VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 91

2015-08-30 - Tatzumaru > Beast Warriors
261 views | 11 komentar | nilai: 10 (1 user)

DEG. Tiba-tiba Red, Silver, Black, Blue dan Purple muncul secara misterius yang langsung meringkus Jarged yang belum sepenuhnya menghilang..

Grap. Keempat Satria Serigala Besi itu menjatuhkan pria itu ke tanah dan memeganginya bersama-sama.

"A-Apa!? Kalian masih hidup!?"

"Kami takkan mati semudah itu, penjahat. Keadilan selalu menang melawan kejahatan!" ucap Silver.

Red menggendong Erika dan menyerahkannya pada Hyde yang masih tengkurap sambil menangis.

"Hiks.. Red-san.."

Red menurunkan gadis itu dan kemudian berkata, " Maaf kami telah menyusahkanmu. Tapi aku minta sekali lagi padamu.."

"Jagalah Nona untukku.. Janganlah lepaskan tanganmu lagi darinya." Red membuka topeng serigala besinya.

Untuk pertama kalinya Red menunjukkan identitas aslinya yang ternyata adalah Yagami pada orang lain selain anggota timnya. Memang seluruh anggota dari Sevenwolf harus dan wajib menyembunyikan identitas mereka di balik topeng serigala yang mereka kenakan sebab Sevenwolf adalah tim khusus yang didirikan dan ditugaskan untuk mengawal dan melindungi Sang Master dari para musuh yang berniat menyerangnya saat berpergian ke desa sekutu.

Yagami menampakan wajahnya pada dua anak di hadapannya tersebut..

"Kau.." Hyde sangat kaget dan syok.

"Berjanjilah padaku bahwa kau akan melindungi Nona dengan seluruh jiwa dan ragamu."

"Mmmm.. Aku berjanji.." ucapnya tegas.

"Walau pun anda tidak mengatakannya pun, aku tetap akan menjaganya dengan nyawaku.. Sebab aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan melindungi gadis ini meskipun aku harus kehilangan nyawaku."

Mendengar pernyataan anak itu Red atau lebih tepatnya Yagami bisa tersenyum bangga padanya, " Hahaha.. Kau lebih dewasa dari apa yang terlihat.."

"Hyde.." gumam gadis itu terharu.

Lalu untuk yang terakhir kalinya Yagami mengusap kepala anak itu dengan tangannya, " Pergilah.. Teman-temanmu juga akan segera menyusulmu."

"Baik!" kedua anak itu membungkukkan badannya.

Yagami kembali tersenyum sebelum akhirnya menutupi wajahnya kembali.

Beast Warriors Chapter 91 - Kaulah Kaptennya!
Penulis : Tatzumaru

Jarged penasaran dan mulai bertanya kenapa mereka bisa lolos dari serangannya, " Bagai mana kalian bisa lolos dari serangan lima elemenku? Karena kalau orang yang terkena serangan adalah prajurit biasa pasti tubuhnya akan menjadi debu.."

"Oh soal itu ya.."

"Itu mudah saja, kami dapat lolos dari serangan menakutkanmu itu karena pertolongan pemimpin kami, Red." pungkas Black.

"Memangnya apa yang dilakukannya?" Raja semakin penasaran.

"Haha.. Itu mudah.. Sebelum seranganmu mengenai kami, Red sudah lebih dulu mentransfer kami dan juga dirinya masuk ke dalam dunia Roh Armornya. Kami aman di dalam sana ketika ledakan hebat itu sedang terjadi." ungkap Silver.

"Hahaha.. Pantas saja.." Jarged malah tertawa.

"Kenapa kau tertawa huh? Apa ada yang lucu!?" bentak Silver.

"Tidak.. Aku hanya tertawa untuk kalian. Karena itulah tawa terakhirku yang bisa kalian dengar sebelum kalian mati!"

Buurrssstt!! Keempat orang itu terpental akibat tekanan Sugetsu yang diberikan oleh pria tersebut.

"Gyaaahh!!"

Di sisi Red, Kesatria merah itu memerintahkan Hyde dan Erika agar bergegas pergi dari sana..

"Kalian cepatlah tinggalkan tempat ini secepatnya, orang itu mengamuk lagi aku harus menghentikannya."

"Hemm.. Ayo Erika!"

"Ah, iya." jawabnya.

Namun sebelum mereka pergi jauh Hyde berbalik lalu berteriak pada Red, " Berhati-hatilah!! Kami semua akan menunggu Sevenwolf pulang!!"

Red mengangkat jempolnya, " Dasar bocah tengik.. Dia merasa seperti seorang ayah saja.. Hahaha.."

"Baiklah, ini waktunya serius." Red menarik pedangnya yang kini terlihat bersinar terang di genggaman tangannya.

Saat Red mengalihkan pandangannya pada Jarged, di sana terlihat kalau anggota timnya sudah terkapar dengan Armor yang telah rusak parah.

"Mungkin aku tidak bisa mengalahkannya, tapi.. Aku bisa mati bersamanya."

"Cerberus.. Pinjamkan kekuatanmu padaku untuk yang terakhir kalinya.." Armor Red mulai terbakar api.

"Dia menggunakan kecepatan berpindah tempatnya untuk melawanku, aku akan melawannya dengan otakku.." Kesatria itu langsung melesat dengan sangat cepat.

"Ini pertarungan terakhir! Aku akan menyelesaikannya!! Haaaaaaa!!!!"

Kecepatan Red begitu luar biasa, Kesatria Besi itu terus maju, yang terlihat darinya hanyalah api yang berkobar di tubuhnya. Byuuussh!!

"Dia cepat." gumam Jarged, " Tapi tetap saja.."

"Secepat apa pun dia, tidak akan ada yang bisa menandingi kecepatan teleportasi.." Jarged mengaktifkan Gardarion.

Batts!! Red menebas tubuh musuhnya, tapi seperti sebelumnya, serangan itu hanya menembus tubuh lelaki itu.

"Aku kurang cepat.." Red mengayunkan pedangnya ke belakang. Dash!!

Ternyata Jarged sudah berada di sana dan menahan serangan tersebut dengan Thunder Blade.

Raja bangsa Warriors itu langsung melompat satu langkah ke belakang, " Hahaha.. Kau sudah memprediksi lompatan waktuku ya?"

"Aku sudah tahu semua pola seranganmu! Aku tidak akan terkecoh lagi." Red kembali menghunuskan pedang besarnya.

"Bagus.. Kau membuatnya semakin menarik." Jarged juga bersiap dengan pedang petirnya.

"Yosh!!" teriak kedua orang itu sebelum akhirnya mereka melesat menuju lawan di depannya.

---- Beast Warriors ----


"Apakah Gold dan pasukan bantuan telah sampai di tempat mereka?" tanya Master Kashigami pada orang kepercayaannya, Goffy.

"Gold-san, Green-san berserta pasukan bantuan telah sampai. Kini mereka masih bertarung melawan pasukan Warriors di wilayah timur.." lapornya.

"Wilayah timur ya?" kemudian sang Master teringat akan sesuatu.

"Goffy.."

"Ada apa Kashigami-sama?"

"Cepat kirim sinyal Beast pada benteng timur supaya mengirim bala bantuan secepatnya untuk tim Sevenwolf.. Aku punya firasat buruk tentang ini."

"Siap laksanakan!!"

Satu jam kemudian, tim bantuan yang dikirim dari benteng timur pun akhirnya sampai di dua titik lokasi yang di informasikan oleh Goffy..

"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya tim bantuan.

Kemudian Gold menjawabnya, " Kami baik-baik saja, tim kami telah mengalahkan pasukan Warriors. Kalian terlambat."

"Ma-maafkan kami.." ucapnya menyesal.

"Sudahlah, tidak apa-apa.. Kami akan pergi menuju tempat Red, apakah kalian akan ikut?"

"Baik, kami akan ikut kalian. Lagian perintah ini kami dapat langsung dari Master Kashigami."

"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat!"

"Yah!!"

Akhirnya semua prajurit pergi menuju ke tempat Red dan anggota yang lainnya untuk memberikan pertolongan.

Kembali ke bukit..

Pertarungan hebat antara Kapten tim Sevenwolf melawan Raja generasi pertama bangsa Warriors itu masih berlangsung sampai saat ini. Sulit untuk memprediksi siapakah yang akan keluar menjadi seorang pemenang, sebab kedua orang itu sama-sama kuat.

Tapi meskipun begitu mereka tetaplah manusia, tubuh dan stamina yang mereka miliki pasti ada batasnya. Terlihat Jarged berdarah di bagian kepala dan lengan kirinya, sementara Red, Armor merah yang selalu melindunginya tersebut hampir seluruhnya rusak akibat pertarungan panjang yang sudah berlangsung cukup lama itu.

Di dalam dunia Roh, Yagami bertanya pada Hitodama, Roh Armornya..

"Hito.. Aku sudah kehabisan cara untuk melawannya dan juga tubuhku mulai tidak mau menuruti perintahku.. Aku benar-benar telah kehabisan Sugetsu dan tenagaku dalam pertarungan panjang ini."

"Apakah ada cara untuk mengakhirinya?"

"Aku tahu ini pasti berat untukmu, tapi orang itu memiliki Gardarion yang mampu memanipulasi alur waktu sesuka hatinya."

"Senjata itu yang paling berbahaya dan mematikan dari pada senjata legendaris lainnya."

"Tapi.. Ada satu cara untuk mengalahkan sihir Gardarion.." jelas Hitodama.

"Satu cara? Bagai mana itu? Beritahu aku, Hito!"

"Tapi, cara ini sangat berbahaya bagi Cerberus dan juga nyawamu sendiri."

"A-Apa maksudmu berbahaya bagi nyawaku dan juga Cerberus? Jelaskan padaku!"

"Cara ini melibatkan seluruh Sugetsu dari Blade of Cerberus dan juga Sugetsumu sendiri."

"Kau harus rela Sugetsu dalam tubuhmu terserap habis masuk ke dalam pedangmu itu kemudian kau harus menyelaraskannya dengan Sugetsu yang dimiliki Cerberus. Jangan sampai Sugetsumu termakan oleh Sugetsu pedangmu dan juga sebaliknya. Kau harus bisa menyeimbangkan dua Sugetsu dalam satu wadah."

"Lalu apa selanjutnya?"

"Jika kau berhasil melakukannya sampai tahap ini, kau bisa langsung menggunakan Cerberus dengan kekuatan penuh untuk menghancurkan Gardarion." jelasnya.

"Apakah hanya itu saja?" tanya Yagami dengan entengnya.

"Yah hanya itu yang kau perlukan, tapi jangan sampai gagal! Jika salah satu Sugetsu termakan oleh Sugetsu satunya maka.."

"Kau akan mati.."

"Mati ya?" Yagami sudah tidak kaget lagi mendengarnya, ia sudah siap mati demi melindungi desa dan juga bangsanya.

"Dan jika kau telah berhasil melakukannya, Cerberus akan kehilangan kehidupannya atau dengan kata lain, pedangmu akan menjadi pedang biasa seperti senjata lainnya.."

"Begitukah?" Yagami menatap senjata legendarisnya.

"Maafkan aku, Cerberus.. Tapi, aku harus melakukannya apa pun yang terjadi." ucapnya.

Namun bagaikan mengerti, mata Cerberus memancarkan cahaya merah, lebih tepatnya berkedip.

"Kau setuju?"

"Kalau begitu, ayo kita bertarung sekuat tenaga bersama untuk yang terakhir kalinya!" Yagami sudah membulatkan tekadnya.

"Yagami.. Benarkah kau akan melakukannya?" tanya Hito.

"Yap.. Aku akan melakukannya!" tegas Yagami tanpa keraguan.

"Seperti itu ya? Baiklah.. Aku juga akan membantumu untuk yang terakhir kalinya. Jika harus mati, ayo mati bersama-sama! Aku tidak mau menyesal nantinya." Hitodama juga ingin berjuang.

"Hito.. Kau.." Yagami hampir menangis, tapi lelaki itu mampu menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Baiklah kalau itu keputusanmu.. Ayo kita selesaikan ini dalam satu serangan!!"

"Hmm.. Kaulah Kaptennya, Red."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 92

Tifa Lockhart Chan
2017-06-12 13:40:45
Mati bersama, aku mah ogah ah. Nggak mau.
ThE LaSt EnD
2016-08-26 06:30:39
ku beri nilai 10 dan ku tinggalkan jejak renungan "Mayat".
Tifa Lockhart Chan
2016-08-17 19:17:48
next read
Vor Deour
2016-03-17 17:58:43
Cerberus mati ? Tidaaakk!!!
Anique HyuUzumaki
2015-11-15 20:39:20
Yang mampu megang cerberus kyaknya cuma Yagami ama Ryuuga...
Phantom Alicia
2015-09-08 19:34:54
Njiir.. Skrg kan ada di Ryuga
de.zero
2015-08-30 20:22:25
ceritanya sudah mau end ya bro,.?
A wahyu
2015-08-30 19:11:33
Benar2 prinsip yg tak goyah...
Nafys
2015-08-30 18:13:28
Lanjuut nanggung Bikin tegangkan aj
Nafys
2015-08-30 18:12:50
Bikin tegangkan aj
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook