VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 87

2015-08-10 - Tatzumaru > Beast Warriors
271 views | 8 komentar | nilai: 10 (1 user)

Hyde, Kororu dan Lincoln yang masih berumur 14 tahunan itu tengah merencanakan sesuatu di sebuah gang..

"Hei Hyde, benarkah kita akan melakukannya?" tanya Kororu sedikit ragu.

"Kenapa kau jadi pengecut begini, Kororu? Bukankah Erika adalah teman kita? Jika teman kita dalam kesulitan kita harus saling membantu untuk menolongnya." tegas anak bernama Hyde itu.

"Apa yang dikatakan Hyde aku setuju! Bukankah kita semua adalah temannya? Jadi kita harus menolongnya!" sambung Lincoln semangat.

"Dasar kau.. Kenapa jika menyangkut gadis itu kau berubah 180 derajat? Sungguh fenomena kejiwaan yang aneh." ucap Kororu dengan tampang curiga.

"Heee!?" Lincoln salah tingkah.

"Bukankah tadi sudah kubilang, bahwa Erika itu teman kita, itu sudah cukup untuk menjadi alasan kita, benar kan Hikaru?" Hyde menoleh dan tersenyum pada Lincoln yang masih terlihat gelagapan.

"A-Ah.. I-Iya.. I-Itulah maksudku.." ucapnya grogi.

"Haaah.. Baiklah, baik.. Aku ikut rencanamu." jawab Kororu dengan nada terpaksa.

Kororu melirik ke arah Lincoln dengan tatapan anehnya, " Kau pikir aku tidak tahu kalau kau menyukainya apa? Aku tahu itu.." ucap Kororu dalam hati.

"Apa hah!? Ada apa dengan tatapanmu itu? Mau kucolok matamu ya?" bentak Lincoln yang mulai risih dengan tatapan aneh sahabatnya itu.

"Tidak, tidak ada apa-apa, aku hanya mengagumi ketampananmu saja. Uweeekk.." sindirnya.

"Hiiihh!! Dasar kau!!"

"Sudah-sudah, jangan bertengkar lagi! Bukankah kita harus cepat menolong Erika?" Hyde melerainya.

"Yah kau benar Hyde! Ayo cepat kita berangkat!!" Lincoln berjalan dengan gaya yang aneh, mendahului kedua temannya.

"Kenapa dengannya? Kenapa jalannya ngangkang begitu? Apakah selangkangannya sakit?" Hyde menatapnya dari belakang dengan tatapan yang aneh.

Tatapan Kororu juga tidak kalah anehnya, " Terlihat sangat jelas." gumamnya.

"Apanya?" tanya Hyde dengan wajah tidak tahu apa-apa.

"Eh.. Jelas.. Eh.. Jelas apanya ya?" Kororu bingung harus bilang apa, " jelas.. Eh.. Jelasin sendiri ajalah!!" Kororu langsung ngacir menyusul Lincoln dengan gaya berjalan yang sama.

"Kenapa mereka berdua?"

"Haaah.. Sakit kok berjamaah.." akhirnya Hyde pun ikut jalan ngangkang atas nama solideritas.

Beast Warriors Chapter 87 - Roh Kesatria Besi
Penulis : Tatzumaru

"Selamat tinggal, Red.." Jarged mengayunkan pedangnya.

Jbuuaaggh!! Red mengarahkan kakinya ke belakang, tepat mengenai perut pria tersebut.

"Gah!!" Jarged meringis kesakitan.

"Akhirnya, kena juga kau." Red berdiri sembari menyarungkan pedangnya kembali.

"Lawan sekelas dirimu memang tidak bisa ditandingi dengan cara biasa.." Red memutar gagang pedangnya.

Lelaki itu masuk ke mode terkuatnya, " Terbakarlah, Serigala api!!"

Brraaasshh!! Tekanan luar biasa dari api yang membakar baju besi itu merobohkan pepohonan di sekitarnya.

"Hitodama-Mode!!"

Bola-bola api mulai melayang mengitari tubuhnya dari samping.

Entah di mana, mungkin di alam bawah sadarnya, Red sedang berbicara pada roh yang menyerupai bentuk dari armornya..

"Yagami.. Apakah kau melawan musuh yang begitu tangguh sampai-sampai harus meminjam kekuatanku hah?" tanya roh itu pada Red tanpa armornya yang ternyata adalah Yagami Suichi.

"Ha!! Ternyata kesombonganmu tidak pernah hilang ya, Hitodama?"

"Tapi, meski pun begitu.. Aku mohon bertarunglah bersamaku!"

"Heh, apa kau yakin bisa mengalahkannya? Aku hanya bersedia jika pengguna armorku sangat yakin bisa mengalahkannya, tapi jika kau tidak yakin, jangan harap aku mau bertarung bersamamu." tegas roh bernama Hitodama itu dengan sombongnya.

Yagami pun menjawab pertanyaan armornya dengan tak kalah sombongnya, " Ya ya ya ya.. Aku yakin bisa mengalahkannya, jadi cepatlah berikan kekuatanmu padaku."

"Dasar bocah tidak sopan! Setidaknya kau ucapkan kata mohon pada kalimatmu barusan."

"Tapi ya sudahlah.. Akan kupinjamkan kekuatanku padamu."

Yagami hanya tersenyum mendengarnya.

---- Beast Warriors ----


Cekungan akibat tekanan udara yang dihasilkan semakin lama semakin dalam dan lebar, serpihan-serpihan tanah yang hancur pun mulai terangkat dan melayang di udara.

"Kyaaah.." Erika ikut terhempas akibat tekanan yang luar biasa itu.

Brraaasshh!! Setelah kedua mata Red terbuka, tekanan energi itu pun lenyap begitu saja.

"Berhati-hatilah terhadapnya, Gardarion mampu memanipulasi ruang dan waktu seperti apa yang di inginkan penggunanya. Benda itulah yang paling berbahaya di antara senjata legendaris yang lainnya." jelas Hitodama di dalam pikiran Red.

"Aku tahu." balasnya singkat.

"Hah!? Hanya itu saja?" Jarged berpikir bahwa mode Hitodama hanya seperti itu, " Hah.. Membosankan."

Satt!! Red sudah memegang leher Jarged.

"I-Ini? Aku tidak bisa melihat ataupun mendengar gerakannya barusan.." Jarged benar-benar kaget dibuatnya.

"Tapi.." pria itu hendak mengaktifkan Gardarion untuk memanipulasi waktu, tapi Red sudah lebih dulu membanting lelaki tersebut sebelum Gardarion aktif. Bruuuaaakk!!!!

"Uagh!!"

Beberapa saat kemudian ia baru berpindah tempat, namun dalam posisi terkapar akibat serangan Red tadi.

"Ukh.. Kecepatannya melebihi Gardarion." pikirnya.

"Bagus, kau memang hebat, Yagami." Hitodama memberinya pujian.

"Red-san sungguh luar biasa.." ucap kagum Hyde yang melihat pertarungan itu dari balik semak-semak bersama dua sahabatnya.

"Hebaaatt.. Sevenwolf benar-benar kereeen.." mata Kororu berbinar-binar.

Di sisi Silver dan yang lainnya..

"Mode Hitodama kembali aktif, Red ada di selatan!" Black langsung mengubah arah dan tujuannya.

"Sepertinya tempat Red berada lumayan jauh dari kita." jelas Blue.

"Apa yang sebenarnya ada di otaknya?" Silver menggerutu di sepanjang jalan.

"Aku tahu dia pemimpinnya, tapi, jangan melakukan hal seenaknya begini! Ujung-ujungnya dia membuat repot semuanya."

"Sudahlah, Silver.. Walau pun kau terus mengoceh dan terus menyalahkannya, semua itu takkan merubah apapun! Lebih baik kau simpan energimu untuk nanti, firasatku mengatakan bahwa akan ada pertarungan hebat." pungkas Black.

"Hah.. Sial! Meski aku membenci firasatmu yang selalu muncul tiba-tiba itu, tapi menyebalkannya firasatmu itu selalu benar.." ucap Silver.

"Huhuhuhu.. Akhirnya kau mengakui keakuratan dari firasatku.."

"Sudah diam!! Firasatku mengatakan jika kau bicara terus, maka kapakku akan menancap di kepalamu!"

"Iiiihh.. Serem.." ledeknya lagi.

Kembali ke tempat pertarungan..

Red menggunakan bola-bola api yang mengitari armornya untuk menyerang. Tembakan-tembakan bola api dilesatkannya, namun Jarged mampu menghindarinya dengan berpindah tempat menggunakan Gardarion.

Dziiiuuuw!! Duuaaarr!! Dziiiuuuw!! Duuaaarr!!

Serangan itu hanya mengenai pepohonan dan bebatuan di sana.

Jarged melesat, ia melompat ke sana kemari sambil terus menghilang berpindah-pindah tempat dengan sangat cepat, membuat Red bingung menentukan sasaran tembaknya.

"Dia terlalu cepat! Apa yang harus kulakukan, Hito?"

Sementara itu, trio sekawan yang bersembunyi di semak-semak itu tidak sengaja melihat Erika yang sedang bersembunyi di balik pepohonan yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.

"H-Hei.. Bu-bukankah anak di balik pohon yang ada di sana itu Erika-chan?" ucap Lincoln sambil menunjuk lurus ke depan.

"Ah.. Benar.. Itu Eri.. Mmph.." Kororu langsung menyumpal mulut Hyde yang tidak terkendali dengan dedaunan kering yang bertebaran di dekatnya.

"Jangan keras-keras, nanti penjahat itu mendengarnya." ucap anak itu dengan setengah berbisik.

"Uhuk!! Uwee.." Hyde tersedak.

"Jangan berisik sih jangan berisik.. Tapi nggak gini juga kali.. Uweeek.."

"Ayo kita ke sana, lalu bawa gadis itu kembali ke desa, bagaimana?" Lincoln memberi saran.

"Hah.. Itu ide yang brilian!" ucap Kororu.

"Brilian apanya? Nenek-nenek tattoan juga tahu apa yang harus dilakukan ketika temannya diculik penjahat." sambung Hyde dengan wajah dan suara yang sama datarnya.

"Tapi.. Bagai mana jika mereka melihat kita? Bisa habis kalau itu terjadi."

"Tenang saja.. Mereka tidak akan memperhatikan kita, kedua orang itu masih sibuk memperhatikan lawan bertarungnya, jadi sekaranglah saat yang tepat." jelas Lincoln.

"Baiklah, ayo kita lakukan!"

Akhirnya trio kampret itu pun mengendap-endap menuju ke tempat gadis itu. Mereka merangkak perlahan berharap Red dan Jarged tidak memergoki mereka, tapi kenyataan berkata lain, Jarged tanpa sengaja melihatnya.

"Apa yang sedang dilakukan oleh ketiga tikus kecil itu di sana?"

"Hmm.. Sebaiknya aku beri pelajaran bocah-bocah ingusan itu.." pikir di benaknya.

Jarged kembali melesat sambil terus berpindah-pindah, lelaki itu sudah berada di hadapan sang kesatria merah.

"Ng!? Dia cepat!" tanpa berpikir panjang, Red langsung melesatkan pukulan pada musuhnya itu. Whuuuss..

Namun ketika serangan itu mengenainya, entah kenapa tinju Red menembus tubuh Jarged bagaikan sebuah hologram.

"Dia berpindah tempat lagi?" pikirnya kaget.

Dan tanpa disadari oleh semuanya, ternyata lelaki keturunan Warriors itu muncul di dekat Hyde, Kororu dan juga Lincoln yang masih fokus merangkak.

"Ooi.. Di-dia me-menemukan kita.." ucap Kororu terbata.

"Ma-mati kita.." ucap Hyde pasrah.

"Sedang apa kalian, anak-anak nakal.." Jarged sudah mengangkat Thunder Blade sejak tadi.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 88

Aerilyn Shilaexs
2017-06-11 13:49:03
Hahaha kasian deh, padahal udah berusaha tapi tetep aja ketemu.
ThE LaSt EnD
2016-08-26 06:21:45
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-16 21:43:35
yah ketemu deh
Vor Deour
2016-03-15 23:09:21
Jarged adalah type yg gampabg puas namun berambisi '-'
Anique HyuUzumaki
2015-11-15 19:46:52
Trio kampret waktu anak anak, saat dewasa jadi trio legenda...
Phantom Alicia
2015-08-11 18:47:01
Trio kampret Mado-san? Yg mata na besar kecil itu y?
Samut
2015-08-10 22:38:36
Ckckckkk,, trio kamvret jd tikus
A wahyu
2015-08-10 19:08:59
Solidaritas memang berbahaya! Firasat yg selalu tepat, kayak Mado Kureo di TG
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook