VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 75

2015-06-14 - Tatzumaru > Beast Warriors
285 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

<img src="http://tatzumaru.wap.sh/img/75-0.jpg"></img>

Laboraturium khusus...

Jin sedang melakukan eksperimen pada tubuhnya sendiri. Lelaki itu menyuntikkan cairan aneh hasil dari eksperimen pada lengannya sendiri.

"Uh.. luar biasa.." tubuh lelaki itu bergetar dengan hebatnya.

"Geh.. sugetsuku bergejolak sangat hebat.." Jin menopang tubuhnya dengan tangannya karena hampir kehilangan keseimbangan.

"Gah!!" otot-otot tubuhnya tegang, terlihat jelas di permukaan kulitnya.

"Aku harus mencobanya agar tahu berhasil atau tidak." Jin mencoba memunculkan akar dari ke dua pundaknya.

Akar muncul dari sana, akarnya berevolusi menjadi akar besi.

"Berhasil.."

<img src="http://tatzumaru.wap.sh/img/75-1.jpg"></img>


"Tidak sia-sia aku mengambil sedikit darahnya, ini sangat membantu dalam eksperimenku.." akar besi di pundaknya perlahan masuk kembali.

"Jika aku bisa mengendalikan berbagai jenis logam dengan ini, maka rencana untuk menguasai bangsa Warriors dan Beast akan lebih mudah.."

"Aku berhasil menciptakan elemen baru lagi, akulah Jin, si pengendali akar dan besi! Gahahahaha.."

"Dia benar-benar serius dengan rencananya yang dulu.." gumam Jeckel yang tengah memata-matainya dari balik pintu.

"Jin benar-benar masih menaruh dendam masa lalunya hingga saat ini. Apa yang bisa kulakukan jika sudah begini?" Jeckel terlihat sedih ketika mengingat masa kecilnya bersama Jin.

"Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menghentikannya? Atau.. membantunya?" Jeckel benar-benar dilema.

Jeckel memutuskan pergi dari sana..

"Kau akan membantuku, Jeckel. Akan kupastikan kau mengingat janjimu padaku dulu.." ternyata Jin mengetahui bahwa sejak tadi Jeckel berada di balik pintu laboraturiumnya.

Beast Warriors Chapter 75 - Lihatlah Kedepan
Penulis : Tatzumaru

Beralih ke Agraft..

Lincoln berjalan di keramaian desa, berjalan santai sambil mengamati sekitarnya..

"Ternyata banyak sekali yang berubah di tempat ini."

Orang-orang di sekitarnya mulai melirik ke arahnya dengan tatapan takut dan benci.

"Hei, bukankah lelaki itu Lincoln dari klan Hikaru?" bisik seseorang pada temannya.

"Eh? Sepertinya benar dia orangnya.. bukankah dulu orang itu berhianat pada kita, tapi kenapa Master masih mau menerimanya kembali?" balas temannya.

Sebenarnya meskipun orang-orang berbisik membicarakannya, tetapi lelaki itu terus berjalan pura-pura tidak mendengar semuanya.

"Kalian jangan dekat-dekat dengan pembunuh berdarah dingin itu! Bisa-bisa kalian dibunuhnya nanti!" ucap teman satunya.

"Meskipun 3 tahun sudah berlalu sejak perang besar itu tapi.. para penduduk desa masih belum bisa menerimaku." ucap Lincoln dalam hati.

"Yah sudah sepantasnya aku diperlakukan seperti ini.. mungkin ini adalah karma." pikirnya lagi.

Lincoln kembali berjalan..

"Hoy!! Hikaru!!" teriak Hyde sekencang kencangnya.

"Haaah.. dasar dia itu.."

"Dia sangat berisik seperti dulu."

"Cepat sini!! Yang lainnya juga ada!" Hyde dan teman-teman masa kecilnya sedang mengadakan makan-makan di sebuah kedai.

"Ayo bergabung bersama kami, Hikaru!!" Kororu juga ada disana.

"Iya-iya!" Lincoln akhirnya ikut bergabung.

"Pesan apa saja, Wata-san yang membayar semuanya!" ujar Hyde.

"Heee!! Kenapa jadi aku!! Bukankah kau bilang hari ini kau yang akan bayar!?" teriaknya.

<img src="http://tatzumaru.wap.sh/img/75-2.jpg"></img>


"Hahahaha.. aku hanya bercanda, kenapa kau sangat serius."

"Itu karena aku sedang tidak punya uang, bodoh!"

"Hehehe.. tenang saja, hari ini aku yang bayar!" potong Lincoln.

"Heeeh!? Benarkah!?" semuanya terkejut.

"Sudah lama aku tidak mentraktir kalian semua, jadi untuk hari ini biar aku yang bayar."

Mendengar itu Hyde langsung memesan semua yang ada di menu, "Pelayan! Aku pesan ini, ini juga, yang itu, terus ini, lalu yang ini, itu juga, dan ini, ini juga, itu, itu lagi.."

"H-Hei.. aku bilang mentraktir, bukannya memborong!!" bentaknya.

"Jarang-jarang kan kau mentraktir kami? Jadi biarkan saja! Hahaha.." ucap Igna.

"Uangku bisa habis kalau semua temanku seperti dia, Huh.."

"Hahahaha.." semuanya tertawa.

"Hehehe.. maaf ya, tapi semuanya sudah terlanjur dipesan, mau gimana lagi.." Hyde hanya menggaruk kepala bagian belakangnya.

Di sebuah lapangan yang tandus, terlihat Hayate sedang meletakkan bunga di sebuah batu yang ada di tempat tersebut..

"Walau tempat kenangan kita sudah berubah, tapi perasaanku padamu takkan pernah berubah.." ternyata dulunya lapangan itu adalah taman kenangan Hayate.

"Maafkan aku, Sizuha. Aku tidak bisa menjaga tempat kenangan kita, aku merasa malu pada janjiku kepadamu dulu. Maafkan aku.." ucapnya.

<img src="http://tatzumaru.wap.sh/img/75-4.jpg"></img>


Tidak jauh dari sana, Vida, Kimiko dan Seliana tak sengaja melintas dan melihat Hayate di tempat itu..

"Eh sedang apa dia di lapangan itu?" tanya Vida pada kedua gadis di sampingnya.

"Oh kau belum tahu ya?" Kimiko balik bertanya.

"Tahu apa?" tanyanya lagi.

"Kisah cinta Hayate yang berakhir tragis.." ucap Seliana dengan ekspresi horrornya.

"Kisah cinta?" gadis itu terkejut.

"Dulu, ketika kami masih berada di akademi, kami mempunyai teman bernama Momori Sizuha." jelas Kimiko serius.

Kembali ke kedai..

"Terima kasih atas makanannya, kami kembali dulu ke markas, apa kalian berdua mau ikut dengan kami? Sekalian merekomendasikan kalian sekali lagi.." ucap Kororu.

Mendengar hal itu, Lincoln kembali teringat akan kata-kata Hyde dulu.

"Kau tenang saja, setelah aku menjadi prajurit, aku akan merekomendasikan klanmu juga." ucapnya waktu itu.

"Bagaimana?" Kororu bertanya sekali lagi.

"Ba.."

"Tidak usah.." potong Lincoln.

"Aku sudah tidak ingin menjadi seorang prajurit saat ini." tegasnya.

"Apa!?" Hyde kaget.

"Bukankah kau sangat ingin menjadi salah satu prajurit hebat yang akan mengubah dunia menjadi lebih baik dengan tanganmu sendiri? Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?" Hyde tak habis pikir.

"Mengubah dunia tidak harus menjadi seorang prajurit, aku akan melakukannya dengan caraku sendiri. Kau ajak saja Hyde, dia adalah prajurit yang hebat jika berada di barisa depan." saran Lincoln.

"Tidak!" Hyde pun berubah pikiran.

"Hikaru benar, untuk mengubah dunia tidak harus menjadi seorang prajurit, aku juga akan melakukannya dengan caraku sendiri.."

"Kau.." Lincoln hanya menggumam saja.

"Begitu ya, sayang sekali padahal kalian sangat berbakat." ucap Kororu.

"Kau tidak usah khawatir, meski kami bukan seorang prajurit lagi, tapi kami akan membantu jika kalian membutuhkan tenaga tambahan. Kami akan siap kapanpun saat militer membutuhkannya, benar kan Hikaru?"

"Yah benar, kami selalu siap membantu!" sambungnya.

"Yah mau apalagi, jika itu keputusan kalian kami tidak bisa memaksa." ucap Igna.

"Baiklah kami pergi dulu, jika kalian membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya pada kami ya!" Kororu dan yang lainnya pergi darisana.

"Ayo, kita juga pergi!" ajak Hyde sambil berjalan mendahului.

"Hyde tunggu.."

"Ada apa?"

"Kenapa kau berubah pikiran? Apakah karena diriku?" Lincoln terlihat sangat serius.

"Apa yang kau bicarakan? Jangan berpikir bahwa keputusanku penyebabnya adalah dirimu." sahutnya tak kalah serius.

"Jika bukan karena itu lalu kenapa?"

"Tidak ada alasan, bukankah kita teman?" Hyde balik bertanya.

"Ya iyalah, dari dulu kita bertiga tetap berteman, tidak akan ada yang berubah." tegas Lincoln.

"Teman itu seperti bintang! Meskipun tak selalu terlihat, tapi akan selalu ada."

"Ng!?" Lincoln kembali teringat ketika mereka masih anak-anak.

<img src="http://tatzumaru.wap.sh/img/75-5.jpg"></img>


"Kita teman kan?" tanya Lincoln kecil.

"Hmmm.. kita teman." balas Hyde kecil.

"Teman itu seperti bintang.."

"Meskipun tak selalu terlihat, tapi akan selalu ada!"

"Itulah yang namanya teman.. teman akan selalu ada untuk membantu meskipun kau tidak menyadarinya." ucap Lincoln waktu itu.

"Kau masih terus mengingatnya.."

"Padahal dulu aku selalu memikirkan kepentinganku sendiri, tapi kau dan Kororu selalu mementingkan teman-temanmu.. aku merasa malu pada diriku saat ini.." lelaki itu menundukkan kepalanya.

"Aku benar-benar merasa malu pada kalian.."

"Jangan menghukum dirimu sendiri.." Hyde menepuk pundak temannya itu.

"Angkat kepalamu! Jangan melihat ke bawah, tapi lihatlah kedepan!"

Lalu perlahan Lincoln mengangkat kepalanya memandang Hyde yang sedang tersenyum tanpa adanya beban pada raut wajahnya, "Hy-Hyde?"

"Kau boleh sesekali menengok ke belakang, tapi hanya untuk mengingat kejadian yang sudah berlalu saja jangan sampai kau kembali ke masa lalu."

"Lihatlah jalan di hadapanmu! Yaitu masa depan yang lebih cerah dari masa lalu."

Tanpa sadar, air mata Lincoln jatuh begitu saja.

<img src="http://tatzumaru.wap.sh/img/75-6.jpg"></img>


"Dasar, debu sialan! Mataku jadi berair.." Lincoln menyembunyikan perasaannya.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 76

Zunuya Rajaf
2016-08-25 23:38:48
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-16 17:20:26
next read
Vor Deour
2016-03-15 05:13:31
Seru ya, kalau ada gambarnya
Anique HyuUzumaki
2015-07-08 14:41:13
Lincoln harga dirinya selangit...
Salamander
2015-06-23 03:47:29
cie cie... mewek............
dragon black
2015-06-21 01:09:33
lanjut gan
Phantom Alicia
2015-06-20 14:44:30
Lincoln, Kororu, n Hyde trio ada2 aja
Zeref
2015-06-19 16:00:46
Keren ceritanya sob.. Lanjutkan terusss
Boss Besar
2015-06-14 23:59:21
Komentar...bagus bro..semoga ente bisa jadi mangaka XD
blank blank
2015-06-14 16:16:09
Komentar , lanjut bro
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook