VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 78

2015-06-30 - Tatzumaru > Beast Warriors
359 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)


Tim Satoshi berhasil sampai di tempat tujuan dengan selamat..

"Apakah ini hutan Oreguss?" tanya Ryuga tak percaya.

Yah wajar saja pemuda itu tidak percaya, karena saat ini mereka harus memanjat tebing terlebih dahulu jika ingin sampai di sana, sebab hutan Oreguss terletak di atas tebing curam, sementara kini Ryuga dan kawan-kawan berada di bawahnya.

"Yang benar saja.. Apa kau bercanda?" mata Kinousuke menyusuri tebing itu dari bawah sampai ke atas yang terlihat sangat tinggi jika mengamatinya dari sana.

"Ini benar-benar tinggi.." keluh Teo.

"Hei murid bodoh.." Satoshi menarik Ryuga untuk berjongkok.

"Ada apa?" bisik pemuda itu polos.

"Kau salah memilih anggota, dasar bodoh.." jawabnya dengan nada yang sama.

"Apanya yang salah guru? Bukankah kau sendiri yang menyerahkan tugas merekrut anggota tim padaku? Kenapa kau malah menyalahkanku huh!?" bisik Ryuga lagi.

"Harusnya kau ajak Ryu!"

"Memangnya kenapa aku harus mengajaknya? Dialah orang yang paling tidak kusuka!"

"Heeehh.. Dari dulu otakmu memang tidak pernah bekerja ya?"

"Begini.. Jika ada anak itu kita tidak perlu cape-cape mempertaruhkan nyawa kita hanya untuk memanjat tebing tak berujung ini, iya kan?"

"Anak itu akan membawa kita terbang dengan elangnya.." ucapnya masih berbisik-bisik seperti tadi.

"Aku kan tidak tahu kalau kejadiannya akan jadi seperti ini.." Ryuga langsung galau.

"Apa yang sedang kalian bicarakan.." tiba-tiba Hayate sudah berjongkok di dekat mereka sambil memasang wajah pucat menakutkan seperti hantu.

"U-Uwaa.. Aaahh!! Jangan muncul tiba-tiba seperti itu, kau hampir membuat detak jantungku berhenti. Huh.." Satoshi mengelus-elus dadanya.

"Jangan lakukan itu lagi.." tampang Ryuga benar-benar terlihat sangat syok karena terkejut.

Beast Warriors Chapter 78 - Belum Mati
Penulis : Tatzumaru

"Hei guru.. Tidak bisakah kau menggunakan jurus tangan iblis bayanganmu untuk membawa kita ke atas sana?" Ryuga bertanya.

"Jaraknya terlalu jauh, jurus tangan iblis bayangan ada batas jangkauannya, jika jaraknya terlalu jauh aku tidak bisa meraihnya." jelasnya.

"Eh kenapa kau bertanya padaku? Bukankah kau juga bisa menggunakan jurus itu?" Satoshi balik bertanya.

"Aku sudah tidak bisa menggunakan jurus itu.." jawabnya singkat.

"Eh jangan bercanda, bukankah kau sangat mahir menggunakan jurus itu? Itu jurus andalanmu bukan?"

"Entahlah guru.. Semenjak aku kehilangan tangan iblisku, aku sudah berulang kali mencobanya, tapi.. Tidak berhasil." ungkapnya sedih.

"Hmm.. Tidak aneh jika kau tidak bisa menggunakannya.. Jurus tangan iblis bayangan itu memang hanya bisa dipanggil jika si pengguna jurusnya memiliki sugetsu hitam pada tubuhnya. Dan ketika kau kehilangan tangan kananmu itu secara tidak langsung sugetsu hitam yang ada di dalam tubuhmu pun hilang.."

"Dengan kata lain, sugetsu hitam yang ada di dalam tubuhmu itu tidak lain dan tidak bukan berasal dari tangan iblismu. Maka ketika kau terpisah dari tangan iblis, sugetsu hitammu pun ikut tertarik keluar bersama tangan iblis."

"Jadi bisa disimpulkan bahwa sugetsu hitammu telah lenyap dan kau tidak akan bisa lagi mengeluarkan sugetsu hitam ataupun menggunakan jurus tangan iblis bayangan seperti dulu.."

"Jadi seperti itu ya.." gumamnya sedih.

"Ryuga.. Aku.."

"Tidak apa-apa.. Aku baik-baik saja." Ryuga menyela kata-kata Satoshi.

Hayate hanya memandang Ryuga tanpa mengatakan apa pun seperti yang lainnya.

"Maafkan aku.. Ryuga.. Jika saja waktu itu aku lebih kuat, maka kau tidak akan kehilangan tangan kananmu.." ucap pemuda itu dalam hati.

Hayate merasa bahwa semua yang terjadi waktu itu adalah tanggung jawabnya.

"Hahahaha.. Aku tidak apa-apa!! Hehehe.. Wajah kalian tidak usah sedih begitu!!" Ryuga mengunci leher Hayate menggunakan tangan kirinya.

"Jangan memasang wajah menyedihkan begitu.. Cengeng sekali kau.." ucapnya sembari tersenyum.

"O-oi.. Le-lepaskan tanganmu!!" Hayate tercekik.

"Oh.. Maaf.." Ryuga langsung melepasnya.

"Kau mau membunuhku ya!!" pemuda itu marah-marah dengan tampang konyolnya.

"Dasar murid-murid bodoh.. Kalian sama sekali tidak berubah sedikitpun." Satoshi hanya tersenyum melihat tingkah laku murid-muridnya.

"Maaf.. Maaf.. Aku tidak sengaja.."

"Kemari kau, aku ingin membalasmu!" Hayate mengejar-ngejar Ryuga.

"Aku kan sudah minta maaf.. Jadi lupakanlah!" Ryuga berlindung di balik yang lainnya.

"Hei jangan lari kau!" mereka berputar-putar di antara anggota yang lain.

"Mereka tetap seperti ini.. Huhh.." Taki menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Hei ayo-ayo, kita harus mulai mendaki tebing ini!" ucap Satoshi.

"Huuuhh.. Baiklah.." ucap lemas semuanya.

Akhirnya tim Satoshi mulai mendaki tebing hanya dengan tangan kosong..

Mereka memusatkan sugetsunya pada telapak kaki untuk memanjat dinding tebing di sana..

Satoshi memulainya, lelaki bertubuh kekar itu langsung berlari di permukaan dinding tebing dengan sangat lincah. Tap.. Tap.. Tap..

Ryuga, Kinousuke, Taki dan Teo bergegas mengikuti jalan yang dilalui oleh sang kapten, tapi tidak dengan Hayate, pemuda itu tiba-tiba saja teringat dengan kejadian waktu itu. Kejadian di mana ia kehilangan kaki kakannya.

"Aku tidak bisa.." gumamnya.

"Hayate.. Kau pasti bisa!!" teriak Ryuga memberi semangat.

"Ayolah! Kau pasti bisa melakukannya!!" teriaknya untuk yang kedua kali.

Namun tiba-tiba saja X-1 muncul dari dalam tanah, lalu dengan cepatnya lelaki bertopeng itu melesat naik menuju Satoshi dan yang lainnya.

"Dia belum mati!!" teriak Kinousuke.

"Gawat! Orang aneh itu menuju kemari.."

"Orang itu.. Masih hidup? Bagai mana bisa? Padahal aku yakin mereka benar-benar terkena ledakanku.. Apa yang terjadi!?" pikir Teo tak percaya.

"Dia cepat sekali.." pikir Hayate yang belum juga mendaki sejak tadi.

Tanpa hambatan yang berarti, X-1 sudah berada di dekat kelima orang itu dan langsung menyerang kelimanya dalam satu serangan api yang disemburkannya melalui mulut. Bhuuuwwwooosss!!!

"Menghindar!!" perintah Satoshi.

Mereka berlima langsung berpencar menghindari semburan api itu.

"Sial, mereka dalam bahaya!" Hayate akhirnya melupakan trauma masa lalunya, dan langsung melompat-lompat di permukaan tebing.

Namun tiba-tiba sebuah tangan muncul dari permukaan tebing dan berhasil meraih kaki pemuda itu. Grap!!

"Ng!?" Hayate benar-benar terkejut.

Brruuaaakk!! Pemilik tangan itu ternyata adalah X-2.

"Kau.." Hayate berniat melesatkan kaki yang satunya, tetapi X-2 dapat menghindarinya dengan mudah.

"Ayo kita terbang.." ucapnya.

Grap. X-2 mengkait leher Hayate dan langsung membawanya jatuh ke bawah dengan sangat cepat. Whuuuss!!

Blaaarr!! Kedua orang itu jatuh dan menghancurkan tanah di bawahnya.

Di sisi yang lain, X-1 kembali bersiap menyerang dengan tangan iblis bayangannya.

Grap. Cengkaram tangan iblis bayangan X-1 sukses menangkap semuanya.

"I-Ini.. Tangan bayangan!?" ucap Ryuga syok.

"Kenapa dia bisa menggunakan jurusku?" Satoshi sama terkejutnya.

"Aku sudah bilang, aku tidak akan mati semudah itu." X-1 langsung melemparkan kelima orang tersebut menggunakan tangan iblis bayangannya.

"Uwaaah!!" teriak semuanya.

"Kembalilah ke bawah!!" dalam satu hentakkan saja X-1 dengan mudah menjatuhkan semuanya.

Duuuaaarr!! Mereka menghantam tanah seperti Hayate tadi.

Belum selesai sampai di situ, X-1 sudah menyiapkan bola hitam dari sugetsu hitamnya.

"Ukh.. Sakit.." semuanya terkapar di sana.

"Dia akan menyerang lagi.." ucap Taki lemah.

X-1 mengambil ancang-ancang, lelaki misterius itu menjatuhkan bola hitam tersebut ke bawah.

X-3 muncul di belakang X-1, kemudian X-3 melemparkan tubuh X-1 sekuat tenaganya. Byuuussh!!

X-1 yang melesat di udara langsung menendang bola hitam yang di jatuhkannya tadi. Dash!!

Tendangan super keras itu membuat laju jatuhnya bola semakin cepat.

Jiiiuuussh..

Booommm!!! Bola itu meledak meratakan hutan di bawahnya.

Kerusakan yang dihasilkan bola itu membuat hutan menjadi kawah yang sangat luas dan dalam, semua pohon hancur menjadi debu tanpa ada yang tersisa sedikitpun.

X-1, X-2 dan X-3 turun ke dalam cekungan yang tercipta dari serangan mereka.

"Mereka masih hidup." ucap X-1.

Terlihat Satoshi dan yang lainnya lolos dari kematian, sebelum bola itu membentur tanah, Satoshi sudah lebih dulu membuat kubah hitam dari jurung bayangannya untuk melindungi mereka dari serangan bola hitam.

"Wow.. Itu bahaya.."

"Serangan sebesar itu bisa membunuh kita hanya dalam hitungan detik." ucap Ryuga sambil melihat keadaan di sekelilingnya.

"Kekuatan mereka tidak normal.." Satoshi mulai memahami sesuatu.

"Sepertinya mereka bukanlah manusia.." jelasnya.

"A-Apa!!?"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 79

ThE LaSt EnD
2016-08-25 23:42:32
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Princes Alien Kawai
2016-08-16 17:46:18
next read
Vor Deour
2016-03-15 06:56:48
Sudah kubilang mereka itu hasil edo tensei
Anique HyuUzumaki
2015-07-09 07:48:25
Apa ketiga org itu punya hubungann sama Ryuuga?
Salamander
2015-07-03 05:01:07
mungkin itu anak buahnya dragnes, bener kagak ya namanya dragnes, gue lupa.
clizdio
2015-07-02 21:53:38
gw udah baca dr chapter 1.... Seru juga, g sabar nunggu chapter selanjutnya
A wahyu
2015-07-02 07:00:52
Apa x-1 dkk. adalah robot?
acbar
2015-06-30 15:33:40
Makin seru ceritanya,, Gmn ryuga nanti y coz dia dah g punya tbgan iblis
Boss Besar
2015-06-30 14:50:41
lanjut om
Phantom Alicia
2015-06-30 07:20:47
Itu mutan hasil percobaan, lanjutkan kk
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook