VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 110

2015-12-09 - Tatzumaru > Beast Warriors
271 views | 15 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Apa aku boleh membantu kalian?" tanya orang itu.

"Eh? K-Kau...!?" tim medis benar-benar terkejut melihat orang itu.

"Bu-bukankah kau ini seorang anggota medis markas pusat yang mendapat nilai tertinggi itu!?" para medis benar-benar kaget.

"Kyaaa!! K-Kau Kawaguchi-san!!" teriak salah satu dari mereka.

Duuaaarr!! Salah satu binatang jatuh oleh sebuah sayatan pedang tidak jauh dari tempat mereka.

"Haah... Dia itu selalu bertarung seenaknya... Tidak berpikir panjang dulu dalam melakukan sesuatu." gumam si Kawaguchi itu.

"A-Apakah di-dia itu temanmu, Kawaguchi-san!?" ucap semua anggota tim medis kaget.

"Yah dia itu adalah teman yang menyusahkan." jelasnya.

"Dia anak yang hebat! Dia mampu membunuh salah satu binatang dengan satu tebasan! Siapakah anak itu sebenarnya, Kawaguchi-san?" tanya mereka penasaran.

"Dia adalah seorang anak yang berusaha untuk menghentikan peperangan dan juga mengembalikan keutuhan keluarganya."

"Dia adalah Ryuga..."

"Dan kalian terlalu formal, panggil aku dengan nama Vida saja." ucapnya.

Beast Warriors Chapter 110 - Si Tangan Besi
Penulis : Tatzumaru

"Ryuga??" seorang gadis dari anggota medis seperti mengetahui sesuatu.

"Ada apa Shirui-chan, apa kau mengetahui sesuatu?" tanya anggota medis yang ada di sebelahnya.

"Eh? Anu... Eh..." Shirui jadi gugup.

"Kurasa aku pernah mendengar namanya... Tapi... Aku tidak ingat." lanjutnya.

"Dasar kau! Otakmu itu memang selalu lemot ya." balas pria di sebelah Shirui kesal.

"Maafkan aku Yato-senpai..." kata Shirui.

"Oh iya aku juga seperti pernah mendengar namanya, tapi aku juga tidak ingat." sambung seorang wanita berkacamata yang ada di depan Yato.

Sementara para medis membicarakan Ryuga, Vida hanya tersenyum kecil sembari berjalan mendekati sang Dewa yang masih mendapat perawatan dari beberapa anggota medis yang belum kehabisan Sugetsunya.

Vida menempelkan kedua telapak tangannya ke lengan besar kera itu. Sugetsu biru dari kedua telapak tangannya menyebar dan membuat Sugetsu anggota medis yang hampir redup kembali menyala menyelimuti tubuh besar kera itu.

"Terimakasih, Vida-san." ucap ketiga anggota medis yang masih menangani sang Dewa.

"Sama-sama..."

Di sisi anggota medis yang sudah kehabisan Sugetsu termasuk Yato dan Shirui, mereka menonton pertarungan Ryuga dari sana...

"Siapa anak itu? Aku benar-benar pernah mendengar namanya." pikir Yato.

"Dia kenal Kawaguchi-san, eh maksudku Vida-san, itu berarti anak itu bukanlah anak sembarangan." jelas Shirui malu-malu.

Setelah ia berhasil menebas salah satu binatang, Ryuga menyeringai, "Kalian menyebut diri kalian pasukan Beast? Cih! Kalian justru lebih rendah daripada sampah!!"

Ryuga berlari menuju dua binatang di depannya, ia berlari sambil menggesekkan pedangnya ke tanah sampai menciptakan percikan-percikan api. Jrraaassh!!

"Bu-bukankah di-dia itu bocah yang berhasil membunuh Draken, naga peliharaan Hulio tiga tahun yang lalu!!?" salah satu dari binatang itu ketakutan.

"Ku-kurasa kau benar... Ra-rambut putihnya itu adalah tanda bahwa dia berasal dari klan Suichi. Kenapa dia berada di sini!? Bisa gawat kalau dia mengamuk di tempat ini."

Ryuga terus berlari dan, "Breaker!!"

Ryuga menebaskan Cerberus dari bawah ke atas. Tebasan biru itu membelah tanah dan mengenai satu dari mereka sampai terbelah dan mengenai binatang lainnya yang ada di belakangnya. JBAATS!!

"Aaaaarrgh!!!" semua yang terkena serangan anak itu terhempas jauh ke segala arah.

"Te-ternyata memang benar dia anak itu..."

"Kalian sedang membicarakan apa?" bisik Satoshi yang sudah ada di tengah-tengah mereka.

"Ng!? S-Siapa pak tua ini!!?" teriak manusia badak bercula satu kaget.

"APA KAU BILANG!!? TUA KATAMUUU!!!?"

Satoshi langsung meninju tanah, "Senju no Kage!!"

Gbrruuaakk!! Beberapa tinju bayangan keluar dari dalam tanah dan mementalkan enam binatang sekaligus ke udara.

"Gyaaahh!!"

"Kuserahkan padamu!" teriak Satoshi sambil berlari menuju binatang yang lain.

Ternyata di atas sana Ryu yang menunggangi elangnya sudah berada dalam mode Griffinnya.

"Sial! Itu Kapten tim Eagle!" ucap panik manusia badak bercula dua yang juga ikut melayang akibat serangan Satoshi tadi.

"R-Ryu Takahasi!??" manusia badak bercula satu semakin syok.

Di atas Griffin-Beastnya, Ryu sudah siap dengan Griffin-Blade di tangan.

"Kalian tidak pantas menyebut diri kalian sebagai prajurit Beast!"

"Sial!! Habislah kita!!" teriak keenam makhluk itu di udara.

Ryu melompat turun dengan sangat cepatnya menuju mereka.

"Tsume Hakai!!"

Tak tahu apa yang terjadi, Ryu sudah mendarat di tanah.

Tiba-tiba... Batts!! Keenam binatang yang masih melayang di udara termasuk manusia badak bersaudara itu tersayat-sayat di atas sana.

"Grooaaah!!"

"Sekarang giliran kalian." gumam Ryu sambil menatap tajam binatang lainnya.

"Gawatt!!" semuanya ketakutan.

Di sisi lain, lima binatang melompat tinggi bersiap menerkam seseorang di sana...

"Bunuh dia! Jangan sam... APAAA!!?" tiba-tiba salah satu dari mereka kaget sementara orang yang akan mereka serang itu masih tenang-tenang saja.

"Kalian belum pernah melihat taringku ya?" gumam orang itu.

"Dia Jendral dari benteng utara!! Watanabe Kororu-san!!!" teriak binatang yang sempat sadar.

Tapi meskipun begitu semuanya sudah terlambat, kelima binatang itu sudah tak mampu menghindar di atas sana dan mau tidak mau akhirnya mereka tetap melakukan serangan bersama itu.

"Percuma, kita sudah tidak bisa menghindar darinya! Ayo kita bunuh saja!!" kelima makhluk itu siap memukul Kororu dari atas.

"Itukah pilihan kalian?"

"Kalau begitu tidak ada cara lain selain menunjukkan taringku pada kalian."

Kororu mengambil ancang-ancang seperti mau berjongkok, lalu...

"Terimalah kemarahan dari Raja Hutan..."

Kororu mengarahkan pukulannya ke atas.

"Raionzu Ga Fukimasu!!"

Sugetsu berbentuk singa tercipta dari pukulan itu dan Batts!! Kelima binatang itu terkena telak serangan Kororu. Mereka terbakar Sugetsu biru di udara.

"Aaaaaaaa!!!"

Binatang-binatang itu berjatuhan dengan tubuh yang masih menyala.

"Maaf." ucap sang Jendral utara dalam hati.

"Me-mereka sangat hebat..." ucap tak percaya Shirui.

Dan tak hanya Shirui saja yang berpikir kalau mereka hebat, Hajime, Chibaru, Miray, Yato dan prajurit lain pun sama takjubnya.

"Mereka hanya berempat, ta-tapi kekuatan mereka setara dengan puluhan prajurit." ucap Hajime dengan tubuh yang sudah penuh dengan luka.

Di sisi G dan pasukannya, mereka masih menonton pertarungan dari atas tebing itu...

"Tim bantuan dari pusat datang, bagaimana ini G-sama?"

Namun Jendral G masih tenang-tenang saja, "Hmm... Mereka mengirim Kororu ya?"

"Tapi meski begitu, Kororu hanya membawa empat orang saja dan juga mereka hanya 3 bocah ingusan dan 1 orang tua. Itu bukan masalah." ujarnya.

"Haah... Kurasa aku masih tetap kecewa."

"Shinjiru benar-benar meremehkanku dengan mengirim badut-badut itu untuk menghadapiku."

"Setidaknya kirimlah The Five Tiger atau Hyde untuk melawanku." gumam G tidak semangat.

"Tapi yah kita lihat pertunjukan apa yang akan para badut itu tunjukkan pada kita." G duduk bersila sambil memakan apel.

---- Beast Warriors ----


Manusia harimau gigi pedang melompat dan menebas menggunakan cakar tajamnya. Jrraaash!!

Serangan itu dapat ditahan dengan lengan kanan oleh Ryuga. Craaash!!

Lengan baju panjang Ryuga robek dan terkoyak. Namun untungnya tangan buatan anak itu cukup kuat untuk menahan cakar tajam lawannya tersebut.

"Apa? Tangan besi!?" ucap manusia harimau gigi pedang terkejut.

"Eh, tangan besi?" Yato dan yang lainnya sama terkejutnya.

"A-Apa jangan-jangan bocah itu..." wajah Yato benar-benar kaget sampai matanya melotot.

"Ada apa, Yato-san?" tanya Shirui dengan wajah malu-malu seperti biasanya.

Tiba-tiba Yato pun menjerit, "Kyaaaaa!!!! Bocah itu!!!! Dia adalah prajurit bertangan satu yang terkenal itu!!!!"

"APA!!?" teriak Shirui dan yang lainnya kompak, sekompak grup boy band.

"Yah tidak salah lagi! Bocah itu adalah Ryuga Suichi!! Pahlawan yang berhasil mengalahkan Draken!!" teriak Yato semakin histeris.

"APAAAAA!!!??" mereka benar-benar syok, terlihat dari raut wajah mereka bahwa tidak ada yang percaya bahwa pahlawan pembunuh naga atau prajurit bertangan satu itu adalah seorang bocah yang masih sangat muda.

"Benarkah dia adalah prajurit yang terkenal itu?" Hajime juga tidak mengetahuinya.

"Kyaaaah!!! Jika benar dia adalah prajurit bertangan satu itu, ini adalah hari keberuntunganku!!" Miray terlihat sangat senang dan berbunga-bunga.

"Oi penyakit aneh Miray-san kambuh lagi!" beberapa prajurit Tribal yang ada di dekatnya menjauh secara tiba-tiba.

"Oi... Oi... Kenapa kalian?" tanya Satoshi yang kebetulan berada di dekat mereka.

"Dia mengidap penyakit demam idola. Dia sangat mengidolakan prajurit bertangan satu, Ryuga Suichi." jelas prajurit itu.

"???" di atas kepala Satoshi muncul beberapa tanda tanya.

"Memangnya ada penyakit semacam itu, dasar idiot!!" bentak Satoshi.

Miray kegirangan dengan wajah konyolnya. Wanita itu benar-benar telah terhipnotis oleh sosok pahlawannya.

Wajah Satoshi semakin aneh saat melihat ekspresi prajurit wanita tersebut, "Wanita seksi ini sungguh terpesona oleh si bodoh itu."

"Tuh kan benar..." sambung dua prajurit tadi.

Kembali ke sisi Ryuga...

"Dasar bocah tengik!!" si manusia harimau masih menekan cakarnya pada lengan besi Ryuga.

Bruuaakk!! Tanah di bawah kaki Ryuga pun sampai hancur oleh tekanan yang diberikan makhluk itu.

"Apa hanya itu kemampuanmu haah, kucing tua?" Ryuga tersenyum lalu menebaskan Cerberus dengan tangan kirinya.

"Sial!" makhluk itu tahu kalau pedang besar itu cukup berbahaya setelah melihat dampak dari serangannya.

Manusia harimau gigi pedang itu mundur untuk menghindari sabetan Ryuga, tetapi...

Whuuss...

Ternyata Ryuga bukan berniat menebasnya, melainkan anak itu melemparkan pedangnya ke udara dan pada saat manusia harimau mengetahuinya, semuanya terlambat karena Ryuga sudah siap dengan tangan besinya.

"Sial! Aku terlalu fokus pada pedang itu!" pikirnya panik.

"Metallic Lacing!!"

Bang!! Tinju Ryuga tepat mengenainya.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 111

ThE LaSt EnD
2016-08-26 10:00:51
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-18 20:16:34
next read
Vor Deour
2016-03-19 15:52:22
Kasihan, Ryuga yg termasuk pahlawan beast. Masih dianggap badut
Anique HyuUzumaki
2015-12-19 13:06:50
Ryuuga dkk datang!
anonim999891
2015-12-11 21:02:22
Penyakit demam idola,hebat
dragon black
2015-12-11 16:43:36
mana kelanjutan nya gan..
anonim999888
2015-12-11 12:48:49
Ryuga Keren
Rrrrr
2015-12-11 11:17:50
Jadi, suara ditinju itu "bang" .. Ane baru tau.
Imouto no Daisuki
2015-12-09 23:00:24
Njiir.. Geregetan masa Ryuga dilupakan semudah itu :'v wkwkwk next kak Tatzu #MKH
djaka
2015-12-09 21:03:49
di tunggu kelanjutannya...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook