VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 100

2015-09-28 - Tatzumaru > Beast Warriors
273 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

Kakek Kenta dan Viro duduk di depan meja makan..

"Kakek.." ucap Viro dengan mulut penuh air liur sambil terus menatap meja di hadapannya yang dipenuhi berbagai macam menu makanan.

"Tunggu.." sahut Kenta.

"Sedikit saja.." air liurnya terus saja menetes.

"Jangan! Tunggu sebentar." balas si kakek lagi.

"Aku sudah tidak bisa menahan aroma yang sejak tadi terus memanggilku ini.." Viro benar-benar seperti harimau yang telah menemukan daging. Ia tidak sanggup lagi menahannya lebih lama.

"Tunggu sebentar saja.."

Namun bagaikan kesurupan, anak itu langsung menyikat makanan di depannya tersebut, tanpa mendengarkan larangan yang telah Kenta katakan tadi.

"Dasar tidak sabaran!!"

Duaarr!! Sebuah nampan mendarat di atas kepalanya dengan keras.

Viro terkapar dengan mata berputar-putar dan kepalanya benjol yang dipenuhi dengan asap bagaikan gunung sedang erupsi.

Di sela-sela sekaratnya, Viro menceracau, " Tidak ada bedanya.. Kakek dan cucu sama-sama suka memukul kepalaku.."

"Kenapa lama sekali? Kami sudah menunggumu sejak tadi.." ucap Kenta pada Rise yang baru datang ke ruang makan.

"Hampir saja si bodoh ini menghabiskannya, untung kakek sigap." ucap Kenta sambil menaruh nampan itu di tempatnya.

Rise kemudian duduk berhadapan dengan sang kakek.

"Apakah sekarang aku boleh makan?" tanya Viro sambil mencoba bangkit dari lantai.

"Nah, kalau begitu selamat ma.."

"Tunggu dulu!" potong Rise tiba-tiba.

Mendengar itu, Kenta secepat kilat mendaratkan nampannya lagi ke kepala Viro yang hendak menyantap makanan di depannya. Duuaarr!!

Dengan itu, Viro kembali terkapar dengan dua benjolan di kepala.

"La-lagi.." ucapnya kritis.

"Apa lagi?" tanya si kakek sembari menyimpan kembali senjata pamungkas alias nampannya itu.

Rise menoleh ke arah pintu lalu memanggilnya, " Takuma-san, masuklah!"

Takuma atau Tatsuya muncul di depan pintu.

"Ayo kita sarapan bersama!" ajak wanita itu.

"Mmm.." Tatsuya hanya mengangguk saja.

"K-Kau sudah sadar?" Kenta bertanya dengan penuh keheranan.

Sementara Viro, pemuda itu hanya menatap sinis padanya. Tatsuya yang tahu sedang diperhatikan langsung melirik ke arahnya, tetapi Viro langsung membuang muka.

"Heh.."

Namun seketika itu juga, serangan pusaka nampan sang kakek membuatnya harus kembali terkapar untuk yang ke-3 kalinya.

Benjolan ketiga pun meramaikan kepala anak itu.

"Jangan bersikap tidak sopan pada tamu kita.." jelas kakek Kenta.

"Hu-um.." ucap Viro sambil nangis.

Beast Warriors Chapter 100 - Sang Penyelamat! Dewa Kera!
Penulis : Tatzumaru

"Whooff!! Whooff!!" tiba-tiba si anjing masuk dan langsung menggigit selangkangan Viro tanpa alasan. Krraauukkh!!

"Whooaaahh!!" Viro menjerit kesakitan.

"Taruma! Kau sudah baikan?" ucap bahagia Rise yang langsung berlari ke arahnya.

"Whooffh!!" si anjing langsung melompat ke pelukan tuannya.

Taruma bermanja-manja ria pada gadis itu, " Anjing baik.."

"Adu-duduh.. Uh.. Ah.. Huhuhu.." Viro lompat-lompat kecil sambil memegangi selangkangannya yang sakit.

"Baik apanya!! Huhuhu.. Ini sakit!" teriaknya masih nangis.

"Anjing pun tahu mana yang baik dan tidak baik, hehehe.." Kenta ketawa-ketawa.

Tiba-tiba anjing kecil itu menyeringai ketika melihat Tatsuya.

"Whooffh!! Whooffh!! Grrrrr.." kelihatannya Taruma marah melihatnya.

"Ta-Taruma.. Ada apa?" tanya Rise bingung.

"Whooffh!!" Taruma langsung melompat dari pelukan majikannya itu menuju Tatsuya.

"Jangan-jangan, dia juga akan menyerang anak itu!" pikir sang kakek panik.

"Ja-jangan, Taruma!!" teriak gadis itu yang berusaha untuk menghentikannya.

Tapi sungguh tidak terduga, ternyata Taruma bergerak menuju Tatsuya bukanlah untuk menyerang ataupun menggigitnya, melainkan anjing kecil itu malah bermanja-manja padanya.

"Hai.." ucap Tatsuya sambil berjongkok. Taruma lalu menjilati tangan Tatsuya.

"Heee!?" ketiga orang itu benar-benar kaget.

"Se-sejak kapan Taruma begitu patuh pada orang yang belum dikenalnya?" Kenta heran.

"He!? Apa-apaan ini!? Kenapa dia malah lebih akrab pada orang yang belum pernah ditemuinya? Padahal dia selalu menggigitku meski aku bukan orang asing! Sepertinya anjing itu bermasalah!" Viro marah-marah tak terima.

"Taruma juga langsung menyukainya.." pikir Rise.

"Kurasa Takuma-san memanglah orang yang baik. Insting seekor anjing tidak bisa diremehkan." ucap gadis itu dalam hati.

"Apakah kau yang bernama Taruma?" Tatsuya bertanya.

Lalu si anjing pun menjawab dengan gonggongannya, " Whooffh!!"

"Aku Takuma.. Aku adalah seorang pengembara. Semoga kita bisa berteman baik." ucapnya dengan diakhiri sebuah senyuman.

---- Beast Warriors ----


Di perbatasan bernama Lore, dua orang penjaga tengah berjaga di atas menara..

"Ah.. Membosankan seperti biasanya.. Haahh.." salah satu penjaga terlihat bosan dan jenuh dengan pekerjaannya itu.

"Bisakah kau tidak mengeluh seperti itu di setiap waktu?" tanya penjaga satunya.

"Aku lebih bosan mendengar ocehanmu yang sudah sering kau ucapkan itu!" lanjutnya.

"Apa kau tidak merasa bosan setiap hari selalu mengawasi? Lagian walaupun tidak kita awasi sekalipun, tempat ini akan aman seperti hari-hari sebelumnya!"

"Sekarang Negeri Kalastery dalam kondisi tenang.. Kita akan baik-baik saja! Jadi sebaiknya kita pergi bersenang-senang ke bar saja. Toh Tuan Hajime juga tidak akan tahu."

"Tidak! Jika kita tidak di sini, itu akan membahayakan desa para penduduk jikalau musuh tiba-tiba menerobos masuk!" penjaga itu tetap konsisten untuk mematuhi perintah dari atasannya yang bernama Hajime.

"Diajak senang-senang kau tidak mau.. Ya sudah, aku pergi sendiri saja.." penjaga itu yang tidak mematuhi perintah itu pun berniat pergi meninggalkan temannya untuk bolos berjaga dan bersenang-senang.

"Jangan pergi, Katano!" cegat penjaga taat itu.

"Lepas!" teriak penjaga perbatasan bernama Katano itu.

"Jika kau tidak mau, setidaknya biarkan aku pergi, Chibaru!!" katano langsung melayangkan pukulan ke perut penjaga yang taat peraturan itu, Chibaru.

Pukulan di perutnya membuat Chibaru jatuh ke lantai kayu, kemudian Katano meninggalkannya begitu saja.

"Uh.. Dia itu.." Chibaru memegangi perutnya yang sakit.

Katano yang sudah turun dari menara, berjalan dengan santainya namun belum jauh penjaga itu meninggalkan perbatasan, tiba-tiba seseorang menikamnya dari belakang. Dan hanya dalam satu serangan itu, Katano tewas terbunuh.

Di atas menara, Chibaru dapat melihat kejadian itu dengan jelas. Penjaga tersebut langsung menghubungi markas melalui box hitam yang ada di atas mejanya.

"Ayolah, Tuan Hajime.. Angkat.." ucapnya panik saat mencoba menghubungi markas.

Tidak lama akhirnya seseorang menjawab panggilan darurat penjaga itu..

"Halo.. Ada apa, Chibaru?" ucap seorang pria melalui box tersebut.

"Ah.. Syukurlah! Saya ingin melaporkan sesuatu pada anda, Hajime-san!" ucap Chibaru panik.

"Ya ada apa?" tanya suara yang keluar dari sana yang mungkin suara orang bernama Hajime.

"A-Ada penyusup melewati perbatasan Lore! Katano telah terbunuh olehnya!"

"Ng!? Penyusup? Berapa jumlah mereka?"

"Tu-tunggu sebentar.." Chibaru menghitung jumlah penyusup yang berada di bawah sana.

"Satu.. Dua.. Tiga.. Empat.. Lima.. Enam.. Tujuh.. A-ada banyak sekali Tuan, aku tidak bisa menghitungnya satu persatu.. Me-mereka banyak, mungkin ratusan orang lebih!" penjaga itu semakin bertambah panik ketika para penyusup mulai bermunculan.

"A-apa!!?"

---- Beast Warriors ----


Rumah sakit kemiliteran..

Ryuga dan Vida datang untuk menjenguk Hayate yang belum juga sadarkan diri..

"Apa tidurmu nyenyak, teman?"

"Semoga kau tidak mengalami mimpi buruk sepertiku.." Ryuga mengajaknya ngobrol meski ia tahu kalau Hayate takkan menjawab semua pertanyaannya itu.

"Aku dan Vida akan menjengukmu setiap pagi sampai kau benar-benar siuman."

"Jadi.. Cepatlah bangun."

Dari celah pintu, tanpa mereka sadari ada seseorang yang tengah menguping di sana..

"Mereka akan datang setiap pagi ya.. Jadi aku akan datang setiap sore." ucap orang yang ada di balik pintu.

"Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku ada latihan bersama Kororu-sensei, jadi aku tidak bisa lama-lama." Ryuga dan Vida berpamitan.

"Semoga kau cepat sembuh. Sampai bertemu besok pagi.." ucap Vida.

Setelah pergi meninggalkan rumah sakit, kini Ryuga telah sampai di tempat latihan. Sebuah tempat penuh batuan di belakang desa..

"Apakah tangan itu terasa nyaman?" tanya gadis itu saat menuju ke tempat latihan.

Ryuga melepas jaket yang selalu menutupi lengan kanannya, dan ternyata anak itu sudah memasang tangan robot pemberian Vida.

Ryuga memainkan jari-jarinya, menunjukkan bahwa ia merasa nyaman dengan lengan barunya itu.

"Kurasa ini lumayan sulit, tapi aku akan terus melatihnya. Hehehe.."

"Baguslah.." ucap gadis itu membalas senyuman Ryuga.

"Yosh! Ini tempatnya!" serunya saat tiba di tempat yang mereka tuju.

Ternyata di depan mereka Ryu Kapten dari tim Eagle tengah bersandar di salah satu batu sambil menunggu mereka, " Yo! Kalian lambat." ejeknya.

Sontak Ryuga dan Vida kaget, " K-Kau!?"

"Heh.. Payah.." ledek sang Kapten lagi.

Kembali ke perbatasan Lore..

Setelah mendengar laporan dari Chibaru seorang penjaga perbatasan, Hajime Ketua dari pasukan keamanan bangsa Tribal pun mengerahkan pasukannya menuju Lore.

Bangsa Tribal terkenal akan kemampuan fisiknya yang luar biasa. Seorang Tribal dapat mengalahkan seekor badak dengan mudah hanya dengan tangan kosong saja.

"Bersiaplah! Pasukan!!" seru Hajime di barisan terdepan.

"Tribal Yeah! Tribal Yeah! Tribal Oh Yeaaahh!!!" teriak seluruh pasukan.

"Mereka datang!!" teriak Chibaru yang juga berada dalam barisan.

"Seraaang!!!" teriak pemimpin penyusup.

"Yeaaahh!!!!" ratusan penyusup maju serentak.

"Tunjukkan kekuatan pasukan Tribal pada mereka!! Tribal Oh Yeaaahh!!!" teriak Hajime sekencang-kencangnya.

"Yeaaaaahhh!!!!!!" pasukan Tribal pun bergerak maju.

Baku hantam pun tak dapat dihindari..

Dalam serangan pertamanya, Hajime memukul wajah salah satu musuhnya dengan keras.

Batts!!!! Satu pukulan di wajahnya itu langsung merontokkan giginya sekaligus menumbangkannya seketika.

Satu lagi datang dari arah yang lainnya, tapi dengan sigap dan cekatan, Hajime menyikut wajah orang yang hendak menyerangnya tersebut dan.. Jbaatts!!!!

Saking kuat dan cepatnya serangan Hajime, membuat tulang leher musuhnya patah dan tumbang seperti lawan sebelumnya.

"Kalian hanya mengantar nyawa!" Hajime kembali memasuki kerumunan dan terus memukul lawan-lawannya.

Tak hanya Hajime, seluruh pasukannya pun sibuk menghajar dan dihajar. Tempat itu benar-benar menjadi medan tawuran.

"Whooaaa!!! Mati kau!!!!"

"Rasakan!!!"

"Tribal Oh Yeaaahh!!!! Brengsek!!!!" teriak orang-orang Tribal sambil terus adu jotos.

Setelah lama saling pukul, pasukan Tribal mulai terdesak akibat jumlah musuh yang lebih banyak daripada mereka.

"Mereka tidak ada habisnya!"

Namun di saat-saat terakhir tiba-tiba..

Duuaaarr!!!! Sebuah hantaman keras menghancurkan tanah di tengah kerumunan menghempaskan puluhan orang ke udara.

"Ledakan apa itu!!?" teriak bingung pasukan yang ada di sisi terluar.

"Hsssss.."

"I-Itu.."

Ledakan tadi ternyata berasal dari seekor kera besar yang jatuh dan mendarat ke tengah kerumunan dari atas.

"Whoooaaaarrr!!!!" raungan si kera mementalkan para penyusup sejauh ratusan meter.

"Dia datang.." gumam Chibaru.

"Sang Penyelamat! Dewa Kera!"

"Whoooaarrr!!!!"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 101

Zunuya Rajaf
2016-08-26 09:53:56
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-18 17:15:38
next read
Vor Deour
2016-03-17 23:21:41
Happy 100 episodes. Oh ya, Itu Dewa kerasa atau mode Beast ya ?
Anique HyuUzumaki
2015-11-21 12:35:29
Dulu aku suka Ryuuga. Tpi saat lihat sisi lain Tatsuya, jdi suka ama sosok Tatsuya nih... >\\\<
Phantom Alicia
2015-10-11 12:19:38
Wew, apa mungkin itu Hyde?
Wajah Jahat
2015-10-07 18:49:39
hebat bisa nyampe ch100 xD lanjut terus om xD
Nicky Hiroshi
2015-10-06 05:32:35
Keren nih dewa keranya datang
Petromax Emblem
2015-09-29 06:46:29
Mantab.. Next chapter ya bro
ibongneverland
2015-09-28 22:50:33
Misteri tentang Tatsuya masih panjang ya. Selamat untuk bang sigit sudah mencapai chaptrr 100
A wahyu
2015-09-28 19:35:54
Selamat ya, sudah sampai 100 chapter
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook