VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 123

2016-05-17 - Tatzumaru > Beast Warriors
179 views | 17 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Jika kau tidak mau mengatakan di mana Rise, aku akan mencarinya sendiri. Sampai jumpa semuanya, senang bisa bertemu dengan kalian, dadah!" Viro langsung pergi dari sana.

"H-Hei tunggu!!" teriak Vida.

Tapi anak itu menghiraukan panggilan gadis itu, ia terus saja lari entah kemana.

"Sudah biarkan saja... Aku sebal padanya!" ucap Ryuga tak peduli.

"Dasar bodoh, bukannya kita harus mengorek informasi tentangnya?" sahut gadis itu.

"Eh, kau benar... Aku lupa!"

"Kalau begitu, ayo kita kejar dia!" seru Kororu.

"Hmm!" sahut mereka berdua.

Akhirnya Kororu, Ryuga dan Vida mengejar Viro yang berlari keluar dari rumah sakit.

Sementara di tempat lain, tepatnya di kebun milik kakek Kenta...

"Whoofft!! Whoofft!!" Taruma menggonggong terus sejak tadi.

"Kenapa dia berisik sekali dari tadi?" tanya Tatsuya yang sedang memanen ketimun.

"Entahlah, tidak seperti biasanya..." balas Rise yang sibuk memindahkan keranjang-keranjang berisi ketimun tersebut.

Karena penasaran, Tatsuya akhirnya menghampiri anjing itu.

"Ada apa Taruma? Apa ada sesuatu yang kau rasakan?"

"Whoofft!! Whoofft!!"

"Apa kau sakit, Taruma?" Rise juga penasaran.

Taruma terus saja menggonggong ke arah hutan, sepertinya anjing itu merasakan sesuatu di dalam hutan.

"Whoofft!! Whoofft!!"

"Aneh sekali dia hari ini..." gumam Rise.

Sementara Rise menganggap anjingnya itu sakit, Tatsuya justru berfikir lain...

Tatsuya memperhatikan tingkah Taruma sambil mencari tahu ada apa sebenarnya.

"Ng!!?" wajah Tatsuya tiba-tiba berubah, seperti merasakan sesuatu di dalam hutan.

"Ini... Apa jangan-jangan..."

Tatsuya terus memperhatikan semak-semak yang ada di hutan.

"Bahaya!" secepat kilat Tatsuya membawa anjing itu menjauh dari hutan. Satt!

"Ada apa Takuma-kun?" Rise tak mengerti.

"Ada sesuatu di sana!" jawabnya.

Krassaakk! Krassaakk! Ada gerakan di dalam semak-semak.

"Eh? Apa itu?" Rise jadi takut.

Braasshh!! Tiba-tiba sesuatu keluar dari sana.

"???"

Ternyata itu hanyalah seekor kelinci hutan.

"Kelinci?"

"Haaahh... Bikin kaget saja..." Rise hampir jantungan.

"Apaan ini? Buang-buang waktu saja..." dalam posisi siaga Tatsuya kembali ke posisi biasa.

Tatsuya mengangkat dan menatap wajah anjing kecil itu, "Apa kau takut pada kelinci kecil itu?"

Namun tiba-tiba...

Grassakk! Grassakk!

"Larriii!!!" ternyata itu orang-orang dari pasukan keamanan.

Mereka berlarian keluar hutan seperti dikejar sesuatu.

"Mereka...?" Rise seperti mengenali orang-orang itu.

"Cepat lari dari sana!!" teriak Kapten Yama pada Tatsuya dan Rise.

Grassaakk!!

Howaaarrrkh!!

"Kyaaah!!" satu prajurit terlempar keluar hutan.

"Howwaaaarrkkh!!" ternyata seekor kelinci raksasa keluar dari dalam hutan.

"Kelinci!?" kali ini Rise benar-benar kaget.

Kelinci berukuran raksasa bermata merah dan mempunyai dua taring panjang sedang mengamuk mengejar orang-orang dari pasukan keamanan.

"Kalau kelinci yang satu ini kurasa tidak apa-apa kalau kau merasa takut..." ucap Tatsuya masih menatap wajah anjing yang dipeganginya.

"Woi kau! Cepat pergi dari sini!!" teriak pasukan keamanan yang berlari melewati pemuda itu.

"Takuma-kun, lari!" teriak Rise.

Tapi Tatsuya masih santai sambil menurunkan anjing itu perlahan ke tanah...

"Pergi pada Rise." ucapnya.

Howaaarrrkh!!! Kelinci raksasa itu berlari ke arah Tatsuya sembari membantai prajurit yang tertinggal di belakang.

"Uwaaah!!"

"Urrggh!!"

"Gaaahh!!" orang-orang itu terlempar jauh.

"Grrooaaarrhh!!" si kelinci bersiap menyerang Tatsuya.

Buuaaagh!!!! Tatsuya lebih dulu memukul kepala kelinci tersebut dengan sangat keras sampai membuat makhluk buas itu jatuh pingsan hanya dengan satu pukulan saja.

Brruuugh!!! Orang-orang yang melihatnya sangat kaget.

"S-Siapa pemuda itu? Dia mampu menghentikannya dengan cukup mudah..." ucap kagum para prajurit.

Namun berbeda dengan bawahannya, Kapten Yama justru mencurigainya.

"Warga biasa tidak mungkin bisa melakukannya... Dia bukan orang biasa."

"Eh, jangan-jangan dia..." Yama terlihat kaget.

"Mungkinkah anak itu Black Shadow!?"

Beast Warriors Chapter 123 - Perasaan
Penulis : Tatzumaru

Singkat cerita, kini mereka berada di ruang tamu rumah kakek Kenta...

"Perkenalkan, dia adalah Takuma, seorang pengembara dari jauh yang pernah menolongku di hutan waktu itu." Rise memperkenalkan Tatsuya pada Kapten Yama.

Yama mengulurkan tangannya untuk berkenalan sekaligus mengucapkan terima kasih pada pemuda itu.

Tatsuya dengan senang hati menerima uluran tangan lelaki tersebut.

"Terima kasih atas pertolonganmu, Takuma-kun, kalau tadi tidak ada dirimu mungkin kami sudah..."

"Tidak apa-apa, tidak perlu kau masalahkan tentang itu, eh..."

"Namaku Yamataro, panggil saja Yama." sela sang Kapten.

"Yama-san." ucap Tatsuya melanjutkan kata-katanya yang belum selesai.

"Oh iya Rise, apa hubunganmu dengan Yama-san? Kalian terlihat begitu akrab." tanya Tatsuya.

"Emmm... Ceritanya agak rumit sih, tapi yang pasti, sejak ibuku meninggal saat tragedi perang besar, Yama-san lah yang telah menyelamatkan dan merawatku bersama kakek. Dia sudah aku anggap sebagai kakak kandungku sendiri." pungkas wanita tersebut.

"Oh begitu ya..." sahut Tatsuya biasa saja.

"Oh iya kakak, kau pasti belum makan kan? Ayo kita makan siang bersama! Sudah lama kita tidak makan siang bersama." ajak gadis itu.

"Hmm... Makan siang ya?"

"Sebenarnya aku sih mau-mau saja, tapi aku harus kembali mencari seseorang. Maafkan aku, Rise." Kapten Yama menolaknya.

"Yah... Padahal kita sangat sulit bertemu karena kesibukanmu... Tidak bisakah kau menundanya sebentar saja, kakak?" Rise sangat berharap sekali bisa makan bersama.

"Maafkan aku Rise, untuk kali ini aku tidak bisa." Yama tetap saja menolaknya.

"Haahh... Mau bagaimana lagi... Menjadi seorang Kapten itu memang tidak mudah, setiap hari selalu sibuk. Ya aku mengerti kesibukanmu, Kapten." ucap Rise sedikit sedih.

"Wajahmu jangan seperti itu... Aku jadi merasa bersalah tahu."

"Baiklah-baiklah... Eh... Lusa kita makan siang bersama, aku janji!"

Mendengar hal tersebut wajah Rise yang tadinya murung sekarang dapat tersenyum kembali, "Benarkah? Jangan bohong ya!"

"Hmm. Aku janji." lanjutnya sembari tersenyum.

"Yey! Awas kalau kakak berbohong padaku!" Rise kegirangan.

Sepertinya hubungan mereka benar-benar cukup akrab.

"Oh iya, di mana kakek? Aku mau berpamitan padanya."

"Kakek? Sepertinya tadi kakek pergi ke danau untuk memancing. Kakek pergi bersama paman Saru." jelasnya.

"Ah, sayang sekali, padahal aku rindu sekali pada orang tua itu. Aku suka saat dia bercanda."

Yama berbalik, "Yah, kalau begitu aku harus pergi sekarang."

"Ya hati-hati di jalan!" ucap Rise.

"Jaga adikku dengan baik." bisik Yama saat berjalan melewati Tatsuya.

"Tunggu dulu!" cegat Tatsuya.

"Heh, ada apa?" balas Yama malas.

"Aku hanya penasaran, siapa orang yang sedang kalian cari itu?"

"Memangnya kenapa?" tanya Yama jadi serius.

"Tidak, aku hanya penasaran saja..." jawab Tatsuya datar.

"Kami sedang mengejar seorang buronan kelas kakap."

"Eh? Buronan?" Rise terkejut sementara Tatsuya datar seperti biasanya.

"Dia tidak terkejut sama sekali... Jangan-jangan dia memang..." pikir Yama.

"Aku sarankan pada kalian agar lebih waspada dan berhati-hati, siapa tahu orang itu akan muncul di sekitaran tempat ini." ucap Yama sambil membuka pintu.

"Namanya..."

"Black Shadow..."

Kali ini Tatsuya baru terkejut saat sang Kapten menyebut nama buronan itu.

"Black Shadow?" Rise baru mendengar nama itu.

Kemudian Yama menutup pintu dan pergi ke tempat pasukannya berjaga.

"Ka-kapten?!"

"Apa semua sudah diobati?"

"Ya, semuanya sudah beristirahat dengan cukup! Apakah kita akan melanjutkan pencarian?"

"Ya, kita akan melanjutkan ini sampai malam!" pungkas Yama bersemangat.

"Ayo berangkat!" teriak prajurit yang berbicara dengan Yama itu.

"Siap!" semuanya kembali bergerak untuk menyisir hutan.

"Veish, aku ingin kau tetap di sini." Yama berbicara pada prajurit tadi.

"Eh, kenapa Kapten?" tanya prajurit itu, Veish.

"Kau kutugaskan untuk mengintai pemuda bernama Takuma itu, aku mencurigainya sebagai Black Shadow." jelasnya.

"Baik Kapten, aku mengerti!"

"Jika ada sesuatu yang mencurigakan, atau kau menangkap basah dia adalah Black Shadow, hubungi aku secepatnya!"

"Siap laksanakan!" Veish memberi hormat.

Lalu setelah mengatakan itu pada bawahannya, Yama kembali berjalan untuk memimpin pasukan keamanan menyisir hutan. Sementara Veish, ia bersembunyi di balik pepohonan yang tidak jauh dari rumah kakek Kenta.

---- Beast Warriors ----


"Rise, aku mau keluar sebentar." ucap Tatsuya.

"Eh, mau kemana? Aku boleh ikut denganmu?"

"Sebaiknya kau di rumah saja, aku cuma mau pergi ke hutan untuk mengambil kayu bakar." lanjutnya.

"Emm... Baiklah... Tapi pulangnya jangan terlalu malam, aku akan memasak ikan hasil tangkapan kakek untuk makan malam jadi kau tidak boleh terlambat sedikitpun."

"Baik-baik, dasar nenek bawel..." ledeknya sembari keluar rumah.

"Hati-hati!"

"Yaaah!" Tatsuya pun pergi ke dalam hutan.

"Dia masuk hutan... Haruskah aku melaporkan ini pada Kapten?" batin Veish yang masih memata-matai Tatsuya dari jauh.

"Ah, tapi sebaiknya aku ikuti saja dulu, baru nanti jika gerak-geriknya mencurigakan aku akan laporkan pada Kapten." akhirnya Veish memutuskan untuk mengawasinya lebih jauh sebelum bertindak.

Sementara di rumah sakit...

"Eh? Kemana mereka?" Satoshi bingung saat kembali tidak ada siapa pun di sana.

"Hei pak tua, jangan main-main denganku ya! Walaupun aku feminim, tapi aku bisa memukulmu sampai kau mati! Di mana Ryuga-samaku sekarang!!" wajah Miray menjadi sangat mengerikan seperti Iblis.

"Hiiih!! Ta-tadi dia ada di sini bersama yang lainnya, a-aku tidak berbohong." Satoshi merinding ketakutan.

"Viro juga tidak ada." sambung Yato.

"Kororu-sensei dan yang lainnya juga tidak ada." tambah Ryu.

"Kemana mereka pergi?" lanjut Hajime.

"Mungkin mereka keluar, ayo cari mereka!" teriak Satoshi masih dengan wajah pucatnya yang terus saja ditatap oleh Miray dengan ganasnya.

"Yah, kurasa ide Satoshi-san cukup bagus. Ayo kita menyebar jelajahi desa ini!" Hajime setuju.

"Yah, ayo berangkat!" seru Yato.

Kembali ke dalam hutan...

Krrsskk!! Krrsskk!!

"Itu dia!!" Yama bergegas mengejar bayangan hitam yang lewat di semak-semak.

"Tangkap dia! Jangan biarkan dia lolos kali ini!" tanpa pikir panjang Yama langsung melompat ke balik semak-semak.

Grrsskk!! Grrsskk!!

Sementara prajuritnya mulai mengepung tempat itu.

"Kapten apa kau baik-baik saja?!" teriak salah satu dari mereka.

"Jawab aku, Kapten!?" teriaknya lagi.

"Aku menangkapnya!" teriak Kapten Yama yang keluar dari semak belukar sembari menyeret kaki seseorang.

"Hahaha!! Jangan harap kau bisa kabur kali ini!!" Yama menarik kaki orang itu dari dalam semak-semak dan melemparkannya keluar.

Gbruuaakk!! Orang itu jatuh telungkup.

"Balikkan wajahmu!" bentak sang Kapten.

Lalu orang itu pun mengangkat wajahnya menatap Yama dengan mata datarnya.

"Eh, bukankah dia pemuda yang tadi?!" ucap kaget pasukannya.

Ternyata orang yang ditangkap Yama adalah Tatsuya.

"Ternyata kaulah orangnya, Takuma-kun?"

"Aku sudah menduganya sejak awal bahwa kaulah si Black Shadow itu..."

"..." Tatsuya hanya diam.

"Be-benarkah dia si BS itu??" semua prajurit masih bertanya-tanya.

Tidak lama, Veish datang diikuti Rise...

"Kapten... Aku membuntutinya, tapi dia tiba-tiba menghilang dari pandanganku! Aku yakin, dia adalah Black Shadow yang kita cari-cari." jelas Veish ngos-ngosan.

"Benarkah itu, Takuma-kun?" Rise tidak dapat mempercayainya.

"Benarkah kau buronan yang sedang mereka cari?"

"Apa buktinya bahwa aku adalah Black Shadow? Tanpa bukti kalian tidak bisa menuduh orang seenaknya." jelas pemuda itu datar.

"Sudahlah, jangan mengelak lagi! Aku akan membawamu ke markas untuk menindak lanjuti kasus ini." Yama berjalan menghampiri Tatsuya.

Tapi tiba-tiba...

Krauukk!!

"Whooaaa!!!" Yama menjerit kesakitan saat tiba-tiba Taruma muncul dan langsung menggigit lengannya.

"Rrrrrrhhh!!" anjing kecil itu menggeram sambil terus menggigit tangan sang Kapten.

"Eh, Taruma! Lepaskan tanganku!" teriaknya.

Namun anjing itu tak mau melepaskannya, justru si anjing terus menggigit lengan Yama sampai berdarah.

"Hentikan, Taruma!!" pinta Rise pada anjing kesayangannya itu.

Tapi si anjing tetap tidak mau melepaskan gigitannya pada lengan sang Kapten.

Akhirnya dengan terpaksa Yama menggunakan cara kasar untuk melepas gigitan si anjing. Sang Kapten mengibaskan lengannya sampai Taruma terpental ke tanah.

"Kaiiing! Kaiiing!"

Taruma yang membentur tanah beberapa kali merasa kesakitan, namun meskipun harus terpincang-pincang, anjing kecil itu bergerak dan menghadang Yama tepat di depan Tatsuya.

"Whoofft! Whoofft!"

"Taruma, kau..." Tatsuya tersentuh oleh perilaku si anjing.

"Jangan sakiti Taruma!" teriak Rise.

Tiba-tiba Tatsuya berdiri. Semua prajurit langsung ketakutan, mereka tahu kekuatan Tatsuya saat berhadapan dengan kelinci raksasa tadi.

"A-Apa kau mau melawan, huh!?" bentak Yama.

"Terima kasih telah membelaku, Taruma..." Tatsuya mengusap kepala anjing itu.

"Eh, mau apa kau?" Yama kaget saat pemuda itu berjalan pelan menghampirinya.

Tatsuya mengulurkan kedua tangannya dan berkata, "Tangkap aku, jangan sakiti Taruma."

"Eh!!?" Yama kaget.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 124

Die And DeAth
2016-08-26 11:22:34
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-19 16:47:39
next read
Shineria of Life
2016-05-21 13:34:10
120. Takuma? Tatsuya? orang yang sama kan??
No Name
2016-05-18 18:47:39
Tatsuya sudah mulai berubah menjadi lebih baik
Curious Joey
2016-05-18 18:11:08
Numpang nongol di cerita BW! :3
Kill Me 1st
2016-05-18 12:20:47
Chapter 123, angka yg cantik, siapa tau keluar nanti malam.. XD
A wahyu
2016-05-18 06:53:44
Perlahan tapi pasti, Tatsuya berubah...
Phantom Alicia
2016-05-17 20:01:57
Semakin banyak pertarungan semakin seru! Lagi!
Edi Prasetheo
2016-05-17 19:46:55
Pembaca baru telat, hadir senpai... Ngisi absen,, ini mantap banget storynya aq suka''
KazuKiri NaruIchi
2016-05-17 19:29:57
Tatsuya terlalu baik karna nggak mau nglawan .....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook