VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 86

2015-08-07 - Tatzumaru > Beast Warriors
237 views | 5 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Di mana yang lainnya?" Silver bertanya pada Black yang hanya datang bersama dua orang memakai baju besi berwarna biru dan satunya berwarna ungu.

"Maaf Silver-san, kami tidak menemukan Gold dan Green." jawab kesatria biru itu, Blue.

"Haaah.. Ya sudahlah, ayo kita berangkat!" ucap Silver dengan nada kesal yang ditahan.

"Yeah!!" balas yang lain kompak.

"Jangan mati dulu sebelum kami datang, Red-san." ucap Black dalam hati.

Mereka berempat pun langsung bergerak.

Di tempatnya, Red kembali mementalkan semua lawannya..

Broooaassh..

"Aaaaaaaa!!!" orang-orang itu kembali berjatuhan.

"Dia terlalu kuat. Uh.."

"Bagai mana ini Kapten? Apa yang harus kami lakukan?" tanya satu prajurit dengan wajah frustasinya.

"Kita ubah pola penyerangan kita! Kita gunakan strategi berlapis!!" jelasnya.

"Hemm.. Kami mengerti." lalu para prajurit itu pun berbaris seperti mau melaksanakan upacara bendera.

"He!? Apa yang mereka lakukan!?" Red jadi bingung.

"Majuuu!!"

"Yeaaahh!!!"

"Mereka masih belum kapok juga ya.." Red siap melakukan serangan yang sama.

Kesatria merah itu mengayunkan Cerberus, dan untuk yang ketiga kalinya, para prajurit berterbangan di udara.

Namun alangkah terkejutnya, ternyata yang terhempas hanya prajurit yang ada di barisan paling depan saja, sekarang barisan kedua siap untuk menyergap Red.

"Sial, mereka cerdik juga.."

Red hanya bisa terus menghindar sambil menunggu kekuatannya terisi kembali.

"Serangan tadi hanya bisa dilakukan sekali! Jika dia ingin menggunakannya lagi, ia harus berhenti sejenak untuk mengisi Sugetsu pada Cerberusnya!" jelas pemimpin orang-orang itu.

"Sial! Mereka tahu kelemahan dari jurusku tadi.." Red melirik ke arah pedang di tangannya, " Tapi.. Kalian sudah terlambat menyadarinya."

Cerberus sudah kembali terisi, Red sudah siap melakukan serangannya lagi.

"Bersiap di barisan!!" seru sang Kapten.

Orang-orang itu kembali menggunakan strategi berlapisnya. Semuanya berjajar rapih seperti sebelumnya.

"Majuuu!!!!" teriaknya lagi.

"Hehehe.." Red mengubah kuda-kudanya.

"Eh!? Dia merubah gerakannya?" ucap kaget sang Kapten.

Red menarik pedangnya ke belakang, menyarungkannya kembali.

"A-Apa yang dilakukannya!?" ucap prajurit di barisan depan yang masih terus maju.

"Kapten!?" mereka menoleh ke belakang dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya.

"Jangan gentar! Terus maju!!"

"Akhirnya aku harus menggunakan mode itu.." ucap Red sambil menggapai pegangan pedangnya.

Lelaki berbaju besi itu memutar gagang Cerberus sampai berputar beberapa derajat. Cklek!

Buurrrsstt!! Tiba-tiba baju besi itu terbakar, menyelimuti seluruh tubuh pemakainya.

"Uwaaa!!!!" semuanya terlempar akibat hembusan dari tekanan kekuatan yang meluap-luap itu.

"A-Apa itu!? Di-dia.. Te-terbakar!?"

Kobaran api di baju besi Red, perlahan namun pasti semakin besar dan semakin kuat tekanan yang dihasilkannya, sampai-sampai zirah yang tadinya berwarna merah, kini berubah warna seperti sebuah besi ketika dipanaskan.

"Haaaaaaaahh!!!!!" kedua mata Red berapi-api.

Di perjalanan, Silver, Black, Blue dan Purple dapat merasakan kekuatan Red dari sana..

"Apa kalian juga merasakannya?" tanya Silver yang tengah melompat di atas atap.

"I-Ini Red.." sambung Black.

"Dia menggunakan mode terkuatnya.." timpal Purple kaget.

"Ini bahaya! Dia akan hilang kendali seperti waktu itu.." ucap Blue khawatir.

"Heh.. Dasar si Red itu! Dia sungguh merepotkan." ucap Silver dalam hati.

Beast Warriors Chapter 86 - Gardarion
Penulis : Tatzumaru

Di dalam hutan, gadis itu terus berlari dan tanpa sengaja kakinya tersandung akar pohon di sana..

Gubrakk!! Gadis itu jatuh tersungkur.

"Aw.. Ah.." ia meringis kesakitan.

Sebuah suara tiba-tiba terdengar, " Sakit kan?"

Saat gadis itu mengangkat kepalanya ia pun begitu terkejut, " A-Ayah!?"

"Pulanglah bersamaku, Erika. Kau tidak akan pernah terluka jika bersamaku.." sang ayah mengulurkan tangannya.

Sesaat gadis bernama Erika itu terdiam menatap sang ayah, namun beberapa detik kemudian.. Plak!!

Erika menampar uluran tangan lelaki itu.

"Aku bukan putrimu! Aku adalah putri Kashigami! Dialah ayahku!!" Erika langsung lari dari sana.

"Cih, dasar anak bodoh!" lelaki itu mengejarnya.

---- Beast Warriors ----


Silver dan yang lainnya sampai di sungai, tempat di mana pertarungan terjadi..

"Eh!? Apa-apaan ini?" semuanya terkejut ketika melihat tempat itu hancur dan terbakar.

Api berkobar di mana-mana, terlihat pasukan Warriors yang bertarung melawan Red tadi terkapar semuanya dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi, termasuk sang Kapten.

"Di mana Red?" sepertinya kesatria merah itu tidak ada di sana.

"Ayo kita telusuri area ini! Siapa tahu Red belum pergi jauh." saran Purple.

"Yah ayo kita berpencar dan jika ada yang melihatnya pertama kali, beritahu yang lainnya dengan sinyal Beast!"

"Yah!!" mereka pun sepakat mencarinya dengan cara berpencar.

Kembali ke dalam hutan..

"Cepat pulanglah, anak durhaka!!" lelaki itu menembakkan kilatan petir dari tangannya.

Jdaaarr!! Walau pun kilatan tersebut hanya mengenai tanah, tapi serangan itu sudah cukup untuk membuat gadis itu terpental dan terjatuh.

"Aaaaahh.." Bruuaakk!!

"Jangan pernah membantah ayahmu ini, gadis bodoh."

Lelaki itu menarik paksa lengan putrinya tersebut, " Ayo pulang!!"

"Aku tidak mau!! Aku mau pulang ke desa Gio!!" Erika berontak.

"Errr!! Dasar kau!!" sang ayah geram dan hendak menamparnya, namun tiba-tiba.. Plak!! Red menahannya.

"R-Red-san.." ucap kaget Erika.

"Aku kan sudah bilang padamu, aku akan segera menyusulmu, nona." setelah mengatakan hal itu, Red langsung mengadu kepala besinya dengan lelaki itu. Duuaaakk!!

"Geh.." lelaki itu terjungkal ke belakang.

"Nona, kau bersembunyilah di balik pohon itu! Biar aku yang memberi orang ini pelajaran."

"Mmm.." Erika langsung berlari untuk sembunyi.

"Jarged, kau memang tidak ada kapoknya.." Red menarik pedangnya.

"Red, kau memang bajingan kurang ajar." lelaki yang ternyata Jarged itu berdiri dengan kepala berdarah-darah.

"Aku sudah muak denganmu, kesatria merah! Sekarang aku akan mengakhirinya!" tangan kanan Jarged menciptakan sebilah pedang dari elemen petirnya, sementara tangan kirinya mengambil sebuah benda kotak berwarna hitam dari balik bajunya.

"Thunder Blade dan Gardarion memang pasangan yang cocok." gumamnya.

"Sial, itu adalah senjata legendaris, sama seperti Cerberus."

"Ayo kita mulai.." ucap Jarged.

"Ini tidak bagus." Red menyiapkan Cerberusnya.

"Ayo majulah.." Jarged memberinya kesempatan untuk menyerang duluan.

"Chaaaaa!!!!"

Red menebas beberapa kali namun Jarged mampu menahannya dengan Thunder Blade miliknya. Ckraaassh.. Ckraaassh.. Percikan api keluar dari benturan pedang kedua orang itu.

Red mengaliri Cerberus dengan Sugetsu birunya lalu mengantamkannya begitu keras pada Thunder Blade hingga menghancurkannya menjadi serpihan-serpihan cahaya dan serangan itu juga mengenai tubuh Jarged hingga terbelah menjadi dua bagian. Batts!!

"Kena kau.." pikir Red senang.

Tapi tiba-tiba tubuh Jarged lenyap seperti asap begitu saja.

"He!? Sial!!" umpatnya dalam hati.

Jarged muncul di belakang lelaki itu dan langsung menebaskan Thunder Blade ke punggung sang kesatria merah. Batts!!

Red agak goyah, namun baju besinya menyelamatkan pria itu dari luka yang bisa saja merenggut nyawanya. Red langsung membalikkan tubuhnya sekaligus melesatkan serangan.

Batts!! Red berhasil memotong perut lawannya, namun yang menyebalkannya, Jarged kembali lenyap seperti sebelumnya.

"Menyebalkan!!" teriaknya kesal.

Jarged muncul dan menyerang kaki Red dengan pedangnya, serangan itu membuat si kesatria harus jatuh dengan posisi berlutut, namun untungnya baju besi yang dipakainya kembali melindungi pria itu dari luka yang seharusnya membuat kakinya terpotong oleh serangan tersebut.

Masih dalam posisi berlutut, Jarged menempelkan pedangnya tepat di leher bagian belakang musuhnya itu, " Apa kau tahu? Tidak ada yang bisa mengalahkanku selama aku masih memiliki Gardarion di tanganku.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 87

ThE LaSt EnD
2016-08-25 23:54:11
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-16 21:32:31
next read
Vor Deour
2016-03-15 23:02:41
Hmm... Go..go..!! Red-san I luph Yu
Anique HyuUzumaki
2015-11-15 19:38:44
Jarged vs Red... Keren!
Big bozz
2015-08-10 15:51:44
Keren
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook