VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 121

2016-03-14 - Tatzumaru > Beast Warriors
214 views | 11 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Uagh... Apa yang kau lakukan, Ryuga!?" Tatsuya mengerang kesakitan.

"Kita akan mati bersama, kakak."

"Tidak! Lepaskan aku!" Tatsuya terus meronta sekuat tenaga melepaskan tubuhnya yang menyatu dengan adiknya tersebut.

"Tidak! Tidak! Tidaaakk!!"

Crattz!! Darah muncrat ke segala arah.

"Huuaaa!!!" teriak Ryuga yang langsung terbangun di sebuah ruangan dengan cat putih di mana-mana.

"Hah... Hah... Hah... Ternyata itu cuma mimpi..." Ryuga terbangun dengan keringat yang cukup banyak membasahi wajah berserta tubuhnya.

"Haaahh... Syukurlah..." ucapnya lega.

"Mimpi yang sangat buruk, kurasa ini mimpi buruk terburukku selama ini..."

Ryuga terdiam masih terbayang oleh mimpi buruk yang baru saja dialaminya, namun tak berapa lama ia baru ingat.

"Di mana aku? Kenapa aku bisa tidur di tempat seperti ini?" pikirnya kebingungan.

Lalu Ryuga berusaha mengamati sekitarnya dan tidak sengaja anak itu mendapati seseorang berambut emas tengah berbaring tepat di sebelah ranjangnya dengan keadaan tak sadarkan diri.

"Eh, bukankah anak ini yang waktu itu...?" gumamnya.

Ryuga hendak bangun dari ranjangnya namun tiba-tiba seseorang datang ke tempat itu.

"Ah, rupanya kau sudah sadar? Kau membuatku cemas tahu!"

"Eh, Vida?" Ryuga kaget dengan kemunculan wanita itu tanpa disadari olehnya.

"Kapten Kororu, guru Satoshi, Ryu, kalian juga datang?"

Yah ternyata tak hanya Vida tetapi semua anggota timnya pun berada di sana.

"Bagaimana keadaanmu, apa jauh lebih baik Ryuga?" tanya Kororu.

"Eh, uhm... Aku baik-baik saja Kapten." jawabnya mantap.

"Kepalaku agak sedikit sakit sih, tapi tidak apa-apa, aku merasa sehat kok." tambahnya.

Tiba-tiba Satoshi nyelonong dan langsung menggoyang-goyangkan kepala muridnya tersebut.

"Apa kepalamu gagar otak? Atau jangan-jangan amnesia? Atau lebih parahnya lagi kepalamu retak? Sini aku periksa!"

"Apa yang kau lakukan dasar guru koplak!" bentak Ryuga yang kepalanya sedang ditarik kesana-kemari oleh pria kuncir itu.

"Berisik anak dongo! Aku sedang memeriksa luka di kepalamu tahu!" balasnya.

"Periksa apanya dasar guru sok tahu! Justru jika kau menarik kepalaku seperti ini aku bisa gagar otak beneran!!"

Buaaakk!! Ryuga menendang perut Satoshi sampai terjungkal ke tembok.

"Heh, dasar orang-orang bodoh..." gumam Ryu sambil menggelengkan kepalanya.

Beast Warriors Chapter 121 - Sadar
Penulis : Tatzumaru

"Ada yang bisa jelaskan apa yang terjadi padaku dan tempat apa ini?"

"Eh, kau tidak mengingatnya Ryuga?" tanya Vida heran.

"Eh, entahlah... Yang aku ingat terakhir kali adalah mencari sebuah pekerjaan hanya itu saja." sahutnya.

"Wah... Beneran nih, murid bodoh ini sepertinya amnesia. Sini biar Satoshi tampan yang mengobatimu!" Satoshi langsung berlari ke arah Ryuga.

Buagh!! Namun sebelum pria itu berhasil mendekati Ryuga, ia sudah lebih dulu ditendang Ryu yang sejak tadi diam saja. Kali ini Satoshi terlempar menerobos pintu sampai hancur. Bruaakk!!

Ryuga, Kororu dan Vida hanya melongo melihat apa yang dilakukan oleh Kapten tim Eagle itu.

"Dia terlalu berisik, jadi jangan salahkan aku." ucapnya datar.

"Kau kejam..." ucap Kororu yang ada di sampingnya.

"Ayolah cepat jelaskan apa yang terjadi padaku?" potong Ryuga penasaran.

"Tadi siang pada saat kau bekerja di toko patung antik, kau disuruh untuk memindahkan patung-patung itu ke lantai 2 tapi saat kau membawa satu patung dan hendak menaiki anak tangga kau menginjak sesuatu di lantai lalu kau tergelincir kemudian jatuh dan kepalamu terbentur lantai tertimpa patung pula. Kau pingsan dan paman pemilik toko membawamu ke sini. Ini adalah ruangan medis kemiliteran pasukan Tribal." ucap Vida menjelaskan kejadian yang dialami oleh Ryuga.

"Oh, begitu ya? Jadi aku pingsan dan bermimpi bu---"

"Mimpi? Kau bermimpi apa?" tanya gadis itu penasaran.

"Ah, ahahaha... Tidak, tidak! Itu hanya mimpi biasa saja kok." ucap Ryuga gugup.

"Oh, iya apakah anak ini kera besar yang waktu itu?" tanya Ryuga mengalihkan topik pembicaraan.

"Eh dia ya? Ya dia adalah kera yang dijuluki Sang Dewa Penyelamat desa Taimuresu, Dewa Kera." jawab Kororu.

"Dewa Kera? Apa nama itu tidak terlalu berlebihan? Memangnya apa yang menyebabkan anak ini dijuluki Dewa oleh para penduduk desa Taimuresu? Aku lihat tidak ada yang istimewa dari anak ini?" celetuk Ryuga sekenanya.

"Kali ini aku setuju dengan pendapatmu itu." sambung Ryu datar seperti biasanya.

"Jangan ikut-ikutan kau." samber Ryuga yang langsung membuat Ryu drop.

"Entahlah, tapi para penduduk desa menjulukinya seperti itu karena mungkin bentuk dan ukuran kera itu jauh berbeda dari kera-kera yang pernah mereka lihat selama ini dan juga warna bulunya yang bersinar bagaikan emas mungkin hal itulah yang membuat anak ini dijuluki sebagai Dewa Kera." pungkas Kororu.

"Tapi bukankah perubahan wujud ini sama persis seperti Beast-mode pasukan Beast? Apa mungkin anak ini juga keturunan bangsa kita?" Ryuga jadi penasaran tentang jati diri anak berambut emas itu.

"Aku juga belum tahu mengenai hal itu, tapi setelah aku cek pada daftar prajurit dan penduduk di semua wilayah kekuasaan bangsa Beast nama anak ini tidak tercantum dalam daftar mana pun." lanjut Kororu.

"Ini membingungkan." timpal Vida.

Sementara Ryu hanya diam sembari menatap tajam ke arah Viro yang belum juga siuman. Ryu menatapnya dengan tatapan kecurigaan.

"Apakah kau juga sudah mengecek latar belakangnya sebagai penduduk desa Taimuresu, Kapten?" Vida bertanya pada Kororu.

"Yah, aku baru saja selesai mengeceknya, tapi tetap saja latar belakangnya tidak jelas. Informasi yang ku dapatkan hanyalah anak ini diadopsi oleh seorang pria pemilik toko obat bernama Saru-san. Saru-san lah yang telah merawatnya sejak kecil."

"Anak adopsi?" Ryuga kaget.

"Sepertinya dugaanku tadi benar, bahwa si pirang ini ada hubungan darah dengan bangsa Beast." ucap Ryuga yakin.

"Begitu ya? Untuk saat ini sepertinya hal itulah yang paling masuk akal tapi ya kita tunggu sampai dia sadar dan kita akan tahu kebenaran tentang siapa anak ini sebenarnya."

"Dan mungkin kita akan tahu apa motif di balik penyerangan yang G lakukan."

"Ya, sepertinya kau benar Kapten." sambung Ryuga.

"Ya sudahlah, jangan terlalu dipikirkan yang penting kau sudah tidak apa-apa." ucap Vida.

"Ah, kau benar Vida... Aku jadi merasa lapar setelah pingsan tadi."

"Hah, dasar aku sudah menduganya, di dalam pikiranmu pasti cuma makanan tapi jangan khawatir karena aku sudah memasak makanan untukmu." Vida lalu membuka bungkusan yang dibawanya dari tadi.

"Uwaaah... Kau memasak kari kesukaanku..." air liur Ryuga sampai netes-netes ke lantai.

"Oi makanan! Aku juga mau!!" Satoshi yang pingsan langsung bugar ketika mencium lezatnya makanan yang dibawa Vida.

"Soal makanan saja cepat, dasar." gumam Kororu.

Kororu sepertinya sadar ada yang aneh dengan Ryu yang sejak tadi hanya diam sambil memandang sinis ke arah Viro terbaring.

"Ada apa dengannya?" batin Kororu.

---- Beast Warriors ----


Turk Island, gunung Ameer...

Tampak lubang di mana-mana, dinding-dinding gua berlubang. Nampak juga Taro yang kelelahan sambil bertumpu pada pedangnya.

"Huaah! Menyulitkan juga makhluk besar ini..."

Taro memandang sang Jendral yang berada di atas kepala si raksasa Bouma yang telah tumbang. Sigami berdiri di atas sana sambil memandang ke arah matahari lewat lubang besar yang tercipta akibat pertarungan hebat yang mereka lakukan saat melawan Bouma.

"Aku hampir mati, tapi untungnya Jendral menolongku... Dia benar-benar pemimpin yang hebat, maka dari itulah aku mengidolakannya." pikir Taro.

"Oh iya Jendral, di manakah senjata legendaris ketiga itu disimpan? Sejak tadi aku mengamati tempat ini sepertinya tidak ada sesuatu yang mencolok."

"Atau mungkin senjata itu memang hanya mitos saja?"

"Benda ini benar-benar ada." ucap Sigami.

Sigami mencongkel keempat mata Bouma.

"Ng!? A-Apa yang kau lakukan, Jendral?" Taro terkejut saat Sigami mencongkel keempat mata merah milik si raksasa.

"Para pemburu senjata tidak tahu apa-apa, mereka yang berhasil datang kesini terlalu fokus untuk mencari benda sepertimu dan hasilnya nihil. Karena memang senjata legendaris ketiga bukanlah berbentuk barang atau senjata, melainkan ini..." jelasnya sembari menunjukkan keempat bola merah yang tidak lain adalah mata si raksasa Bouma.

"Eh, be-benarkah?"

"Taro, misi sukses. Ayo kita kembali ke markas utama!" Sigami melompat turun dari kepala besar itu.

"B-Baik, Jendral!"

Kembali ke rumah sakit kemiliteran bangsa Tribal...

"Oi, li-lihat ini!" teriak Ryuga sambil nunjuk-nunjuk ke arah Viro.

"Ada apa Ryuga?" tanya Vida.

"Si pirang hampir siuman!" lanjutnya.

"Hehh! Benarkah!?" semuanya langsung berlarian menuju tempat anak itu terbaring. Mereka berdiri di setiap sisi ranjang sambil menunggu perkembangan.

"Li-lihat! Jarinya mulai bergerak!" Satoshi terlihat sangat antusias.

"Vida-chan, tolong kau alirkan Sugetsumu untuk melancarkan peredaran darahnya." pinta Kororu.

"Hmm... Baik!" gadis itu langsung bergegas mengaliri tubuh Viro menggunakan Sugetsunya.

"Kau Ryu, tolong pergi ke ruangan Yato dan para medis lainnya untuk memberitahukan hal ini."

"Hmm..." jawab Ryu sembari berjalan pergi.

"Satoshi-san tolong kau pergi dan panggil Hajime-san dan Miray-san untuk datang kemari." perintah Kororu lagi.

"Yosh! Serahkan semuanya padaku! Apalagi jika hal ini berhubungan dengan si cantik Miray-chan, pasti akan kulakukan!" sahutnya penuh semangat.

"Dasar bocah tua mesum, kalau perempuan saja dia bersemangat begitu... Haaahh..." Ryuga geleng-geleng kepala.

"Ukh!" Viro mulai bersuara.

"Di-dia mulai sadar..."

Viro mulai membuka kelopak matanya perlahan, "Ah, di mana aku..."

Viro memandang Kororu lalu ke Vida yang masih mengalirkan Sugetsunya, dan akhirnya anak itu mengalihkan pandangannya pada Ryuga dan...

"Eh!? Takuma-kun!?"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 122

Zunuya Rajaf
2016-08-26 10:48:01
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-19 16:29:21
next read
Eiichiro Maruo
2016-03-26 18:22:50
Makin keren , terusin senpai
Vor Deour
2016-03-20 14:43:54
Jibon is where ? Pffttt... Takuma itu Tatsuya
A wahyu
2016-03-15 08:31:55
Viro salah paham...
Kikko Y Azukiela
2016-03-14 23:16:28
Takuma . . Viro mengira Ryuga adalah Tatsuya . . .
Imajinasi0
2016-03-14 23:06:00
Takuma??
Elank hunter
2016-03-14 22:18:28
Di tunggu klanjutan nya bos..
Phantom Alicia
2016-03-14 22:11:31
Takuma? Hahahahaha dia ngira Ryuga itu Tatsuya
Jangan Stalker ya
2016-03-14 21:27:12
akhirnya dilanjutin nih cerita. numpang baca gan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook