VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 85

2015-08-06 - Tatzumaru > Beast Warriors
277 views | 11 komentar | nilai: 10 (1 user)

Sekitar 20 Tahun yang lalu..

Seorang kesatria memakai baju besi dengan topeng serigala berwarna merah yang menutupi seluruh wajah dan kepalanya itu berusaha meloloskan diri dari kejaran segerombolan orang yang mengejarnya sambil menggendong seorang gadis berumur 13 tahun di pelukannya.

Kesatria serigala besi itu terus berlari dan sesekali melompat-lompat bagaikan seorang shinobi. Gerakannya begitu terampil, padahal baju besi yang melekat pada tubuhnya sangatlah berat, bisa berkilo-kilo beratnya jika ditimbang, tapi kesatria itu seperti tidak merasakan beratnya beban yang ada pada tubuhnya tersebut.

"Mereka tidak kenal menyerah, ya?" sang kesatria itu hanya bisa menggumam.

"Mereka akan terus mengejar, sebelum aku tertangkap." ucap gadis itu dengan suara paraunya.

"Tinggalkan aku di sini lalu pergilah!" ucapnya lagi.

"Apa yang kau katakan hah? Aku tidak mau mendengarmu mengatakan hal itu lagi."

"Hanya itulah cara agar kau bisa lolos.. Jika kau tetap membawa diriku bersamamu, perjalananmu akan terhambat karena aku.."

"Aku sudah katakan padamu.. Jangan lagi kau bicara seperti itu! Sampai matipun, aku takkan melepaskanmu." tegas kesatria berzirah itu.

"Tapi Red-san.."

"Sudahlah, jangan terlalu banyak bicara, jika kau terus bicara nanti keadaanmu semakin parah." kesatria bernama Red itu kembali melompat ke atap.

Tiba-tiba sebuah suara memanggil melalui pikiran, " Oi, Red, di mana kau sekarang?"

"Maaf Silver, aku tidak bisa ngobrol saat ini. Sekarang aku sedang sibuk, kita bicarakan nanti, bersama yang lainnya."

"Ooi.. Tunggu Red.."

Red langsung memutus sambungan jarak jauh itu.

"Dasar si Red itu!!" kesatria berbaju besi Silver itu kesal karena sambungannya diputus sepihak.

"Apakah Red melakukan hal yang seenaknya lagi, Silver?" kesatria wanita berbaju besi hitam bertanya.

"Awas saja nanti, akan kuhajar dia!" ucap Silver kesal.

"Tenangkan dirimu.. Walau pun Red merepotkan dan sangat menyebalkan, tetapi dia tetap pemimpin kita." kesatria wanita itu berusaha untuk meredakan amarah Silver.

"Maafkan aku, Black."

"Iya, tidak apa-apa."

"Kau tunggu di sini, biar aku memanggil yang lainnya."

"Baiklah.." balas Silver singkat.

Beast Warriors Chapter 85 - Kesatria Merah
Penulis : Tatzumaru

"Sial! Mereka semakin memperpendek jarak denganku, bisa gawat kalau aku tidak melakukan sesuatu kepada para bajingan itu.." Red langsung mendarat di hilir sungai dan menurunkan gadis kecil itu di sana.

"Cepatlah kau lari masuk ke hutan, ikuti terus jalan ini, setelah itu kau akan sampai di desa." jelasnya.

"Kenapa kita tidak lari bersama?" tanyanya polos.

"Kau tenang saja, aku akan segera menyusulmu secepatnya, nona kecil." ucap Red.

"Ta-tapi Red-san.." potong anak itu.

"Apalagi?"

"A-Aku takut gelap.." ujarnya.

"Hahahaha.." Red malah menertawainya.

"Ke-kenapa kau tertawa?" gadis itu jadi bingung.

"Ini! Pakailah ini untuk menerangimu." Red memberinya kotak kaca berbentuk kubus.

"Pegang dengan kedua tanganmu, lalu pusatkanlah Sugetsumu pada benda itu! Maka benda itu akan memancarkan sinar dalam kegelapan." jelasnya.

"Itu dia!!" para pengejar telah sampai di jembatan.

"Cepatlah, nona!"

"Um.. Hati-hati, Red-san." gadis itu lari memasuki gelapnya hutan.

"Semoga dia tidak apa-apa." Red berbalik, ia siap menunggu orang-orang itu.

"Tangkap dia!! Jika perlu, habisi nyawanya!!" teriak pemimpin orang-orang itu.

"Serbuuu!!!" puluhan orang yang ternyata adalah prajurit itu terjun dari jembatan menuju ke tempat Red berada.

"Whoooaaa!!" teriakan para prajurit itu.

Red menarik pedang besar yang ada di balik punggungnya secara perlahan, " Pinjamkan kekuatanmu padaku.. Cerberus.."

Ternyata pedang itu adalah Blade of Cerberus. Saat Red berhasil menariknya secara sempurna, mata Cerberus langsung memancarkan Sugetsu merah.

"I-Itu.." ucap panik salah satu dari mereka ketika melihat pedang besar tersebut di tangan sang kesatria besi.

"Bu-bukanka i-itu.. Blade of Cerberus!?"

"A-Apa katamu!? Ce-Cerberus!?"

"Bukankah itu nama pedang yang digunakan para Dewa u-untuk berperang melawan Iblis dan makhluk bayangan dahulu?"

"Menurut rumor dan sejarah memang benar, Cerberus adalah pedang yang digunakan oleh Dewa untuk memisahkan pulau-pulau dan benua yang ada di muka Bumi ini." para prajurit itu mulai merasa takut.

"Ke-kenapa pedang seperti itu bi-bisa ada di tangannya?"

Red menghunuskan pedangnya, perlahan aura berwarna ungu kehitaman mulai mengalir dari tangan dan perlahan mulai menyelimuti pedang besar itu..

"!!!" para prajurit gemetar setelah mengetahuinya.

"Jangan takut, prajurit!!" sang pemimpin ikut terjun di barisan paling depan.

"Ta-tapi.."

"Dia hanya seorang manusia! Dia bukan Dewa!" ucapnya.

Para prajurit masih merasa takut, namun orang-orang itu memaksa diri mereka untuk bertarung melawan kesatria serigala besi tersebut.

"Puluhan melawan satu? Apakah kalian tidak punya malu, hah?"

"Oh iya, aku lupa.. Kalian para Warriors memang tidak punya malu, Hahahaha. Maaf telah menyinggung kalian."

Sang pemimpin tak terima, lelaki itu langsung menarik pedangnya juga.." Dalam perang, tidak ada yang namanya rasa malu.. Demi merebut kemenangan dalam perang, semua orang akan melakukan apa pun untuk bisa memenangkan sebuah pertarungan. Bukankah kalian juga sama, para binatang?"

"Heh, aku tidak perlu melakukan hal picik seperti apa yang kalian lakukan, aku dan Cerberus sudah cukup untuk membunuh bangsa terkutuk seperti kalian."

"Sudahlah, ayo kita mulai saja pertarungannya."

---- Beast Warriors ----


"Lapor Kashigami-sama!" Black menghadap kepada sang Master.

"Ada urusan apa larut malam begini menemuiku, Black-san?"

"Ini mengenai Red, ia pergi seorang diri untuk menyelamatkan putri anda, Master! Saya meminta izin supaya anda memberikan wewenang pada kami untuk menyusulnya, aku merasakan firasat buruk akan terjadi padanya." jelas kesatria wanita itu.

"Jadi Red diam-diam melakukan misi kalian besok lebih awal ya?"

"Benar Master, kami memohon izin agar misi ini dilaksanakan malam ini juga. Sepertinya Red sedang dalam bahaya saat ini."

"Hmm.. Begitu ya.." Kashigami mengelus-elus dagunya.

"Baiklah, laksanakan misi ini sekarang juga!" tegas Kashigami.

"Siap laksanakan!" Black memberi hormat sebelum meninggalkan ruangan itu.

Meski dalam dari luar terlihat tenang namun dalam hatinya, Kashigami merasa cemas.

"Dasar susah diatur.. Dia selalu melakukan semua hal seenak jidatnya." Kashigami hanya dapat menghela napas dan berharap misi ini sukses.

"Semoga semuanya berjalan dengan lancar."

Kembali ke sungai di bawah jembatan..

"Seraaang!!!!"

Puluhan prajurit itu menyerang Red bersamaan, " Haaaaaaaa!!!!"

Red tak tinggal diam, kesatria merah itu mengayunkan pedangnya, menghantamkannya ke tanah, menghancurkan dan menghempaskan semua orang yang hendak menyerangnya. Gbruuaaakk!!

"Gyaaahh!!!!" mereka tercebur ke sungai dangkal di sana.

"Pedang itu memang asli.." ucap salah satu dari mereka ketakutan.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 86

ThE LaSt EnD
2016-08-25 23:52:35
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-16 21:24:39
next read
Vor Deour
2016-03-15 22:56:25
Mungkinkah itu adalah Satoshi
Anique HyuUzumaki
2015-11-15 10:15:20
Mungkinkah ini kisah sevenwolf?
yantoanam
2015-08-05 23:49:25
mantap
dragon black
2015-08-05 20:25:18
hajar mereka red san, ngapa gak di buat film aja ganz
dragon black
2015-08-05 20:24:31
hajar mereka red san
kuncoro
2015-08-05 19:59:55
andaikan ini d jadiin komik buka hanya versi teks nya aja
A wahyu
2015-08-05 18:19:52
Pas seru-serunya malah kepotong...
Lyokovich the Death
2015-08-05 17:33:41
Teruskan om tanteh eh senpai maksudnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook