VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 119

2016-02-14 - Tatzumaru > Beast Warriors
249 views | 14 komentar | nilai: 10 (1 user)

Di sebuah lapang luas penuh kobaran api, sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah tumpukan mayat di mana-mana. Seorang pemuda berambut hitam berjalan di antara ribuan mayat yang berserakan di tanah, ia melangkahkan kakinya perlahan dan berhati-hati agar tidak ada mayat yang terinjak olehnya.

Pemuda itu terus berjalan sembari memperhatikan tumpukan mayat di sana, dan ia terkejut ketika mendapati salah satu mayat adalah orang yang di kenalnya.

"!!!" mata anak itu terbelalak.

"Ma-Master!?" ucap pemuda itu tak percaya.

Mayat yang dilihatnya adalah sang Master, yaitu Shin.

"A-Apa-apaan ini...!?" anak itu begitu syok.

Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke sebelah kiri, kembali anak itu dibuat terkejut oleh salah satu mayat yang tergeletak di sana.

"Hi-Hikaru-sensei!?" pemuda itu kembali syok.

Di sebelah mayat Lincoln terlihat pula mayat Hyde yang tertusuk akar besar tepat di dadanya sampai tembus.

"Hy-Hyde-san!!?"

Tak hanya Lincoln dan Hyde, tampak juga beberapa orang lagi di sana yaitu para Tetua termasuk Yagami, mereka semua telah menjadi mayat.

"Se-semuanya...!?"

"Ti-tidak! Ti-tidak mungkin!!!" saking syoknya melihat pemandangan yang mengerikan tersebut, pemuda itu sampai terjatuh karena lemas.

"Ke-kenapa..." pemuda itu merangkak mundur.

Tapi tanpa sengaja ia menyentuh salah satu mayat yang ada di belakangnya. Sontak pemuda itu langsung berbalik dan...

"Aaaaah!!!" ia menjerit saat melihat mayat di sana.

"Juno... Teo... Kimiko... Seliana... Kinousuke... Ryu... Taki..."

Yah, mereka adalah mayat teman-temannya.

Anak itu semakin tersentak, kemudian di tengah kekacauan pikirannya, pemuda itu berdiri lalu berlari tak tentu arah di antara ribuan mayat di tempat itu sampai akhirnya kakinya tersandung mayat dan ia pun terjatuh ke dalam genangan darah.

Saat anak itu mengangkat kepalanya, ia kembali dikejutkan oleh pemandangan mengerikan di depannya. Matanya terbelalak seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini, di hadapannya ia melihat mayat guru dan rekan satu timnya yang sudah tidak bernyawa lagi, Satoshi dan Vida telah menjadi mayat yang tergantung di pohon besar dengan posisi leher tercekik akar.

"Aaaaaa!!! Apa maksudnya ini!!! Se-semuanya mati!!!" anak itu berteriak seperti orang gila sembari menjambak-jambak rambutnya sendiri.

"Aaaaaaaarrgh!!!!"

Anak itu terus menjambak rambutnya sendiri sampai rontok.

Rambut hitamnya rontok dan tumbuhlah rambut putihnya.

Di sebelah kanan, ia melihat dua mayat lagi, "Ko-Kororu-sensei..."

"Ha-Hayate..."

Yah, kedua mayat itu adalah mayat Kororu dan Hayate yang tewas tertimpa menara besar dan tinggi yang terbuat dari baja.

"Ada apa ini..." anak itu mulai menitikan air matanya, tapi bukan air mata biasa, itu adalah air mata darah yang keluar dari kedua matanya.

"Apa yang terjadi... A-aku sama sekali tidak mengingat apapun..." dalam keadaan terpukul, anak itu mengambil pedang besar yang ada di punggungnya.

"Apakah ini masa depan? Apakah ini yang diramalkan? Katakan padaku, Cerberus!!" teriak anak itu pada pedang di tangannya.

Ternyata anak itu adalah Ryuga.

"Jika masa depan seperti ini, aku tidak mau berada di dalamnya!!!" Ryuga berniat bunuh diri menggunakan pedangnya, namun tiba-tiba sebuah tangan menghentikan perbuatannya. Grap.

Tangan itu ternyata milik Tatsuya, Tatsuya keluar dari dalam tubuh Ryuga.

"Ta-Tatsuya!?" Ryuga sangat kaget, kenapa kakaknya keluar dari dalam tubuhnya dan menyatu dengannya.

"Kakak! Apa yang terjadi sebenarnya!! Kenapa semua orang menjadi mayat tanpa aku ketahui!!?" tanya Ryuga sambil terus berlinangan air mata darah.

"Apa kau tidak ingat semuanya?" Tatsuya malah balik bertanya.

"Semua ini adalah ulahmu, Ryuga." jelasnya.

"Apa!? Tidak mungkin!!?"

Beast Warriors Chapter 119 - Akhir Dunia
Penulis : Tatzumaru

Tatsuya mengambil sebuah benda, benda itu adalah...

"Gardarion!?" ucap kaget Ryuga saat melihatnya.

"Aku akan menunjukkan padamu bagaimana caramu membunuh semua yang ada di sini. Bersiaplah!" Tatsuya mengaktifkan Gardarion dan cahaya biru dari benda itu menyerap tubuh mereka masuk ke dalam sebuah dimensi hampa yang dipenuhi oleh layar-layar besar.

"A-Apa ini!?"

"Diam dan lihatlah..." perintah Tatsuya.

Layar-layar itu mulai menyala dan menampilkan kejadian-kejadian sebelumnya, seperti flashback.

"Ini..." Ryuga kaget saat melihat peperangan yang terjadi di layar yang memperlihatkan peperangan antara seluruh bangsa, termasuk bangsa Beast dan Warriors.

"Semua bangsa bertempur dalam satu medan pertempuran?! Ke-kenapa aku tidak mengingatnya?"

"Yang aku ingat adalah aku bersama tim Kororu sedang melakukan misi bantuan untuk membantu desa sekutu, lalu aku bekerja di sebuah toko yang menjual patung-patung antik untuk mendapatkan uang tambahan dan kenapa tiba-tiba aku berada di sini?! Aaaarrgh!!! Kepalaku sakit!!!"

Ryuga benar-benar bingung dengan apa yang ia alami saat ini, semuanya tidak masuk akal dan membingungkan.

"Lihat itu!" perintah Tatsuya.

Ryuga menuruti apa yang dikatakan kakaknya dan melihat ke arah layar.

Tampak di dalam rekaman itu Ryuga bertarung layaknya seorang prajurit sejati, ia membantai semua para prajurit musuh menggunakan Cerberus.

"Minggirlah kalian!!!" Ryuga terus menerobos ribuan prajurit Warriors di sana dan sampailah dia di hadapan sang Raja, Draggner.

"Draggner!!!! Matilah kau!!!!" Ryuga menebaskan Cerberus sekuat tenaganya.

Jraaassh!!!! Dengan sekali tebas Ryuga memotong tubuh sang Raja menjadi dua.

Tapi tanpa diduga, tubuh Draggner berubah menjadi air dan bersatu kembali. Draggner kembali utuh seperti semula.

"Dasar bodoh, tubuhku terbuat dari air, kau tidak akan bisa membunuhku..." Draggner langsung mengubah tangannya menjadi air, ia menguapkannya dan masuk ke dalam hidung Ryuga melalui udara.

"Ah, apa yang kau lakukan!?" Ryuga melompat mundur untuk menjaga jarak.

"Airku sudah menyebar keseluruh tubuhmu." pungkasnya.

Dan benar saja, Ryuga tiba-tiba muntah darah tanpa sebab.

"Uhuukk!!"

"Tubuhmu sudah berada dalam pengaruhku, kau takkan bisa melawannya. Jika kau melawan, kau akan mati dalam sekejap." jelasnya.

"Siaaal!! Uhuukkh!!" Ryuga terus muntah darah.

"Ba-bagaimana ini? Aku harus melawannya!" pikir Ryuga.

Anak itu mencoba untuk menggerakkan seluruh tubuhnya. Perlahan namun pasti, Ryuga mampu menggerakkan kembali tubuhnya meskipun seperti ada sesuatu dalam tubuhnya yang mencoba menghentikannya.

"Kau melawan rupanya, baiklah... Matilah..." Draggner mengepalkan tangannya seperti meremas sesuatu.

DEG. Tiba-tiba Ryuga tersungkur sambil memegangi dada sebelah kirinya.

"Gah!!" dadanya terasa sesak, ia mulai kesulitan untuk bernapas.

Suara berisik peperangan mulai tidak bisa didengarnya, Ryuga hanya bisa mendengar detak jantungnya yang semakin melemah. Deg Dug... Deg Dug...

"Ryuga!!!" teriak Hayate, Satoshi dan Vida bersamaan.

Deg Dug... Deg Dug... Ryuga yang terkapar tidak bisa mendengar teriakan mereka, ia hanya bisa melihat teman-temannya berlari ke arahnya dari kejauhan.

Dengan gerakan lambat, Ryuga melihat Jin menyerang Satoshi dan Vida menggunakan akar dari pohon besar yang ada di dekatnya. Satoshi dan Vida terjerat akar-akar Jin dan menyeretnya sampai tergantung di atas pohon tersebut.

Kororu dan Hayate yang hendak menolong mereka, justru tertimpa menara baja yang dirobohkan oleh para pengendali tanah. Ryuga tak mampu berbuat apa-apa dalam kondisi sekaratnya. Anak itu hanya menatap teman-temannya yang tengah sekarat dengan mata sayunya.

"Tidak mungkin..." ucap Ryuga syok saat melihat rekaman di layar yang menunjukkan kematian teman-teman dan gurunya itu.

Deg Dug... Deg Dug... Deg Dug...

Jantung Ryuga akhirnya berhenti berdetak, pengelihatannya menjadi gelap dan Ryuga pun tewas di tangan Draggner.

"Apa maksudnya ini!?"

"Kau mati oleh Draggner saat itu." ungkap Tatsuya yang masih menempel di tubuh Ryuga.

"Aku... Mati...??"

"Ta-tapi kenapa saat ini aku masih hidup? Kenapa cuma diriku yang tersisa!?" Ryuga semakin bingung dengan semua itu.

"Kau mau tahu, kenapa kau masih hidup?"

"Lihatlah ke layar!" pinta Tatsuya.

"I-Itu..." Ryuga kaget saat melihatnya.

Di layar ingatan, tubuh Ryuga tiba-tiba mengeluarkan aura hitam, mungkin itu adalah Sugetsu hitam yang ada di dalam tubuh anak tersebut.

"Su-Sugetsu Hitam!?" Ryuga lagi-lagi terkejut.

"Bu-bukankah semua Sugetsu Hitamku sudah lenyap ketika lengan kananku terpotong?"

"Semua itu memang benar, tapi coba kau lihat tangan kananmu!" pinta Tatsuya lagi.

"Ng!? Bukankah itu tangan Iblis? Ke-Kenapa aku bisa memilikinya kembali!? Ada apa ini, apakah ini semua hanya ilusi yang kau ciptakan?" dengan semua hal-hal yang tidak masuk akal tadi membuat kepala Ryuga semakin pusing dan terasa amat sakit.

"Ukh!! He-Hentikan semua kebohonganmu ini, Tatsuya!!" teriaknya sambil memegangi kepalanya yang serasa mau meletus itu.

"Ini bukanlah kebohongan, adikku... Ini adalah kenyataan. Lihatlah, sebentar lagi kau akan membunuh semua yang ada di sana, termasuk teman dan bangsamu sendiri. Lihatlah Ryuga!"

"Diam! Semua ini bohong! Ini semua hanya rekayasa kalian! Dasar bangsa terkutuk!! Aaaarrrggghh!!!!"

Di layar Ryuga mulai berubah bentuk menjadi sosok yang menakutkan, makhluk dengan sayap berbentuk tulang, taring dan tanduk panjang yang menyeramkan, ekor panjang dengan ujung tajam, kaki yang terbakar api sampai ke pinggang dan tak hanya itu, ukuran tubuhnya pun semakin lama semakin besar, mungkin tingginya mencapai 50 meter atau lebih.

Seluruh manusia yang ada di medan pertempuran mampu melihatnya dengan sangat jelas. Semuanya berhenti dan terperanga melihatnya.

"Lihatlah Ryuga!" teriak Tatsuya.

"Apa itu?" Ryuga syok sampai napasnya terasa sesak.

"Apa makhluk itu adalah aku?"

"Itulah kau, Ryuga... Itu adalah dirimu, Sang Penguasa Neraka..." ucap Tatsuya.

"Mu-Mustahil..."

Ryuga kaget saat makhluk yang ternyata dirinya itu mulai membantai semuanya dalam waktu sekejap. Hanya dengan kedipan mata merahnya, pulau itu terbakar dan langsung rata dengan tanah. Satu kedipan matanya langsung membunuh semuanya tanpa terkecuali, semuanya mati terbakar api neraka.

"!!!!!!!" Ryuga tersentak tanpa bisa berkata-kata melihat rekaman tersebut.

"Apa kau tidak sadar, kemarahanmu ketika melihat teman-temanmu mati di depan matamu sendiri, kaulah yang membangkitkan makhluk mengerikan itu. Sang Penguasa Neraka, Satan." ucap Tatsuya.

Apakah yang sebenarnya terjadi?

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 120

ThE LaSt EnD
2016-08-26 10:42:08
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-19 16:06:41
next read
Vor Deour
2016-03-19 22:49:52
Huiihh... Satan is Justice, satan is Freedom
Lord Athem
2016-03-10 07:44:47
Ryuga Is Mr Satan . . .
Phantom Alicia
2016-02-25 09:58:30
Alam bawah sadar yg terpengaruh mungkin menciptakan ilusi yg bisa menjadi nyata.. Enggak tau bener atau salah sih pikiranku ini
Bikinan Mamah Papah
2016-02-16 21:07:58
Heh~ sekarang cerita-cerita pada menampakan Satan.
Lyokovich the Death
2016-02-16 15:35:37
Mr.satan adalah Ryuga
Dadang yg terluka
2016-02-15 18:57:01
Gambaran Masa Depan Lewat Mimpi
A wahyu
2016-02-15 15:16:07
Mimpi atau masa depan
One For All
2016-02-15 13:01:01
yang terjadi mungkin mimpi
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook