VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 96

2015-09-14 - Tatzumaru > Beast Warriors
275 views | 11 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Sial, dia berhasil kabur."

"Biarkan saja, yang lebih penting bagai mana cara membawa mereka yang terluka kembali ke Desa?" tanya Ryuga.

"Tenang saja, biar aku yang membawa mereka ke Desa. Oh iya, sebaiknya kau periksa saja orang itu! Dia sama sepertimu, kehilangan tangan kanan akibat pertarungannya melawan Tatsuya."

"Tapi untuk apa aku memeriksanya? Bukankah dia adalah salah satu dari mereka?" Ryuga enggan untuk menolongnya.

"Jangan seperti itu.. Dia juga seorang manusia, sama seperti kita."

"Meski pun dia adalah musuh kita, tapi, dia terluka.. Jadi sudah sepantasnya kita menolongnya." tegas Satoshi.

"Lagian bukankah tadi orang itu bertarung melawan Tatsuya? Mungkin saja dia adalah orang baik."

"Iya, iya.. Baiklah.. Aku akan memeriksanya." walau sedikit malas, tapi Ryuga akhirnya mau untuk memeriksa keadaan Tomozaki yang masih terkulai lemah bersimbah darah.

"Kalau begitu aku pergi membawa mereka dulu, takutnya luka yang mereka alami bisa bertambah parah, terutama Hayate."

"Ya, pergilah Guru."

Kemudian Satoshi menciptakan empat tangan bayangan untuk membawa anggota timnya yang terluka.

"Baiklah, aku pergi. Berhati-hatilah!" ucapnya lalu pergi membawa anak-anak itu kembali ke markas.

"Yah, kau juga, Guru." ucapnya lalu berbalik menuju ke tempat Tomozaki.

Ryuga mendekat dan berusaha untuk mengajaknya bicara, " Apa kau baik-baik saja?"

Ryuga mengangkat dan meletakan kepala pemuda tersebut di pangkuannya..

"Namaku Ryuga, siapa namamu?"

"Untuk apa kau berbicara padaku, huh!? Apa kau ingin membunuhku?" ucapnya lemah.

"Ke-kenapa kau.."

"Baguslah jika itu niatmu.. Lakukan saja dengan cepat." potong Tomozaki.

"A-Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?"

"Justru aku ingin menolongmu.." Ryuga menjelaskan.

"Apa kau ingin merendahkanku, huh!? Jika itu maksudmu, kau tidak akan pernah bisa melakukannya padaku. Aku lebih baik mati daripada harus ditolong oleh orang kotor seperti kalian."

"Apa-apaan bicaramu itu, huh!? Tidak ada niat sedikit pun aku ingin merendahkanmu, aku benar-benar tulus menolongmu!" bentak Ryuga.

"Bunuh saja aku! Bunuh dan biarkan aku mati secara terhormat sebagai seorang prajurit." ucapnya.

"Baiklah, jika itu yang kau mau.." Ryuga berdiri, lalu pemuda itu menarik pedangnya.

"Bagus.. Lakukan dengan cepat." ucapnya sambil memejamkan mata.

Beast Warriors Chapter 96 - Seorang Gadis Dan Seekor Anjing
Penulis : Tatzumaru

Di sebuah pulau terpencil, Turk Island. Pulau kecil yang hijau ditumbuhi tanaman-tanaman aneh namun terlihat cukup indah. Tempat itu terlihat begitu sepi dan damai, hanya ada pepohonan, gunung, tumbuhan dan para binatang-binatang yang menghuni tempat indah tersebut. Sepertinya tak nampak tanda-tanda dari seorang manusia pun di sana.

Sebuah kapal kayu yang lumayan besar tiba-tiba berlabuh di pulau Turk Island. Sebuah kapal perang milik pasukan Warriors.

Seseorang yang sudah tidak asing turun dan menginjakan kakinya di pulau itu bersama ratusan prajuritnya.

"Apakah ini tempatnya? Turk Island?" tanya orang itu pada anakbuahnya.

"Ya, Jendral.. Inilah tempat tujuan kita, Turk Island yang dijaga oleh raksasa bernama Bouma." sahut salah satu dari mereka yang sedang melihat peta di tangannya.

"Maaf, Tuan Sigami.." seseorang tiba-tiba mendekati orang itu yang ternyata adalah Sigami.

"Ada apa, Taro?" balasnya pada prajurit bernama Taro itu.

"Sebenarnya apa tujuan kita datang ke tempat berbahaya ini?" tanya Taro yang tidak tahu sama sekali tujuan mereka singgah ke pulau yang terkenal cukup berbahaya tersebut.

Tak hanya Taro, terlihat jelas di wajah pasukannya itu pun tidak tahu mengenai perintah yang diberikan Raja kepada Sang Jendral.

"Raja memerintahkan kita untuk membawa sesuatu dari pulau ini." jelasnya.

"Sesuatu?" Taro mulai memikirkan benda apa yang diinginkan Raja di pulau itu.

Lalu tak perlu waktu yang lama bagi mereka untuk menyadari benda apa itu, " Jangan-jangan.."

Raut wajah Taro berubah seketika, " Jangan bilang Draggner-sama menginginkan benda itu.."

"Yah, itulah yang diinginkannya.." Sigami melangkahkan kakinya memasuki pulau itu.

"Yang benar saja!?" teriak Taro sedikit syok.

"Ta-Taro-san.." salah satu prajurit terlihat ketakutan.

"Ji-jika benar apa yang kita pikirkan, i-itu berarti.." prajurit itu mulai berkeringat dingin.

"Yah, kurasa kita memang harus berhadapan dengan Bouma.." potong Taro.

"Si-sial.. Be-beneran nih?" semuanya gemetaran setelah mendengarnya.

"Bagai mana pun ini adalah perintah dari Yang Mulia.."

"Apa pun yang terjadi nantinya, kita harus menjalankannya!" tegas Taro yang langsung menyusul Sigami di depannya.

"Ba-bagai mana ini!? A-Apa yang harus kita lakukan!?" bisik para prajurit ketakutan.

"Ini gila.."

Di tempatnya, Ryuga mengangkat pedangnya ke atas, ia siap menebas Tomozaki yang sudah pasrah.

"Sebelum aku mengakhirinya, sebutkan dulu namamu!"

"Untuk apa? Walau pun aku mengatakannya, itu tidak akan ada artinya jika aku sudah mati."

"Jangan banyak bicara! Katakan saja!" bentaknya.

"Huh.. Merepotkan saja." pemuda itu menghela napas.

"Namaku Tomozaki. Apa kau sudah puas!? Ayo lakukan!"

"Baiklah.. Senang mengenalmu, Tomozaki." Ryuga mengayunkan pedangnya. Batts!!

---- Beast Warriors ----


Di sebuah perkampungan, seorang gadis dan anjingnya tengah mengumpulkan beberapa kayu bakar di hutan..

"Taruma! Jangan pergi terlalu jauh!" teriak perempuan itu pada anjingnya yang bernama Taruma.

"Gog! Gog! Gog!" anjing kecil itu berlarian masuk ke tengah hutan.

"Dasar anjing nakal." gumam wanita itu sembari memunguti kayu-kayu kering di sana.

Gadis itu merapikannya lalu mengikatnya menjadi satu dan membawanya pulang.

"Taruma! Ayo kita pulang!"

"Hari menjelang malam, kita akan terlambat makan malam jika kau tidak cepat kemari!" perempuan itu terus memanggil peliharaannya tersebut, namun tetap saja Taruma tak kunjung datang.

"Taruma! Di mana kau!"

"Ayo kita pulang! Kakek pasti mengkhawatirkan kita!" gadis itu terus berteriak sambil mencari anjingnya ke tengah hutan gelap itu.

"Taruma! Jawab aku!" wanita itu masuk lebih dalam ke dalam hutan.

"Ta-Ru-Ma!!"

"Kaiiing.. Kaiiing.. Kaiiing.." terdengar gonggongan kesakitan Taruma dari balik semak.

"Taruma! Ada apa!?" karena panik, gadis itu langsung menerobos ke semak-semak hingga terjatuh.

Krraassaakk!! Gubrraakk!!

"Aww.. Sakit.." rintih perempuan itu.

"Eh!? Si-siapa kalian!?" teriaknya yang kaget ketika mendapati sejumlah orang tengah memukuli anjingnya menggunakan kayu.

Gadis itu begitu terkejut ketika melihat peliharaan kesayangannya itu babak belur di tanah setelah dipukuli orang-orang tersebut.

"A-Apa yang kalian perbuat pada Taruma!!" teriaknya.

"Wow.. Mungkin dialah pemilik anjing kurang ajar ini, teman-teman. Apa yang akan kita lakukan padanya!?" tanya bos orang-orang itu.

"Taruma!!" gadis itu berlari menuju mereka lalu melemparkan kayu bakarnya pada orang-orang jahat itu.

Brruuuaakk!!

"Wanita sialan!! Dia membawa anjing itu kabur!!" Sang Bos sangat kesal.

"Hei, kalian, cepat kejar gadis brengsek itu, lalu bawa dia padaku!!"

"Oke Bos!!"

"Maafkan aku, Taruma. Aku adalah majikan yang buruk." ucapnya sambil terus lari menggendong anjingnya.

Nampak Taruma tengah sekarat akibat kejadian tadi.

"Hei berhenti kau, perempuan bajingan!" anakbuah Sang Bos terus mengejar wanita tak berdosa itu.

"Hei lempar dia!" usul teman-temannya.

"Aha.. Kau benar!" lalu lelaki itu mengambil batu sambil terus berlari. Kemudian ia melempar batu itu dan tepat mengenai kepala si gadis. Duuaakk!!

"Kyaaah.." akibat lemparan keras tersebut, gadis itu jatuh tersungkur bersama si anjing, Taruma.

"Yosh! Tepat sasaran!" teriak para pengejar kegirangan.

"Apa kalian berhasil menangkapnya?" tanya Sang Bos yang baru saja sampai.

"Itu di sana Bos!" si pelempar menunjuknya.

"Hahahaha.. Cepat bawa ke sini!" perintahnya.

"Baik Bos!"

Mereka pun menyeret si gadis menuju ketua mereka..

"Angkat kepalanya!" pintanya.

Lalu anakbuahnya menarik rambut perempuan itu agar kepalanya terangkat.

"Ah.. Lepaskan aku.." wanita itu memohon untuk dilepaskan.

"Dasar bajingan! Apa aku akan menuruti ucapanmu itu, sialan! Ini di hutan, tidak akan ada yang bisa mendengar jeritan ataupun teriakanmu.."

Plak! Pria itu melayangkan tamparan cukup keras hingga membekas di pipi mulus gadis tak berdaya itu.

Namun sedang asyik-asyiknya menyiksa wanita itu tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka.

"Siapa bilang tidak ada yang mendengarnya, sampah."

"Eh!? Siapa di sana!!" orang-orang itu melihat ke dalam hutan.

Perlahan seseorang pemilik dari suara tadi menampakan dirinya keluar dari sisi hutan tergelap.

"Apa yang kau katakan barusan, brengsek!?" Sang Bos marah.

"Aku bilang lepaskan wanita itu, dasar sampah!" tegas pemuda berambut putih itu, Tatsuya.

"Siapa kau berani-beraninya mencampuri urusan kami, bocah?"

"Pulanglah sebelum kau menyesalinya! Hahahaha.." mereka mengejeknya.

Di sisi sang gadis, perempuan itu hanya bisa diam sambil menatap orang yang hendak menolongnya itu.

"Si-siapa orang itu?"

"Lepaskan atau.."

"Atau apa hah!?" potong Bos.

"Atau kalian pulang tinggal nama.." bisik Tatsuya yang sudah berada di tengah-tengah mereka.

"Se-sejak kapan dia!?" pikir kaget semuanya ketika tahu pemuda itu sudah ada di antara mereka.

"A-Apa tadi itu, sihir?"

Tatsuya langsung memukul tanah, dan dari sana, bayangan hitam langsung menerbangkan orang-orang itu. Brruuaakk!!

"Aaaaarrgh!!" semuanya lansung terluka parah menerima serangan pemuda itu.

"Gah.. Di-dia se-seorang Iblis!! Laaarriii!!" Sang Bos langsung lari terbirit-birit.

"Tu-tunggu kami Bos!!" yang lainnya ikut lari.

"Semuanya memanggilku Iblis.. Apakah aku benar-benar telah menjadi Iblis?" tanya pemuda itu pada hatinya.

Tatsuya teringat kembali kata-kata Sang adik, " Aku tidak mengenalimu lagi. Saat ini kau adalah Iblis yang haus akan kekuatan."

Kata-kata itu terus terngiang di telinganya.

"Terimakasih, Tuan." ucap gadis itu yang langsung menyadarkan pemuda itu dari lamunannya.

Tapi Tatsuya tidak menggubrisnya sama sekali, pemuda itu berlalu saja meninggalkannya di sana, namun baru beberapa langkah dari tempatnya, Tatsuya tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri. Brruuukk!!

"Eh, Tuan! Apa kau tidak apa-apa!?" teriak gadis itu khawatir. Perempuan itu berlari menghampiri orang yang tidak di kenalnya itu.

"Di-dia.." gadis itu melihat tangannya yang berdarah.

"Terluka.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 97

Die And DeAth
2016-08-26 09:47:30
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-18 10:30:34
next read
Vor Deour
2016-03-17 22:54:11
Dasar Labil, sebenarnya rencanamu untuk bersandiwara itu apa ?
Anique HyuUzumaki
2015-11-21 12:04:48
Mungkinkah gadis itu naksir Tatsuya??
Dadang yg terluka
2015-09-19 12:01:20
Next
Nafys
2015-09-15 11:36:33
Lanjuttt
Gingga Mahardikq
2015-09-15 05:32:43
lanjut kan
humaidi
2015-09-14 15:44:42
Semakin menarik.. Lanjut
THETECKOEZCURUT
2015-09-14 11:49:35
Mmg tman2 inu klw buat cerita semngat banget..lanjuut
A wahyu
2015-09-14 08:56:42
Hm, apa kepribadian Tatsuya tidak stabil?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook