VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 99

2015-09-25 - Tatzumaru > Beast Warriors
266 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

Seseorang berjubah hitam sampai di sebuah rumah, ia menjulurkan tangannya ke arah pintu. Tok.. Tok.. Tok..

Orang itu mengetuk pintu rumah tersebut.

"Iya.. Tunggu sebentar!" ucap si pemilik rumah dari dalam.

Ternyata pemilik rumah itu adalah Hyde. Saat ini lelaki itu sedang memasak di dapurnya.

"Siapa sih pagi-pagi begini bertamu ke rumah orang? Apa dia tidak tahu bahwa aku sedang repot memasak? Dasar tamu tidak sopan." gerutunya sambil menghentikan kegiatan masak-memasaknya, lalu bergegas bergerak menuju pintu depan.

Suara ketukan dari luar masih terus terdengar hingga Hyde sampai di depan pintu lalu berkata, " Iya-iya, tunggu sebentar!" teriaknya sambil membuka kunci dan rantai di permukaan pintunya.

Cklek! Hyde pun membuka pintu, namun entah apa yang dilihat olehnya sampai-sampai wajahnya terlihat kaget sekaligus syok di saat itu juga.

"K-Kau..!?" Hyde terbelalak melihat seseorang berjubah hitam itu.

"Lama tidak berjumpa.." ucap orang itu.

"Anakku.."

Beast Warriors Chapter 99 - Takuma? Nama yang Bagus!
Penulis : Tatzumaru

Kini Hyde dan orang itu duduk di ruang tamu, saling tatap dan sama-sama belum mengatakan sepatah katapun..

Orang berjubah itu membuka penutup kepalanya itu, dan ternyata ia adalah Yagami. Yah, Yagami Suichi, dialah ayah Hyde.

"Kau sudah besar ya?" Yagami memulai pembicaraan.

"Ternyata Shin benar, Eh maksudku Master Shin benar. Kurasa aku benar-benar telah menghilang sangat lama.."

"Aku baru mempercayainya saat aku melihatmu telah tumbuh menjadi seorang pria dewasa tadi.." jelasnya.

Hyde masih syok dan kaget, ia masih terdiam tanpa mengatakan apa-apa. Matanya masih melotot memandangi ayahnya yang telah lama menghilang itu.

"Aku tahu kau masih kaget dan syok. Banyak sekali pertanyaan di dalam kepalamu itu bukan? Tapi mulutmu terasa kelu, tidak bisa mengatakan apapun, benar kan?"

Yagami lalu berdiri, ia berjalan mendekati putranya itu lalu langsung memberikan sebuah pelukan hangat.

"Ayah merindukanmu, Hyde."

Hyde yang masih diam dalam pelukan sang ayah mulai menitikan air mata, menangis tanpa suara, kemudian kedua lengannya bergerak dengan sendirinya untuk membalas pelukan dari ayahnya itu.

Air mata terus saja mengalir membanjiri wajahnya. Hal itu secara otomatis, membuat air mata Yagami pun ikut tumpah ruah. Mereka berpelukan dengan berlinangan air mata.

"A-Ayah.."

Di kediaman Rise, Tatsuya mulai membuka matanya..

"Uhh.." pemuda itu berusaha untuk bangun.

"Di mana aku?" gumamnya sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.

"Eh? Lukaku?" Tatsuya kaget ketika melihat lukanya telah diobati.

"Siapa yang melakukannya?" pertanyaan terus memenuhi kepalanya.

"Oh kau sudah bangun? Tapi kenapa secepat ini?" ucap Rise yang tiba-tiba saja muncul di depan pintu kamar.

"Aneh.. Kakek bilang kalau dia akan bangun paling cepat 2 atau 3 hari, tapi.. Baru semalam saja orang ini sudah pulih?" pikir Rise bingung.

"Siapa kau?" Tatsuya bertanya pada gadis di depan pintu kamarnya itu.

"Ah maaf, aku lupa memperkenalkan diriku.."

"Namaku, Rise. Aku yang kemarin sore telah kau tolong dari para penjahat di hutan, apa kau masih ingat?"

"Hmm.. Lalu apakah kau yang telah menolongku?"

"Aku hanya membalas kebaikanmu saja. Oh iya, siapakah namamu?"

Mendengar perempuan itu menanyakan namanya, Tatsuya terdiam sesaat.

"Apakah kau tidak mau mengatakan siapa namamu? Kalau kau sangat merahasiakan identitasmu aku mengerti.. Kau tidak perlu mengatakannya padaku." jelas wanita itu.

Tatsuya masih diam seribu bahasa. Melihat orang itu terdiam seperti itu, Rise merasa kalau kata-katanya tadi tidak seharusnya ia ucapkan. Kemudian gadis itu mencoba untuk mengganti topik pembicaraan.

"Oh iya, apakah kau lapar?"

"Sudah pasti kamu lapar kan? Soalnya sejak kemarin kau belum makan apapun."

"Kalau begitu aku akan membawakan sarapan untukmu, tunggu sebentar ya.. Eh.." Rise bingung harus memanggilnya siapa, tapi kemudian ia ingat sesuatu.

"Eh.. Tuan pengembara." lanjutnya sembari berbalik menuju dapur.

"Panggil saja aku.."

"Ta.."

"Eh?" Rise langsung berbalik.

"Ta.. Takuma, yah namaku Takuma!" pungkasnya.

"Haaa!?" tiba-tiba Rise menjerit hingga mengejutkan Tatsuya.

"K-Kenapa k-kau berteriak seperti itu?" Tatsuya khawatir kalau identitasnya terbongkar.

"Namamu hampir sama dengan anjing peliharaanku, Taruma!"

"He!?" Tatsuya kaget sekaligus bersyukur bahwa jati dirinya sebagai prajurit Warriors tidak terungkap.

"Eh, ma-maaf, bukannya aku menyamakanmu dengan anjing, ta-tapi itu seperti sebuah takdir." Rise menjelaskan agar Tatsuya tidak salah paham menanggapi kata-katanya barusan.

"Takuma.. Taruma.. Tidak jelek kok." balas Tatsuya yang kini menyamar sebagai pengembara bernama Takuma.

"Apa kau tidak ma-marah?" tanya gadis itu cemas.

"Untuk apa marah, eh.. Ri.. Ri.." Tatsuya lupa nama perempuan itu.

"Rise.." ucapnya membantu.

"Ah iya, Rise-chan. Kurasa aku dan anjingmu bisa berteman baik." Tatsuya tersenyum.

Baru kali ini melihat Tatsuya tersenyum ikhlas tanpa beban dan tanpa kebohongan.

"Takuma.. Taruma.. Bagus juga.." gumam Tatsuya.

---- Beast Warriors ----


Di tempat pertemuan, para petinggi bangsa Warriors tengah melakukan sebuah rapat tertutup..

"Semakin lama wilayah kekuasaan kita makin menyusut, kita harus secepatnya melakukan sesuatu untuk merebut dan memperluas kekuasaan kita. Bagai mana menurut anda, Yang Mulia?"

"Hmm.. Bagai mana ya.." ucapnya santai.

"Kenapa anda seperti tidak peduli dengan semua ini? Harusnya anda melakukan atau setidaknya menunjukkan kinerja anda sebagai seorang Raja yang baru!" jelas salah satu petinggi dengan nada tinggi.

"Jaga bicaramu, Hatsa-san!" bentak seseorang yang ada didekatnya.

Yang lain pun akhirnya ikut berkicau, " Meski kata-kata Hatsa-san kurang sedikit sopan, tapi aku juga setuju dengan usulannya itu!"

"Benar! Anda jangan hanya bersantai dan berdiam diri saja! Buktikanlah pada kami bahwa anda pantas menjadi seorang Raja." ucap Hatsa lagi.

"Begitukah?" ucap Draggner dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya.

Sang Raja mulai beranjak dari kursinya masih dengan senyuman sejuta misteri itu.

"Yah! Tunjukkan perkembanganmu sebagai pemimpin.." lanjut Hatsa.

"Baiklah.." jawabnya singkat.

Mendengar bahwa Draggner menyetujuinya, Hatsa dan para petinggi lainnya terlihat cukup senang tetapi kegembiraan mereka tidak berlangsung lama ketika sang Raja mengarahkan telapak tangannya ke arah Hatsa.

"Eh?" Hatsa kaget.

"Aku akan menunjukkan kinerjaku sebagai seorang Raja.." air dari dalam gelas minum orang-orang itu mulai terangkat dan melayang di depan mereka.

"A-apa yang anda lakukan, Yang Mulia!?" semuanya menjadi panik seketika itu juga.

"Apa-apaan ini, huh!?" teriak Hatsa marah.

Lalu masih dengan raut wajah santainya, Draggner bertanya, " Kau yang memintaku untuk membuktikannya bukan, Hatsa-san?"

Air dari gelas masing-masing mengelilingi orang-orang itu sampai ke leher.

"Apa!?" Hatsa benar-benar syok.

"Aku akan memperlihatkan hasil kerjaku dimulai dari kalian.." Draggner tersenyum sambil bersiap menggerakkan tangannya untuk mengontrol air yang ada di leher mereka.

"He-hentikan.." pinta para petinggi ketakutan.

"Selamat tinggal.."

"Ja-jangaaannn!!"

Draggner menggerakkan tangannya, " Surudoi Mizu!!"

"Aaaaaaaa!!!!!"

Cratt!! Semuanya tewas dengan kepala terpotong dalam waktu bersamaan.

Ruang pertemuan pun kini berubah menjadi tempat penuh darah dan mayat.

"Aku telah melakukan satu langkah kecil untuk membuat sebuah perubahan." ucapnya lalu pergi meninggalkan tumpukan mayat di sana.

"Langkah kedua adalah.."

"Menguasai desa-desa sekutu.." ucapnya.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 100

ThE LaSt EnD
2016-08-26 09:49:21
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Princes Alien Kawai
2016-08-18 10:59:58
next read
Vor Deour
2016-03-17 23:15:37
Oke... Dragneer. Misinformation ketigamu adalah menghidupkan kembali sang Raja Jarged...
Akasuna No Sasori
2015-12-26 14:46:41

Anique HyuUzumaki
2015-11-21 12:27:21
Yeee! Tatsuya perlahan insyaf... \^-^/
Phantom Alicia
2015-09-27 11:08:40
Njiirr.. Nama Tatsuya jd kyk anjing Rise
anonim182
2015-09-27 08:31:32
Ditungu Lanjutanya
Ibong Neverland
2015-09-25 21:44:29
Haha bisa2nya ya si rise menjerit, pdhl tak pikir dia ketakutan dgn nama samaran Tatsuya, ternyata krn mirip dgn nama anjingnya
Elnash
2015-09-25 21:13:33
Draggner, sosok raja yang menjijikkan!!!
A wahyu
2015-09-25 19:25:45
Sepertinya dia tidak mempercayai siapapun
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook