VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 92

2015-08-31 - Tatzumaru > Beast Warriors
268 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Sedang apa kau huh!?" Jarged menebaskan Thunder Blade miliknya dan sambaran petir pun mengarah pada lawan bertarungnya itu.

Saat kilatan petir itu hendak mengenainya, Red menangkisnya dengan Cerberus kemudian mengembalikan sambaran tersebut pada musuhnya.

Tash!!

"Aku kembalikan padamu!"

Jduuaaarr!! Lagi-lagi sang Raja mampu menghindarinya dengan berpindah tempat sebelum petir itu mengenainya.

"Sudah kubilang kau takkan mampu mengalahkanku jika Gardarion masih di tanganku, bodoh."

Di Dunia Roh, Yagami tengah duduk bersila sambil memejamkan matanya berkonsentrasi memusatkan Sugetsunya untuk ditransfer pada Cerberus..

"Apakah belum selesai, Yagami-kun?" tanya Hitodama yang sudah merasa bosan menunggu tuannya sambil tiduran di belakangnya.

Yagami tak menjawabnya, pria itu masih serius tanpa bergerak sedikitpun.

"Kau juga tidak mau menjawab pertanyaanku.. Huh.. Ya sudahlah, aku tidur lagi."

Sementara Hitodama tiduran dan bersantai, Yagami hampir selesai menyelaraskan Sugetsunya.

Hitodama langsung bangkit ketika Cerberus masuk ke dalam tubuh Yagami.

"Oi.. Apa tuh?" Hitodama terkejut.

"Pedangnya menyatu.."

Lalu Yagami mulai membuka mata dan berdiri dari bertapanya, " Hito.."

"I-Iya.."

"Apakah kau sudah siap melakukan Mode terakhir?"

"Kapan saja semaumu, Kapten!" timpalnya.

"Baiklah, ayo kita tunjukan Mode Cerberus padanya!!"

Beast Warriors Chapter 92 - Perubahan Wujud Terakhir
Penulis : Tatzumaru

Red siap berubah ke perubahan bentuk terakhirnya..

"Hito, lepaskan!!" perintahnya.

"Eh!? Apa yang akan dilakukan olehnya?" Jarged tahu hal itu mungkin berbahaya makanya sang Raja memutuskan untuk menyerang musuhnya sebelum hal tidak diinginkan terjadi.

"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan apapun!!" pria itu melesat dan berpindah dengan cepat menggunakan Gardarion.

Ketika Jarged muncul dan hendak menyerang Red, tiba-tiba Armor Red terlepas dari tubuhnya sekaligus tidak sengaja mengenai Jarged hingga terhempas. Dash!!

"Uagh!!" sang Raja jatuh dan Gardarion terlepas dari tangannya.

Akibat benturan cukup keras di kepalanya, penglihatan Jarged menjadi kabur dan tidak begitu jelas.

Pria itu berusaha berdiri untuk mencari benda kubus berwarna hitam tersebut, tapi karena pandangannya masih buram, Jarged harus mencarinya dengan bersusah payah meraba-raba tanah di sekitarnya seperti orang buta.

Di sisi Yagami, kini lelaki itu mulai berubah menjadi seekor anjing berkepala tiga, yah tidak salah lagi itu adalah bentuk asli dari Blade of Cerberus yang menyatu dengan tubuhnya.

Bulu-bulu dan taring mulai tubuh, bentuk tubuh Yagami pun semakin lama semakin bongkok, dan mengerikan.

Grroooaahh!! Napasnya terasa panas dengan uap yang keluar dari setiap hembusan yang dikeluarkannya.

Silver dan yang lainnya kaget ketika melihat perubahan bentuk Yagami saat itu, " Red.. Apa yang dilakukannya.."

Keempat orang itu tak mampu berbuat apa-apa dengan parahnya luka yang mereka alami saat ini.

"Red-san.." Black mencoba merangkak menuju lelaki tersebut, tapi apa daya, tubuhnya tidak mengijinkannya untuk bergerak.

"Hentikan Black! Dia sudah bukan Red yang dulu.. Sekarang dia hanyalah seekor monster buas.." ucap Blue.

"Kenapa kau melakukan ini, Red? Apakah kau sudah kehabisan cara sampai-sampai harus memakai Mode terlarang ini huh!?" batin Purple sedih.

Di tempat Jarged lelaki itu masih sibuk meraba-raba sekitarnya untuk mencari Gardarion, " Sial! Di mana kau, Gardarion!!"

Sementara itu, perubahan wujud Yagami menjadi Cerberus pun akhirnya sempurna, monster anjing berkepala tiga itu kini mulai mengamuk dan mencari-cari sesuatu untuk dihancurkannya..

Grroooaahh!!! Grrrrrhh!! Cerberus mendesis dengan sangat menyeramkan dengan hembusan napas yang langsung membuat tumbuhan di sekitarnya layu dan mati saat terkena uap panas dari mulutnya.

---- Beast Warriors ----


Di Dunia Roh, tampak tubuh Yagami terbelenggu oleh rantai Cerberus..

"Hito.. Jika aku sudah berhasil menghancurkan Gardarion kau harus secepatnya menyegel tubuh dalam bentuk Cerberusku menggunakan Armor Red agar monster itu tidak bisa menghancurkan seisi desa dan umat manusia lainnya. Apa kau paham?"

"A-Aku mengerti, Yagami-kun. Tapi.. Jika aku melakukannya, dirimu juga akan.."

"Tidak apa-apa.. Lakukan saja. Yang terpenting buatku adalah melindungi desa, warga, bangsa, dan juga klan. Aku ingin melihat anak-anak penerus dari tiap klan bisa hidup dan melihat hari esok."

Sejenak Hitodama terdiam, namun pada akhirnya ia tak mampu menolak permintaan tuannya tersebut.

"Aku mengerti.."

Jarged masih terus meraba tempat di sekelilingnya dan akhirnya pria itu pun berhasil menemukan senjata legendarisnya.

"Ini dia."

Setelah menemukan Gardarion, Jarged menggunakan pengendalian elemen airnya untuk memunculkan air dari dalam tanah. Ia mencuci matanya dengan air yang menyembur dari dalam tanah tersebut.

"Dasar sial!"

Setelah mencuci wajahnya, penglihatan Jarged pun kembali normal, tetapi alangkah terkejutnya lelaki itu ketika penglihatannya kembali hal pertama yang dilihatnya adalah sesosok monster anjing berkepala tiga tepat di depan wajahnya.

Yah meskipun begitu sang Raja masih bertingkah angkuh seperti biasanya, " Aku sedikit terkejut melihatmu, Red."

Tanpa kompromi sedikitpun, Cerberus langsung menyemburkan uap panasnya pada lelaki itu. Buuusshh!!

"Dasar bodoh, kau semakin lamban dalam bentuk anjingmu.." Jarged muncul di atas kepala monster itu dan langsung menebas salah satu kepala dengan Thunder Blade.

Jrraaassh!! Kepala sebelah kiri makhluk itu terpenggal dengan mudahnya.

Namun hal itu justru membuat Jarged lengah, dan tanpa disadari olehnya, makhluk berkepala tiga itu berhasil menangkap dan menghantamkan tubuh pria itu ke tanah. Baaammm!!

"Gaaahh.." Jarged langsung muntah darah ketika tubuhnya terhimpit oleh tangan besar Cerberus.

Grrrrhh..

Anjing itu mendekatkan wajahnya dan mulai mengendus bau dari musuhnya itu.

"Hentikan, Yagami-kun!!" teriak Black.

"Pe-percuma saja kau berteriak.. Dia tidak akan bisa mendengarmu.." kondisi Silver semakin parah.

Nampak dari jauh tim bantuan dari benteng timur dan tim yang dipimpin oleh Gold telah sampai di bukit tempat pertarungan berlangsung..

"A-Apa itu? Apakah itu Beast-Mode?"

"Sepertinya bukan.. Kurasa itu adalah bentuk dari penggabungan.." sambung Gold.

"Itu Red!" ucap Green tiba-tiba.

"Apa kau yakin?"

"Aku sangat yakin.. Coba lihat itu!" Green menunjuk pecahan Armor yang melayang mengelilingi tubuh Cerberus.

"Bukankah itu Armor milik Red!?"

"Ayo kita ke sana!!" Gold berlari meninggalkan yang lain di belakang.

"Kenapa kalian bengong?" Green membentak prajurit lainnya.

"Ayo kita juga ke sana!" sambungnya lagi.

---- Beast Warriors ----


"Uhukk!! Ah.." Jarged sangat tersiksa dengan beberapa bagian tubuh yang telah hancur.

Jarged berusaha menggunakan tangannya untuk meraih Gardarion yang terlepas dari genggamannya.

Grroooaarrhh!!

Tap! Jarged berhasil meraihnya.

"Aktifkan.." pria itu kembali mengaktifkan Gardarionnya.

Di Dunia Roh..

"Ini saatnya! Lepaskan!!" dengan satu tarikan Yagami berhasil menghancurkan rantai Cerberus yang sejak tadi membelenggunya. Crraaakk!!

"Apa yang kau lakukan!?" ucap kaget Hitodama.

Yagami menarik keluar Blade of Cerberus dari dalam tubuhnya, hal itu membuatnya kembali ke wujud manusianya.

Batts!! Yagami menusuk Gardarion dengan pedangnya hingga menembus tubuh Jarged.

"Lakukan sekarang!!" teriaknya.

Meski merasa berat, Hitodama tetap melakukan perintah terakhir dari pemiliknya untuk segera menyegel mereka bersama-sama.

"Maafkan aku.. Yagami.." Hitodama melakukan penyegelan dengan Armor Red.

"Tidak apa-apa, kau tidak perlu meminta maaf.."

Pecahan-pecahan Armor itu mulai mengurung kedua orang di dalamnya.

"Kau.. Inikah rencanamu, kau ingin mati bersamaku?" Jarged benar-benar marah.

Tapi Yagami tidak menanggapi ocehan demi ocehan orang itu justru di saat-saat terakhirnya kenangan-kenangan bersama keluarganya mulai melintas di pikirannya. Kenangan tentang dirinya waktu anak-anak, lalu mulai tumbuh menjadi remaja dan menemukan cintanya sampai akhirnya menikahi wanita yang dicintainya dan memiliki seorang putra.

Kenangan itu terus berlanjut ketika ia melatih anaknya agar menjadi seorang prajurit hebat.

"Ayah.. Pulanglah.." kata-kata putranya terus terngiang di telinganya.

"Kami akan menunggu Sevenwolf pulang.."

Yagami mulai menitikan air mata, " Hyde.. Maaf.. Maafkan Ayah karena tidak bisa menepati janji padamu.."

"Ayah tidak bisa pulang untuk menemuimu.. Maafkan aku.." perlahan pandangan pria itu mulai kabur dan memudar menjadi putih.

"Aku pulang.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 93

Aerilyn Shilaexs
2017-06-12 13:43:34
Wah padahal udah keren tuh cerberus.
ThE LaSt EnD
2016-08-26 09:38:59
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-17 19:26:23
oh yagami adalah ayah hide
Vor Deour
2016-03-17 18:29:29
Suichi itu klan Somvlak kecuali sih tatsuya. Ya, walaupun awal-awal juga somvlak sih..
Anique HyuUzumaki
2015-11-15 20:46:19
Ternyata.... Hyde putra Yagami?! Busyet dah.... pantes aja somplaknya sama...
Phantom Alicia
2015-09-08 19:57:47
Kampret Hyde itu anak Yagami? Wew
clizdio
2015-08-31 19:15:21
keren
Adhe Kurniawan
2015-08-31 18:02:59
Semoga Red ada keajaiban yang membuat Red tidak mati
Nafys
2015-08-31 12:55:39
Ap in klimax kurasa tdak ku tunggu klanjutan x
A wahyu
2015-08-31 12:49:37
Lagi-lagi sebuah pengorbanan....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook