VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 102

2015-10-21 - Tatzumaru > Beast Warriors
259 views | 15 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Jelaskan padaku, kenapa si menyebalkan ini berada di sini, Kororu-sensei!" Ryuga menatap sinis ke arah Ryu yang bersender di batu dengan santainya.

"Dia yang akan melatih tenaga dalammu!" jawab Kororu enteng.

"Kau dengar sendiri bukan?" ucap Ryu dengan nada mengejek.

"Apa!! Dia itu satu tingkatan denganku saat di akademi dulu!! Lagipula aku ini lebih hebat darinya!" teriak Ryuga masih tidak terima dengan keputusan yang dibuat Kororu.

"Lebih hebat dariku katamu? Heh..." ejek Ryu sambil tersenyum asam.

"Kau meremehkanku ya!?" Ryuga kembali marah-marah.

"Memang kenyataannya begitu..." Ryu mengangkat sebelah alisnya.

"Lagian sudah jelas kan, aku sudah diangkat menjadi seorang Kapten dari tim terkuat. Itu sudah membedakan status kita dengan jelas, dasar bodoh!" ledeknya lagi.

"Kau..." Ryuga semakin kesal dan geram.

"Kalau kau masih tidak bisa menerimanya, bagai mana kalau kita tentukan dengan sebuah pertandingan?" Ryu memberi saran.

"Ha! Siapa takut!" balas Ryuga bersemangat.

"Bagai mana ini sensei? Apa anda akan membiarkannya saja?" tanya Vida.

"Ah, biarkan saja..." jawab Kororu yang malah sibuk membuka bekal makanan.

"Guru yang tidak bertanggung jawab..." pikir gadis itu sembari menyipitkan matanya.

Ryu dan Ryuga saling bertatap muka, aliran listrik dari kedua mata mereka saling beradu.

"Jika kau dapat mengalahkanku, aku akan mengundurkan diri menjadi pelatihmu. Tapi jika kau yang kalah, maka kau harus patuh padaku sebagai pelatihmu dan panggil aku dengan sebutan sensei. Bagaimana?"

"Baik! Bersiaplah untuk mengundurkan diri!" seru Ryuga dengan sangat yakin.

"Baiklah, ayo kita mulai..." lanjut Ryu.

"Oh iya, jangan sampai kau menghancurkan lengan barumu itu ya! Hehehe..." Ryu kembali tersenyum meremehkan.

"Jangan harap kau akan menang melawanku!! Haaaaaa!!!" tanpa basa-basi Ryuga langsung melesatkan sebuah pukulan ke arah Ryu.

"Terlalu terburu-buru seperti dulu..." Ryu tersenyum menunggu serangan itu.

Whuuuss...

Tap. Dengan mudah pukulan Ryuga ditangkapnya.

"Ceroboh seperti biasanya." Ryu langsung melepaskan pukulan dengan tangan satunya tepat ke perut Ryuga yang sudah terkunci.

"Sial!" umpatnya.

Jbuuaaakk!! Satu serangan di perut mementalkan tubuh pemuda itu.

"Gah..." Ryuga merasa usus di perutnya bagaikan terkoyak.

"Kuat sekali..."

Beast Warriors Chapter 102 - Tempat Favorit Rise
Penulis : Tatzumaru

Ryuga masih berlutut sembari memegangi perutnya yang sakit...

"Ada apa? Hanya segitu saja?" Ryu tak henti-hentinya melontarkan ejekan demi ejekan padanya.

Namun tanpa ia duga, Ryuga yang masih berlutut secepat kilat melesatkan pukulan tepat ke rahang Ryu. Buuaaakk!!

"Uagh!!" Ryu terjatuh ke belakang.

Ryuga berdiri dan tersenyum penuh kemenangan.

"Itu sebuah pelajaran baru untukmu..." ucapnya.

"Jangan pernah lengah meski musuh terlihat tidak berdaya!"

"Jangan mengguruiku..." Ryu bangkit.

"Tadi itu aku hanya memberimu sebuah kesempatan, tapi kali ini seranganmu takkan kubiarkan menyentuhku sedikitpun."

"Haha! Banyak omong kau!" Ryuga melesat dan melesatkan pukulan beruntun.

"Hindari ini!!" teriaknya sambil terus melancarkan dua tinju bertubi-tubinya.

Dengan santainya Ryu mampu menghindari pukulan demi pukulan sambil terus mengejek lawan bertarungnya, " Kau lamban, aku bisa melihat semua seranganmu dengan mudah..."

"Sial kauuu!!!" anak itu menambah kecepatan pukulannya namun Kapten Ryu tetap bisa menghindari semuanya.

"Hei, sensei... Apakah benar tidak apa-apa?" Vida mulai merasa cemas.

"Biarkan saja... Biarkan saja... Tidak apha-apha... Uhuk..." ucap Kororu dengan mulut penuh makanan.

"Sh! Benar-benar guru yang tidak bertanggung jawab." ucap gadis itu lagi.

---- Beast Warriors ----


Di dalam kastil Foundry, ratusan pasukan Warriors berjejer rapih dalam barisan, mereka menunggu perintah dari sang Raja...

Semua pasukan membungkukkan badannya saat Raja mereka yaitu Draggner berjalan memasuki tempat itu.

"Hormat kami untuk anda, Yang Mulia Draggner-sama!!!" seru penghormatan terdengar ke seluruh penjuru istana.

Mendapat penyambutan yang luar biasa dari pasukannya, Draggner hanya memasang senyum khas seperti biasanya.

"Seminggu dari hari ini kalian akan kuperintahkan untuk memperluas wilayah kekuasaan bangsa Warriors, jadi kuharap kalian sudah siap dan berlatih dengan kemampuan maksimal yang kalian miliki!"

"Aku juga telah menyiapkan seseorang untuk memimpin operasi kali ini. Maka sambut dan beri hormatlah padanya."

"Ayo, silakan masuk, Jendral!" panggil sang Raja pada seseorang di luar.

Saat orang yang dipanggil itu masuk, tim Destroyers benar-benar kaget dan syok melihatnya.

"Apa!? To-Tomozaki!?" Kirina kaget, sekaget-kagetnya.

"Apa maksudnya ini?" pikir Kuro sama terkejutnya.

Seluruh pasukan yang berada di tempat itu memberikan hormatnya pada pemuda itu, dan mau tidak mau, tim Destroyers pun ikut memberi hormat padanya.

Kini tanpa sepengetahuan dari siapapun, Tomozaki resmi dinobatkan menjadi seorang Jendral bagian barat bangsa Warriors oleh sang Raja untuk menggantikan posisi kosong yang ditinggalkannya semenjak menjadi Raja.

Tomozaki berlutut di hadapan sang Raja untuk menerima jubah kebesaran sebagai seorang Jendral.

"Terimalah ini..." Draggner memberikan jubah itu dan Tomozaki pun dengan senang hati menerimanya.

"Terimakasih, Yang Mulia..." ucapnya masih berlutut.

"Jika Kapten tahu tentang hal ini, pasti dia akan sangat marah pada penghianat itu! Cih!" gumam Kirina dalam hati.

Di tempat latihan, tanpa sadar hari mulai sore, Ryuga dan Ryu belum juga selesai dengan urusan mereka...

Di sisi Vida, gadis itu masih duduk di bawah pohon sambil menonton dengan bosannya. Bagai mana tidak bosan, pertarungan yang berlangsung lama itu belum juga ada yang keluar sebagai pemenangnya.

"Hahh..." entah sudah berapa kali perempuan itu menghela napasnya.

"Akan sampai kapan mereka bertarung?" ucapnya bosan lalu melirik ke arah samping, di mana Kororu-sensei tengah asyik terlelap tidur.

"Zzzzzz..."

"Enak sekali dia." ucapnya saat melihat gurunya tidur nyenyak.

"Ooooiii!! Kalian sudah selesai belum!!" teriaknya.

"Jangan ganggu!!!" bentak kedua anak itu kompak.

"Ng? Apa-apaan jawaban mereka itu!" Vida semakin kesal saja.

Pindah ke rumah sakit...

Seliana membawa setangkai bunga, ia membawanya ke ruangan Hayate. Gadis itu memasukkan bunga yang dibawanya tadi ke dalam vas bunga berisi air yang berada di atas meja tepat di samping ranjang anak itu.

Seliana lalu duduk di samping ranjang tempat Hayate terbaring tak sadarkan diri.

Ternyata orang yang mengintip dari balik pintu ruangan saat Ryuga dan Vida menjenguk Hayate adalah Seliana.

"Ryuga dan Vida akan menjengukmu setiap pagi jadi aku akan menjengukmu saat sore hari. Jadi cepatlah sembuh..." katanya sambil menggenggam telapak tangan kanan pemuda itu.

"Walau aku selalu marah-marah saat bertemu denganmu, tapi..." gadis itu mulai meneteskan air matanya tanpa sadar.

"Aku sangat senang diganggu olehmu..."

"Meski terkadang cukup menyebalkan, tapi aku mulai terbiasa dengan itu."

"Jika sehari saja kau tidak menggoda atau mengerjaiku, hariku akan terasa ada yang kurang..."

Air mata Seliana terus saja menetes tanpa sadar. Beberapa di antaranya jatuh ke tangan Hayate.

Beralih ke pulau Turk Island, pulau terpencil yang letaknya berdekatan dengan batas Negeri tetangga...

Pasukan yang dipimpin oleh Jendral Utara Sigami menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk mendapatkan senjata legendaris seperti Cerberus dan Gardarion.

Sigami dan pasukannya baru setengah perjalanan. Mereka harus menempuh setengahnya lagi jika ingin sampai ke tempat yang mereka tuju yaitu gunung Ameer, tempat di mana senjata legendaris ketiga disembunyikan.

"Hari hampir malam Jendral!" seru Taro yang melihat ke langit sore.

"Apa tidak sebaiknya kita mendirikan tenda dan bermalam di sini?" lanjutnya sambil melihat ke arah Sigami untuk meminta persetujuan dari sang Jendral.

"Benar, Jendral..." sambung salah satu prajurit yang sudah sangat lelah berjalan.

"Kami sudah tidak sanggup lagi... Hahh... Hahh..." jelasnya terengah-engah.

Sigami memperhatikan kondisi pasukannya dan akhirnya sang Jendral menyetujui saran yang diberikan Taro, " Baiklah, kurasa kita memang perlu istirahat dan bermalam di tempat ini."

"Yah... Terimakasih... Jendral..."

Semuanya langsung beristirahat tanpa harus disuruh terlebih dahulu.

"Buatlah tenda dengan pengendalian tanah kalian! Istirahatlah yang cukup malam ini. Karena besok pagi, kita akan melanjutkan perjalanan."

"Dan ingatlah..."

"Jangan pernah lengah sedikit pun walau sedang beristirahat!"

"Baik! Jendral!"

Scene berpindah ke hutan Oreguss, desa Taimuresu...

Tatsuya, Rise dan Taruma sampai ke hutan terdalam. Di tempat itu terdapat sebuah air terjun yang cukup indah yang tersembunyi di tengah hutan.

Tatsuya mematung saat mengetahui ada tempat seindah itu di dalam hutan Oreguss.

"Whoooft!! Whoooft!!" Taruma langsung menceburkan diri ke dalam air di bawah air terjun. Byuuurr!!

"Bagai mana Takuma... Indah bukan?"

Tatsuya masih belum bisa bicara, ia masih takjub melihat keindahan tempat tersebut.

Tapi tiba-tiba Tatsuya sadar dari lamunannya saat Rise menarik dan membawanya untuk masuk ke air.

"Eh, mau apa kau?"

"Kita akan bersenang-senang!" ucapnya ceria sambil menarik dan membawa Tatsuya berlari menuju air.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 103

Aerilyn Shilaexs
2017-06-13 12:34:12
Terus memperluas daerah kekuasaan tak puas dengan apa yang ada.
ThE LaSt EnD
2016-08-26 09:55:21
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-18 17:28:52
next read
Vor Deour
2016-03-18 18:26:16
Ryu dan Ryuga = Nggak jelas berantembya. Seliana dan Hayate = Baper Takuma dan Rise = Nambah Baper (jones)
Anique HyuUzumaki
2015-11-21 12:58:52
Tomozaki punya hubungan apa sma Dragneer?
dragon black
2015-11-12 18:00:41
asik berenang nya?
Phantom Alicia
2015-10-23 10:54:32
Jangan bilang Tatsuya phobia air wkwkwk
Dzibril Al Dturjyana
2015-10-21 14:43:52
ceritanya mantap, teksnya bagus.. seepurna
Death Knight
2015-10-21 10:49:23
umm, sciece yang di rumah sakit cukup membuat terharu...
Hime Locksene
2015-10-21 06:40:22
"Aku sangat senang diganggu olehmu..." << berasa ngaca. Pas blg ini tuh berat bgt bkan krn apa tp krn hal itu istimewa. Hadoohh baper sy XD
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook