VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 72

2015-06-02 - Tatzumaru > Beast Warriors
271 views | 14 komentar | nilai: 10 (1 user)

Di dalam kastil Foundry, raja
bangsa Warriors ketiga yaitu Draggner Tronhoun sedang berdiskusi dengan ketiga jendral kepercayaannya..

"Di bagian selatan Kalastery, terdapat sebuah hutan bernama hutan Vetitus. Di tempat tersebut terdapat makhluk bernama Jibon. Jibon adalah salah satu dari bangsa Gnome atau lebih tepatnya kurcaci bertelinga lancip."

"Apa yang kau incar dari makhluk kerdil itu, tuan Tronhoun?" Jeckel bertanya.

"Meski bangsa Gnome bertubuh kecil, tapi kalian jangan pernah meremehkan mereka! Bangsa Gnome memiliki kemampuan mengendalikan sesuatu yang berhubungan dengan alam. Tempatnya tinggal sangat menguntungkan untuk pertahanannya dari musuh yang mencoba menyerangnya.." jelas raja.

"Tapi bukan itu kan yang membuatmu tertarik pada makhluk bernama Jibo itu?" Tatsuya menyela ucapan Draggner.

"Sebaiknya kau lebih menjaga sikapmu, Tatsuya." Sigami memperingatkannya.

"Itu bukan urusanmu, jendral." balasnya dengan nada remeh.

"Sudah diam, biarkan saja Tatsuya, biar dia melakukan apa yang di inginkannya.." lerai sang raja.

"Baiklah akan kulanjutkan penjelasannya!"

"Jibon adalah Gnome yang bisa membuka gerbang neraka dengan kemampuan pengendalian alamnya, aku akan menggunakan kemampuannya tersebut untuk membangkitkan musuh terkuat dan paling menakutkan dari manusia. Aku akan memanfaatkan Jibon untuk membawa Lucifer iblis paling menakutkan itu untuk menguasai seluruh wilayah Kalastery.."

"Bukan.. bukan hanya Kalastery saja, tapi aku akan menguasai seluruh dunia dengan kekuatan Lucifer di bawah kendaliku.." jelas Draggner.

"Bukankah menggunakan iblis terkuat itu akan sangat beresiko?" Sigami agak ragu.

"Benar, rencana ini terlalu berbahaya untuk dilakukan." Jeckel setuju dengan pendapat Sigami.

"Apa kalian takut?" ucap Tatsuya dengan nada mengejek.

"Apa-apaan dia? Sombong sekali anak ini mentang-mentang menjadi tangan kanan raja dia jadi besar kepala. Cih!" di dalam hati, Sigami sangat kesal dengan sifat Tatsuya.

"Draggner, izinkan aku yang membawa Gnome itu kesini!" Tatsuya mengajukan diri.

"Itulah rencanaku sejak awal, kaulah yang akan pergi menemuinya, jendral Tatsuya."

"Itulah yang kuharapkan."

Beast Warriors Chapter 72 - Hutan Vetitus
Penulis : Tatzumaru

Rombongan tim medis telah kembali dari misinya, sekarang mereka telah melewati gerbang desa Agraft..

"Huuaaah.. aku sudah tidak sabar ingin bertemu Ryuga dan Hayate. Seperti apa tampang mereka saat ini ya?" Vida dan Teo salah satu di antara mereka.

"Sudah hampir 2 tahun kita meninggalkan desa, aku juga sangat ingin melihat Ryu dan Taki, bagaimana tampang mereka saat ini ya? Apakah masih jelek seperti dulu?" ucap Teo.

"Hahahahaha.."

"Woi.. bukankah kau Vida?" teriak Satoshi yang kebetulan berpapasan di jalan.

"Haahh.. ternyata kau, guru konyol.." ucap Vida sembari tersenyum.

"Uagh.. ternyata hanya penampilanmu saja yang berubah, sifatmu masih sama saja.." Satoshi memasang wajah cemberut yang lucu.

"Oh iya guru, apakah kau tau di mana Ryuga sekarang?" tanya gadis manis itu.

"Eh.. aku juga belum bertemu dengannya lagi sejak seminggu terakhir. Aku sangat sibuk untuk melatih prajurit bersenjata seminggu ini.. aku bisa keluar karena membolos hari ini.." jelasnya.

"Oh begitu ya?"

"Lalu bagaimana dengan tangan kanannya? Apakah dia menggantinya dengan tangan palsu?" tanyanya lagi.

"Oh mengenai itu.. aku mendengar dari Ryu bahwa Ryuga tidak mau memakai tangan palsu jadi kurasa dia hanya menggunakan tangan kirinya saja untuk beraktifitas.."

"Jadi begitu ya.. kasihan dia.." Vida merasa sedih mendengarnya.

"Tapi aku punya hadiah kejutan untuknya.." ucapnya.

"Kejutan? Kejutan apa?" Satoshi semakin penasaran.

"Sudahlah, nanti guru juga akan tahu.." Vida tersenyum.

"Aku paling tidak suka main rahasia-rahasiaan.." Satoshi kembali memasang wajah lucunya.

Sementara itu, Hayate mencari-cari Ryuga kesemua tempat yang biasa temannya itu kunjungi..

"Ke mana perginya anak itu? Dasar Ryuga!" Hayate menggerutu di setiap jalan yang dilaluinya.

Scene beralih ke rumah Vida..

"Apakah aku terlambat?" Taki sampai disana.

"Yah kau sangat amat terlambat, tuan ahli pedang!" ucap Ryu.

"Rubahlah sedikit sifat menyebalkanmu itu! Dasar pemarah.." kata Taki dengan sikap dingin seperti biasanya.

"Di mana Ryuga dan Hayate? Bukankah mereka sahabat baik Vida? Kenapa justru malah mereka yang tidak datang?" tanyanya.

"Hayate sedang menyusul Ryuga yang belum membawa kuehnya kesini!" jawab Seliana dengan juteknya.

"Hei Seliana, sebaiknya sifat judesmu juga harus dirubah.." celetuk Taki lagi.

"Apa kau bilang!!" Seliana marah.

"Sudah, sudah.." Kimiko menahan Seliana yang hendak memukul Taki.

"Yang seharusnya dirubah itu adalah sifat dingin menyebalkanmu itu.." ucap Juno.

"Justru sifat keras kepalamu lah yang harus dirubah!" Taki membalikkan ucapannya.

"Dia benar-benar menyebalkan.." ucap Kinousuke dalam hati.

Kembali ke Foundry..

Tatsuya memanggil anggota Destroyers yang lainnya, "Kuro, Jinma, Tomozaki, Kirina, Rourui!!"

Kelima anggota yang tersisa berlutut di hadapan Tatsuya.

"Kita akan pergi ke wilayah selatan untuk menjemput anggota baru.." jelas sang kapten tim pasukan Destroyers, Tatsuya.

"Siapa orang itu, kapten?" tanya lelaki dengan rambut jabrik berwarna abu-abu itu, Kirina.

"Namanya Jibon dari bangsa Gnome." jawabnya datar.

"Baik!!" ucap semuanya kompak.

"Ayo kita berangkat sekarang.."

"Siap kapten!!"

Pasukan Destroyers pun memulai perjalanan mereka yang dikomandoi langsung oleh Tatsuya.

Setelah mereka meninggalkan Foundry ternyata muncul seseorang yang sejak tadi bersembunyi di balik salah satu pilar.

"Sebentar lagi aku akan merebut tahta dari tangan Draggner dan memulai perang untuk memusnahkan semuanya.. hahahaha.." ternyata orang itu adalah Jin.

"Apakah ini tempatnya?" tanya pria rambut panjang berwarna coklat dengan anting-anting di kedua telinganya, Kuro.

"Sepertinya benar, ini hutan Vetitus yang terlarang itu." sambung lelaki dengan dua mata yang berbeda warna itu, Jinma.

"Sudahlah, ayo kita masuk dan seret si cebol itu keluar! Aku sudah tidak sabar ingin bermain dengannya." lanjut laki-laki paling songong dengan rambut Funk pirangnya, Tomozaki.

"Kalian terlalu berisik." gumam Kirina dengan gaya coolnya tapi tidak lebih cool dari sang kapten, Tatsuya.

Sementara, lelaki bertubuh kecil dengan kedua tangan di perban itu hanya diam, lelaki dengan empat pedang di punggungnya itu adalah Rourui.

"Rourui!" Tatsuya menyiagakan lelaki dengan empat pedang itu.

Rourui hanya menganggukkan kepalanya.

"Majulah!" seru Tatsuya pada Rourui.

Lelaki bertubuh kecil itu berlari memasuki hutan Vetitus tersebut, ia berlari lurus ke tengah hutan tanpa mempedulikan apapun.

"Seperti biasanya, si bisu itu hanya lurus saja kedepan." ucap Tomozaki dengan gaya songongnya.

Tiba-tiba akar pepohonan disana bagaikan hidup, mereka keluar dari dalam tanah dan langsung menyerang ke arah Rourui yang sedang berlari.

Dengan sigapnya lelaki itu menarik dua pedangnya untuk menebas akar di belakangnya. Batts!!

Sambil berbalik ia melepas pedang yang sudah terikat oleh perban di tangannya, kemudian Rourui menarik dua pedang lagi dari punggungnya. Sriiink!!

Dua pedang terikat di perban tangannya dan dua lagi di genggaman tangannya, lelaki itu memakai empat pedangnya sekaligus.

"Jinma bersiaplah!" Tatsuya memberikan perintah.

"Yosh!!"

Jinma langsung melesat menuju Rourui yang sedang sibuk menebasi akar-akar dan tumbuhan lain yang menyerangnya. Lelaki dengan dua mata berbeda itu melesat, kemudian ia menutup mata kanannya untuk menggunakan mata kiri berwarna merahnya.

"Okurete Imasu!!"

Aliran waktu terasa sangat lambat setelah Jinma mengaktifkan mata kirinya. Lalu setelah semuanya bergerak sangat lambat, Jinma membuka mata kanan berwarna birunya.

"Hayaashi!!"

Setelah mengaktifkan mata kanannya, Rourui bergerak normal kembali tapi tidak dengan aliran waktu di sana, hanya Rourui saja yang kembali normal.

Tanpa menyianyiakan kesempatan, Rourui memutarkan pedang di perban yang melilit tangannya bagaikan dua buah baling-baling berada di lengannya. Putaran pedang di kedua lengannya mencabik-cabik akar-akar yang masih berjalan lambat akibat jurus mata Jinma.

Lelaki itu menebas menggunakan dua pedang yang dipegangnya, dan mencabik dengan dua pedang berputar di lengannya dengan sangat cepat.

Jrraaassh!! Jrraaassh!! Jrraaassh!!

Rourui membabat habis akar di sepanjang jalan dengan dibantu kemampuan memperlambat waktu yang dimiliki oleh kedua mata Jinma.

"Padahal aku sendiri sudah cukup untuk membuka jalan, tapi kenapa kau tidak memberiku perintah, kapten!" Tomozaki menyombongkan dirinya.

"Sudah diam." potong Kirina dengan nada sok cool.

"Jangan sok cool kau, Kirina! Kau tidak akan bisa mirip dengan kapten, walau hanya seujung kuku!" ejek Tomozaki.

"Sudah, ayo ikuti mereka!" perintah Tatsuya yang langsung mengejar kedua anggota timnya di depan.

"Kalian dengar kan? Ayo maju!" Kuro mengikuti sang kapten.

"Banyak bekerja jangan banyak bicara." Kirina meninggalkan si cerewet Tomozaki.

"Cuih.. masih sok cool di depanku.." ucap Tomozaki kesal.

Kembali lagi ke Agraft..

Hayate masih sibuk menelusuri setiap inci jalanan yang dilaluinya, lalu di sebuah gang sempit akhirnya pemuda itu menemukan Ryuga yang tengah meratapi nasib kuehnya yang telah hancur berantakan.

"Hei sedang apa kau disana? Dasar bodoh!"

"Vida sudah sampai di gerbang desa, apa kau tahu!"

"Maafkan aku.. aku telah meng.." belum sempat mengucapkan penyesalannya tiba-tiba Hayate memungut kueh itu lalu mengulurkan tangannya pada Ryuga.

"Ayo! Cepat, teman kita sedang menunggu, kita tidak boleh mengecewakan mereka.." ucap pemuda itu sembari tersenyum tanpa mau mendengar keluhan apapun dari mulut teman baiknya itu.

Ryuga hanya menatap Hayate dengan tatapan menyesal.

"Ayolah, Vida akan sedih jika kita tidak datang di pesta penyambutannya.."

Setelah melihat ketulusan Hayate, pemuda berambut putih itu pun akhirnya menyambut uluran tangan darinya.

"Maaf.. aku terlambat." ucap Ryuga dengan senyuman khasnya.

"Bagus, ayo kita kejutkan wanita itu!" seru Hayate.

"Hemmm.."

Di sisi lain desa, tepatnya di pemakaman para pejuang yang telah gugur dalam perang, Tsuki meletakkan seikat bunga di atas salah satu kuburan di sana..

"Apa kabarmu hari ini, kakak? Apa kau senang hari ini?" ucapnya pada nisan di depannya.

"Aku sangat senang hari ini.. aku bertemu dengan seorang prajurit seperti dirimu, sifat dan perilakunya sangat mirip denganmu, kakak."

"Dia mengingatkanku padamu, dan ketika aku bersamanya, aku merasa kau masih hidup, hidup di dalam tubuh pemuda itu.. apa kau ingin tahu siapa namanya, kakak?"

"Namanya adalah.. Ryuga."

Setelahnya, gadis itu pun memanjatkan doa untuk almarhum kakaknya itu.

"Kurasa untuk hari ini sudah cukup, aku akan datang lagi besok. Dan kapan-kapan aku akan membawanya kesini juga.."

"Sampai jumpa besok." Tsuki berbalik setelah menarik napas panjang dan mulai meninggalkan tempat itu.

Setelah gadis itu pergi, sekarang terlihat jelas nama yang tertera pada batu nisan kakaknya. Nama yang tertera disana adalah Ringgo.

Kembali ke kediaman Vida..

Satoshi, Vida dan Teo sudah sampai di depan rumah gadis itu.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang.." ucapnya.

"Sama-sama.. cepat masuklah!" perintah Satoshi.

"Aku masuk duluan.." Vida membuka pintu rumahnya.

Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat bagian dalam rumahnya telah dihias dengan indah..

"Waaahh.. indahnya.." Vida terlihat sangat senang.

"Uwwaaah.." Satoshi dan Teo pun terperanga melihatnya.

"Surprise!!" semuanya keluar dari tempat persembunyiannya.

"Kalian semua.." gadis itu terharu.

"Kau terlambat.." ucap Ryuga yang sudah berada disana bersama Hayate.

"Kalian berdua.." Vida semakin terharu ketika melihat dua sahabatnya juga datang.

Ryuga tersenyum sambil melirik ke arah Hayate begitu pun sebaliknya.

"Dasar tukang telat.." gerutu Ryu.

Kembali ke hutan Vetitus..

Tatsuya dan pasukan Destroyersnya terus maju semakin dalam ke tengah hutan..

Tash!! Tanpa sadar Tomozaki menginjak sebuah jebakan.

"Sial! Aku menginjak perangkap!!" teriaknya.

"Dasar bodoh!!" Kirina membentaknya.

Dan.. Booommm!!!! Tempat itu meledak.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 73

ThE LaSt EnD
2016-08-25 23:36:52
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Princes Alien Kawai
2016-08-16 12:30:49
next read
Vor Deour
2016-03-14 21:42:27
Hadiahnya adalah sebuah kecupan dari Vida
Anique HyuUzumaki
2015-07-08 04:31:11
Ryuuga klo ketemu ama kawan2nya pasti gokil!
Salamander
2015-06-09 20:44:59
keren lanjutkan vroh...
kuncoro
2015-06-03 00:23:29
kok gua gk bisa ya bikin cerita sebagus ini thebest lah pkok e (y)
yantoanam
2015-06-02 10:30:15
semakin menarik
A wahyu
2015-06-02 09:05:45
lanjut.......................
Phantom Alicia
2015-06-02 09:04:44
Kasihan kue na lanjut kak tatzu
Anggi
2015-06-02 06:35:23
ringgo itu yang mana ya?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook