VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 73

2015-06-05 - Tatzumaru > Beast Warriors
289 views | 12 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Sial! Aku menginjak perangkap!" teriak Tomozaki.

"Dasar kau bodoh!!" Kirina sudah mati langkah.

Namun sebelum itu terjadi, Jinma mengaktifkan mata kirinya.

"Okurete Imasu!!"

Aliran waktu bergerak sangat lambat.

"Hayaashi!!"

Jinma mempercepat gerakan anggota Destroyers lain menggunakan mata kanannya.

Booommm!! mereka lolos sebelum perangkap itu meledak.

"Hampir saja.." ucap Kuro berkeringat dingin.

"Ini semua gara-gara kau, Tomozaki!!" Kirina benar-benar kesal dengan sifat ceroboh temannya itu.

"Maaf aku sedikit tergelincir tadi." Tomozaki tetap saja ngeles.

"Ada jamur besar di depan kita, kapten!" jelas Jinma yang ada di posisi paling depan bersama Rourui.

"Kita sudah sampai.." sahut Tatsuya.

"Apakah ini tempatnya? Jelek sekali.." gerutu Tomozaki.

"Sudah diam! Jangan sampai mulutmu itu aku tutup dengan pedangku!" ucap Rourui.

"Heeehh.. akhirnya si bisu buka mulut juga." gumam Tomozaki kesal.

"Kau lihat sendiri kan, Rourui yang jarang bicara saja kesal pada mulut cerewetmu itu! Jadi diamlah, sebelum dia benar-benar membuat mulutmu jadi lebar." timpal Kirina.

"Berisik! Suka-suka aku!" balas Tomozaki tak acuh.

"Geeehh!! Kenapa ada orang seperti dia di tim ini!?" ucap Kirina kesal.

"Diam!" ucap Tatsuya yang sedari tadi sedang memperhatikan jamur besar itu.

"Tomozaki.." Tatsuya memanggilnya.

"E-eh.. i-iya kapten.." sahutnya terbata.

"Hanya kapten saja yang bisa membungkam si mulut kaleng itu.." ucap Kirina pelan.

"Kau ingin beraksi bukan?" tanya Tatsuya dengan nada dinginnya.

"I-iya.."

"Kalau begitu hancurkanlah jamur ini!" perintahnya.

"Inilah yang aku tunggu! Serang dan hancurkan!!" Tomozaki benar-benar bersemangat.

Lelaki dengan gaya funk itu melapisi tinjunya dengan sugetsu merahnya, tanpa basa-basi Tomozaki langsung melesatkan tinjunya pada jamur besar tersebut. Batts!!

"Hancurlah!!"

Tekanan yang dihasilkan menciptakan angin yang cukup kuat. Byuuusstt!!

Duuaaarr!! pukulan yang setara dengan pukulan milik Ryu itu menghancurkan jamur yang ternyata adalah sebuah jalan masuk ke ruang bawah tanah. Grraattaakk!!

"Eh!? Ternyata itu adalah jalan rahasia?" ucap Kirina.

"Kapten benar-benar hebat, bisa menemukan jalan tersembunyi di balik jamur aneh ini.." dalam hati Tomozaki kagum.

"Ayo masuk." Tatsuya yang pertama memasuki tempat itu.

Kemudian semua anggota tim lain mengikutinya.

Beast Warriors Chapter 73 - Di Ambang Kematian
Penulis : Tatzumaru

Tatsuya menciptakan api di telapak tangannya untuk menerangi perjalanan mereka..

"Elemen api?" Tomozaki kaget.

"Ada apa?" tanya Tatsuya.

"Um.. tidak.." Tomozaki merinding melihat Tatsuya yang menjadi lebih dingin dari terakhir kali mereka bertemu.

"Apakah kapten menguasai pengendalian elemen alam? Kurasa dulu dia tidak bisa?" Tomozaki bertanya pada Kirina dengan nada sepelan mungkin, takut sang kapten mendengarnya.

"Aku bisa menggunakan semua elemen alam kecuali petir.." ucap Tatsuya.

"Uwaaa!! Dia mendengarnya!!" Tomozaki menutup mulutnya.

"Bukan hanya semakin dingin, tapi indra pendengarannya juga semakin tajam." pikir Tomozaki dengan tubuh gemetaran.

"Aku mendapatkannya dari transplantasi sugetsu buatan yang diciptakan oleh Draggner, tetapi Jin lah yang menyempurnakannya hingga aku bisa menguasai ke empat elemen alam tanpa efek samping sedikitpun." jelasnya.

"Jin!? Maksudmu si pengendali akar itu?" Kuro angkat bicara.

"Benar.."

"Dia orang yang mengagumkan, kecerdasannya tentang bahan kimia sangat tinggi. Dia mampu menyelesaikan pekerjaan Draggner bahkan menyempurnakannya. Pengendalian akar yang dimilikinya juga hasil dari percobaannya dengan bahan kimia yang diciptakannya."

"Dia memberikan ramuan itu pada seluruh prajurit yang berada di bawah pengawasannya, dan dengan semakin banyaknya pengendali akar yang diciptakannya akhirnya Hulio-sama memberikan tempat khusus untuk pasukannya. Maka dari itu, meskipun ia bukan seorang jendral tapi raja tetap menganggapnya salah satu dari jendral kepercayaannya."

"Hmm.. jadi seperti itu ya.. aku baru mengetahuinya." ucap Tomozaki.

"Wajar saja kau tidak tahu tentang hal itu karena kau adalah anggota terakhir yang diangkat oleh kapten." Kirina merasa seperti berada di atas Tomozaki.

"Hei! Meskipun aku ini junior, tapi kekuatanku lebih kuat darimu tahu!" teriak Tomozaki.

"Fufufu.. coba saja!" Kirina memulai kembali pertengkaran di antara mereka.

"Apa kau bilang!? Kau mau berkelahi huh!?" Tomozaki ngotot.

"Hayo!! Siapa takut!!"

Pertengkaran mereka semakin memanas hingga berakhir dengan saling pukul.

"Kirina!! Kuhajar kau!!" Tomozaki melayangkan pukulan begitu juga sebaliknya, "Hah! Aku sudah lama ingin memukul wajah sombongmu itu, sialan!!"

Sebelum tinju mereka saling mengenai satu sama lain, untungnya Jinma telah lebih dulu menghentikan mereka dengan memperlambat gerakan mereka berdua.

Gerakan mereka sangat lambat hingga Rourui mampu mendekati mereka dan mengubah arah gerakan tangan kedua temannya itu.

"Ini kesini." ia membelokkan tangan Tomozaki.

"Ini kesini." ia juga membelokkan serangan Kirina.

"Hei.. Hei.. kenapa kau arahkan tanganku ke wajahku, pendek!?" teriak Tomozaki.

"Ah.. aku akan memukul wajahku sendiri.." pikir Kirina.

Lalu Jinma melepas kemampuan mata kirinya, kemudian..

Jbuuaaakk!! mereka berdua meninju wajahnya masing-masing.

"A-a-aduh.."

"Jangan main-main lagi.. kita sudah sampai ke tempat tujuan kita!" Tatsuya sudah berada di sebuah ruangan yang cukup luas dan terang oleh obor di dindingnya.

Jinma, Rourui, dan Kuro mengikuti sang kapten, dengan terpaksa Kirina dan Tomozaki pun mengikuti yang lain memasuki ruangan tersebut.

"Tempat apa ini?" tanya Kuro.

"Apakah ini benar-benar di ruang bawah tanah?" Kirina terkejut melihat sebuah pohon besar di tengah ruangan itu.

"K-K-Kenapa ada pohon di dalam tanah!?" Tomozaki sama kagetnya seperti Kirina.

"Lakukan tugasmu, Kurosagi!" perintah Tatsuya.

"Baik, kapten."

Kuro menempelkan telapak tangannya ke batang pohon besar itu, lalu..

"Ekusutorakuto!!"

Bheeess!! sesosok makhluk tiba-tiba saja terhempas keluar dari pohon itu. Saking kuatnya tekanan yang diberikan membuat makhluk kecil itu membentur dinding disana. Buuaaagh!!

"Uh.." rintihnya.

"Apa dia makhluk bernama Jibon dari bangsa Gnome itu? Kecil sekali.." Kirina kembali ke mode sok coolnya.

Makhluk berjenggot panjang bertelinga lancip berhidung besar dan dengan tinggi yang hanya sepinggang orang dewasa itu bersembunyi di balik pohon ketakutan.

"Apakah kau Jibon?" Tatsuya membuka percakapan.

Makhluk bertelinga lancip itu hanya mengintip darisana. "Siapa kalian? Mau apa mencariku?"

"Hei sudahlah kapten, biar aku yang seret si cebol itu!" seru Tomozaki.

"Tunggu.." Tatsuya mencegatnya.

Tatsuya mendekat ke pohon besar itu, "Jawab pertanyaanku pendek! Jika kau tidak ingin mati!"

Dia hanya mengangguk saja.

"Apakah beberapa ratus tahun yang lalu kau yang membuka gerbang antara dunia manusia dan dunia Iblis?"

"E-eh!? Darimana kau tahu tentang hal itu? Siapa yang memberitahumu?" Jibon kaget mendengarnya.

"Jawab saja pertanyaanku!" ancam pemuda itu.

"I-itu.." Jibon terlihat sangat panik.

"Apakah benar kau yang telah melepas Lucifer pada perang pertama umat manusia!?" tanya Tatsuya sekali lagi.

Suasana di tempat itu menjadi hening untuk sesaat hingga kemudian tawa makhluk itu memecah keheningan di sana.

"Gehehehe.. itu benar, akulah Jibon yang telah membawanya kedunia yang menyedihkan ini.." makhluk itu tersenyum licik.

"Firasatku mengatakan ini buruk.." Kirina merasakan kekuatan yang sangat besar.

"Setelah kau mengetahuinya, apa yang akan kau lakukan?" sifat asli Jibon keluar.

"Cepat menjauh darisana, kapten!!" teriak Kirina yang firasatnya semakin buruk tentah hal itu.

"Orang yang mengetahui tentang sejarah dan masa lalu akan mati!"

"Ng!?"

"Dan aku sendiri yang akan melakukannya.."

Batts!! tiba-tiba saja akar pohon itu muncul dari dalam tanah dan menembus jantung sang kapten tanpa disadari olehnya.

"Uakh!!"

"Kapten!!!!" semuanya terkejut.

"Hidupmu sudah selesai.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 74

ThE LaSt EnD
2016-08-25 23:38:02
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Princes Alien Kawai
2016-08-16 12:43:03
next read
Vor Deour
2016-03-14 21:49:57
Tatsuya udah kaya clan uciha lebih tepatnya madara, musah ditusuk dari belakang
Anique HyuUzumaki
2015-07-08 08:24:13
Kyaknya Tatsuya gak bakal mati gitu aja...
Salamander
2015-06-16 12:57:07
gak mungkin tatsuya mati semudah itu.
dragon black
2015-06-08 14:21:38
apakah tatsuya mati?
Anang Kristianto
2015-06-06 13:21:39
Komentar.. Keren aja lah,
Frost Pell
2015-06-05 23:56:49
Wah lama ga baca, makin seru aja mas bro.... Lanjutkan....
de.zero
2015-06-05 19:29:29
Komentar... nasib tatsuya gimana bro,.. ditunggu lanjutannya,..
A wahyu
2015-06-05 17:37:27
Komentar.... keren.........
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook