" bentak Yama.

Tatsuya mengulurkan kedua tangannya, "Tangkap aku... Jangan sakiti Taruma."

"Eh?" Yama kaget karena pemuda itu tidak melawan.

"Ke-kenapa kau..."

"Cepat lakukan! Jangan banyak tanya!" teriak Tatsuya marah.

Baru kali ini pemuda itu terlihat sangat marah.

"Takuma... kun..." Rise juga baru kali ini melihat ekspresinya yang seperti itu.

Memang biasanya Tatsuya selalu dingin dan tanpa ekspresi, jadi tidak heran kalau gadis itu sedikit kaget melihatnya.

"Baiklah! Cepat borgol tangannya dan langsung bawa dia ke markas utama!" perintah Kapten Yama pada bawahannya.

"B-Baik... Kapten!"

Walaupun ketakutan, tapi pasukan keamanan tetap berjalan mendekati Tatsuya untuk menangkapnya.

Slaaash!! Slaaash!!

Tak tahu apa yang terjadi, orang-orang yang hendak menangkap dan memborgol pemuda itu tiba-tiba terpotong-potong.

"Kyaaaa!!!!" Rise menjerit saat melihat potongan-potongan tubuh berserakan ke mana-mana.

"Ada apa ini!!?" teriak Yama kebingungan.

"Eh?" Tatsuya juga bingung apa yang terjadi tadi.

Whuuss... Sreeett!!

Leher sang Kapten sudah di kalungi sebilah pedang.

"Ng!? Kau!?" Yama terkejut.

Tidak hanya Yama saja, bahkan Tatsuya, Rise, Veish dan anggota yang masih hidup pun sama terkejutnya saat seseorang sudah menyandera sang Kapten dengan pedang tepat di lehernya.

"Siapa orang itu?" tanya Rise.

Lalu dengan wajah yang masih syok Veish pun menjawabnya, "Di-dialah... Si Black Shadow itu..."

Yah, ternyata Black Shadow menampakkan dirinya.

"Jadi... Bukan Takuma-kun!?" semuanya merasa bersalah telah menuduh Tatsuya sebagai Black Shadow.

"Sial! Ternyata aku telah salah menuduh orang... Jahat sekali aku." pikir Yama menyesal.

"Takuma-kun, maafkan aku telah mencurigaimu... Aku tahu aku tidak pantas menerima maaf darimu. Tapi meskipun begitu... Bisakah kau bawa adikku pergi dari sini?"

"Jangan biarkan Rise mati oleh orang seperti dia!" ucap Yama.

"Apa kau mau menuruti permintaan orang yang telah berniat menangkapmu?" Black Shadow angkat bicara.

"Bukankah mereka sama juga seperti orang jahat lainnya yang hanya bisa memfitnah tanpa bukti yang jelas?"

"Jadi untuk apa kau menolong gadis yang sudah tidak mempercayaimu itu?" ucap Black Shadow.

"Jangan mempengaruhinya!" teriak Yama.

"Aku tidak mempengaruhinya, tapi aku berusaha untuk membuka mata pemuda ini." jawabnya.

Tatsuya hanya diam di tempatnya.

"Dan juga kenapa kalian harus memburuku? Aku bukanlah penjahat, justru aku membantu kalian mengadili para penjahat yang tidak bisa kalian tangkap. Apa aku salah, huh? Harusnya kalian dan pemimpin kalian memberikan penghargaan padaku daripada kalian yang tidak becus melakukan tugasnya."

"Itu memang tidak salah, tapi caramu melakukannya lah yang tidak benar!" bentak Yama.

"Jangan dengarkan dia, Takuma! Aku mohon bawalah Rise keluar dari hutan ini!" pinta Yama sekali lagi.

Namun Tatsuya tetap diam tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.

"Kurasa dia benar-benar marah padaku..."

"Baiklah, walaupun harus mati, aku akan melakukannya sendiri!" batin sang Kapten.

"Heeyyaaahh!!"

Buuaakk!! Yama mengadu kepala bagian belakangnya dengan kepala depan Black Shadow.

"Uakh!!"

Benturan keras itu membuat Black Shadow kehilangan keseimbangannya, dan saat tangannya mulai melonggar, Yama merunduk sambil mentekel kaki Black Shadow. Batts!!

Black Shadow hampir jatuh, tapi gerakan tubuhnya cukup gesit dan mampu bertumpu pada satu tangan sembari membalas dengan tendangannya tepat ke wajah Yama. Buagh!!

"Gyaaah!!" akhirnya sang Kapten lah yang terjungkal ke belakang.

---- Beast Warriors ----


Melihat sang Kapten sudah tidak dalam kondisi bahaya, pasukannya mulai berani untuk menyerang...

"Seraaang!!!" semuanya menyerang bersama-sama.

Rise yang khawatir langsung berlari menuju kakaknya yang terkulai di tanah...

"Jangan ke sana! Bahaya!" cegah Veish namun Rise sudah keburu lari.

"Kau tidak apa-apa, kakak?" tanyanya.

"Aaah... Aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing." sahutnya.

"Tapi hidungmu berdarah."

"Aku tidak apa-apa, cepat pulanglah dan kunci semua pintunya!" perintah Yama.

"Tidak! Aku tidak akan pergi tanpamu!"

"Cepat pergi, ajak juga Takuma-kun! Biar di sini pasukan keamanan yang akan menanganinya!" bentaknya.

"Ka...kak..."

Di sisi pasukan keamanan, semuanya bekerja keras untuk menangkap si Black Shadow, tapi dengan kegesitan dan kecepatannya, para prajurit jadi kesusahan walaupun hanya untuk menyentuhnya saja...

"Bodoh..."

Buagh!! Tangan kanan memukul, kaki kiri menendang. Black Shadow mementalkan dua orang sekaligus.

"Kena kauuu!!"

Slash!! Satu prajurit menebas, namun Black Shadow berkelit dan secepat kilat mencepit leher orang itu menggunakan kakinya.

Braaakkh!! Black Shadow menghantamkan kepala orang itu ke tanah sembari menendang kaki prajurit lain yang ada di dekatnya. Batts!!

"Dia sangat cepat dan gesit! Sulit sekali mengenainya!" ucap salah satu dari mereka.

Pasukan keamanan kembali menyerang bersamaan, tapi lagi-lagi si Black Shadow dengan mudah menghindari keroyokan para prajurit bahkan balik menyerang satu persatu orang-orang tersebut.

Black Shadow melompat tinggi, menginjak kepala dua prajurit, membenturkannya ke tanah, sambil merunduk menghindari dua sabetan pedang prajurit lain. Claaash! Claaash!

Grap. Grap. Dengan berjongkok, Black Shadow menarik salah satu kaki dua prajurit yang menebasnya itu hingga membuat mereka terpelanting dan jatuh dengan sendirinya. Bruuaakk!!

"Ukh!"

"Dasar sial! Kita di permainkan olehnya! Heeaaahh!!" para prajurit mulai marah, mereka menyerang dengan membabibuta.

Slaaash! Slaaash! Slaaash!

Black Shadow terus menghindari orang-orang yang berniat menebasnya.

"Haaaaa!!"

"Whooaaa!!"

Semuanya terus menyerang membabibuta, namun tak ada satu pun serangan yang mengenai Black Shadow. Bagaikan menari, Black Shadow terus menghindar dengan mudahnya. Tap. Tap. Tap.

Di tempat Yama, ia terus membujuk Tatsuya untuk membawa Rise pergi meninggalkan tempat itu...

"Takuma-kun aku mohon padamu... Bawalah Rise keluar dari hutan." Yama sampai bersujud padanya.

"Ka-kakak! Apa yang kau lakukan?"

"Tidak mau..." ucap Tatsuya yang sejak tadi hanya diam.

"Eh? A-Apa kau masih marah pada kakakku, Takuma?" Rise sedikit kecewa pada jawaban pemuda itu.

"Dia tidak ada hubungannya denganku! Jadi meski kau marah padaku, dia sama sekali tidak ada hubungannya!" teriaknya.

"Tetap saja aku tidak mau..." balas Tatsuya.

"Kau..." Yama mulai kesal.

"Kau benar-benar tidak memiliki hati!"

Tatsuya mengaktifkan tangan dewanya.

Melihat hal itu Rise kaget, "Apa yang akan kau lakukan, Takuma!"

Tatsuya tetap tidak menjawab, pemuda itu langsung melesat ke arah Yama. Whuuuss!!

"Jangan!!" Rise menghadang tepat di depan Yama.

"Jika dia ingin membunuhku, biarkan saja! Ini memang salahku!" Yama mendorong tubuh gadis itu sampai terpental ke samping untuk menyelamatkannya.

"Kakaaak!!" teriak Rise.

Yama memejamkan mata, sementara Tatsuya sudah menyiapkan tangan Iblisnya.

"Tidaaakk!!"

Batts!!

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 125

Gawa Ilahi
2016-09-08 12:12:13
Gx lanjut lg tah ceritanya
ThE LaSt EnD
2016-08-26 10:48:42
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-19 16:56:13
next read
Mysterious
2016-08-09 14:01:51
nemu typo
dragon black
2016-08-07 14:25:36
mana sambungan nya?
kuncoro
2016-07-09 18:56:07
update gan ceritanya -,-
Atsui D Ikky
2016-07-03 14:22:20
best wariornya bkalan d lanjutin ga ni sempai,?
Dadang yg terluka
2016-07-03 06:14:31
Next
Alvian Huda
2016-06-25 09:21:34
Beast warriors makin keren
Dimas Moonwalker
2016-06-19 05:54:39
Kelamaan Updatenya vro, vadahal ni cerita lumayan bagus,,,
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook