VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 106

2015-11-09 - Tatzumaru > Beast Warriors
255 views | 14 komentar | nilai: 10 (1 user)

Setelah selesai memperbaiki kedai mie, Satoshi, Ryuga, Vida dan Ryu sarapan di sana. Mereka sarapan dengan makanan yang dimasak Vida...

"Ayo kita makan!"

"Selamat makan!!" ucap semuanya.

Secepat kilat Ryuga mengambil banyak sekali makanan di atas piringnya. Satoshi, Vida dan Ryu hanya melongo melihatnya.

Ryuga langsung memakan makanannya dengan cepat, anak itu terus memasukkan berbagai macam makanan ke dalam mulutnya sampai penuh.

"Nyamm! Nyamm!" Ryuga makan tanpa memperdulikan yang lainnya.

"Kebiasaan makannya tidak berubah sama sekali..." ucap gadis itu dengan ekspresi wajah anehnya.

"Kenapha khalian tidak makhan?" tanya Ryuga dengan mulut penuh makanan.

"APA YANG MAU KITA MAKAAAN!!!" teriak semuanya.

"SEMUANYA TELAH KAU HABISKAAAN!!!"

Dan benar saja, semua makanan yang ada di meja telah diambil Ryuga semuanya. Melihat piring-piring di atas meja telah kosong, Ryuga hanya tersenyum asam sambil terus memasukkan makanannya ke dalam mulut.

"Selera makanku jadi hilang..." kata Ryu menyipitkan matanya dan terus melirik ke arah Ryuga dengan tatapan sinisnya.

Sesudah makan, sebenarnya hanya Ryuga saja yang makan, mereka pergi menuju rumah sakit untuk melihat perkembangan teman mereka, Hayate...

"Inikah rumah sakitnya?" tanya Satoshi dengan wajah berseri-seri dan mata yang bersinar-sinar.

"Kenapa dia itu?" bisik Ryuga dengan tampang yang penuh tanda tanya.

"Entahlah... Dia terlihat begitu bersemangat." jawab Vida sama bingungnya.

"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo masuk!!" teriak Satoshi dengan diselimuti semangat 45.

"Ada apa dengannya? Dasar orang yang aneh..." gumam Ryu dengan wajah datar.

Satoshi benar-benar bersemangat, pria itu berjalan dengan penuh kegembiraan.

"Di dalam pasti banyak suster-suster cantik..." pikir Satoshi sambil terus berjalan menuju pintu masuk rumah sakit.

"Datanglah padaku, wahai suster-suster cantik!" Satoshi membuka pintu masuk, lalu...

"Sambutlah tuan tampan dari Agraft yang super luar biasa ini!!" seru pria bertubuh kekar itu saat membuka pintu masuk.

"Eh? Apaan nih!?" kata Satoshi heran saat melihat ruangan di dalam.

"Kok beginian?" wajah Satoshi semakin kusut saja.

Di sana banyak sekali kakek-kakek dan nenek-nenek renta berjalan ke sana-kemari.

"Oi guru Satoshi! Apa yang kau lakukan di sana...?" panggil Ryuga yang ada di depan gedung di samping gedung yang Satoshi masuki.

"Oe?" Satoshi menoleh ke tempat mereka.

"Kau salah gedung!" teriak Vida.

"Gedung rumah sakit yang ini!" sambung Ryuga sambil menunjuk gedung yang ada di depannya.

"Gedung yang kau masuki itu adalah panti jompo..." lanjut Ryu sambil menunjuk ke arah papan nama di dekat Satoshi.

Saat pria itu sadar ia telah salah gedung, Satoshi benar-benar malu sampai-sampai wajahnya menjadi pink.

"Oh aku tahu... Kau ingin pensiun dini ya guru? Hahahaha..." Ryuga menertawainya.

"Berissiiik!! Aku hanya ngetes kalian saja!! Kukira kalian tidak tahu tempatnya, tapi sekarang aku tahu kalau kalian memang cerdas!" teriaknya ngeles.

"Jelas-jelas dia yang tidak tahu tempatnya, payah..." gumam Vida dengan wajah datarnya.

Beast Warriors Chapter 106 - Serangan Kombinasi Manusia Badak!
Penulis : Tatzumaru

Di pulau Turk Island, pasukan Sigami telah sampai di tempat yang mereka tuju, tempat di mana senjata legendaris ketiga disembunyikan, dan tempat yang juga dijaga oleh raksasa bernama Bouma...

"Benarkah ini tempatnya, Jendral?" Taro bertanya sembari memeriksa sekitar gunung besar yang terhampar di hadapan mereka.

"Yah, aku bisa merasakan keberadaannya di tempat ini. Aku merasakannya melalui tanah yang kuinjak." ternyata Jendral Warriors bagian utara itu mampu merasakan keberadaan makhluk itu melalui pengendalian tanahnya.

"Hebaaatt..." ucap Taro yang kagum dengan kelebihan yang dimiliki oleh atasannya tersebut.

"Memang tidak salah jika Sigami-san menjadi salah satu Jendral besar, laki-laki ini memang hebat." ucap Taro dalam hati.

"Jendral! Kami menemukan pintu masuknya di bagian barat gunung ini!!" lapor tim 9 yang bertugas memeriksa area di sana.

"Baik, ayo kita ke sana!" Sigami memberi perintah pada seluruh pasukannya.

"Baik, Jendral!" sahut semuanya kompak.

Seluruh pasukan mulai bergerak menuju sisi bagian barat gunung Ameer.

Sementara di perbatasan Lore, pertempuran masih terjadi di tempat itu...

Dewa Kera mendarat setelah sebelumnya menembakkan bola cahaya dari dalam mulutnya. Nampak setelah menerima serangan monyet besar itu, binatang-binatang liar masih terkapar.

"Dewa menang!" seru Chibaru gembira.

"Belum! Binatang-binatang itu belum mati!" bantah Hajime ketika melihat salah satu binatang yang menyerupai panda itu bangkit.

"Ah, panda itu masih hidup!!" pasukan Tribal yang lain kaget.

Kini Kera itu berhadapan dengan Panda bermata satu.

"Kera brengsek..." ucap Panda yang juga bisa bicara seperti Kera itu.

"Sudah kuduga... Kalian bukanlah binatang liar biasa. Kalian adalah prajurit Beast bukan?" ungkap Kera itu.

"Pa-Panda itu juga bisa bicara!!?" teriak tak percaya pasukan Tribal.

"Yah kau benar... Kami adalah prajurit Beast seperti yang kau katakan tadi." jelas Panda.

"Dia bilang apa? Me-mereka itu adalah pasukan Beast?" Hajime terkejut mendengar hal itu.

"Kenapa bangsa Beast melakukannya!? Bukankah pasukan Beast takkan melakukan hal-hal jahat? Apa yang terjadi di sini!?" Chibaru tak habis pikir dengan hal tersebut.

"Ada apa ini? Bukankah pasukan Beast adalah sekutu bangsa Tribal?" ucap yang lain kaget.

"Dewa Kera adalah makhluk yang baik! Tapi kenapa bangsa Beast ingin melawannya, apa tujuan mereka sebenarnya!" pertanyaan demi pertanyaan terus menghampiri kepala mereka.

"Kenapa bangsa sebesar kalian datang ke tempat sekecil ini? Apa tujuan kalian, huh!?" tanya Dewa Kera dengan sedikit membentak.

"Tujuan huh?"

"Kami hanya mendapat perintah untuk datang dan menangkapmu." balas Panda bermata satu itu.

"Eh!? Menangkapku? Apa salahku?" si Kera kembali bertanya.

"Entahlah..." balas si Panda lagi.

"Aku pun tidak tahu apa alasannya, tapi..." Panda berhenti sejenak, " perintah tetaplah perintah, kami akan melaksanakan apa pun yang diperintahkan oleh atasan kami."

Binatang-binatang yang lain mulai bangkit kembali.

"Siapa atasanmu!?" tanya Kera raksasa itu penasaran.

Tapi Panda tak mau memberitahunya, makhluk berbulu putih dengan corak hitam itu hanya mengatakan, " Itu bukan urusanmu... Kami hanya diminta untuk menangkapmu, tidak ada jawaban lain selain yang kau dengar barusan!"

BAMM!! Setelah mengatakan hal itu Dewa Kera langsung melayangkan pukulannya hingga Panda terlempar jauh.

Binatang-binatang yang lain benar-benar kaget dibuatnya.

"Kau terlalu banyak omong..." ucap Kera itu pelan.

"Lawan ya lawan!" teriak si Kera sambil berlari menuju binatang yang lain.

"Dia memukulnya, ayo seraaang!!!" seru si manusia badak bercula satu.

"YEAAAHH!! SERBUUU!!!" teriak manusia badak bercula dua.

Mendengar perintah dari manusia badak bersaudara itu, pasukan binatang mulai berlari menuju Kera itu, " Grroooaaarr!!!"

"Majuuu!!!"

Sang Dewa kembali melontarkan tubuh binatang-binatang itu menggunakan pukulan-pukulan cepatnya.

Para binatang kembali berterbangan saat menerima serangan itu.

"Kakak! Serangan kombinasi!" teriak badak bercula satu pada kakaknya, manusia badak bercula dua.

"Yosh! Ayo lakukan!!"

Mereka bergerak maju bersama, badak bercula satu berlari mengitari si Kera.

"Apa yang akan mereka perbuat!?" pikir sang Dewa.

Kera itu tak mau mengambil resiko, monyet besar itu kembali menembakkan tembakan-tembakan bola Sugetsu berwarna kuning keemasan beberapa kali. Tapi si badak bercula satu itu terlalu cepat, semakin lama gerakannya makin cepat dan terus bertambah cepat. Asap debu akibat bekasnya mengitari si Kera mulai mengganggu pandangan sang Dewa. Asap itu bagaikan sebuah kekkai yang terbuat dari debu.

"Gawat! Aku tidak bisa melihat keluar!" pikirnya ketika makhluk itu terkurung di dalam sana.

"Aku harus menerobosnya..." si Kera berlari sekuat tenaganya, tapi saat tubuhnya menyentuh kekkai ia terpental ke belakang. Buuukk!!

"Apa ini?" ucapnya bingung karena tak mampu menembus penghalang debu tersebut.

"Kau takkan bisa keluar dari dalam kekkaiku!!" jelas si badak bercula satu yang gerakannya sudah tidak kelihatan lagi akibat debu itu.

"Sial!" umpat sang Dewa.

"Sekarang terimalah serangan tak terlihatku!" ucap suara itu lagi.

Batts! Batts! Tubuh si Kera tercabik beberapa kali oleh serangan yang tak kasatmata.

"Ukh!"

Serangan itu memang tidak terlihat, tapi jika ditampilkan dalam gerakan lambat atau slow motion, kita akan dapat melihat bagai mana kejadiannya.

Di dalam pusaran debu, badak bercula satu terus berlari mengitari sang Dewa supaya debu di sekelilingnya tidak menghilang, dan justru jika badak bercula satu terus berlari, debu akan semakin banyak untuk mengacaukan pengelihatan lawan mereka. Dan jika kita melihat serangan tak terlihat tadi dengan gerakan lambat, di sana terlihat jelas bahwa serangan tak kasatmata itu sebenarnya adalah teknik gabungan si badak bersaudara.

Ketika badak bercula satu terus lari, badak bercula dua terus bolak-balik melompat ke sana-kemari sambil mengarahkan kedua culanya pada si Kera lalu setelah mengenainya, ia bersembunyi di dalam debu kemudian melakukannya lagi secara berulang-ulang dengan kecepatan tinggi. Itulah mengapa Dewa Kera tak mampu melihat pergerakan mereka berdua.

Dalam gerakan normal, Dewa Kera terus tercabik-cabik oleh sesuatu yang tak terlihat.

"Whooaaarr!!" raungan kesakitan monyet itu bergema di dalam sana.

Dewa Kera terus tercabik tanpa bisa membalasnya. Kera itu mulai hilang keseimbangan, dan akhirnya makhluk berbulu itu jatuh berlutut.

Darah monyet itu mulai bercipratan kemana-mana.

"Rooaaarr..." kondisi Dewa Kera semakin parah.

---- Beast Warriors ----


Di kebun yang terletak tidak jauh dari hutan Oreguss, nampak kakek Kenta tengah memanen sebagian buah apel yang ada di kebunnya itu...

"Syukurlah panen kali ini lebih banyak daripada panen kemarin." ucap si kakek senang sambil memetiki apel-apelnya yang sudah matang.

"Hei Rise, apakah di sana juga sudah matang?" teriak Kenta.

"Sepertinya yang di sini akan matang dalam beberapa hari ke depan!" sahut Rise ceria.

"Hei, Takuma! Apa kau tidak mau turun ke sini?" panggil perempuan itu melambaikan tangannya ke salah satu pohon di dekat tempat itu.

Tampak di atas pohon itu, Tatsuya dan si anjing tengah duduk di salah satu dahan sambil memperhatikan kakek dan cucu itu memetik apel. Tatsuya dan Taruma si anjing hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka saat diminta untuk turun oleh Rise.

Rise mengerutkan dahinya lalu berteriak pada mereka berdua, " Kukira hanya nama kalian saja yang hampir sama, tapi ternyata sifat kalian juga mirip!"

Tatsuya dan Taruma hanya tersenyum dari atas pohon saat melihat perempuan itu marah-marah.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 107

ThE LaSt EnD
2016-08-26 09:58:14
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-18 18:53:02
next read
Aerilyn Shilaexs
2016-08-18 18:52:42
pasukan Beast adalah sekutu bangsa Tribal. Tapi waktu para beast diserang, bangsa tribal ngga ngebantu,
Vor Deour
2016-03-19 15:17:48
Good job, Rhinoceros Brother..
Anique HyuUzumaki
2015-11-21 14:17:21
Kyaaa! Tatsuya makin keren!
David Blueskhniczky
2015-11-17 08:07:33
Kakkoi next chapter senpai
Phantom Alicia
2015-11-13 22:49:18
Wtf?? Sifat hewan yg sama kyk Tatsuya ? Parah tuh
dragon black
2015-11-13 14:50:33
lanjut je dah..
Dzibril Al Dturjyana
2015-11-10 07:01:56
lanjutkan pertarunganya
hagoromo
2015-11-09 22:55:37
ni yg janggal dri beast warrior.tentang jarged seharusnya jarged kan udah mati saat penyusupan lincoln dan hyde.knpa mreka ingin membunuh jarged..kan jarged hilang brsama yagami
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook