VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 118

2016-02-12 - Tatzumaru > Beast Warriors
209 views | 16 komentar | nilai: 10 (2 user)

Hari mulai sore, evakuasi para prajurit yang terluka pun akhirnya selesai. Tim Kororu kini berada di sebuah rumah di desa Taimuresu untuk melepas lelah setelah seharian ini membantu evakuasi.

Di salah satu meja, Ryuga duduk sambil menempelkan kepala di atasnya dengan lemas.

"Haaahh..." Ryuga menghembuskan napas panjang tidak semangatnya.

"Kenapa kau tidak bersemangat begitu hah? Ada masalah?" Vida menghampirinya. Duduk di sebelahnya.

Ryuga hanya diam dengan wajah manyunnya. Tiba-tiba Satoshi dan Ryu lewat begitu saja sambil memasang wajah penuh kegembiraan.

Melihat mereka berdua, Ryuga semakin lemas dan menempelkan kembali wajahnya di atas meja.

"Haaahh..." ia menghembuskan napas tidak semangatnya lagi.

Vida jadi bingung dan berpikir, ada apa sebenarnya di antara mereka bertiga.

"Kalian kenapa sih? Apa yang kalian lakukan tanpa sepengetahuanku, hah?" tanyanya lagi.

Kali ini Ryuga menjawabnya dengan suara yang lemas tidak bertenaga, "Aku kalah taruhan..."

"Apa, taruhan?"

"Apa yang kalian pertaruhkan?" gadis itu kembali bertanya.

"Kami bertanding kecepatan. Barang siapa yang berhasil membawa prajurit yang terluka ke benteng pasukan Tribal, dialah pemenangnya. Dan yang kalah harus membayar semua makanan pemenangnya selama misi ini belum selesai." ungkap anak berambut putih itu.

"Lalu kau yang kalah, iya kan?" tebak gadis itu.

"Haaahh... Seperti itulah..."

"Jangan lemas begitu, bukankah besok juga kita kembali ke desa? Jadi misi ini akan berakhir besok bukan?"

"Ya tadinya misi ini besok sudah selesai, tapi... Beberapa saat yang lalu, Kapten Kororu mendapat sebuah perintah dari Master Shin untuk menginap di desa ini agar kau bisa membantu pengobatan."

"Eh, benarkah? Kenapa kau baru mengatakannya padaku?"

"Berapa lama misi ini akan selesai?" tanya Vida.

Dengan suara yang semakin lemah, Ryuga menjawabnya.

"Kita akan berada di tempat ini selama..."

"Seminggu... Bahkan mungkin bisa lebih dari itu..." jelasnya semakin lemas seperti orang kekurangan gizi.

Beast Warriors Chapter 118 - Keputusan yang Mencengangkan
Penulis : Tatzumaru

Malam itu, Ryuga harus mentraktir Satoshi dan Ryu di kedai yang terlihat cukup mewah...

"Haha! Yang ini saja!" ucap Ryu semangat.

"Umm... Seleramu boleh juga... Ayo masuk!" ajak Satoshi yang terlihat sudah kelaparan.

"Oi Satoshi-san, air liurmu kemana-mana tuh..." balas Ryu.

Melihat kedai mewah tersebut, Ryuga berusaha untuk mengalihkan mereka ke tempat lain yang ada di seberang jalan.

"E-Eh! Tunggu!" anak itu menghalangi pintu masuknya.

"Ada apa hah? Jangan bilang kau mau mengelak dari tanggung jawabmu ya!" ucap Satoshi sedikit kesal.

"Bu-bukan seperti itu! Ta-tadi aku bertanya pada Chibaru-san tempat mana yang makanannya enak. Dan dia bilang tempat itulah yang makanannya enak."

"Benarkah? Oke ayo kita ke tempat itu!" untunglah mereka berdua mau.

Keesokan harinya...

"Ada apa lagi? Masih memikirkan taruhan kemarin?" tanya Vida sambil ketawa-ketiwi melihat wajah Ryuga yang kusut plus amburadul.

"Jangan menggodaku Vida, aku lagi nggak mood untuk bercanda..."

"Semua uang tabunganku habis hanya dalam waktu semalam oleh dua orang saja. Haaahh..."

"Aku punya ide!" ucap Vida tiba-tiba.

"Ide? Ide apa?"

"Bagaimana kalau kita cari pekerjaan sampingan sampai misi ini selesai. Dengan cara itu kau bisa mendapat uang tambahan untuk mentraktir Ryu dan Guru Satoshi." jelasnya.

"Ah, idemu cemerlang juga Vida! Terimakasih ya!" saking senangnya Ryuga, tanpa sadar ia langsung memeluk perempuan itu.

"Eh, ma-maaf..." Ryuga jadi malu karena kelakuannya.

"A-Aku tahu kau hanya terlalu senang saja, aku mengerti." ucap Vida dengan wajah yang agak sedikit merah.

"Eh, kalau begitu, ayo kita keliling desa ini untuk mencari lowongan pekerjaan. Apa kau mau membantuku?" tanyanya.

"Hmmm..." Vida hanya mengangguk saja.

"Yosh! Ayo kita pergi sekarang!" teriak anak itu semangat.

Singkatnya, mereka berdua mulai menelusuri desa untuk mencari lowongan pekerjaan dan entah sudah berapa kali mereka bertanya, akhirnya ada satu kerjaan yang dapat Ryuga lakukan untuk mendapatkan uang.

"Yah, namamu Ryuga kan? Kau bisa langsung bekerja di sini mulai hari ini juga!" ucap seorang pemilik toko padanya.

"Nah, sekarang kau sudah dapat pekerjaan jadi aku akan kembali ke rumah sakit militer untuk membantu Yato-san dan yang lainnya oke!" pungkas Vida yang terlihat cukup senang atas pekerjaan yang Ryuga dapatkan.

"Ah oke..." jawab anak itu.

"Nanti setelah selesai aku akan datang ke sini membawakanmu makanan." tambahnya.

"Kalau begitu sampai nanti, dan..."

Gadis itu mengepalkan tangannya, "Semangat!"

Vida pun kembali menuju benteng pertahanan militer bangsa Tribal.

Kemudian Ryuga bertanya pada pemilik toko apa yang harus ia kerjakan saat ini.

"Oh iya paman, apa yang harus kukerjakan sekarang?"

Lalu paman pemilik toko mengusap-usap dagunya, "Hmmm... Apa ya...?"

Si pemilik toko pun bingung karena memang semua pekerjaannya sudah selesai ia kerjakan sebelum Ryuga datang tadi.

"Semua pekerjaan sudah kulakukan sendiri... Tapi, untuk menguji kalau kau adalah seorang pekerja keras aku akan memberimu sebuah tes terlebih dahulu."

"Hehh? Pakai tes segala?" gumam Ryuga.

"Hmm... Baiklah... Sebaiknya coba kau pindahkan kardus-kardus yang ada di sana ke lantai 2! Apa kau sanggup, Ryuga-kun?"

"Haaahh... Kirain apaan, cuma kardus saja?" tanya anak itu dengan nada remeh.

"Ya, untuk saat ini hanya itu saja." balasnya.

"Baiklah, di mana kardus-kardusnya?" tanya Ryuga sambil celingukan.

"Di ruangan itu, buka saja pintunya!" perintah si pemilik toko sambil memberitahukan ruangan yang dimaksud menggunakan telunjuknya.

Ryuga berjalan dan langsung membuka ruangan yang dimaksud. Setelah melihat apa yang ada di dalam, anak itu tiba-tiba berteriak.

"Eeeeehh!!! Yang benar saja paman!!? Kau tidak bercanda kan!!?" teriaknya.

"Serius kok..." sahut si pemilik toko dengan wajah yang tidak memiliki dosa.

Di dalam sana banyak sekali kardus, tapi bukan itu masalahnya. Yang dipermasalahkan oleh Ryuga adalah besar dan isi yang ada di dalamnya. Semua kardus-kardus itu ternyata berisi patung yang tingginya mencapai 2 sampai 3 meteran.

Wajah Ryuga yang semula sangat bersemangat kini berubah menjadi wajah frustasi.

"Yang benar saja..." gerutunya.

"Apa yang kau harapkan nak? Ini adalah toko yang menjual aneka patung pahatan, jadi sudah pasti semua yang ada di sini adalah patung." ucap si pemilik toko sambil tersenyum melihat wajah anak itu.

"Kalau kau menyerah katakan saja, aku ada di ruanganku." si pemilik toko masuk begitu saja ke dalam ruangan pribadinya.

"Tidak ada kata menyerah dalam kamusku!" Ryuga mencoba mengangkat kardus pertama.

"Lihat saja, aku akan buktikan kalau aku bisa memindahkan semuanya! Haaaaa!!!" anak itu mengerahkan kekuatannya untuk mengangkat kardus besar tersebut.

"!!!!" meski wajahnya memerah, namun Ryuga hanya mampu mengangkat sedikit saja.

"Be-berat sekali..." Ryuga benar-benar keberatan saat mengangkat kardus setinggi 2 meter itu, tubuhnya sampai-sampai condong ke belakang akibat patung batu yang berat tersebut.

Perlahan tapi pasti, Ryuga mulai berjalan pelan menuju tangga, tapi tanpa disadari kaki kanannya menginjak sebatang pipa besi yang ada di lantai.

Srraaatt!! Ryuga tergelincir dan kehilangan keseimbangan tubuhnya.

"Kyayayaya!! Jangan jatuh!!" meskipun berusaha agar tidak terjatuh, tapi beban yang dibawanya harus memaksa anak itu jatuh.

"Oh, tidak..." ucapnya panik.

Buagh!! Nasib naas diterimanya. Ryuga jatuh tertimpa patung pula.

"Ukh..." Ryuga tepar di lantai.

---- Beast Warriors ----


Tomozaki berjalan di hadapan ratusan prajurit Warriors yang berbaris sangat rapih di lapangan yang terletak di dalam area benteng utama...

"Aku hanya ingin memberitahu tentang penyerangan kita dua hari lagi..." ucapnya.

"Aku akan mengumumkan pasukan mana saja yang akan ikut dalam penyerangan kali ini..."

"Aku hanya akan membawa 20 pasukan saja dalam penyerangan kali ini. Masing-masing pasukan hanya kuberi minimal 10 prajurit." ungkapnya.

"Apa? Hanya 20 pasukan dan masing-masing hanya 10 prajurit saja? Apa yang dipikirkan Tomozaki sebenarnya?" gumam Kirina yang berada dalam barisan.

Tak hanya Kirina, semua pasukan Destroyers pun berada di sana.

"Aku akan menyebutkan 20 pasukan yang akan aku bawa 2 hari lagi, yang pertama adalah..."

"Pasukan pengendali tanah, kedua pasukan pengendali api, ketiga pasukan pengendali air, keempat pasukan pengendali udara, kelima pasukan pengendali akar..." Tomozaki terus menyebutkan pasukan-pasukan yang akan dipimpinnya dalam penyerangan dua hari lagi.

"Ketujuh belas pasukan penunggang Cobuss, kedelapan belas pasukan Crow XII, kesembilan belas pasukan medis dan yang terakhir..."

"Pasti Destroyers... Aku yakin itu." bisik Kirina kepada Rourui yang ada di sebelahnya.

Namun yah seperti biasanya, Rourui selalu diam jika itu bukanlah hal yang menurutnya cukup penting untuk dibicarakan.

"Haaah... Lama-lama aku seperti satu tim dengan batu." gumam Kirina.

"Pasukan terakhir adalah..."

"Pasukan bersenjata." lanjutnya.

Mendengar pasukan Destroyers tidak diikut sertakan, Kirina kaget dan merasa kesal dengan keputusan rekan satu timnya itu.

"Apa!? Dia tidak memasukkan Destroyers dalam misi kali ini? Apa yang dipikirkan sialan itu!!" Kirina hendak maju ke depan untuk protes pada Jendral bagian barat itu, namun Kuro menahan tangan Kirina agar tidak melakukannya.

"Apa yang kau lakukan?"

"Kau bertanya apa yang akan kulakukan? Sudah jelas aku akan menghajarnya!" Kirina benar-benar emosi kali ini.

"Untuk apa?" tanya Kuro datar seperti biasanya.

"Kau masih berani tanya untuk apa?! Untuk mengingatkannya siapa yang telah merekrutnya dari prajurit rendahan menjadi salah satu prajurit yang disegani ketika ia dimasukkan oleh Kapten Tatsuya ke dalam pasukan nomor satu yaitu Destroyers!"

"Dia sama sekali tidak menghormati Kapten! Dia tidak tahu balas budi, aku benci orang seperti itu!" Kirina sangat amat marah.

"Hanya itu saja, dan bersiaplah untuk 20 pasukan yang telah aku sebutkan tadi."

"Kita akan memulainya 2 hari lagi jadi berlatihlah lebih keras mulai hari ini!" setelahnya Tomozaki pergi meninggalkan tempat itu.

Sementara, Kirina masih kesal dan geram pada mantan anggota satu timnya tersebut.

"Cih! Dasar sampah!"

"Baru mendapat gelar Jendral saja dia sudah besar kepala dan melupakan orang-orang yang berjasa dalam hidupnya apalagi jika dia menjadi seorang raja?"

"Sudahlah Kirina..." Jinma mencoba menenangkan lelaki itu.

"Haaahh!! Siaaal!! Andai saja ada Kapten di sini!!" teriak Kirina meluapkan kekesalannya.

"Di manakah kau saat ini, Kapten?" ucapnya dalam hati.

Kuro menepuk pundak pemuda itu, "Percayalah padanya... Kapten pasti kembali..."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 119

Izuna Senju Take
2016-09-20 19:53:25
Good kaknTatsu aq tunggu chap selanjutnya.Kasih ,nilai 10
Zunuya Rajaf
2016-08-26 10:42:08
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-19 15:58:14
next read
Vor Deour
2016-03-19 22:44:36
Mugen Tsukoyomi is Begin.
Eiichiro Maruo
2016-02-16 06:54:34
Kirina galak amat yak, sampai marah marah gitu
Anique HyuUzumaki
2016-02-15 09:36:26
Tatsuya ada kemungkinan balik ke warrior lgi gak ya??
Phantom Alicia
2016-02-14 08:20:09
Tatsuya malah hidup damai di desa Beast
Dadang yg terluka
2016-02-13 16:43:03
Kapten pasti kembali
Ashura Senju
2016-02-13 05:45:18
lanjut gan
One For All
2016-02-12 22:39:01
untung patung itu gk pecah, klo pecah mungkin dipecat ya .. Hehe
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook