VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 98

2015-09-18 - Tatzumaru > Beast Warriors
253 views | 12 komentar | nilai: 10 (1 user)

Rise dan Viro telah sampai di rumah gubuk yang kecil, rumah jelek nan usang yang hampir roboh itu adalah kediaman kakek Kenta yang ditinggali oleh Rise dan juga Taruma, anjing kecil peliharaannya.

"Dia itu orang asing, untuk apa kau menampungnya di rumahmu huh? Kau tidak takut kalau dia itu orang yang berbahaya?"

"Apa lagi setelah aku mendengar ceritamu tentang kekuatannya, aku yakin dia adalah orang yang berbahaya! Sebaiknya sebelum dia tersadar, lebih baik kita kembalikan orang itu ke hutan." pungkas Viro.

"Kau ini bilang apa sih?" kata Rise dengan santai.

"Dia itu telah menyelamatkan nyawaku, tentu saja aku akan merawatnya untuk membalas budi. Lagipula dia itu sedang terluka parah, jika aku tidak cepat memberikan pertolongan padanya, bisa-bisa lukanya jadi infeksi. Itu akan mengancam nyawanya!"

"Apakah kamu tega melihat dan membiarkan saja orang di sekitarmu mati? Tidak bukan! Jadi jangan kekanak-kanakan seperti itu." ucapnya mantap.

"Ta-tapi kan.. Dia itu orang asing! Dan juga kau tidak tahu asal-usulnya kan? Bisa saja dia itu seorang pembunuh! Atau yang lebih parahnya lagi kalau dia itu adalah salah satu prajurit Warriors." Viro benar-benar mencemaskannya.

Blettak!! Rise kembali menggeplak kepala temannya itu.

"Uh! Kenapa kau selalu memukulku huh!? Sakit tahu!" Viro mengelus-elus kepalanya.

"Bodoh! Jika dia adalah salah satu prajurit Warriors atau seorang pembunuh seperti katamu barusan, mana mungkin pemuda itu menolongku? Prajurit Warriors tidak akan menolong ataupun membantu seseorang! Hal ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah orang baik dan bukan berasal dari orang-orang seperti mereka yang hanya bisa menindas dan melakukan hal-hal yang menguntungkan dirinya saja."

"Aku yakin dia adalah orang baik.. Ah bukan.. Dia itu adalah pengembara yang baik hati!" ujarnya sambil tersenyum.

Viro tak mampu mengatakan apa pun lagi untuk meyakinkan gadis yang ada di depannya itu, kini ia hanya terdiam dengan wajah yang masih terlihat cemas dan khawatir.

"Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak mau masuk?" tanya Rise yang kini sudah ada di dalam rumahnya setelah tadi membuka pintu.

"Ah.. Anu.. Yah.." Viro tersadar dari renungannya ketika perempuan itu memanggilnya.

"Permisi.." ucap lelaki itu saat melewati pintu.

Kemudian pintu pun ditutup.

Beast Warriors Chapter 98 - Orang Asing
Penulis : Tatzumaru

"Oh, kau sudah pulang Rise-chan. Apakah kau sudah membeli obatnya?" tanya sang kakek yang sedang mengompres Tatsuya yang belum juga sadar.

"Ini.." gadis itu memberikan obatnya pada si kakek.

Sang kakek menerimanya, lalu tanpa berlama-lama lagi pria berusia 50 tahunan itu langsung menggunakannya untuk mengobati luka-luka pemuda tersebut.

Viro dan Rise hanya melihat dan memperhatikan saja.

"Apakah dia orangnya?" bisik Viro pada Rise.

"Hemm." jawabnya.

"Jika kuperhatikan.. Wajahnya tidaklah seperti orang jahat." kata Viro lagi.

"Aku kan sudah mengatakannya.." balas Rise senang.

"Ya, memang sih wajahnya tidak seperti penjahat, tapi.." Viro menatap tajam ke arah Tatsuya.

"Aku bisa merasakan bahwa dia itu bukanlah orang biasa.. Aku merasa ada sesuatu dari dalam dirinya."

Blettak!! Lagi-lagi Rise memukulnya.

"Aduh.. Kenapa sih kau suka sekali memukulku!" bentaknya kesal.

"Apa sekarang kau jadi paranormal? Kenapa tidak buka sebuah tempat untuk meramal saja!"

"Heh.. Kau ini.." Viro memasang wajah cemberutnya.

"Rise, bisakah kau ambilkan sebaskom air bersih untuk membersihkan lukanya?" pinta kakek Kenta.

"Iya kek." lalu wanita itu pergi menuju sumur di belakang rumahnya.

"Oh iya Viro-kun.."

"Ah iya kek.."

"Maaf merepotkanmu, tapi bisakah kau pergi ke Dokter hewan untuk membeli obat Taruma?"

"Hmm.. Baik kakek."

Akhirnya Viro berangkat menuju Dokter hewan terdekat untuk membeli obat buat si anjing..

Di perjalanan, pemuda itu masih memikirkan tentang Tatsuya.

"Luka yang ada di bahunya bukanlah bekas luka biasa. Luka itu mirip seperti bekas gigitan hewan yang sangat besar." pikirnya.

"Dia bukanlah orang baik.. Aku yakin itu.."

"Apakah luka yang didapatnya itu saat berhadapan melawan pasukan Beast? Aku yakin luka pada tubuhnya itu adalah bekas dari serangan Beast-Mode."

"Tak salah lagi.. Bangsa Beast takkan menyerang warga biasa ataupun seorang pengelana. Pasukan Beast hanya akan menyerang orang-orang yang mereka anggap sangat berbahaya dan kejam, yaitu.."

"Bangsa Warriors.." Viro mengetahui hal itu lebih dari orang lain.

"Dapat dipastikan bahwa orang itu adalal.. Prajurit Warriors."

---- Beast Warriors ----


Di tempat khusus anggota Destroyers, atau lebih tepatnya sebuah markas yang didirikan khusus untuk anggotanya. Tidak ada yang diizinkan memasuki tempat itu kecuali para anggota dan juga sang Raja..

"Kenapa Kapten lama sekali?"

"Apakah terjadi sesuatu?" Kirina mulai cemas karena sudah lama menunggu tetapi Tatsuya tak kunjung kembali ke markas utama.

"Apa yang kau pikirkan, Kirina.. Apakah kau tidak percaya pada kekuatan Kapten?" ucap Kuro datar.

"Bu-bukan itu maksudku.. A-aku hanya.."

"Dia bukan orang yang lemah.. Kapten akan kembali walaupun mungkin akan lama tapi aku tahu dia akan kembali. Mungkin saat ini ada urusan yang harus diselesaikannya."

"Yah.. Kau benar.. Aku terlalu berlebihan."

Di pulau Turk Island, pasukan yang dikomandoi oleh Sigami mulai menyisir area-area di sana..

"Apa kalian menemukan tempatnya?" Taro bertanya pada tim 8 yang telah selesai memeriksa areanya.

"Tim kami telah telah menyisir area 8 tapi hasilnya nihil." lapor Ketua tim 8.

"Oh begitu ya.. Kalau begitu cepat periksa area lainnya!"

"Siap laksanakan!" tim 8 pun pergi menuju tempat lainnya.

Tak begitu lama, tim 5 sampai dan melapor pada Taro.

"Area 5 juga tidak ada tanda-tanda dari Bouma."

"Cih sial! Kenapa mencari tempat persembunyian makhluk sebesar itu sampai sesulit ini! Bedebah!" umpat Taro kesal.

"10 tim yang kembali belum bisa memastikan lokasinya, bagai mana ini Jendral?" Taro hampir menyerah.

Sigami hanya diam, berdiri di atas sebuah gunung batu yang lumayan tinggi. Pria itu memandang ke kejauhan dari atas sana.

"Bagai mana Jendral?" tanyanya lagi tapi Sigami masih diam di atas sana.

"Jendral!" teriaknya.

Sigami akhirnya mulai berucap, " Tarik kembali semua tim pencari!"

Mendengar perintah itu Taro jadi bingung, " Heh!?"

Lalu lelaki kepercayaan sang Jendral itu pun memberanikan dirinya untuk bertanya, " Ada apa Jendral? Kenapa anda meminta seluruh tim untuk kembali? Apa alasannya!"

"Tidak perlu repot-repot mencarinya.. Karena aku telah menemukannya!" jelasnya.

"Benarkah!?" teriak Taro tak percaya.

Sang Jendral hanya terus memandang sebuah gunung batu yang berada jauh di depannya, " Mari kita bertamu ke kediaman Bouma.."

Scene berpindah ke desa..

Ryuga telah sampai, ia secepatnya bergegas menuju rumah sakit untuk memeriksa keadaan teman-temannya.

Anak itu berlarian di lorong rumah sakit. Tidak perlu waktu yang lama baginya untuk menemukan ruangan tempat teman-temannya dirawat.

Cklek! Ryuga membuka dan langsung memasuki ruangan tersebut.

"Ryuga.." ucap teman-temannya yang tengah menjenguk keempat anak-anak itu.

"Maaf aku terlambat." Ryuga langsung berjalan menuju Hayate yang masih pingsan.

"Oi kemana saja kau, huh!?" tanya Ryu sinis.

Tapi pemuda itu pura-pura tidak mendengarnya dan malah bertanya pada Vida yang tengah duduk di sisi tempat tidur rumah sakit, " Bagai mana keadaannya? Apa yang Dokter katakan?"

"Hayate tidak apa-apa, dia hanya perlu beristirahat selama 1 sampai 2 minggu. Setelah itu, ia akan kembali sehat seperti sebelumnya.."

Mendengar penjelasan dari perempuan itu Ryuga agak bisa bernapas lega, " Hahh.. Syukurlah.."

"Ooi.. Kau mengabaikanku, huh!" bentak Ryu kesal karena diacuhkan oleh anak itu.

"Berisik kau! Dasar bodoh!" teriak Ryuga.

"Apa! Bodoh katamu!?" Ryu semakin marah.

"Yang bodoh itu kau!!" teriaknya tak mau kalah.

"Ngajak berantem, huh!?" Ryuga pun tak mau kalah.

"!!!" mereka saling bertatap-tatapan hingga menciptakan aliran listrik dari kedua mata mereka.

"Hahh.. Kenapa jika mereka bertemu selalu saja seperti itu?" yang lainnya hanya mampu menghela napas melihat ketidak akuran kedua orang itu.

"Gehh!!" mereka terus tatap-tatapan sampai-sampai kening mereka saling dorong.

"Seperti anak kecil saja.." gumam Juno tak peduli.

Kembali ke kediaman Rise..

Kenta telah selesai mengobati dan memerban luka Tatsuya.

"Bagai mana keadaannya kek?" Rise bertanya.

"Dia akan baik-baik saja.. Mungkin ia akan sadar dalam 2 atau 3 hari, mungkin." jawabnya tidak yakin.

"Kuharap juga begitu, kek."

"Oh iya, bagai mana dengan Taruma?" tanya gadis itu lagi.

"Taruma hanya memar-memar saja, kakek sudah menyuruh Viro-kun untuk membeli obat. Jadi kau tak usah khawatir terlalu berlebihan, Rise."

"Ternyata kakekku adalah Dokter yang hebat.. Hehehe.." Rise sudah bisa tersenyum kembali.

"Itu sebuah pujian atau ledekan?" sang kakek juga tersenyum.

Keesokan harinya..

"Haaaahh!!!" Ryuga menjerit saat bangun pagi itu.

"Huhh.. Huhh.. Mimpi ini lagi.." Ryuga lagi-lagi mengalami mimpi buruk yang sudah berlangsung lama itu.

"Mimpi buruk yang selalu sama.. Apakah ini sebuah pertanda?" pikirnya.

"Apa kau bermimpi buruk lagi, Ryuga?" ucap seseorang di depan pintu kamarnya.

"Kyaaa!! Sejak kapan kau berada di sana!?" teriaknya kaget lalu berusaha menutupi tubuhnya yang tidak memakai baju.

Anak itu berusaha menutupi lengan kanannya, " Kalau mau masuk bilang-bilang dulu, Vida!!" bentaknya.

"Kenapa kau menutupi tanganmu? Apa kau malu?" Vida bertanya sambil berjalan menuju pemuda tersebut.

"Bu-bukan itu.. Aku.. Aku.. Hanya tidak mau orang-orang menjadi tidak nyaman ketika melihatnya."

Tapi Vida malah menarik selimut itu. Srett!

"A-Apa yang kau lakukan!?" ucap Ryuga gugup.

"Jangan sembunyikan apa pun dariku.. Walau pun itu kelemahanmu, tunjukkan padaku.."

"Eh!?" Ryuga bingung.

"Bukankah aku pernah bilang ingin memberimu sebuah hadiah?"

"Ah.. Itu ya? Aku hampir melupakannya." ucapnya sambil menggaruk pipinya menggunakan telunjuk.

Kemudian gadis itu menunjukkan benda yang sejak tadi disembunyikannya di balik tubuhnya, " Ini.."

"I-Ini.. Tangan buatan?" Ryuga kaget.

"Kau telah memberiku sebuah jepit rambut, jadi kau juga harus menerima hadiah dariku ini!"

"Tapi.." Ryuga berniat menolaknya namun perempuan itu terus memaksa.

"Aku tahu kau tidak suka memakai tangan robot seperti yang Hayate katakan, tapi tangan buatan ini berbeda dari tangan robot lainnya."

"Ini akan terasa seperti tangan asli. Tangan robot ini juga telah dilapisi oleh bahan yang sama persis seperti kulit manusia, jadi kau tidak akan merasa bahwa tangan kananmu itu adalah robot."

"Tapi.." Ryuga masih ingin menolaknya.

"Bukankah kau ingin membawa kakakmu pulang?" potongnya.

"Eh!?"

"Kau tahu sendiri kekuatan dari kedua tangannya bukan? Maka dari itu, kau membutuhkan kedua tanganmu untuk dapat meraihnya.." Vida terus meyakinkannya.

"Kau benar.." Ryuga akhirnya sadar.

"Aku butuh kedua tanganku untuk memeluknya."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 99

Zunuya Rajaf
2016-08-26 09:48:00
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-18 10:53:29
next read
Vor Deour
2016-03-17 23:10:20
Aku hanya berpikir, disini ada Naruto dan Sakura.
Anique HyuUzumaki
2015-11-21 12:21:35
Yah... Si kembar yang aneh...
anonim124
2015-09-22 23:03:34
keren
Phantom Alicia
2015-09-20 08:53:56
Tatsuya itu aneh.. Ryuga jg sama aneh na
de.zero
2015-09-19 18:15:12
blettakk. ikut mukul viro juga seperti rise. :3
Elnash
2015-09-19 15:40:24
Mantaap...:) Lanjut maas
ibongneverland
2015-09-19 01:56:27
sudah kuduga, tatsuya lah orang yang diselamatkan rise-chan haha. lanjut bang
THETECKOEZCURUT
2015-09-18 21:20:32
Mantap
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook