VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 111

2015-12-14 - Tatzumaru > Beast Warriors
264 views | 16 komentar | nilai: 10 (1 user)

Ryuga benar-benar memukulnya, membuatnya melesat jauh sampai menabrak gunung batu sampai retak.

"Kereeen..." ucap Ryuga kagum saat tahu pukulannya bisa sekuat itu.

"Kyaaah aku lupaaa!!" Ryuga langsung melompat ke samping.

Dziiink!! Cerberus menancap ke tanah tepat di sebelahnya.

"Fiuh... Hampir saja..." pikirnya lega.

"Kyaaaaa!!! Ryuga-sama!!!" entah dari mana datangnya tiba-tiba Miray memeluk tubuh anak itu sambil berputar-putar.

"Whoaa!!! Apa yang dia lakukan!!!" teriak syok Satoshi dan prajurit lainnya kompak.

"Aku sangat mengagumimu Ryuga-sama!! Kau adalah idolaku!! Aku fans terberatmu!!! Kyaaaa!!!" Miray masih berputar dengan cepat sembari memeluk tubuh kecil Ryuga.

"Aaaaaaaaa!!! Dia mati!!!" teriak prajurit tadi saat melihat Ryuga tak berdaya dalam pelukan wanita itu.

"Apa yang kalian katakan haah!? Itu tidak sopan!! Ryuga-sama adalah prajurit hebat, mana bis..." Miray kaget saat sadar orang yang dipeluknya pingsan dengan wajah yang mengenaskan.

"Aaaaaaaa!!! Jangan mati dulu Ryuga-sama!!!" teriaknya sambil menggoyangkan tubuh Ryuga dengan sangat cepatnya.

"HENTIKAAAN!! JUSTRU KAU AKAN MEMBUNUHNYA JIKA SEPERTI ITU!!" bentak semuanya marah.

Melihat hal itu Satoshi hanya bisa melotot dengan mulut yang menganga, "A-Apa-apaan ini...???"

Beast Warriors Chapter 111 - Fans dan Idola
Penulis : Tatzumaru

Ryuga menyipitkan matanya, melirik ke arah wanita yang tadi memeluknya hingga hampir pingsan.

"Siapa wanita mengerikan ini?" pikirnya.

Miray hanya senyum-senyum sambil melakukan gerakan aneh dengan mata berbintang-bintang.

"Ma-maafkan wakil Ketua kami, Ryuga-sama!" ucap prajurit yang berbaris rapi di hadapannya.

"Terimalah hormat kami!!" semuanya bersujud pada Ryuga.

"Kyayayayayayaaa!! Ja-jangan seperti itu! Tidak apa-apa! Tidak apa-apa! Enggak perlu segitunya juga!" Ryuga benar-benar kaget.

"Terimakasih, Ryuga-sama!" seru semuanya.

"Sebenarnya kenapa dengan orang-orang ini sih?" pikirnya.

"Jadi wanita mengeri... Eh, maksudku wanita energik ini adalah wakil Ketua kalian?"

Ryuga melirik ke arah Miray, "Kyaaa!!! Apa yang kau lakukan!!!?"

Miray memonyong-monyongkan bibirnya ingin mencium idolanya tersebut.

Grap. Ryuga menghalaunya dengan memegangi wajah perempuan itu memakai tangan kirinya.

"A-Apakah dia selalu aneh seperti ini?" tanya Ryuga sambil masih menempelkan telapak tangannya di muka Miray yang masih berusaha menciumnya.

"Tidak! Ryuga-sama! Miray-san adalah wanita normal pada umumnya, tapi jika dia mendengar nama idolanya disebut, maka seperti inilah kejadiannya!" jawab para prajurit dengan nada mau berperang.

"Ehehe... Jadi begitu ya..." Ryuga memasang senyum memaksa.

"Duh... Suasananya kok jadi serem gini ya..." ucap anak itu dalam hati.

Tiba-tiba Satoshi berlari ke arah Ryuga dan langsung memukul kepala anak itu sampai benjol dan berasap. Blettank!!

"Yatatatatata... Sakiiittt..." Ryuga tepar.

"Aaaaaaa!!! Apa yang orang tua itu lakukaaan!!?" teriak prajurit Tribal kaget sekaget-kagetnya.

"Dasar murid bodoh! Kenapa kau ngobrol di saat seperti ini, haah!?" Satoshi marah-marah dengan wajah konyolnya.

Kemudian dengan sangat cepat Satoshi merubah mimik wajahnya menjadi sok ganteng sambil menoleh ke arah wanita di dekatnya, "Miray-chan, jangan hiraukan murid bodohku jika kau bisa bertemu dengan gurunya yang super tampan dan menawan ini... Namaku adalah Sa..."

Buagh! Belum sempat pria itu memperkenalkan diri, Miray sudah lebih dulu menginjak-injaknya di tanah.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA RYUGA-SAMAKU HAAH!?" Buagh! Buagh! Buagh!

"DASAR TUA BANGKA MESUM!!" Miray terus menginjak-injak Satoshi sampai berdarah-darah.

"Mi-Miray-san sangat menakutkan jika marah..." gumam para prajurit ketakutan.

---- Beast Warriors ----


"Apakah bocah ingusan itu yang disebut dengan nama Prajurit Bertangan Satu itu?" G juga tidak tahu wajah asli si pembunuh naga.

"Aku hanya tahu julukannya saja tapi setelah aku melihatnya sendiri, kurasa bocah itu hanya beruntung saja." pikirnya.

"Benarkah dia Prajurit Bertangan Satu yang terkenal itu!? Mustahil! Dia hanya seorang anak kecil!?" pasukan pemburu kelas A pun tidak percaya.

"Sepertinya rumor yang beredar di wilayah Kalastery terlalu berlebihan." ungkap G sambil terus menatap Ryuga dari jauh.

"Tapi..." G tiba-tiba mengepalkan tangannya.

"Ini mungkin akan menarik." G bangun dari posisi duduknya.

"Apa kita akan mengambil alih tugas prajurit ranking C, G-sama?" tanya Kapten tim pemburu kelas A.

"Yah, kurasa aku sudah bosan menonton. Lagipula aku belum melakukan pemanasan selama seminggu ini." jelasnya.

"Begitu ya? Baiklah." Kapten pemburu tersenyum.

"Ini akan menjadi pemanasan yang seru." Jendral G meregangkan otot-otot lengannya.

"Ayo maju..." ucapnya datar.

Jendral G dan pasukannya menuju ke tempat pertarungan.

Di tempat Ryuga, anak itu benar-benar merasa takut dengan fans beratnya itu...

"Su-sudah-sudah... Itu hanya cara kami saling menyapa, ja-jadi jangan salah paham, eh... Mi-Mi..."

"Miray-chan." ucap wanita itu membenarkan.

"Ah, iya Miray... chan." ucap Ryuga.

Mendengar namanya dikatakan, Miray merasa melayang di awan, "Dia memanggil namaku... Oh... Ryuga-sama..."

Perempuan itu kembali berbunga-bunga, sementara Ryuga, ia semakin ilfil padanya.

"Aha... Hahahaha..." Ryuga hanya bisa ketawa karena terpaksa.

"Wanita yang penuh kekuatan... Aaaahh..." ucap Satoshi yang terkapar dengan kondisi yang mengenaskan.

Gbruuaakk!! Tiba-tiba tekanan udara meningkat, semua orang yang ada di sana dapat merasakan kekuatan yang besar dari seseorang yang terjun tepat di tengah-tengah mereka.

"Uwaahh!! Apa ini!?" Ryuga juga dapat merasakannya.

"Siapa orang itu?" pikirnya.

"Hai, Ryuga Suichi. Tidak menyangka aku akan bertemu dengan seorang pembunuh naga di tempat kecil ini."

"Oi! Siapa kau paman topi aneh!?"

"T-Topi aneh?"

"Namaku Glu Joker, Jendral Beast bagian timur. Aku bukan topi aneh, bocah sialan!"

"Blue Jo... Jo... Eh... Namamu susah diingat." ucap anak itu dengan santainya.

"Dasar tidak sopan! Panggil aku G saja!" Jendral G agak kesal meladeninya.

"Nah... Kalau itu gampang diingat, paman Ji."

"Namaku G bukan Ji!!" teriak G sewot.

"Ooi G-sama, jangan sampai terpancing." bisik Kapten tim pemburu dari belakang.

"Iya aku tahu!" ucapnya tapi masih dengan raut wajah yang kesal.

"Kau mau apa paman?" tanya Ryuga dengan acuh tak acuh.

"Err... Bocah ini benar-benar menyebalkan..." geram G dalam hatinya.

"Oi, murid bodoh... Dia itu musuh..." Satoshi bangkit, "Dia itu orang yang dibicarakan oleh Kororu, Jendral Glu Joker, satu-satunya orang yang berani menentang perintah dari Master Shin."

"Eh, jadi paman topi aneh inilah orangnya?" Ryuga mulai serius.

"Kenapa orang seperti ini masih dibiarkan menjabat sebagai seorang Jendral? Apa yang sebenarnya Master pikirkan?" tanya anak itu.

"Oh soal itu ya..."

"Shin tidak memiliki wewenang untuk mencopot jabatanku." jelas G.

"Kenapa tidak bisa!? Dia itu pemimpin dari bangsa Beast harusnya mudah saja baginya melengserkan orang-orang seperti kalian yang tidak taat pada pemimpinnya!" teriak Ryuga mulai kesal.

"Dasar bocah ingusan." ejeknya.

"Jangan panggil aku bocah, sialan!!"

"Ya kau memang masih bocah, apa Kororu tidak menjelaskannya pada kalian?"

"Kalau begitu akan kujelaskan padamu."

"Tidak ada seorang pun yang mampu mencopot jabatanku meski itu adalah Shin sendiri. Dulu aku mendapat keistimewaan dari Master Kashigami-sama, bahwa tanpa seizin darinya aku tidak bisa dipecat ataupun dilengserkan dari jabatanku sebelum Kashigami sendirilah yang melakukannya."

"Aku adalah Jendral kepercayaannya, dan keistimewaan itu hanya diberikan untukku, tidak untuk yang lainnya. Apa kau sudah mengerti, bocah nakal?"

"Geh! Paman bernama Ji ini benar-benar minta dihajar yah..." Ryuga mencabut pedangnya.

"Eh? Kau mau melawanku, bocah ingusan?"

"Aku bukan bocah ingusan!!" Ryuga menebaskan pedangnya.

Satt!! Satt!! Satt!!

G mampu menghindari semua tebasan Ryuga tanpa melihat, ia bergerak dengan mata tertutup.

"Dia hebat!" pikirnya Ryuga.

"Paman topi aneh ini bisa membaca semua gerakanku tanpa melihatnya..." Ryuga terus menebaskan pedang besarnya, tapi G mampu menghindar dengan sangat mudah.

"Kau terlalu lamban dengan pedang besarmu itu..."

"Sial! Dia meremehkanku!" umpat anak itu geram.

"Hoaammpph... Membosankan." ucap G.

Tash!! Dengan satu tamparan di lengan kanannya, G berhasil membuat Cerberus terlepas dari genggaman Ryuga.

Dziiink!! Pedang besar itu terlempar dan menancap jauh dari tempat mereka.

"Apa!?"

Grap. G berhasil meraih kepala anak itu dan... Buuaakk!! Lutut G menghantam keras wajah anak itu sampai terjungkal beberapa kali ke belakang.

"Gah!!"

"Ryuga-sama!!!" teriak Miray cemas melihat idolanya dihajar.

"KAUUU!!!" perempuan itu sangat marah pada G.

"Kau telah membuat Ryuga-samaku seperti itu! Jangan harap kau bisa pulang dalam keadaan utuh!!!" Braaakk!!

Hentakan kaki Miray menghancurkan tanah saat melesat ke arah G dengan kekuatan penuh.

"Atatatatata..." Ryuga memegangi hidungnya yang sakit.

"Untung saja hidungku tidak patah..."

Jbuaakk!! Tinju wanita itu tepat mengenai wajah sang Jendral.

"Di-dia cepat..." G kaget.

"Kau telah melukai idolaku, dasar topi aneh!" Miray benar-benar sangat marah.

"Jika kau memukulnya satu kali, maka aku akan membalasmu 100 kali!! Hyaaaaaa!!!"

BAM! BAM! BAM! BAM! BAM!

Miray melancarkan pukulan demi pukulan ke arah wajah G dengan sangat cepat.

Di setiap pukulan yang dilancarkannya memiliki kekuatan yang luar biasa. Setiap kali tinju prajurit wanita itu mengenainya, ledakan-ledakan hebat pun terjadi di sekitar tempat mereka akibat tekanan udara yang begitu dahsyat yang tercipta dari kecepatan dan kekuatan yang ada pada serangan perempuan tersebut.

"Whoooaaa!!!" G terus mendapat serangan di wajah dan tubuhnya secara acak.

"G-sama!!" seluruh pasukannya tidak percaya bahwa Jendral mereka bisa terdesak sampai seperti itu oleh seorang wanita.

"He-hebaaat... Dia wanita yang sungguh mengerikan..." Ryuga kagum dengan kekuatan Miray.

"Bangsa Tribal memang memiliki fisik yang luar biasa..." Ryu yang memiliki pukulan terkuat pun bisa terkejut seperti itu.

"Serangan Miray lebih dahsyat daripada biasanya." Hajime juga kaget ketika mengetahui kemampuan sebenarnya dari wakilnya itu.

Bomb! Bomb! Bomb! Bomb! Bomb!

Serangan cepat penuh tenaga itu terus saja menghujami tubuh G. Ledakan-ledakan udara pun terus mengiringi setiap serangan yang dilesatkan oleh sang Wakil Ketua bangsa Tribal itu.

"Ini yang terakhir!!!! Haaaaaaa!!!!!"

Betts!! JBLAAAARR!!!!

Serangan terakhir itu membuat ledakan udara yang sangat amat super dahsyat! Hutan sampai rata dan tanah pun sampai bergetar. Semuanya benar-benar terperanga oleh aksi wanita super itu.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 112

Die And DeAth
2016-08-26 10:36:18
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-18 20:26:17
next read
Vor Deour
2016-03-19 16:02:00
Pfftt... Sabar ya. Ryuga-chan
FansnyaFujiokaNagisa
2016-01-20 18:52:27
Makin keren ajh deh senpai Tatzumaru (y)
Big bozz
2015-12-25 11:10:25
Miray, arishia yuuki versi OC bang tatzu
Anique HyuUzumaki
2015-12-19 14:00:33
Jangan remahkan cewek klo lgi marah. Wkwk
Nicky Hiroshi
2015-12-16 14:06:45
Serem amat marahnya Miray xD
Dadang yg terluka
2015-12-16 11:11:51
Keren
Rrrrr
2015-12-15 10:00:35
Menyeramkan Ryuga. Sendiri aja bisa sekarat kalo kena wkwkwkWkwk #arishia_yuuki
djaka
2015-12-14 23:05:22
Jendral yg istimewa...,sayang sekali keistimewaannya di gunakan semena-mena.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook