VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 107

2015-11-10 - Tatzumaru > Beast Warriors
244 views | 15 komentar | nilai: 10 (1 user)

Kera itu terus mendapat serangan bertubi-tubi, serangan kombinasi manusia badak bersaudara itu membuatnya tak mampu berkutik di dalam sana. Serangan tak terlihat itu menyulitkannya untuk membalas ataupun hanya untuk sekedar bertahan.

"Bagai mana Dewa? Bukankah julukanmu itu terlalu berlebihan?" terdengar suara ejekan dari badak bercula satu.

"Dewa tidak akan kesulitan jika hanya oleh serangan seperti ini!" ucap suara itu lagi.

Kera itu semakin terdesak, sayatan-sayatan tak kasatmata itu terus menghujaminya sampai-sampai makhluk itu tak mampu berdiri dari posisi berlututnya saat ini. Seluruh tubuhnya bagaikan tertekan oleh sesuatu yang tidak kelihatan.

Batts!! Batts!! Ratusan sayatan terus menyerangnya tanpa henti.

Bruuaaakk!! Tubuhnya terus tertekan sampai tanah yang ada di bawah kakinya retak dan hancur akibat tekanan kuat yang didapatnya.

"Ssssss..." si Kera mendesis.

Kedua kakinya terus melesak ke dalam tanah.

"Kami sarankan agar kau menyerah saja..." kali ini giliran suara badak bercula dua yang terdengar di sana.

"Jika kau menyerah, kami akan membawamu tanpa harus membunuhmu, kau akan kami biarkan hidup." lanjut badak bercula satu menimpali kata-kata kakaknya.

"Sampai mati pun aku akan tetap menjaga harga diriku sebagai pelindung desa Taimuresu!" teriak Kera itu dengan lantang.

"Ternyata kau keras kepala juga..."

"Baiklah, maafkan kami jika aku dan kakakku harus membunuhmu!"

Badak bercula satu menambah kecepatan berlarinya, hal itu membuat bentuk debu penghalang yang berbentuk kubah kini berubah seperti angin tornado yang terus membumbung tinggi ke langit.

Whuuusss...

Dengan berubahnya debu penghalang, membuat tubuh Dewa Kera mulai terangkat dan melayang ke udara akibat angin kencang yang mendorongnya dari bawah. Brrrsssttt!!!!

"Grraaahh!!" pekiknya ketika tubuhnya terpental ke atas terbawa oleh angin.

Di luar angin tornado itu, pasukan Tribal yang berada jauh dari area pertarungan dapat melihatnya dengan jelas dari tempat itu...

"A-Apa itu!?" teriak kaget semua yang melihat.

"I-Itu mirip seperti tornado!"

Balik lagi ke dalam sana...

Tubuh besar Kera itu terus melayang di udara. Pasir yang saling bergesekkan satu sama lain di dalam tornado tersebut menciptakan kilatan-kilatan listrik di dalam sana. Kilatan listrik yang banyak itu mulai menyengat sang Dewa di dalamnya. Zrraatt!!!!

"Oakh!!" tubuh si Kera gosong akibat sengatan listrik yang terus menyengatinya itu.

"Kali ini kau takkan bisa lolos, kera busuk! Guahahaha!!"

Namun entah kenapa, tiba-tiba tornado itu meledak dan lenyap begitu saja. Braaassh!!

"Eh? A-apa yang terjadi!?" kedua manusia badak itu terpental jauh.

Ternyata saat di udara Dewa Kera menembakkan bola cahayanya ke bawah, tepat menghancurkan tanah di bawahnya hingga membuat serangan kombinasi manusia badak bersaudara dapat dipatahkan.

Duummm!! Tubuh Kera itu jatuh dan menghantam keras permukaan tanah.

"Dewa jatuh!!?" teriak pasukan Tribal kaget.

Beast Warriors Chapter 107 - Misi Darurat!
Penulis : Tatzumaru

Markas utama benteng pertahanan pasukan Beast...

Benda berbentuk kubus di atas meja tiba-tiba berdering. Tak lama seseorang menjawab panggilan dari box hitam dengan memencet tombol yang terdapat pada permukaan benda hitam itu. Klik.

"Halo?" jawab orang itu saat menerima panggilan tersebut.

"Benarkah ini Master Shinjiru-sama?" tanya suara yang keluar dari dalam box hitam.

"Yah, aku Shin dari markas utama benteng pertahanan pasukan Beast. Ini siapa ya?" Shin balik bertanya.

"Ah, maaf telah mengganggu waktu anda Shinjiru-sama... Aku adalah Hajime, pemimpin dari salah satu pasukan sekutu bangsa Beast yaitu bangsa Tribal." balas suara itu.

"Oh, ternyata Hajime-san ya? Ada apa?" tanya Shin lagi.

"Sebelumnya aku minta maaf jika pertanyaanku kurang sopan, tapi aku harus mengatakannya padamu."

"Ada apa? Suaramu terdengar sangat gugup?" ucap Shin yang menyadari perbedaan nada bicara pria itu.

Untuk sesaat Hajime terdiam, namun tidak lama pria itu mulai mengutarakan apa yang ingin dia katakan.

"Benarkah anda yang mengirim pasukan Beast untuk menyerang perbatasan Lore?"

Sontak pemimpin bangsa Beast itu terkejut, " A-Apa!? Apa yang kau bicarakan?"

---- Beast Warriors ----


Turk Island, Gunung Ameer bagian barat...

Pasukan Sigami sampai di depan gua pintu masuk menuju tempat senjata legendaris disembunyikan. Semuanya benar-benar kaget saat melihat pintu masuk yang ukurannya super besar itu. Seluruh prajurit tak mampu berkata-kata, mereka takjub hanya melihat pintunya saja.

"Apakah ini benar-benar jalan masuknya? Besar sekali..." ucap Taro dalam hati.

"Jika pintunya sebesar ini, seberapa mengerikannya makhluk bernama Bouma itu?"

Nyali para prajurit menjadi ciut. Bagai mana tidak, pintu masuknya saja mungkin mencapai ratusan meter tingginya dan bagaimanakah sosok yang ada di dalam sana? Pasti raksasa bernama Bouma itu sangatlah besar dan juga mengerikan, apalagi beredar rumor bahwa semua pemburu senjata dari berbagai penjuru dunia yang datang ke pulau Turk Island tidak ada yang kembali. Hal itu semakin menambah ciut nyali para prajurit.

"Kabar tentang tak adanya yang kembali dari pulau ini mungkin memang benar adanya... Kurasa para pemburu senjata dari berbagai dunia telah dihabisi oleh Bouma..." ucap salah seorang prajurit ketakutan dengan tubuh yang gemetaran.

"Jikbra kalian takut, pulanglah..." tanpa rasa takut sedikit pun Sigami melangkahkan kakinya masuk ke dalam gua besar itu.

Di sisi pasukannya, mereka masih terdiam di depan mulut gua.

"Jendral benar-benar gila..." seluruh prajurit masih terlihat ketakutan.

"Kalau begitu aku mau pulang saja..." ucap Kapten tim 8.

"Kau benar, jika kita tetap melanjutkannya, mungkin kita tidak akan bisa kembali." Kapten tim 2 mengikuti Kapten tim 8 pergi dari tempat itu.

Melihat dua Kapten tim memutuskan untuk kembali, prajurit yang lain satu persatu mulai mengikuti jejak mereka untuk pergi dari sana.

"Kalian mau kemana!?" Taro berusaha mencegah para prajurit pergi.

"Kami akan kembali ke Foundry." jawab mereka.

"Tapi kalian tidak bisa meninggalkan Jendral sendirian!" teriaknya.

"Apa kau tadi tidak dengar apa yang dikatakan Jendral!?" bentak Kapten tim 8.

"Siapa yang takut silakan kembali." lanjutnya.

"Cih! Kalian semua memang pengecut!" umpat Taro yang kesal dengan pasukannya.

"Apa kalian lupa bahwa tanpa Jendral Sigami bagai mana nasib kalian dulu, huh!?"

"Jika saja Sigami-san tidak menolong kalian di perbatasan Guleo dulu, mungkin kalian akan mati oleh pasukan Beast!"

"Begitu ya?" jawab Kapten tim 8 dengan nada meremehkan.

"Kurasa kaulah yang lupa jika pasukan kita dibantu oleh tim Destroyers dulu. Jadi bukan Jendral lah yang menyelamatkan nyawa kami, tapi si penghianat Lincoln lah yang menyelamatkan Jendral Sigami yang dalam keadaan sekarat waktu itu!" jelas Kapten tim 8.

"Itu memang benar, tapi jika Jendral tidak melindungi kita saat tim bantuan belum datang mungkin saat ini kita sudah tidak ada di dunia ini."

"Ah! Sudahlah... Percuma juga aku berbicara dengan orang-orang berkepala batu seperti kalian, hanya membuang-buang waktu saja!" Taro langsung berbalik dan mulai berjalan memasuki gua untuk menyusul Sigami.

"Sudahlah, biarkan saja..." orang-orang itu kembali berjalan meninggalkan gua.

---- Beast Warriors ----


"Kenapa harus kita yang melakukan misi ini!? Latihanku jadi tertunda kalau begini!!" Ryuga menggerutu saat berlarian bersama Kororu, Satoshi, Ryu, dan Vida.

"Master bilang bahwa semua tim di desa sedang melakukan misi lain, tidak ada tim lagi untuk misi ini jadi mau tidak mau kita harus menerima misi ini!" ujar Kororu yang berlari di barisan paling depan.

"Lagian pasukan mana sih yang melakukannya?" Satoshi bertanya.

Mereka berbicara sambil terus berlari secepat yang mereka mampu...

"Tentang itu, sepertinya Master juga tidak mengetahuinya secara pasti. Tapi menurut firasatku, yang berani menentang perintah Master hanyalah dia!" ucap Kororu dengan mata yang terlihat serius.

"Dia? Dia siapa?" tanya Satoshi tak mengerti apa yang dimaksud oleh sang Jendral Beast bagian utara itu.

"Yang kumaksud adalah Jendral G dari benteng timur!"

"Jendral G? Apakah itu sebuah nama?" Satoshi semakin bingung.

"Jendral G bernama lengkap Glu Joker..." kata Ryu tiba-tiba.

"Glu Joker?" Satoshi belum paham juga.

"Oh iya, kau tidak akan tahu siapa dia, sebab kau bukanlah berasal dari masa ini bukan? Baiklah, akan kuceritakan sedikit tentangnya..."

"Glu Joker adalah..."

"Salah satu rival Master Shin dan Hyde saat di akademi dulu." jelas Kororu.

"Terus..." ucap Satoshi datar.

"Kau kelihatan tidak begitu peduli ya?" Kororu jadi agak malas untuk mengatakannya.

"Walau pun aku tidak peduli, tapi katakan saja!"

"Baiklah..."

Kororu jadi serius, " Dia... Orang yang berbahaya, jadi berhati-hatilah padanya. Dia sulit untuk ditebak!"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 108

Die And DeAth
2016-08-26 09:58:54
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-18 19:29:11
next read
Vor Deour
2016-03-19 15:23:50
Badut lem... muahaaa...
djaka
2015-11-28 21:04:48
lanjut...
andri
2015-11-22 09:15:38
ktinggalan jauh niih, v lanjut truss gan
Anique HyuUzumaki
2015-11-21 14:40:25
Kok dikit updatenya?
hagoromo
2015-11-18 22:48:33
bang tatzu .di chapter brapa? hyde membunuh jarged... kan saat penyusupan ...dia kan nglawan jin ..si manusia oyot..
Kikko Y Azukiela
2015-11-18 17:28:42
lama gk baca tau" sekarang dah cp 107. .
Dadang yg terluka
2015-11-17 19:28:00
Q Mw Pulang
Phantom Alicia
2015-11-13 23:00:03
Hmm nama Joker muncul, jd keingat batman
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook