VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 70

2015-05-22 - Tatzumaru > Beast Warriors
316 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Selama 3 tahun ini, desa telah berhasil dibangun kembali, meski baru setengahnya tapi keadaan desa lebih membaik dari sebelumnya.." ucap Rikky.

"Oi.. oi.. untuk apa kita mengadakan rapat membosankan ini, huh?" Shin bosan.

"Hei.. hei.. apa-apaan kau ini, seorang Master tidak pantas mengatakan hal seperti itu bukan?" potong Ranma.

"Haaah.. dia itu memang seenaknya sendiri." sambung Yajiruma yang terlihat sama bosannya.

"Ucapan dan perilakumu sungguh berbeda.." Ranma menatap aneh ke arahnya.

"Hei, hentikan kalian! Bukankah saat ini kita sedang membahas tentang desa?" bentak Rikky yang sifatnya lebih dewasa daripada sang Master.

"Sudah kuduga yang lebih pantas menjadi Master bukanlah Shin ataupun Hyde, mereka terlalu kekanak-kanakan dan bertindak seenaknya sendiri.. posisi Master sepertinya lebih cocok untuk Rikky." bisik Ranma pada Yajiruma.

"Terserah.. aku tidak mau ikut campur." jelas Yajiruma dengan tampang yang tidak peduli sama sekali.

"Hiiihh.. kau juga sama saja.." wanita itu menjadi kesal sendiri.

"3 tahun telah berlalu, tapi belum ada tanda-tanda Warriors sampai saat ini. Bukankah hal itu sangat aneh?" Shin merasa ada yang tidak beres selama ini.

"Kau benar, Shin-sama.. selama 3 tahun terakhir tidak ada satupun laporan mengenai kemunculan atau pergerakan dari mereka.." Rikky juga merasakan ada kejanggalan.

"Rencana apa yang mereka siapkan kali ini? Tidak mungkin bangsa seangkuh dan sekuat mereka akan menyerah begitu saja.. itu tidak mungkin."

"Tapi ya sudahlah.. yang terpenting kita sudah sepakat untuk mengganti nama desa ini bukan?" Shin mengingatkan.

"Yah kemarin kita sudah mengumumkan dan menyebarkan informasi ini pada seluruh warga dan desa sekutu agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kita.."

"Masa desa Gio telah berakhir.. sekarang adalah waktunya desa Agraft mengukir prestasi yang lebih dari Gio.." Shin beranjak dari tempat duduknya. Lelaki itu berjalan menuju balkon ruangan Master. Dari sana ia melihat aktifitas desanya telah kembali normal.

"Apakah tidak apa-apa dengan masalah penggantian nama desa ini jika dilihat dari kacamata desa yang lain?" Rikky agak khawatir mengenai hal tersebut.

"Rikky benar, aku juga selalu menganggap desa ini tetap desa Gio, ini menyebalkan ketika kita lupa akan nama desa sendiri.." sambung Yajiruma.

"Aku juga masih selalu menganggap Agraft sebagai Gio, tetapi itu tidak masalah."

Sejenak Shin terdiam, telapak tangannya mulai mengelus kaca jendelanya, lebih tepatnya ia mencoba meraih seluruh warga desa dengan tangannya.

"Nama tidaklah penting.." Shin membuka jendelanya.

"Pekerjaan, pangkat, kekayaan, dan apapun itu, nama tidaklah penting. Yang terpenting dari semua itu adalah apa yang ada di dalamnya.."

"Akhirnya aku bisa melihat sosok seorang Master pada dirimu juga, Shinjiru.." ucap Ranma jauh di dalam lubuk hatinya.

Beast Warriors Chapter 70 - 3 Tahun
Penulis : Tatzumaru

Ryuga berjalan di padang rumput yang begitu luas, hanya dia seorang diri..

Langit yang cerah, matahari yang hangat, angin semilir yang berhembus pelan namun menyejukkan. Ryuga tiduran di atas bukit kecil yang dipenuhi rumput lembut dan bunga bermekaran di mana-mana..

Perasaan yang damai dan tentram begitu ia nikmati saat ini. Tidak ada perang, tidak ada pertumpahan darah maupun orang-orang yang sekarat penuh bermandikan darah.

Ryuga bernapas pelan sambil merasakan angin dan dedaunan yang berterbangan disana. Burung berkicau dan suara gemericik air terjun memberikan sensasi relaksasi baginya..

"Ini sungguh indah.." gumamnya lalu memejamkan matanya.

"Aku berharap Tatsuya dan yang lainnya bisa merasakan perasaanku terhadap tempat ini.." Ryuga mulai terlelap dengan suasana sunyi dan damai tempat itu. Namun tiba-tiba.. Choooaaass..

"AAAAAAAAA!!!!!!!!" tiba-tiba Ryuga berteriak histeris.

"Aku juga merasakan apa yang kau rasakan, adikku.." setengah tubuh Tatsuya keluar dari dalam perut Ryuga.

"Ta-Tatsuya..!!?" Ryuga benar-benar syok.

"Akan kuambil tangan Iblismu.." Tatsuya memegang tangan anak itu.

"Le-lepaskan!! Lepaskan aku!!" Ryuga tak mampu berbuat apa-apa dengan tubuh mereka menyatu seperti itu.

Secara mengejutkan, kepala Draggner muncul dari punggung anak itu. "Hei cepatlah Tatsuya! Aku tidak mau menunggu lama untuk ini.." ucapnya.

"K-Kau!!??" Ryuga semakin terkejut dengan kemunculan jendral Warriors selatan dari dalam tubuhnya.

"Apa-apaan ini!!?"

Tempat yang indah itu dalam sekejap berubah, terlihat api menghanguskan tempat itu dengan cepat, bagaikan ada di neraka.

"Aku sudah katakan padamu bahwa aku akan mengambil tangan kananmu.." Tatsuya mulai menarik lengan Ryuga secara paksa.

"Hentikan!! Jangan kau lakukan!!" Ryuga kesakitan.

"Cepatlah, dan setelah itu habisi anak ini!" perintah Draggner yang mulai merasa bosan.

Perlahan tangan Ryuga mulai berdarah, kulitnya robek dan daging di dalamnya mulai terlihat jelas.

"Tidaaakk!! Tidaaakk!! Tidaaakk!! Whoooaaaa!!!!"

Dengan sekali hentakkan, Tatsuya menariknya hingga darah menyiprat ke mana-mana. Crrraaattzz!!!

"Haaaaaa.. aaaa..." Ryuga terbangun dari tidurnya. Pemuda itu terbangun di dalam kamar rumahnya.

"Huh.. huh.. huh.." napas Ryuga memburu akibat mimpi buruk yang dialaminya barusan.

"Mimpi ini lagi.. Huh.."

"Sudah berapa kali aku bermimpi buruk yang sama berulang-ulang? Ah.. saking seringnya sampai lupa.." Ryuga beranjak dari tempat tidurnya.

Pemuda itu terlihat lebih tinggi dan lebih dewasa dari 3 tahun yang lalu.

Ryuga mencoba mengambil sikat gigi, namun kemudian ia tersadar bahwa tangan kanannya sudah tidak ada lagi. "Huhh.. meskipun sudah 3 tahun lamanya, aku selalu saja lupa kalau lengan kananku sudah tidak ada.."

"Mungkin aku hanya belum bisa menerimanya sehingga aku selalu berpikir kalau tanganku masih ada.. Haha.. naif sekali diriku."

Ryuga menggosok giginya menggunakan tangan kirinya.

Setelah mandi Ryuga menuju ke dapur untuk memasak sesuatu..

"Hari ini aku akan memasak, aku bosan jika harus makan mie instan setiap pagi."

Ryuga mulai memotong sayuran meskipun sulit tapi ia tetap berusaha dengan keras.

Sesaat kemudian pintu rumahnya terdengar ada yang mengetuk..

Tok.. Tok.. Tok..

"Oi.. apa kau masih tidur, Ryuga!?" suara Hayate terdengar jelas dari balik pintu.

"Iya iya.. tunggu sebentar!" Ryuga membukakan pintu rumahnya.

"Pagi-pagi begini kau sangat berisik, Hayate."

"Ah maaf maaf.." Hayate hanya ketawa sambil menggaruk kepalanya.

"Oh iya, kau belum sarapan kan? Aku membawa makanan untuk dimakan!!" Hayate menunjukkan dua cup mie instan dengan penuh semangat pada Ryuga.

"Aku sudah bosan makan mie instan setiap pagi.."

Dzink!! Hayate terkapar di lantai.

"Jadi maksudmu aku gagal kali ini?"

"Yah.. kau gagal total!" ucapnya.

Hayate semakin lesu dan lusuh saja ketika Ryuga mengatakan hal itu. "Dasar bodoh.. setidaknya ucapkanlah terima kasih.." ucapnya semakin tak bertenaga.

"Tapi tenang saja, aku sedang memasak di dapur.." ucapnya lagi.

"Benarkah?" Hayate bersemangat kembali.

Tapi kemudian mereka mencium sesuatu yang tidak sedap. "Bau apa ini?" Ryuga mulai mengendus bagaikan anjing pelacak.

Namun tiba-tiba pemuda itu menyadari sesuatu, "Sial.. ini bau gosong.." gumamnya sangat datar.

"Uuwwaaahh!!!" tanpa isyarat atau apapun mereka langsung bergegas ke dapur.

Dan akhirnya dua cup mie instanpun telah siap saji..

"Ujung-ujungnya aku makan mie instan lagi.." ucap Ryuga tak bersemangat.

"Hahaha.. kau tenang saja, besok ketika Vida kembali kesini aku akan mengajak kalian makan di rumahku, biar nanti ibuku yang memasak untuk kalian. Selamat makan!!" Hayate menyantap makanannya, "Haaa.. ah.. ini tidak terlalu buruk."

"Tidak terasa ya, ternyata sudah hampir 2 tahun ketika gadis itu memutuskan untuk ikut menjadi relawan ke desa sekutu bersama para pengguna sihir medis lainnya.."

"Haha.. kau benar.. sekarang bagaimana penampilannya ya setelah hampir 2 tahun tidak berjumpa? Apakah sama saja seperti dulu?" Hayate penasaran.

"Oh iya, bagaimana dengan yang lain?" Ryuga kembali bertanya.

"Karena selama satu tahun penuh kau harus menjalani perawatan penuh di rumah sakit kau tidak tahu mengenai yang lainnya ya?"

"Heeemmm.."

"Kurasa kita akan jarang bertemu dengan yang lain.." jelasnya.

"Beberapa bulan setelah perang besar itu berakhir, Master selalu memberikan semua tim untuk melakukan misi setiap harinya. Misi terus diberikan pada prajurit sebab dana perbaikan cukuplah besar untuk membangun desa yang baru ini, Agraft."

"Master Shin dan para tetua desa lainnya melakukan hal ini agar perbaika desa selesai secepatnya, takutnya bangsa Warriors akan melakukan penyerangan dadakan ketika mereka tahu kalau kekuatan kita tersebar keseluruh negeri di dalam maupun diluar wilayah Kalastery."

"Oh, begitu ya.."
"Ternyata cuma aku saja yang bersantai-santai di saat sibuk begini ya?"

"Apa yang kau katakan, huh? Kau itu bukan santai-santai, tapi.. kau itu dalam masa penyembuhan!! Luka fisikmu tidak terlalu parah, namun setelah kau terlalu memaksakan diri saat itu, kerusakan organ dalammu benar-benar parah! Jadi jangan pernah katakan hal-hal menyebalkan seperti seorang pengecut itu dihadapanku lagi. Mengerti!!"

"Hayate.. maafkan aku.." Ryuga minta maaf.

"Kemarin Dokter mengizinkanku pulang kerumah karena aku sudah sembuh sepenuhnya, jadi mulai besok aku sudah bisa menerima misi untuk mempercepat menyelesaikan pembangunan seperti yang lainnya.."

"Apakah kau yakin kau sudah mampu menerima sebuah misi? Apa tidak apa-apa?" Hayate malah khawatir dengan keadaan Ryuga yang hanya memiliki satu tangan saja sekarang.

"Oh iya, bagaimana dengan tawaranku sebulan yang lalu? Jika kau mau, aku akan membicarakan hal ini pada si pembuat tubuh palsu yang membuatkan kakiku ini untuk membuatkan tangan untukmu.." ujar pemuda itu.

"Dia seorang pembuat tubuh robot yang handal, kau akan merasa seperti menggunakan bagian tubuh aslimu.." Hayate menunjukkan kakinya.

"Kulitnya terasa seperti kulit asli, kau akan menyukainya.."

Hayate berniat membujuk temannya itu agar mau berubah pikiran, tetapi semua yang dilakukannya sama sekali tidak berhasil..

"Terima kasih.. dan aku meminta maaf untuk sebelumnya. Bukannya aku menyinggungmu, tapi.. aku lebih suka menggunakan tubuh asliku meskipun ada bagian yang hilang. Aku baik-baik saja dengan diriku sekarang ini jadi kau jangan terlalu mengkhawatirkannya!" Ryuga memasang senyum di wajahnya.

"Dirimu tetaplah dirimu.. kau akan tetap tersenyum di depan teman-temanmu apapun yang terjadi.. Haaaahh.. tapi itulah dirimu, Ryuga."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 71

ThE LaSt EnD
2016-08-25 20:53:46
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-16 11:50:17
next read
Vor Deour
2016-03-14 21:17:09
Oh Tangan Iblis Datanglah, tangan iblis kini ada di tatsuya, Ruuga bingung nggak tau mau ngapain. #Lagu Mastin
Lord Athem
2016-01-07 11:23:02
Beast Warriors keren
Ilham Uzuchiha
2015-07-10 04:46:12
trusin aja ya bro
Anique HyuUzumaki
2015-07-07 20:20:47
Ryuga lagi masa2 tenang... XD
Salamander
2015-05-26 13:28:46
ditunggu kelanjutannya.
A wahyu
2015-05-25 11:27:51
Komentar... Lanjut.......
Phantom Alicia
2015-05-22 22:17:30
Tangan iblis oh tangan iblis kembalilah ke tuan mu.. *mantra gaje*
Tawadho Akihiko
2015-05-22 21:18:30
lanjutkan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook