VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 117

2016-02-10 - Tatzumaru > Beast Warriors
235 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

Setelah perang di perbatasan Lore usai, sebagian prajurit bangsa Tribal mengevakuasi orang-orang yang terluka menuju desa. Pasukan yang dipimpin oleh Wakil Ketua yaitu Miray membawa beberapa perlengkapan seperti tandu untuk mengangkut korban yang terluka cukup parah.

"Oi, kau! Cepat bawa tandunya kemari!" teriak Miray tidak sabaran.

Di sisi lain, si penjaga perbatasan Chibaru bersama Ryuga dan Ryu juga sama sibuknya membantu mengevakuasi para prajurit yang mendapat luka ringan di sana...

"Apa kau masih bisa berjalan?" tanya Ryuga pada salah seorang prajurit.

"Ah, iya! Aku masih sanggup berja... Uh..." orang itu hampir jatuh akibat memaksakan dirinya berjalan.

Tapi untungnya Ryuga berhasil menyangga orang itu, "Jangan memaksakan dirimu, aku akan menolongmu."

"Ah maaf, aku jadi merepotkanmu, tuan Ryuga."

"Eh, tuan? Panggil saja Ryuga. Lagian kau lebih tua dariku, paman..."

"Shen, panggil saja aku Shen." sambungnya.

"Ah, oke Shen-san." lanjut Ryuga sambil melanjutkan memapah prajurit bernama Shen itu.

Tiba-tiba angin berhembus cukup kencang sampai membuat Ryuga dan Shen hampir terjungkal ke depan. Whuuuss!!

"Geh! Apa-apaan kau hah!?" bentak Ryuga sembari menatap ke atas yang ternyata hembusan angin tadi adalah ulah Ryu yang berasal dari kepakan sayap Elang raksasanya.

Bukannya minta maaf padanya Ryu justru mengejek Ryuga dari atas tunggangannya tersebut.

"Caramu tidak efisien! Lihat aku! Sekali berangkat bisa menampung beberapa orang sekaligus, wehahaha..." Ryu sangat puas meledek anak itu.

Yah, memang benar, dengan Elangnya, Ryu dapat mengangkut 3 sampai 4 orang tapi tiba-tiba Satoshi muncul di antara mereka.

"Shadow Hand!!"

Dengan jurus tangan Iblis bayangannya, Satoshi membawa 10 sampai 15 orang sekaligus, hal itu membuat Ryuga dan Ryu jadi semakin panas.

"Gahahaha!! Caraku lebih efisien daripada kalian berdua!! Gwehehehe..."

"Itu namanya curang!!" teriak Ryu tak terima.

"Apanya yang curang hah? Kau menggunakan caramu sendiri, jadi aku pun menggunakan caraku sendiri."

"Baiklah, jangan permasalahkan jumlahnya. Bagaimana kalau kita bertiga bertanding kecepatan saja!" Ryuga memberi saran.

"Oke siapa takut!" sahut mereka berdua.

"Siapa yang berhasil mengantarkan mereka ke desa pertama kali, dialah pemenangnya!" ucap Ryu.

"Haha! Aku terima tantangan kalian!" Satoshi sangat percaya diri.

"Apa hukuman bagi yang kalah? Jangan bilang kalau tidak ada hukumannya ya..." tantang Ryu.

"Memangnya aku pengecut! Baiklah, yang kalah akan dihukum mentraktir makan sepuasnya sampai misi ini selesai, bagaimana? Apa kau takut?" Satoshi memasang senyum pelecehannya.

Dengan wajah yang sedikit gugup, Ryu menjawabnya.

"O-Oke, siapa takut!"

"Baiklah kita sepakat! Bersiaplah di posisi kalian masing-masing!" Satoshi memasang ancang-ancang berlari.

"Kau siap, murid bodoh?" tanya Satoshi sambil menoleh ke kiri tempat Ryuga berada.

Tapi ternyata, Ryuga sudah tidak ada di posisinya, sejak mereka berdebat ternyata anak itu sudah nyolong start.

"3... 2... 1... Go!!" Ryu langsung terbang dengan kecepatan tinggi.

"Heeeehhh!!!! Tu-tunggu sebentar!!!"

Byuuusss...!!!

"Sialan! Dasar bocah tengik!!!" mau tidak mau Satoshi mulai berlari meski di urutan terakhir.

"Awas kalian ya!!!"

Prajurit yang lain hanya menatap heran ke arah mereka bertiga yang sudah pergi jauh di depan sana, "Apa-apaan mereka?"

"Ternyata mereka kekanak-kanakan sekali..." gumam Chibaru dengan wajah tak percayanya.

"Ryuga-sama benar-benar keren..." ucap Miray dengan hati yang berbunga-bunga.

Serentak semua yang ada di dekat wanita itu termasuk Chibaru langsung menjauh.

"Jangan terlalu dekat, itu bisa berbahaya." ucap Chibaru dan prajurit lainnya dengan wajah ketakutannya.

Beast Warriors Chapter 117 - Kecurigaan Sang Master
Penulis : Tatzumaru

Desa Agraft...

Tampak di depan rumah, Hyde bersama ayahnya yaitu Yagami tengah berbicara di sana.

"Apa kali ini ayah akan pulang ke rumah?" tanya Hyde dengan wajah yang cemas.

Dalam ingatannya, Hyde kembali terbayang ketika pertemuan terakhir mereka saat di bukit. Kala itu, Red membuka topengnya kepada Hyde dan Erika kecil.

Kemudian Hyde bertanya padanya, "Apa kau akan pulang?"

"..." Yagami terdiam mendengarnya.

Namun tidak berapa lama Yagami tersenyum sambil mengusap kepala Hyde kecil, "Aku pasti pulang..."

Mendengar jawaban dari ayahnya itu, Hyde tersenyum senang.

"Kami akan menunggumu pulang ke rumah..." ucap Hyde waktu itu.

Dan mungkin, Hyde yang sekarang merasa bahwa hal tersebut akan terulang lagi jadi ia hanya memastikan bahwa ayahnya akan pulang untuk kali ini.

Melihat wajah cemas puteranya itu, Yagami hanya tersenyum sambil mengelus kepala Hyde sama persis seperti dulu. Sontak Hyde kaget saat kepalanya dielus oleh ayahnya.

"Ayah masih ingat kebiasaan ayah?" tanyanya.

"Mana mungkin aku lupa..." jawab Yagami masih terus mengelus kepala anaknya.

Diperlakukan seperti itu, pipi Hyde jadi merah karena malu.

"Ta-tapi kan... Aku bu-bukan anak kecil lagi ayah... Ini memalukan..."

Para tetangga semuanya menatap ke arah mereka. Yagami baru menyadari hal tersebut dan langsung melepas tangannya dari kepala Hyde yang sudah malu berat.

"Meskipun sekarang kau sudah besar, tapi bagiku kau tetap Hyde kecilku yang nakal." Yagami kembali tersenyum.

"Eh?" Hyde terkejut.

"Tenang saja, aku pasti kembali untuk kali ini. Tapi setelah urusanku selesai."

Hyde hanya bengong sambil menatap Yagami yang mulai beranjak pergi.

Tiba-tiba Yagami menoleh dan berucap, "Jangan lupa siapkan makanan yang banyak saat aku pulang nanti..."

"Hmm... Aku akan memasak makanan yang sangat banyak saat ayah pulang nanti!!" Hyde melambai-lambaikan tangannya.

Tanpa berbalik, Yagami terus jalan sembari membalas lambaian tangan anaknya. Tanpa sepengetahuan Hyde, Yagami menangis sampai-sampai tidak berani menunjukkan wajahnya dan terus saja berjalan pergi.

Hyde menutup pintu rumahnya, dan ternyata Hyde juga menangis tanpa suara di balik pintu rumahnya.

"Jangan berbohong untuk kali ini, ayah..."

Kembali ke desa Taimuresu...

Di depan gerbang benteng pertahanan bangsa Tribal, Ryuga berhasil sampai duluan walaupun dengan cara curang...

"Hahh... Hahh... Hahh... Hehehe... Aku yang pertama!!" ucap Ryuga kegirangan.

Tapi tiba-tiba gerbang dibuka dari dalam, dan alangkah terkejutnya ternyata yang membuka gerbang itu adalah Satoshi dan Ryu yang sudah tiba lebih dulu tanpa sepengetahuan Ryuga.

"Heeeehhh!!!?? K-K-Kenapa kalian keluar dari dalam sana!!??" Ryuga terkejut setengah mati.

"Kau lama sekali, aku sudah lelah menunggumu, lamban." Ryu tersenyum jahat penuh kemenangan.

"Da-da-dan k-kau pak tua!! Kenapa kau juga sudah berada di sini hahh!? Bu-bukankah kau berada di belakang tadi!!?" Ryuga benar-benar tak habis pikir.

"Yo! Murid super bodoh... Aku memang di belakang tadi, tapi aku ini tidaklah bodoh sepertimu yang hanya berlari mengikuti jalan utama. Sesekali aku mengambil jalan pintas untuk bisa mendahuluimu yang curang! Wehahahaha!!"

"Apaaa!!?"

"Ternyata curang tanpa dibekali dengan otak cerdas itu hasilnya sia-sia saja ya?" ejek Ryu.

"Apa kau bilang!!?" Ryuga kembali marah-marah.

"Kau tahu sendiri kan, kalau otak si bodoh ini cuma setengah? Gehehehe..." ucap Satoshi menambahi.

"@!!#*...?%&!!!" Ryuga semakin marah.

"Jangan lupa kesepakatan kita... Wahahaha..." mereka pergi dengan wajah bahagia meninggalkan Ryuga di sana.

"Kalian curaaang!!!!" teriak Ryuga sekencang-kencangnya ke arah langit.

---- Beast Warriors ----


"G menarik mundur pasukannya?"

"Apa rencananya?" Shin kaget menerima laporan dari box hitam yang berasal dari mata-matanya.

"Entahlah, dia bilang hanya untuk pemanasan saja tidak lebih dari itu." jelas suara yang keluar dari box.

"Pemanasan?" Shin agak kurang percaya.

"Ya, dia hanya bilang seperti itu, tidak ada tujuan lain katanya. Tapi..."

"Tapi apa?"

"Eh... Mungkin ini hanya tebakanku saja, tapi kurasa aku mencurigai bahwa G memiliki hubungan dengan pasukan Warriors." pungkas suara itu.

"Apa!? G berhubungan dengan bangsa Warriors!?" Shin kaget mendengarnya.

"Tapi itu hanya perkiraanku saja, Master."

"Tunggu..." potong Shin.

"A-Ada apa Shin-sama?"

"Saat kau mengatakan itu, aku jadi teringat sesuatu..." balasnya.

"Eh, apa maksud anda?" tanya suara itu bingung.

"Apa kau ingat peperangan yang terjadi selama setahun terakhir ini?"

"Yah aku mengingat sebagian kecilnya, lalu...?" ucap suara di dalam box itu.

"Kurasa dia..." ekspresi Shin langsung berubah.

Lalu sang Master pun mengatakan apa saja yang selama ini dicurigainya pada si mata-mata yang belum jelas identitasnya itu.

".....Itulah kecurigaanku padanya." jelas Shin mengakhiri ceritanya.

"A-APA!!?"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 118

ThE LaSt EnD
2016-08-26 10:40:34
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-19 15:49:07
next read
Vor Deour
2016-03-19 22:34:58
Kenapa dibikin penasaran sih
Lyokovich the Death
2016-02-15 14:31:25
Dibagian akhir itu bikin penasaran tapi gak apa apa, lagian aku ketinggalan 2 chapter lagi
Anique HyuUzumaki
2016-02-15 09:25:30
Kasian si Ryuuga... kalah.
Derry Prayoga Hanief
2016-02-11 23:57:06
Hadir Next Lanjut Teruskan
Dadang yg terluka
2016-02-11 11:08:21
Keren
A wahyu
2016-02-10 20:19:48
Heeh, malah ngasih informasi ke mata-matanya
Death Of Enmando 2
2016-02-10 19:55:35
numpang lewat, ama ninggal jejak "-"
One For All
2016-02-10 19:17:44
ayo terus terus beast warriors harus dilanjutkan ....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook