VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 95

2015-09-08 - Tatzumaru > Beast Warriors
313 views | 10 komentar | nilai: 10 (1 user)

Ryuga menebas, Tatsuya menunduk. Tatsuya memukul tanah, dari sana muncullah pukulan-pukulan bayangan yang langsung mengincar Ryuga tapi anak itu mampu menahan dan memotongnya menggunakan pedang.

Tak hanya Ryuga, yang lain pun ikut andil dalam perkelahian cepat tersebut.

Satoshi melesat terbang dibantu dengan kemampuan dari mata Iblis Kinousuke. Pria bertubuh besar itu melepaskan sebuah tendangan berlapis bayangan. Batts!! Tatsuya memunculkan perisai bayangan untuk menahan serangan itu.

Belum mau menyerah, Teo menjerat tubuh pemuda itu dengan benang-benang baja. Tatsuya berhasil terperangkap dalam balutan benang baja tanpa mampu menggerakan tubuhnya.

"Ha! Kena kau sekarang!!"

Namun ternyata hal itu bukan perkara yang sulit untuknya, dengan mudah Sang Kapten mengakifkan tangan Dewanya lalu secara otomatis benang-benang baja yang melilit tubuhnya menembus dan jatuh ke tanah begitu saja.

"Hanya itukah kemampuan kalian? Payah."

"Apa kau bilang, Hah!!?" Taki muncul dari belakang Sang Kapten.

Jrraaassh!! Anak itu menebas Tatsuya dari belakang.

"Dasar bodoh.." Tatsuya kembali menjadi transparan dan tebasan Taki pun hanya lewat saja.

"Sialan!" umpatnya.

Tatsuya mengaktifkan tangan Iblisnya, dengan sekali kibasan tangannya itu membuat Taki terlempar dan terhempas jauh.. Jauh sekali.

"Taki!!" teriak teman-temannya.

Taki terus terjungkal berguling-guling di tanah hingga akhirnya berhenti dengan sendirinya. Serangan tadi membuat pemuda itu jatuh pingsan tak sadarkan diri.

"Teo! Cepat kau tolong anak itu, hanya kamulah yang bisa menggunakan sihir medis di sini!" perintah Satoshi sambil melirik ke arahnya.

Teo memandang Kapten timnya itu, lalu mengangguk dan langsung berlari menuju Taki yang tergeletak tak berdaya di kejauhan sana.

"Jangan harap bisa menolongnya."

Tatsuya tak membiarkan anak itu berbuat seenaknya, ia merubah kembali tubuhnya menjadi bayangan, masuk ke dalam tanah dan muncul di hadapannya.

"Kau!?" Teo sangat terkejut tiba-tiba Sang Kapten telah ada di depan matanya.

"Mau pergi kemana kau?" gumamnya.

Tatsuya menyerangnya dengan pengendalian tanahnya, menumbuk tubuh musuhnya dengan tanah keras yang muncul dari hentakan kakinya ke tanah. Brruuaaakk!!

"Ooaaarrgh!!" tanah yang mengenai perutnya membuat anak itu menyemburkan darah segar dari mulutnya.

Beast Warriors Chapter 95 - Misi Dibatalkan
Penulis : Tatzumaru

Di markas utama bangsa Warriors, keempat anggota Destroyers itu menghadap pada Sang Raja..

Semuanya berlutut di hadapan pemimpin mereka tersebut, " Lapor Yang Mulia.."

"Kami telah berhasil membawa Gnome bernama Jibon itu. Kini makhluk kerdil itu berada di penjara bawah tanah di sel nomor 1020-A." ucap Kuro melaporkan.

Dragner tersenyum dengan wajah yang begitu polos tapi menakutkan, " Kerja kalian bagus.. Destroyers benar-benar tim yang bisa diandalkan."

"Tapi kemana Tatsuya dan Tomozaki? Apa kedua orang itu bertengkar lagi?" tanya Draggner dengan senyum yang belum berubah sedikitpun.

Memang Raja generasi ke-3 ini belum pernah terlihat marah ataupun kesal, ekspresinya dari dulu sejak masih menjabat sebagai seorang Jendral bagian barat tetap seperti itu. Dalam sebuah pertarungan pun wajahnya tetap tenang begitu.

"I-Itu.." Kirina bingung menjawabnya.

"Si berisik Tomozaki tidak mau repot datang ke sini, sementara Kapten, dia bilang ada urusan lain jadi Kapten memerintahkan kami untuk mengantarnya sendiri." jelas Kuro sambil memberi kode pada Kirina dengan matanya.

"I-Itu benar.." tambah pemuda itu terbata.

"Oh, begitu ya?" Draggner percaya begitu saja tanpa menunjukan ekspresi curiga sedikitpun. Wajahnya tetap tenang dengan dihiasi senyuman khasnya.

"Ekspresinya yang tidak pernah berubah itu membuatku takut." ucap Kirina dalam hati.

"Baiklah, sekarang kalian boleh kembali ke tempat kalian masing-masing.. Beristirahatlah dengan tenang." pria itu kembali menebar senyum mautnya di akhir kata-katanya.

"Terimakasih, Yang Mulia." mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.

"Beristirahatlah dengan tenang? Kalimat itu benar-benar membuatku takut." ucap Kirina.

"Itulah seorang pemimpin.." sahut Kuro dengan ekspresi datar seperti biasanya.

"Heh? Apa maksudmu?"

"Seorang pemimpin mampu menempatkan kata-kata seperti itu pada setiap kalimat yang diucapkannya. Hal itulah yang membuat seorang pemimpin disegani oleh anakbuahnya." lanjutnya.

"Wajah tanpa ekspresimu itu juga sama saja.." ucapnya sambil melirik ke arah Kuro.

Kuro langsung menatap Kirina yang berjalan di sampingnya itu tanpa mengatakan apapun.

"Tapi dibandingkan denganmu.." Kirina mengalihkan pandangannya dari Kuro menuju Rourui di sisi lain, " Aku lebih takut pada seseorang yang tidak mengatakan apapun, orang seperti itu sangatlah sulit untuk ditebak."

ucap Kirina.

---- Beast Warriors ----


Di dalam Gua bawah tanah, tempat persembunyian sekaligus tempat untuk melakukan percobaan-percobaan gila, nampak Jeckel menghampiri seseorang di sana. Yah, orang itu adalah Jin, seorang ilmuan sekaligus seorang Jendral kepercayaan Sang Raja.

Tapi setelah Hulio, Raja generasi ke-2 itu wafat, Jin bagaikan kehilangan posisinya di dalam kerajaan. Draggner tidak begitu memperhatikan dan menggunakan jasa-jasanya seperti Raja sebelumnya.

"Sebenarnya apa tujuanmu, Jin!" Jeckel mendekati pria itu.

Jin kemudian menoleh ke arah sumber suara yang mengajaknya bicara itu, " Ada apa, Jeckel? Apakah kau ingin menghianatiku?"

"Kenapa kau bertindak begitu jauh, apakah yang ingin kau capai? Jelaskan padaku, jika kau masih menganggap diriku sebagai saudaramu, Jin."

"Bukankah aku pernah mengatakannya padamu?"

"Aku ingin membalas apa yang telah mereka lakukan padaku.. Hanya itu." jawabnya singkat.

"Apakah benar dirimu masih menyimpan dendam masa lalumu itu?"

"Apa yang kau bicarakan, hah!?" bentak Jin marah.

"Apa kau telah melupakan perlakuan mereka pada kita dulu? Jawab aku!" bentaknya lagi.

Jin mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya, tubuh lelaki itu penuh dengan bekas-bekas jahitan.

"Kau lihat! Aku tidak akan pernah melupakan luka-luka ini.."

"Tapi bukan luka inilah yang membuatku marah, tapi apa yang mereka lakukan pada seluruh keluargaku puluhan tahun silam." Jin kembali mengenakan pakaiannya.

Jeckel hanya diam, ia hanya terpaku sambil terus memandang temannya itu sampai kemudian, pandangannya teralihkan oleh sesosok mayat yang tergantung di dinding tepat di belakang Jin.

"Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan tubuh tak bernyawa itu?" tanyanya.

Kemudian Jin menoleh melihat mayat itu, " Oh itu ya.. X-1 akan mengejutkan semuanya. Dia akan menjadi senjata yang mematikan jika aku berhasil membuatnya hidup."

"Kurasa itu mustahil.." ucap Jeckel.

Jin tersenyum lalu berkata, " Tidak ada yang mustahil di dunia ini.. Kau lihat saja nanti."

Kembali ke dalam Istana..

Draggner memanggil Sigami untuk menghadap padanya.

"Ada apa Yang Mulia memanggilku? Apakah ada yang harus kulakukan untuk anda?" ucap Sang Jendral bagian utara itu sembari memberi hormat pada Rajanya.

"Si-ga-mi.. Hanya kaulah orang kepercayaanku sejak dulu, sejak kita masih sama-sama seorang Jendral. Hari ini aku menobatkanmu sebagai orang kepercayaanku." Draggner mulai beranjak dari singgasananya, berjalan menuju ke arah Sigami yang masih dalam posisi berlututnya.

Draggner memegang bahu Sang Jendral lalu memaksanya untuk berdiri.

"Berdirilah.. Lakukan sebuah tugas untukku.." ucapnya.

"Apa saja untukmu, Yang Mulia."

Lalu Sang Raja mendekatkan wajahnya ke arah Sigami kemudian membisikan sesuatu ke telinga Si Tanah Utara tersebut. Setelah mendengar bisikan lelaki itu, wajah Sigami nampak terkejut mendengarnya.

"A-Apa anda yakin, Y-Yang Mulia!?" ucapnya sedikit berteriak.

Draggner hanya memasang senyum di bibirnya.

"Ta-tapi.. Bu-bukankah benda itu dijaga ketat oleh raksasa bernama Bouma?"

"Apa kau takut, Jendral?" tanya Raja dengan nada yang sedikit mengejek.

"Bukan itu.. Tapi.."

"Siapakah yang ingin anda hidupkan dengan benda itu?"

"Hahaha.. Untuk siapa ya.." Draggner tak bosan-bosannya memasang senyum tanpa dosa di wajahnya itu.

Pria itu berbalik memunggungi Sigami, " Aku ingin membawa kembali sejarah yang terlupakan.."

Scene beralih ke pertarungan yang masih berlanjut di tengah hutan..

Teo yang terkena tumbukan elemen tanah Tatsuya tak mampu bergerak, pemuda itu tergeletak di tanah sama seperti Taki tapi tidak sampai pingsan.

"Teo!!" teriak Kinousuke sambil berlari ke arahnya.

"Jangan ke sana!!" teriak Ryuga.

Belum sempat Kinousuke sampai ke tempat Teo, Tatsuya dengan cepat muncul di samping anak itu kemudian langsung menghajarnya dengan elemen anginnya. Wuuussh!!

"Wooaaah!!" tubuh Kinousuke terhempas serta tercabik-cabik di udara oleh puluhan pisau angin yang diciptakan oleh Tatsuya.

"Kinousuke!!!!"

"Uagh!!" pemuda itu jatuh dengan keras membentur tanah.

Taki, Kinousuke dan Teo benar-benar dikalahkan dengan satu serangan.

"Siapa selanjutnya?" ucap Sang Kapten datar.

"Siiiaaalll!!!" Hayate berlari dan berubah wujud.

"Beast-Mode!!"

Hayate dalam mode Beast-nya bergerak dengan kecepatan sangat cepat. Manusia Cheetah itu langsung menerkam musuhnya dari depan dengan terang-terangan.

"Mode itu takkan bisa menandingi kekuatan dari kedua tanganku.." Tatsuya memunculkan banyak sekali tangan bayangan dari bayangan tubuhnya untuk menangkap makhluk itu.

"Aku lebih cepat!" ucap Hayate yakin.

Pemuda itu berhasil menghindari semuanya.

Grrrrhh!! Manusia Cheetah itu langsung melompat sambil menembakan bola-bola cahaya dari mulutnya. Bziuuuww.. Bzzziiiuuuww..

Tatsuya langsung menghalau bola-bola itu dengan tangan-tangan bayangannya.

Jblaaarr!! Jblaaarr!! Booommm!!

Karena semua serangannya dapat dimentahkan, akhirnya Hayate memutuskan untuk menyerangnya secara langsung.

Namun Tatsuya juga belum selesai dengan serangannya, pemimpin Destroyers itu menyiapkan sebuah serangan bola hitam berselimut api dari penggabungan bayangan dan elemen api miliknya.

Bola itu bersiap dilemparnya, " Terima ini.." ucapnya pelan dan langsung melemparkan serangan itu pada Hayate.

Serangan itu pun dilempar, bola hitam berselimut api tersebut melesat menuju Hayate tapi tiba-tiba manusia Cheetah itu membuka mulutnya lebar-lebar kemudian melahap bola itu begitu saja. Hap!

"Apa!!?" ucap Tatsuya tak percaya jika serangannya itu dimakan.

"Bagai mana dengan yang ini!!" pemuda itu menciptakan bola yang lebih besar dari sebelumnya.

Kali ini Hayate tak memakannya, manusia Cheetah itu tiba-tiba hilang dari pandangan Sang Kapten dan serangan itu hanya menghancurkan pepohonan di sana. Duuaaarr!!

"Kecepatannya meningkat!" pikir kaget Tatsuya.

Hayate muncul di dekat Sang Kapten dan langsung menggigit bahu kanan pemuda itu.

Makhluk itu berhasil mengenainya. Akibat gigi taring yang tajam dan besar itu, bahu kanan lelaki itu mengeluarkan darah yang begitu banyak.

"Gah.." Tatsuya muntah darah.

"Dia berhasil.." seru Ryuga.

Satoshi memunculkan tangan-tangan bayangannyan untuk mengunci tubuh Tatsuya.

"Ini kesempatanmu, Ryuga!" teriaknya.

Ryuga langsung menusuk kakaknya itu.

"Haaaaaa!!!" Batts!!

Tatsuya berhasil mengelabui semuanya, ia sudah lebih dulu mengaktifkan tangan Dewanya, sehingga membuat serangan itu mengenai Hayate.

"Ha-Ha-Hayate.." Ryuga langsung menangkap tubuh sahabatnya tersebut.

"Uhuaakk!!"

Sementara Tatsuya, ia merubah tubuhnya menjadi bayangan kemudian masuk ke dalam tanah untuk kabur.

"Tatsuya!!" teriak Ryuga sambil memeluk Hayate yang mulai kehilangan kesadarannya.

"Hayate!" Satoshi bergegas ke sana.

"Kau belum siap menghadapiku, Ryuga. Aku akan menunggumu jika kau sudah benar-benar siap." ucapnya sebelum benar-benar lenyap dari tempat itu.

"Tatsuya!!!!!!" Ryuga meluapkan kesedihannya.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 96

ThE LaSt EnD
2016-08-26 09:44:24
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-18 10:21:14
next read
Vor Deour
2016-03-17 22:46:14
Belum siap kok malah dial yang kabur... Uuuuuwww
Anique HyuUzumaki
2015-11-18 06:52:09
yah... ditunda lgi perangnya...
humaidi
2015-09-12 19:57:27
Ditunggu
THETECKOEZCURUT
2015-09-12 01:53:52
Next chapter d tunggu
dragon black
2015-09-10 09:01:59
Berjuang ryuga
Adhe Kurniawan
2015-09-10 05:07:36
Tatsuya akhirnya memilih kabur ya. Ryuga dkk memang lebih kuat sekarang. Tapi Ryuga pasti sangat sedih melihat kakaknya seperti itu
Nafys
2015-09-09 05:14:13
Hemm 2 tngan itu sngt kuat ya
A wahyu
2015-09-08 18:59:41
Meski memiliki 2 tangan yg luar biasa, Tatsuya tetap saja bisa terpojok
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook