VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 109

2015-12-08 - Tatzumaru > Beast Warriors
266 views | 15 komentar | nilai: 10 (1 user)

Batts!! Hajime memukul jatuh salah satu binatang.

Binatang berwujud manusia komodo itu terpental, namun makhluk itu mampu balik menyerang, memukul lengan kiri Hajime dan membenturkannya ke batu besar di belakangnya.

"Uagh!" Hajime terpojok di batuan besar.

Sementara tangan kanan si manusia komodo masih menekan lengan Hajime ke batu, makhluk melata itu bersiap melesatkan tinju tangan kirinya untuk melanjutkan serangan pertamanya.

"Sial... Aku tak mampu menggerakkan tubuhku!" pikir pria itu panik.

Manusia komodo siap melepaskan serangannya, "Bersiaplah untuk mati... Hehehe..."

Makhluk itu langsung melesatkan pukulan beruntun dengan cepat dan juga penuh dengan kekuatan. Buuaaakk!! Buuaaakk!! Buuaaakk!!

Serangan bertubi-tubi itu terus mendarat pada Hajime, pukulan demi pukulan yang sangat kuat itu mulai membuat batu yang ada di belakang tubuh pria itu retak.

"Ketuaaa!!" teriak Chibaru yang juga sibuk melawan binatang lain seperti yang lainnya.

"Wooaaahh...!!!" Hajime menjerit ketika menerima serangan demi serangan yang dilancarkan oleh manusia komodo itu.

"Ketuaaa!!!!" teriak si prajurit wanita, Miray.

Makhluk itu terus menghujam tubuh kecil Hajime dengan tinjunya, satu pukulannya mampu mengenai seluruh bagian tubuhnya. BAM!!

Serangan cepat manusia komodo masih terus berlanjut, terus menghantamkan tinjunya pada tubuh kecil Hajime sampai akhirnya Grap. Serangan makhluk tersebut tiba-tiba berhenti.

"Ng!?"

"Tanganku tidak bisa bergerak?" si manusia komodo bingung, kenapa tiba-tiba pukulannya berhenti begitu saja.

"Jangan anggap remeh pasukan Tribal... Uh..." ternyata Hajime berhasil menghentikan serangan beruntun itu dengan tangannya.

Kini pria itu memegang erat lengan makhluk besar itu menggunakan kedua tangannya. Laki-laki itu penuh luka di sekujur tubuhnya tapi ia masih mampu untuk tersenyum dan mengatakan, "Ukuran tidak menjadi jaminan kau bisa menang melawan kami..."

"Di-dia...?" wajah manusia komodo terlihat panik saat lengannya tak mampu ia gerakkan sama sekali.

Hajime mengangkat pandangannya, pria itu melihat tepat ke arah mata makhluk itu. Tatapan intimidasi yang diberikan cukup sukses untuk membuat si manusia komodo mendapat sebuah tekanan mental yang luar biasa. Tatapan tajam penuh luka dan amarah dari Hajime benar-benar menaklukkan kebuasan dari manusia komodo. Tak hanya itu, terlihat sangat jelas bahwa manusia komodo benar-benar ketakutan saat ini.

Beast Warriors Chapter 109 - Kritis
Penulis : Tatzumaru

Di sisi sang kera, ia mendapatkan perawatan dari tim medis pasukan Tribal...

"Gawat! Dia masih hidup tapi..." ucap anggota medis.

"Detak jantungnya semakin melemah!"

"Kalau begitu, ayo kita lakukan itu!" salah satu anggota tim medis memberi saran.

"Apa kau yakin dengan hal itu!?"

"Kita belum sepenuhnya menguasai sihir penyembuhan itu, kan?"

"Jika kita membuat satu kesalahan kecil saja, itu justru dapat membunuhnya!" jelasnya.

"Tapi tidak ada cara lain selain mencobanya. Ini bukan latihan, nyawa Dewa sedang dipertaruhkan saat ini!"

"Baiklah ayo kita lakukan!" sahutnya walau sedikit kurang yakin.

Dan akhirnya tim medis pun bersiap melakukannya.

Kembali ke tempat pertarungan...

Miray bergerak dengan lincahnya saat menghindari hantaman demi hantaman dari sekumpulan binatang di sekitarnya dengan cukup baik, perempuan dari Tribal itu berhasil melewati salah satu binatang dan langsung melompat kemudian berlari di tubuh manusia kuda. Dia bergerak naik sambil terus menghindari tangkapan-tangkapan tangan besar yang mencoba untuk menangkapnya.

Tapi dengan refleks yang cukup tinggi, Miray mampu menghindari semuanya dengan mudah, dan ketika wanita tersebut sampai di bahu kiri makhluk itu, ia langsung melesatkan tendangan supernya tepat ke sisi wajah sebelah kirinya. Bang!

Tendangan keras perempuan itu sukses membuat manusia kuda hilang keseimbangan.

"Gah..." manusia kuda hampir jatuh, namun ia masih mampu menyeimbangkan tubuhnya.

Tapi hal itu tidak bertahan lama, sebelum pada akhirnya Miray menghantamkan tumit kakinya tepat mengenai bagian atas kepala makhluk itu sampai tersungkur menghantam tanah. Brruuaakk!!

"Oooaakh!!" manusia kuda tak sadarkan diri.

Perlahan namun pasti, kelompok binatang mulai terpojok, memang tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan fisik pasukan Tribal sungguh hebat, jauh di atas rata-rata manusia normal.

Yah meski kemampuan fisik mereka memang luar biasa, tapi tetap saja mereka manusia, stamina mereka lambat laun mulai terkuras dan membuat mereka mulai kelelahan.

"Haah... Haah... Fisik kami memang masih mampu untuk bertarung, tapi stamina kami benar-benar telah mencapai batasnya. Sial!" umpat Chibaru.

Seluruh prajurit Tribal tampak kelelahan, dan hal itu adalah kesempatan emas bagi pasukan Beast untuk menyerang balik.

Para binatang maju bersamaan, "Habisi mereka semua!!"

"Sial! Inikah akhirnya!?" Miray pasrah.

"Kita adalah pertahanan utama desa Taimuresu, jika kita kalah di sini..." Chibaru membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka kalah saat ini.

Desa akan hancur tanpa ada yang tersisa, yang ada hanyalah penderitaan yang akan dialami oleh warga desa.

Di sisi Hajime, pemimpin pasukan Tribal itu masih memegang erat lengan manusia komodo. Hajime tak mau melepaskannya meskipun ia terus mendapat pukulan terus menerus yang dilancarkan oleh makhluk itu.

Buuaagh!! Buuaagh!! Buuaagh!!

Meski kepalanya berdarah, Hajime tetap memegang lengan manusia komodo dengan sangat erat sampai-sampai urat-urat tubuhnya kelihatan semua.

"Lepaskaaan!! Dasar brengseeekk!!" makhluk itu terus memukulinya dengan wajah yang terlihat panik.

"Tidak akan pernaaah!!!!" teriaknya sambil memperkuat pelukannya di lengan manusia komodo itu.

"Whooaaahh!!!" jerit makhluk mengerikan itu sembari terus melancarkan tinjunya pada lelaki itu.

Melihat kegigihan dari pemimpin mereka itu, seluruh pasukan yang hampir menyerah tanpa sadar menitikan air matanya, mereka semua terharu melihat semangat pantang menyerah pemimpin mereka tersebut.

"Ha-Hajime-sama..."

Hajime terus mendapat serangan, tapi pria itu tidak akan pernah menyerah, walau nyawa taruhannya.

"Kami adalah bangsa Tribal!!" Hajime seperti mendapat stamina tambahan.

"Di-dia...!?" manusia komodo sangat kaget ketika pelukan di lengannya semakin kuat.

"TRIBAAAL OOOH YEAAAHHH!!!!"

Hajime meremas lengan makhluk itu sekuat tenaganya.

Krrttaaakk!! Terdengar bunyi tulang yang patah.

"Whoooaaahh!!!!" teriak makhluk itu kesakitan.

"MATILAH KAUUU!!!"

Duuaaarrr!!! Lengan kanan manusia komodo hancur berantakan.

Melihat perjuangan dari Hajime membuat semangat para prajurit kembali, kini semuanya tak mempedulikan apapun, yang ada di benak mereka saat ini hanyalah, "Berjuang sampai titik darah penghabisan!!!"

"YEEAAAAAHHH!!!!"

Semuanya berlari menuju lawannya tanpa ada sedikitpun rasa takut di wajah mereka.

"Whooaaahh!!!! Tribaaal oh yeaaahh!!!!"

Semuanya bertempur habis-habisan.

---- Beast Warriors ----


Di kejauhan, di atas sebuah tebing tinggi, Jendral G dan pasukan pemburu ranking A tengah mengamati pertempuran di perbatasan Lore...

G hanya tersenyum saat melihat sang Dewa Kera terkapar di sana.

"Ternyata aku tidak perlu repot-repot menggunakan kekuatanku untuk menangkapnya."

"Hanya dengan prajurit ranking C pun kera itu sudah kualahan, ternyata aku terlalu berlebihan menganggapnya sebagai lawan yang sebanding denganku." ucap G.

"Haah... Kalau begini percuma saja aku membawa pemburu kelas A kemari." G terlihat agak kecewa.

"Tapi yah, ini juga lumayan menguntungkanku... Wahahaha..." G tertawa penuh kemenangan.

"Apakah kita hanya akan menonton saja, Jendral?" salah seorang anggota pemburu kelas A bertanya.

"Yah, kurasa kita akan menontonnya sebentar lagi." sahutnya.

"Tapi pasukan kita mulai terdesak oleh pasukan Tribal, apakah tidak apa-apa, G-sama?"

"Tidak apa-apa, tidak apa-apa... Kita lihat beberapa menit lagi. Kemudian jika pasukan ranking C tidak mampu menyelesaikannya dalam beberapa menit, kita akan mengambil alih semuanya."

"Dimengerti!" jawab mereka kompak.

Namun dalam hati G sebenarnya ia menantikan sesuatu yang lebih dari kera besar itu, "Tunjukan padaku kekuatanmu yang sesungguhnya."

Di tempat para medis, mereka mulai panik saat mereka hampir kehabisan Sugetsu untuk menyembuhkan Dewa Kera...

"Sugetsu kita tidak cukup! Ini baru mencapai 70% ini buruk!" ucap panik salah seorang dari 10 medis yang menangani kera tersebut.

"Jika kita berhenti di sini karena kehabisan Sugetsu, ini akan berakibat fatal padanya!"

Para medis satu persatu mulai kehabisan Sugetsunya.

"Sial! Ini takkan berhasil!"

Di saat genting seperti itu tiba-tiba, "Apakah aku boleh membantu kalian?"

Para medis kaget, semuanya langsung menoleh ke arah sumber suara itu.

"K-Kau...!?"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 110

Die And DeAth
2016-08-26 10:00:26
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-18 20:07:09
next read
Vor Deour
2016-03-19 15:43:28
Kenapa saat vangsa tribal bilang oh yeah. Saya malah tertawa. Dan rupanya dia adalah Vida '-')//
Anique HyuUzumaki
2015-12-17 10:30:16
Siapa ya sukarelawannya??
djaka
2015-12-09 20:54:48
apa sebenarnya yg masih di tunggu Jendral G..
ibongneverland
2015-12-09 16:48:01
sang dewa kera dalam keadaan yang sangat buruk
dragon black
2015-12-09 08:16:14
lanjut terus gan..
Phantom Alicia
2015-12-09 00:32:11
Muncullah wahai ninja medis haruno sakura nghayal aja
hagoromo
2015-12-08 23:03:02
bang tatsu kenapa satosi kok ngak kembali2 ke masa depan.. ini aneh ..sampe 2thun lgi.... di manga 2 lain..mungkin ngk sampe 1bulan udh ngilang ...????!!!!
Elank hunter
2015-12-08 22:00:36
Jdi tmbah pnasaran ma klanjutan cerita nya..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook