VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 113

2015-12-19 - Tatzumaru > Beast Warriors
232 views | 10 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Oi, oi... Murid bodoh, apakah kau akan bersenang-senang sendirian?" Satoshi berdiri di samping Ryuga yang sedang memanggul pedang besar di pundaknya.

"Hahaha... Seperti biasanya, aku tidak mau menunggumu, orang tua." balas Ryuga.

Mereka berdua siap menghadapi G yang sudah dilengkapi senjata legendarisnya, Trigger.

"Kita belum tahu kekuatan apa yang dimiliki Triggernya itu, jadi sebaiknya kita bertahan dulu dan mencari tahu keistimewaan sarung tangan besinya itu." ucap Satoshi sok ngatur strategi.

"Kalau itu aku juga tau..." jawab Ryuga dengan memasang wajah datar tidak pedulinya.

"Dasar kau! Setidaknya kau jawab seperti para prajurit lainnya lah... Aku sudah capek-capek memasang tampang keren di hadapan mereka, kau malah membuatku terlihat bego di mata mereka, bodoh!"

"Tidak perlu kukatakan juga, wajahmu itu memang sudah kelihatan bego." ejeknya datar sedatar ekspresi mukanya. Ryuga maju meninggalkan gurunya di belakang.

"Hiiihh!! Dasar anak itu." Satoshi akhirnya ikut bergerak di belakang Ryuga.

Ryuga yang ada di depan langsung menghantamkan Cerberus, tapi G menahan pedang besar itu dengan Trigger di kedua lengannya. Daaank!!

Ryuga menghantamkan pedangnya beberapa kali, G terus menghalaunya dengan menyilangkan kedua tangannya. Daaank!! Daaank!! Daaank!!

Gesekan-gesekan kedua senjata legendaris itu menciptakan cahaya-cahaya menyilaukan seperti petir akibat pertemuan antara senjata terkeras di dunia tersebut.

Ryuga kembali menghantamkan Cerberusnya, Dash!

Kali ini G hanya menahan pedang besar itu menggunakan lengan kirinya saja, lalu pria itu menggunakan lengan kanannya yang bebas untuk menghantam perut Ryuga menggunakan Trigger yang membungkus lengan kanannya. BUAGH!

Satu hantaman sukses mengenai anak itu.

"Uagh!!!!" Ryuga muntah darah sebelum akhirnya tubuh anak itu terhempas di udara dengan sangat cepatnya.

Booommbb!! Ryuga menerjang sekumpulan prajurit Tribal sampai menerbangkan mereka dan menancapkan tubuh Ryuga ke tanah. BLAAARRR!!

"Sial kau!!" Satoshi datang dari arah belakang dengan gerakan cepat, pria itu melompat, melakukan manuver sekali di udara lalu melancarkan tinjunya ke tanah. Bruuaakk!!

"Senju no Kage!!"

Braakk! Braakk! Braakk!

Puluhan tangan Iblis bayangan keluar dari dalam tanah, bayangan berbentuk tangan Iblis itu menyerang G dengan cepatnya, hujan tinju bayangan menghujaminya secara terus menerus.

BAM! BAM! BAM! BAM!

Asap dari debu akibat serangan itu perlahan tersapu angin dan ternyata serangan yang dilancarkan Satoshi tidak mengenai apapun selain tanah di tempat itu.

"Kemana dia!?" Satoshi kaget ketika mendapati bahwa G sudah menghindari serangannya sejak awal.

Terkejut itulah yang Satoshi alami saat ini, karena entah dari mana, G sudah berada sangat dekat di samping lawan bertarungnya itu.

"Sial!" Satoshi langsung melapisi tinjunya dengan bayangan untuk memukul jatuh lawan dari jarak dekat.

"Kena kau!!" Satoshi memukulnya.

Tapi sayangnya lagi-lagi G sudah menghilang dari pandangannya, "Apaaa!?"

G tiba-tiba muncul dari belakang Satoshi, kemudian serangan yang sama seperti saat mengenai Ryuga pun diterima oleh Satoshi. G menghantamkan Trigger tepat ke punggung lawannya, serangan itu membuat tubuh kekar Satoshi terhempas seperti Ryuga dan menancapkannya sama persis seperti yang dialami oleh muridnya itu. BAM!

"Uwaagh!!" Satoshi menyemburkan darah dari mulutnya.

Beast Warriors Chapter 113 - Manusia?
Penulis : Tatzumaru

Di tempat Ryu, Kapten tim Eagle itu masih sibuk menebasi para binatang menggunakan Griffin-Bladenya...

"Hajar mereka! Griffinder!!" Ryu memberi perintah singa bersayap elangnya itu.

"Groooaaarr!!" makhluk bernama Griffinder itu terbang menuju tiga binatang yang ada di bawahnya.

BAM! Griffinder menginjak dua binatang sekaligas saat turun dan membenturkannya ke tanah.

Griffinder lalu menggunakan ketiga ekornya untuk melilit satu binatang lagi.

Ekor Griffinder yang berbentuk tiga ular phiton itu terus melilit dan mencengkram kuat tubuh lawannya sampai remuk. Grtaakk!!

"Whooaaarrgh!!!" binatang yang menyerupai rusa itu meringis kesakitan oleh lilitan ekor berbentuk ular tersebut.

Di tempat Kororu, Jendral Beast bagian utara itu masih saling jual beli serangan dengan beberapa binatang raksasa di sana.

Kembali ke Ryuga...

Ryuga bangkit lalu berlari ke arah pedangnya tadi menancap. Tanpa berhenti, Ryuga meraih pegangan pedangnya kemudian masih dengan berpegangan pada Cerberus ia bersalto, sembari menarik senjatanya yang menancap itu.

Setelah berhasil mengancabut pedangnya dengan gerakan akrobatik itu, Ryuga kembali melesat menuju G yang sudah menantinya.

"Datanglah kemari, Prajurit Bertangan Satu!" tantang G sembari membenturkan kedua Triggernya.

"Rasakan ini!! Whooaaa!!" Ryuga melompat tinggi.

Di udara, Ryuga menggenggam Cerberus menggunakan dua tangan dengan posisi ujung pedang berada di bawah.

Ryuga meluncur turun untuk menusuk G yang berada di bawah.

Whuuss... Dziiink!!

Anak itu hanya mengenai tanah di bawahnya saja sebab G berhasil menghindar dengan melakukan lompatan kecil.

"Dasar bocah amatir!" teriak G saat mendaratkan kakinya di atas permukaan tanah.

"Diriku atau dirimu yang amatir, paman topi aneh?" Ryuga menyeringai.

"Sial, aku lengah!" saat menyadarinya, G langsung menyilangkan kedua tangannya.

Masih dalam posisi pedang menancap, Ryuga memutar pegangan Cerberus seperti saat dia melawan salah satu binatang buas.

KLAK! Setelahnya Sugetsu merah pada pedang besar itu pun membesar dan meluap-luap.

Setelah dirasa cukup, Ryuga kembali memutar gagang pedangnya ke arah sebaliknya. KLAK!

"Blood Breaker!!"

Tanah mulai bergelombang dan dengan diiringi suara letupan yang berasal dari pedangnya membuat permukaan tanah di sekitar anak itu meledak akibat Sugetsu merah yang telah sengaja ia uapkan di dalam tanah. Duuaaarr!!

G benar-benar terkena ledakan itu.

---- Beast Warriors ----


"Apakah berhasil?" prajurit Tribal yang menonton pertarungan itu harap-harap cemas.

Di sisi Vida dan para medis lainnya, Miray dan dua prajurit Tribal yang mengawalnya sampai di tempat mereka...

"Miray-sama, apa kau baik-baik saja?" Yato bergegas mendekati Wakil Ketuanya itu untuk segera memberinya pertolongan pertama.

Yato yang merasa Sugetsunya telah kembali terisi itu langsung mengalirkannya ke seluruh tubuh wanita itu.

"Aku tidak apa-apa Yato, aku hanya tidak ingin membuat Ryuga-samaku khawatir..." ucap Miray dengan wajah yang merah karena tersipu malu.

"Mulai lagi deh..." pikir Yato.

"Maaf namamu Shirui kan?" Vida memanggil gadis di sebelah Yato.

"Ya, benar... Ada apa Vida-senpai menanyakannya?" tanya gadis itu dengan yah, wajah malu-malu seperti biasanya.

"Apakah Sugetsumu sudah kembali terisi?" tanya Vida lagi.

"Eh, anu... Sebenarnya Sugetsuku baru mencapai 70%, tapi jika aku bisa membantumu, akan kulakukan." sahut Shirui mantap.

"Aku butuh 2 orang untuk membantuku." ucap Vida.

"Kalau begitu aku dan Satty-senpai akan membantumu!"

"Benar kan, Satty-senpai?" Shirui tersenyu ke arah perempuan berkacamata itu, Satty.

"Tentu saja..." ucap Satty sambil membenarkan kacamatanya.

Masih dalam keadaan dirawat, Miray tetap saja memperhatikan pertarungan Ryuga melawan G dari kejauhan.

"Ryuga-sama, tunggu aku! Aku akan segera kembali ke sisimu..." pikir di benaknya.

"Apakah seranganku tadi berhasil?" ucap Ryuga di tempatnya.

Asap tebal masih menutupi area sekitar ledakan, tapi tanda diduga oleh Ryuga tiba-tiba...

Jbraatts!!

"Uwaaah!!" Ryuga terpental oleh hembusan angin yang begitu kuat.

"Apa itu tadi!?" pikir heran Ryuga saat tubuhnya terlempar.

Dari belakang anak itu, G muncul dan langsung menyerangnya dengan pukulan pemicu anginnya.

"Sial! Sejak kapan dia berada di sana!?" Ryuga kaget saat tahu G sudah ada di belakangnya.

"Trigger Wind!!"

Bruuuss!! Tekanan angin yang tercipta dari pukulan jarak jauh yang G lancarkan membuat tubuh anak itu tersapu dan kembali melemparkannya jauh.

"Gyaaah!!"

Ryuga terlempar menabrak puing bangunan di sana.

Baaammm!!

"Uhukk! Uhukk!" Ryuga kembali muntah darah.

"Dia kuat dan cepat... Uh..." anak itu meringis kesakitan sambil memegangi dadanya yang terasa sesak akibat benturan keras yang diterimanya.

"Trigger Wind!!"

G kembali menyerang dengan tinju pemicu anginnya dari jauh.

Brraattss!! Booommm!!

Ryuga dan puing-puing di sekitarnya kembali dihempaskan oleh G menggunakan sarung tangan Triggernya.

"Ukh... Dasar payah!" Ryuga memaki dirinya sendiri.

Anak itu berdiri kemudian berlari ke arah G yang ada jauh di depannya. Tapi lagi-lagi Ryuga harus rela diterbangkan oleh hembusan kuat angin yang tercipta dari pukulan sang Jendral.

Ryuga kembali bangkit dan terus mencoba mendekati lawannya untuk dapat menebasnya, namun usaha untuk melakukan pertarungan jarak dekat yang direncanakan Ryuga harus kandas sebab lagi-lagi sebelum sempat ia mendekat, pemuda berambut putih itu kembali diterbangkannya.

Byuuuss... Blaaarr!!

Anak itu terus dan terus saja mencoba, tapi tetap hasilnya sama, berkali-kali Ryuga mencoba mendekatinya, berkali-kali pula ia harus terlempar dan terlempar.

"Uwaaah!!"

Entah berapa puluh kali Ryuga terlempar, tapi anak itu tetap berdiri dan terus berdiri lagi.

"Bocah ini benar-benar gigih." gumam G tak percaya.

Sementara itu di tempat Vida dan para medis yang menangani sang Dewa, tiba-tiba mengalami hal aneh di sana...

Vida, Satty, Shirui dan anggota medis yang lain menggabungkan kemampuan sihir medis yang mereka kuasai. Mereka berhasil menutup dan menyembuhkan luka yang dialami oleh Kera raksasa itu namun sesuatu yang aneh pun terjadi.

"Kyaaah!! Apa ini!?" Shirui berteriak.

"Dewa adalah manusia?" Satty juga kaget.

Yah benar, tubuh raksasa Kera itu menyusut, makhluk yang dijuluki sebagai Dewa Penyelamat itu kembali ke bentuk aslinya, yaitu manusia.

"Se-sebenarnya apa yang terjadi!?" tanya anggota medis yang lainnya.

"Dia itu!!" teriak Yato.

"Apa kau mengenalnya, Yato-san?" tanya Miray dengan wajah yang terlihat serius.

Yato benar-benar terbelalak saat melihat wujud asli sang Dewa, "A-Aku kenal orang itu..."

"Heeehh...!! Apaaa!!?" teriak kaget semua yang ada di sana.

"Dia salah satu muridku yang tidak resmi!!" teriaknya.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 114

Zunuya Rajaf
2016-08-26 10:37:15
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-18 20:53:17
next read
Vor Deour
2016-03-19 16:27:03
Murid yang tidak resmi ? Sama donk kaya '..'
Phantom Alicia
2015-12-20 16:20:18
Murid tidak resmi? Ada juga dicerita
Yurry Zhinee
2015-12-20 09:14:32
♏♏♏¬¬¬¬˝Đ˝ŤŤŤ¬¬¬¬¬PPPP(y)
Anique HyuUzumaki
2015-12-19 20:38:17
Siapa ya si dewa itu??
Dzibril Al Dturjyana
2015-12-19 16:31:18
wow murid gak di anggap..
A wahyu
2015-12-19 13:21:07
Murid tidak resmi, wah apakah dewa kera melindungi tempat itu sebagai balas jasanya

2015-12-19 12:22:24
Makin Seru Aja Nech,,,kmungkinan Ryuga Bkal Pnya Kkuatan Baru Nech
dragon black
2015-12-19 12:18:26
ternyata dewa kera adalah bangsa beast juga
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook