VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 122

2016-05-13 - Tatzumaru > Beast Warriors
217 views | 18 komentar | nilai: 9.5 (2 user)

Desa Taimuresu, desa terpencil nan damai...

Aktifitas di jalanan tetap ramai seperti biasanya, orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Di sebuah bank, keadaan normal seperti biasanya, namun beberapa detik kemudian...

Boommm!! Suara ledakan terdengar, bank itu tiba-tiba meledak dan seketika itu juga terjadi kebakaran besar di sekitaran area bank.

"Aaahh! Banknya meledak!!" orang-orang di tempat itu menjadi panik.

"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba terjadi sebuah ledakan!?"

"Entahlah, tapi sebaiknya kita laporkan masalah ini pada pasukan pertahanan!" saran salah seorang warga.

"Yah, dia benar! Aku akan pergi ke sana untuk melaporkan tentang masalah ini, kalian tetaplah di sini untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi!"

"Yah kami mengerti, cepatlah kembali!"

"Hmm." orang itu langsung bergegas menuju pasukan pertahanan terdekat.

"Cepat cari air untuk memadamkan apinya!" semua yang ada di sana berhamburan mencari air untuk memadamkan kebakaran.

Dari dalam gedung yang terbakar, segerombol orang keluar sambil membawa bungkusan.

"Gahahaha... Kita bisa pesta besar malam ini, wehehehe..." ternyata orang-orang itu adalah perampok bank.

"Hei! Kalian perampok ya? Ternyata semua ini ulah kalian, huh!?" teriak warga yang melihatnya.

"Eh, kita ketahuan bos..." ucap anak buahnya.

"Jangan pergi! Cepat tinggalkan uang yang kalian curi itu, dasar perampok!" seorang warga yang pemberani berjalan mendekati segerombolan perampok bersenjata itu.

"O-oi kau! Jangan gegabah! Me-mereka itu bersenjata!" warga yang lain memperingatkan.

"Jadi kau mau macam-macam dengan kami, eh?" Bos perampok mengarahkan bazokanya.

"Haha! Mati kalian!"

Boommm!!!

"Whooaaa!!" para warga terkena ledakan dari bazoka si bos.

Semuanya terkapar penuh luka.

"Wehahaha... Makanya jangan mengganggu, ayo pergi!"

"Stop!" tiba-tiba seseorang menghentikan mereka.

"Heh? Ada orang cari mati lagi..." ejek salah satu perampok.

"Hehehe, siapa kau huh? Penampilanmu aneh sekali?" si bos tertawa.

Yah orang yang menghadang para perampok itu berpakaian serba hitam dengan wajah tertutup topeng seperti ninja dan tak lupa juga sebilah pedang berada di belakang punggungnya.

"Mungkin dia badut bos... Wakakakaka..." ejek yang lainnya.

"Ingat ini di kepala kalian... Namaku adalah..."

"Black Shadow!"

Beast Warriors Chapter 122 - Black Shadow
Penulis : Tatzumaru

"Sebelah sini!" warga yang melapor tadi sudah kembali dengan membawa pasukan keamanan.

"Hei, kenapa kalian malah berkumpul di sana?! Cepat padamkan apinya!" perintah Ketua pasukan saat melihat kerumunan masa di sana.

"Ah, kalian sudah datang, cepat kemari!" salah seorang warga yang berada di kerumunan malah memanggil pasukan keamanan untuk mendekat ke sana.

"Mungkin mereka ingin menunjukkan sesuatu pada kita, Kapten." jelas bawahannya.

"Baiklah, semua prajurit, ayo kita ke sana!" seru sang Kapten.

"Siap!" mereka pun akhirnya mendekat ke kerumunan warga.

"Ada apa ini?" tanya Kapten penasaran.

"Li-lihat itu Kapten Yama!" teriak pasukannya.

"Eh!?" Kapten Yama kaget saat melihatnya.

Di sana tampak sekawanan perampok bank sudah tertangkap dengan posisi tubuh terikat tergantung terbalik pada sebuah pohon di pinggir jalan.

Semua anggota perampok itu babak belur tanpa tahu siapa yang telah melakukannya.

Kapten Yama yang penasaran lalu mendekati salah satu perampok yang masih sadar namun terluka cukup parah. Kapten Yama kemudian membuka penyumpal di dalam mulut perampok itu.

Wajah perampok itu nampak ketakutan, wajahnya pucat dan keringat yang keluar dari wajahnya sangat banyak.

"A-Aku kapok... A-Aku berjanji ti-tidak akan merampok lagi... A-Ampuni aku..." si perampok mengalami trauma.

"Siapa yang melakukannya?" Kapten Yama bertanya padanya.

"Di-dia memakai topeng... Di-dia menyebut dirinya sebagai bayangan hitam, namanya..." perampok itu melirik tulisan darah di permukaan pohon.

"BS?" Yama tidak tahu apa maksud tulisan darah itu.

"Dia... Black Shadow." lanjut perampok itu.

"Black Shadow...? Siapa orang ini?" ucap Yama dalam hati.

---- Beast Warriors ----


"U-Ukh... Ta-Takuma-kun..."

"Apa kau yang telah menyelamatkanku?" tanya Viro yang menganggap Ryuga adalah Takuma alias Tatsuya.

Ryuga yang bingung hanya celingukan, "Kau bicara padaku?"

"Ya pada siapa lagi? Takuma kan namamu."

Ryuga, Vida dan Kororu semakin bingung saja.

"Kenapa dengan anak ini? Sok akrab sekali padaku, padahal kita kan belum kenal. Lalu seenaknya saja memanggilku Takuma!" pikir geram Ryuga.

"Ah, sudahlah... Jika kau malu tidak usah kau katakan. Oh iya, kenapa kau tidak bersama dengan Rise dan Taruma?" tanyanya lagi.

Ryuga semakin tambah bingung, "Siapa lagi tuh Rise dan Taruma?"

"Sepertinya anak ini kepalanya terbentur keras lalu hilang ingatan." pikir Ryuga.

"Maaf ya kawan, bukannya aku sombong atau gimana, tapi namaku bukan Takuma melainkan Ryuga, dan siapa Rise dan Taruma itu?" jelasnya.

"Ryuga? Jangan bercanda... Cepat beritahu aku di mana Rise saat ini? Apa dia baik-baik saja?" Viro begitu mencemaskan gadis itu.

"Siapa yang sedang bercanda huh? Aku ini memang Ryuga tidak pernah ganti nama sejak dulu dan aku sungguh tidak kenal siapa si Rese yang kau sebut-sebut itu!" teriak Ryuga kesal.

"Namanya Rise." timpal Kororu.

"Ya, itu maksudku." lanjutnya.

"Ayolah, jangan bercanda di saat seperti ini..." anak itu masih mengira kalau Ryuga berbohong padanya.

Bzzzttt!!!

"Aww... Sakit!" Vida sengaja menyengat Viro menggunakan Sugetsu yang ia alirkan.

"Kau siapa!? Kenapa menyengatku, huh!?" bentaknya kesal.

"Aku Vida Kawaguchi, aku sedang mengobati luka luarmu."

"Itu Kororu, Kapten tim kami dan yang kau panggil Takuma itu memang benar namanya Ryuga. Dia tidak berbohong, sejak dari desa kami dia tidak pergi ke mana pun, dia selalu di sini. Lagipula dia juga baru sadar dari pingsannya, sama sepertimu."

"Mungkin kau salah mengenali orang."

"Benarkah aku telah salah mengenali orang?" Viro langsung bangun dan mendekat ke Ryuga sambil mengamati muka anak itu.

"Kau sedang apa huh?" Ryuga merasa tidak nyaman.

"Jangan dekat-dekat, aku tidak mengenalmu." ucap Ryuga dengan mata yang tinggal segaris.

"Beneran kok, kau mirip sekali dengan Takuma! Aku sangat yakin!" Viro terus saja mengamati wajah Ryuga dari dekat.

"Benar-benar ya anak ini..." Ryuga menatap sinis. Kepala Ryuga sampai berasap saking kesalnya.

Benteng pasukan Warriors bagian timur...

Terlihat di sebuah ruangan senjata para prajurit tengah sibuk mempersiapkan persenjataan untuk berperang. Mereka menyiapkan berbagai macam dan bentuk meriam, pedang, armor, serta beberapa hewan ganas untuk penyerangan besok.

Pasukan penunggang Cobuss juga sedang melengkapi Cobuss-Cobussnya dengan armor, senjata dan rantai untuk mengendalikan mereka.

"Apa tim udara sudah mencari posisi yang pas untuk penyerangan besok?" Jendral Tomozaki bertanya.

"Tim Crow Eyes baru saja kembali, mereka bilang kalau sisi sebelah selatan desa lebih rapuh penjagaannya, jadi sebaiknya kita serang dari sana saja." jelasnya.

"Bagus." Tomozaki kembali ke tempatnya.

Pemuda itu melihat tangan kanannya yang terbuat dari akar hidup yang dibuat oleh Jin.

"Tenang saja Jin-san, aku akan mengambil darah bocah itu untukmu, sekaligus membunuh orang yang telah memotong tanganku."

"Ini adalah misi balas dendam pribadiku."

"Ha... Ha... Hahahaha..."

Di tempat lain...

"Mereka lari ke hutan! Jangan sampai lolos!"

Pasukan keamanan desa tengah melakukan pengejaran beberapa buronan berbahaya yang kabur dari penjara.

Namun mereka kehilangan jejak para penjahat di tengah hutan.

"Sial! Kemana mereka!?" Kapten Yama kehilangan jejak.

"Brengsek!!" teriak Yama geram.

Tapi tidak lama, salah satu anggota timnya berlari tergesa-gesa dari arah utara.

"Ka-Kapten Yama!!!" teriak orang itu panik.

"Ada apa, prajurit?!" tanyanya.

"Di-di-di sana!!" ucapnya terbata.

Lalu Kapten Yama akhirnya memeriksa ada apa di balik semak-semak.

"Ng!? A-Apa ini!?" semuanya syok.

Ternyata para buronan yang kabur telah menjadi mayat dengan posisi digantung terbalik seperti sebelumnya.

"BS? Black Shadow lagi?" batin Yama saat melihat tulisan BS di tanah menggunakan darah dari para buronan itu.

Kapten Yama merasa di permalukan oleh orang misterius tersebut.

"Sialan! Siapa sebenarnya si Black Shadow ini? Dia mempermainkan kita!"

"Ta-tapi Kapten, dia sudah mempermudah pekerjaan kita, bukankah itu bagus?"

"Diam kauuu!!" Grap.

Yama mencekik leher bawahannya tersebut.

"Jangan Kapten!" cegat yang lainnya.

"Uhukk! Uhukk!" Yama melepasnya.

Semua yang melihatnya menjadi takut padanya.

"Ini penghinaan untuk pasukan keamanan! Cepat sisir seluruh hutan dan temukan dia!!"

"Black Shadow mulai hari ini aku tetapkan menjadi buronan! Cepat menyebar!" teriaknya penuh kemarahan.

"La-laksanakan, Kapten!" walaupun sedikit ketakutan semuanya pergi mencari si Black Shadow ke dalam hutan.

"Jangan harap bisa lari dariku." pikir Yama.

Sementara itu di balik rimbunnya dedaunan pohon, ternyata Black Shadow sejak tadi sedang mengawasi mereka dari atas sana dengan santainya...

"Heh, mau menangkapku?"

"Hal itu hanya akan terjadi di dalam mimpimu..."

Whuuss!! Black Shadow menghilang hanya dalam waktu kedipan mata.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 123

ThE LaSt EnD
2016-08-26 10:48:00
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Princess Alien
2016-08-19 16:37:38
next read
David Lopez
2016-06-16 14:19:45
Wah Black Shadow orang yang berbahaya yah.. Apakah dia bakalan jadi musuhnya si Ryuga?
Shineria of Life
2016-05-20 12:14:08
96. no coment aja. . .
Kill Me 1st
2016-05-17 08:43:33
Hmm . . .
Mr Flawanddown
2016-05-16 15:40:41
'-') #SiapkanLapak #MenungguJudgementDay " Kapan hal yang telah diramalankan itu terjadi ? "
Phantom Alicia
2016-05-14 19:00:04
Hmm.. Gak ada yg menarik..
gIN taka
2016-05-14 16:20:41
Akhir'ny bisa di buka . . .
kakoyuki
2016-05-14 16:01:40
.Soal nya Tatsuya Kagak muncuk Di Chapter Ini Dan keliatan.a Dia mau berubah
Dzibril Al Dturjyana
2016-05-14 14:59:22
shadow ada gak warna laen slaen black
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook