VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 120

2016-02-28 - Tatzumaru > Beast Warriors
203 views | 11 komentar | nilai: 10 (1 user)

Pulau itu benar-benar telah menjadi lautan api yang menghanguskan semua makhluk yang ada di sana. Sosok makhluk mengerikan setinggi 50 meter itu mampu menyusutkan ukuran tubuhnya. Satan alias Ryuga itu kembali mengecil, kira-kira 2 kali lebih besar daripada tubuh manusia normal pada umumnya tetapi bentuk dan rupa Ryuga masih tetap seperti semula yaitu Satan Sang Penguasa Neraka.

Dengan menggunakan sayap berbentuk tulang di belakang punggungnya, Ryuga atau yang sekarang adalah Satan mulai melayang ke udara secara perlahan dengan diselimuti oleh aura hitam kegelapan yang sangat kuat sampai permukaan tanah pun ikut bergejolak dan mulai ikut melayang di bawahnya.

Pohon-pohon yang belum sepenuhnya terbakar di pulau tersebut pun tiba-tiba layu lalu mati akibat terkena Sugetsu Hitam yang mulai menyebar di sana. Air laut mulai menggulung dan menjadi ombak besar akibat tekanan kekuatan Satan yang terus meningkat. Tak hanya itu, gunung berapi yang berada di sana juga ikut bergolak menyemburkan lava ke segala penjuru pulau yang sudah tidak karuan bentuknya itu.

Petir saling menyambar mengiringi makhluk itu terbang menuju ke pulau selanjutnya.

Beast Warriors Chapter 120 - Menghancurkan Daratan Bumi
Penulis : Tatzumaru

"Sekarang lihat, Satan akan menghancurkan pulau selanjutnya!" ucap Tatsuya.

"......" Ryuga tak bergeming sedikitpun saat melihat rekaman itu.

Kembali ke layar ingatan, di sana Satan telah sampai di atas pulau yang lebih besar daripada pulau yang sebelumnya ia bumihanguskan...

"Ma-Makhluk apa itu!?" teriak salah seorang warga yang tinggal di desa pulau tersebut.

"Di-Dia Raja para Iblis, i-ini mustahil..." ucap ibu-ibu ketakutan.

"Ini bencana!! Satan muncul ke permukaan Bumi!!"

"Apa yang dilakukan Sang Penguasa Neraka di Bumi!?" orang-orang semakin ketakutan.

"Atau jangan-jangan... Satan dikirim untuk membinasakan umat manusia? I-Ini gawat!"

"Mu-Mungkin langit marah karena manusia lebih banyak melakukan dosa ketimbang perbuatan baik! Mungkin inilah hukuman bagi kita semua!! Huaaa!! Aku belum siap mati!!" teriak seorang bapak tua sambil nangis.

"Diamlah pak tua! Kau membuat semuanya jadi tambah panik tahu!!" seorang pemuda yang ada di dekatnya membentak bapak itu.

Di sisi Satan, makhluk itu mengangkat tangannya ke atas, membuka lebar-lebar telapak tangannya. Dari sana Sugetsu Hitam mulai berkumpul, ia menyerap aura hitam dari dalam tanah atau lebih tepatnya dari dalam makam yang ada di pulau tersebut.

Perlahan namun pasti, Sugetsu Hitam di telapak tangan Satan mulai berkumpul, menjadi bola hitam yang semakin lama semakin besar dan terus membesar.

"Si-Sial, itu terlalu besar..." ucap panik orang-orang.

Benda hitam itu terus membesar sampai menyamai besarnya pulau itu.

"Jika dia menjatuhkan benda itu ke arah kita, seluruh penjuru pulau bisa terkena serangannya! Bisa gawat kalau itu sampai terjadi!"

"Semuanya lari menuju pelabuhan! Kita akan naik kapal untuk pergi dari pulau ini!" sambung seorang pria di sana.

"Ta-Tapi... Ini rumah kita, kampung halaman kita, jika kita tinggalkan pulau ini, kita akan pulang kemana!?"

"Ya benar apa yang dikatakan perempuan ini, jika pergi meninggalkan tempat ini apakah ada yang akan mau menampung orang sebanyak ini?"

"Urusan itu kita bicarakan nanti! Jika kita tetap berada di pulau ini, itu sama saja kita mati! Apa kalian tidak memikirkan hal itu!?" bentaknya.

"Dia benar! Ayo kita lari ke pelabuhan!!"

"Y-Yeaaah!!"

Akhirnya seluruh penduduk pulau pergi menuju pelabuhan. Tapi saking membludaknya orang-orang di tempat itu, beberapa pelabuhan di pulau tersebut menjadi penuh sesak, orang-orang yang mengantri saling dorong satu sama lain, juga tak sedikit pula orang yang terjatuh ke laut akibat terdorong oleh orang-orang di belakangnya.

"Jangan dorong-dorong!" ucap seorang ibu yang tengah menggendong anaknya saat terhimpit di tengah antrian yang mulai tak terkendali.

Dalam waktu sekejap saja pulau damai itu kini menjadi kacau oleh kemunculan makhluk bernama Satan itu.

"Manusia memang makhluk rendahan, mereka seperti hama yang tersebar di planet ini. Makhluk menjijikan seperti kalian tidak pantas menjadi makhluk hidup tercerdas di Dunia ini..."

Bola hitam di atas telapak tangan Satan telah sempurna, kini ukurannya jauh lebih besar daripada pulau yang ada di bawah sana.

"Aku akan melenyapkan hama seperti kalian dari muka Bumi... Bersiaplah..." Satan mengangkat tanggannya setinggi-tingginya.

"Sial!! Cepat berangkat!!"

Ratusan kapal berhasil menjauh dari pulau, tapi masih sangat banyak juga orang-orang yang tertinggal di pulau karena tidak kebagian kapal.

Ribuan orang yang tertinggal semakin marah dan panik, mereka saling dorong untuk menyelamatkan dirinya masing-masing.

Ratusan orang lainnya lebih memilih menceburkan diri ke lautan untuk berenang menjauhi pulau yang menjadi target serangan Satan.

Meskipun sudah banyak yang meninggalkan pulau menggunakan kapal ataupun menceburkan diri ke laut, tapi masih terlalu banyak pula yang tertinggal di pulau akibat tidak bisa bergerak terhimpit di tengah-tengah kerumunan penduduk di sana.

"Ibu aku takut..." ucap anak yang digendong ibu-ibu tadi.

"Tenanglah sayang, ibu akan melindungimu." si ibu memeluk anaknya erat-erat.

"Jangan takut, mungkin inilah saatnya kita menemui ayahmu dan berkumpul kembali seperti dulu. Bukankah itu yang kau mau?"

Si anak terlihat bingung sambil menatap wajah sang ibu yang terus memeluknya, "Ta-Tapi... Bukankah kata ibu kita tidak akan bisa bertemu ayah lagi?" tanya anak itu polos.

"Ibu bilang ayah sudah ada di Surga dan tidak bisa kembali." lanjutnya.

"..." sang ibu terdiam mendengar kata-kata anaknya, kemudian air matanya mulai menetes begitu saja.

"Ibu menangis? Apakah aku nakal lagi hingga ibu menangis?"

"Jangan menangis ibu, maafkan aku. Aku janji tidak akan nakal lagi." ucapnya polos.

Si ibu menghapus air matanya lalu berkata, "Tidak anakku, kau sudah menjadi anak yang baik."

"Ibu menangis karena bahagia... Sebab sebentar lagi kita akan bertemu ayah."

"Ayah sudah menunggu kita di gerbang Surga sana..."

"Benarkah...?"

"Hmm..." angguk si ibu. Lalu si anak memeluk ibunya, begitu pun sebaliknya.

"Cepat jalan!!" teriak orang-orang yang masih sibuk menyelamatkan diri saling dorong.

Kembali ke sisi Satan...

Kali ini makhluk itu siap melakukan serangan dengan bola hitam di tangannya.

"Musnahlah kalian para hama..."

Dengan sekuat tenaga Satan melemparkan bola Sugetsu Hitamnya ke bawah.

"Undead!!!"

Bwhuuss...

Ibu dan anak tadi terus berpelukan dengan mata terpejam.

"Aku sayang ibu..." gumam anaknya.

Sang ibu kembali meneteskan air matanya dengan mata terpejam mendengar kata-kata terakhir dari anaknya itu.

Sebelum bola hitam itu mengenai pulau, si ibu membalas ucapan anaknya.

"Ibu juga selalu menyayangimu... Selamanya..."

JBLAAARR!!! Akhirnya seisi pulau terkena serangan dahsyat itu.

---- Beast Warriors ----


Dampak dari serangan Satan itu juga dapat dirasakan oleh orang-orang yang berhasil kabur ke tengah lautan, ombak setinggi 7 meter menyapu kapal-kapal di sana.

Blaaassh!!! Guncangan hebat itu menenggelamkan beberapa kapal pengungsi, tapi sebagian juga dapat lolos dengan selamat.

Ryuga yang sejak tadi menonton di layar ingatan tak mampu berkata-kata, matanya terbelalak melihat kejadian tragis yang disebabkan olehnya dalam wujud Satan.

"A-Apa-apaan ini..." Ryuga sangat syok.

"Lihatlah, itu adalah dirimu yang sebenarnya, Ryuga. Kaulah yang telah ditakdirkan untuk memusnahkan seluruh umat manusia, bukan diriku." tegas Tatsuya.

"Berisiiikkk!!!"

Ryuga langsung terduduk lemas di depan layar, sementara Tatsuya terus memojokkannya dengan kata-kata.

"Kau adalah penyebab punahnya manusia Bumi, bahkan kau sendirilah yang membunuh ibu ketika kekuatan Satan tak terkendali..."

DEG. Ryuga tertegun mendengarnya.

"A-Apa maksudmu?!"

"Apa kau ingat kematian ibu?"

"Bagaimana dan kenapa ibu bisa meninggal waktu itu?"

"Dalam sekaratnya ibu mengatakan padaku, bahwa jangan katakan pada siapapun terutama dirimu bagaimana ibu mati waktu itu. Karena kaulah yang telah membunuh ibu dengan tanganmu sendiri!" jelas Tatsuya.

"!!??" tak henti-hentinya Ryuga kembali kaget.

"Bohooong!!!! Aku tidak percaya kata-kata penghianat sepertimu!! Kau hanya ingin membuatku merasa bersalah dan menghancurkan semangatku kan!?"

"Agar kau lebih mudah membunuhku!! Semua ini hanya rekayasa belaka!!! Haaahh!!!" Ryuga marah, kesal, geram, sedih, takut, benci, semua perasaan itu bercampur menjadi satu apalagi ditambah ia memikul beban yang cukup berat atas ramalan yang gurunya telah bawa dari masa depan.

Anak itu benar-benar sangat stres memikirkan kedua hal yang saling bertolak belakang itu. Di sisi satunya ramalan mengatakan bahwa Ryuga yang akan menghentikan peperangan abadi antara bangsa Beast dan Warriors, di sisi lainnya rekaman tadi memperlihatkan hal yang sebaliknya.

Di layar, kini tampak Satan terbang menembus atmosfir Bumi dan terus melesat dengan kecepatan luar biasa ke luar angkasa.

Dari sana makhluk itu bersiap untuk menghancurkan planet Bumi.

Satan kembali mengangkat tangannya tinggi-tinggi, ia mulai menyerap api dari matahari. Api sedikit demi sedikit mulai berkumpul di atas telapak tangannya dan seperti tadi juga, Satan kembali menciptakan bola kecil menyerupai matahari di tangannya.

Seperti serangan pertama bola yang kecil itu kini mulai membesar dan bertambah besar.

"Lihat itu!!" perintah Tatsuya.

Sungguh mengerikan, bola api yang tadinya sekecil bola tenis itu kini telah berubah menjadi sebesar matahari aslinya.

"S-Sial... Apa lagi ini?" Ryuga sudah benar-benar tak tahu harus berbuat apa ketika melihatnya.

Setelah semua api diserapnya, matahari kehilangan cahayanya dan hal itu membuat matahari mulai hancur dengan sendirinya.

"Ma-Mataharinya...!?"

Sekarang matahari berada digenggaman Sang Penguasa Neraka, Satan. Makhluk mengerikan itu tanpa ragu melemparkan bola api matahari di tangannya ke arah Bumi.

Namun tiba-tiba saja layar menjadi hitam.

"Itulah akhir dari ingatanmu yang hilang..." kata Tatsuya.

"Bagaimana, bukankah dirimu sangat mengerikan, adikku?"

Ryuga hanya diam saja.

"Bukankah memiliki kekuatan Iblis itu menakutkan? Hahaha..."

Ryuga tetap diam.

"Setelah kau mengetahuinya, apa yang akan kau lakukan, Ryuga? Hahahaha!!" Tatsuya terus tertawa.

Kali ini Ryuga tidak diam, melainkan ia malah tersenyum.

"Yang akan kulakukan sekarang adalah..."

JLEB!! Ryuga menusuk perutnya sendiri menggunakan Blade of Cerberus.

"Uhuakk!!" Tatsuya muntah darah.

"A-Apa yang kau lakukan, hah!?"

"Aku melakukan yang seharusnya kulakukan sejak dulu... Uhukk!"

"Kita adalah saudara kembar, jadi..." Ryuga bersiap menusukkan pedangnya lebih dalam lagi.

"Tu-Tunggu! Ja-Jangan..." Tatsuya berniat keluar dari tubuh Ryuga, namun Ryuga tak membiarkannya.

"Ayo kita mati bersama, sebagai saudara..."

Tatsuya terus mencoba keluar, tapi seperti ada sesuatu dari dalam yang berusaha menariknya supaya anak itu tidak bisa memisahkan tubuhnya dari si adik.

"Sial! Lepaskan akuuu!!" teriaknya sembari terus berontak.

"Walaupun sejahat apapun dirimu, aku tetap tidak bisa membencimu Tatsuya..."

"Sebab kau adalah... Keluargaku."

Cooaassh!! Ryuga menusukkan pedangnya sampai tembus.

"Ke-lu-ar-ga... Se-la-ma-nya..."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 121

ThE LaSt EnD
2016-08-26 10:42:16
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-19 16:18:30
terlalu mustahil, ini berlebihan
Vor Deour
2016-03-20 14:34:40
Sial... Matahari sudah hancur dan anehnya kenapa bumi nggak hancur oleh tarikan antar planet /
Lord Athem
2016-03-10 07:51:24
Komentar. . . Kakoi!
Muslimin Akbar
2016-03-07 20:39:43
Baca Juga One Shot Ane. Title : DEAD KILLER Status : Released.
Clint Mobile Legend
2016-02-29 18:20:52
Hwoooh keren...
A wahyu
2016-02-29 05:28:27
Sepertinya ini akhir dari ilusi ini
anonim1001310
2016-02-28 21:28:00
itu mimpi apa gak sih?
Ibong Neverland
2016-02-28 16:31:54
Apa mungkin satan ada hubungannya dengan darklord yang dulu pernah muncul ? Jangan2 ryuga dan tatsuya adalah anak darklord.
Phantom Alicia
2016-02-28 16:22:38
Hmm.. Alam bawah sadar betul2 menyeramkan.. Ilusi yg menyakitkan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook