VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 69

2015-05-18 - Tatzumaru > Beast Warriors
290 views | 13 komentar | nilai: 10 (1 user)

Tatsuya meremas lengan kanan Ryuga dengan keras, hingga akhirnya lengan kanan anak itu terpotong begitu saja. Slaaassh!!

"AAAAAAAAAAA!!!!!!!!" Ryuga terkapar di atas tanah dengan darah yang terus keluar dari lengannya yang putus.

"Aku ambil tangan iblismu.." Tatsuya memungut tangan iblis itu, lalu menyambungkannya pada tangan kanannya yang telah hancur.

Otot dan syaraf-syaraf Tatsuya mulai menyatu dengan otot syaraf lengan kanan Ryuga tersebut.

"Ini.." Tatsuya merasakan sugetsu dalam tubuhnya meningkat secara drastis.

Setelah tangan iblis benar-benar menyatu dengan sempurna, lelaki itu merasakan sebuah kekuatan yang sangat besar mencoba untuk menelannya.

"Gah.. a-apa ini!? Kekuatan iblis mencoba mengambil alih tubuhku!?" Tatsuya kaget.

Kepala Draggner muncul dari permukaan penghalang air itu, "Kau benar-benar orang yang sangat kejam ya? Saudara kandungmu sendiri kau perlakukan seperti itu." ucapnya dengan senyum tanpa dosa yang menjadi ciri khasnya sejak pertama muncul.

"Berisik!! Aku sangat benci dengan senyum palsumu itu!!" Tatsuya mulai merasakan sakit menjalar ke kepalanya.

"Yah yah.. itulah yang kusuka darimu. Kekejaman dan ketidakpedulianmu itulah yang akan membuatmu menjadi jendral terkuatku nantinya."

"Siapa bilang aku akan mematuhi perintah darimu huh!? Percaya diri sekali kau!"

"Ohohoho.. santai saja man!! Jangan marah begitu.." kata Draggner dengan nada yang sangat santai.

"Gyaaahh.." tangan iblis itu mulai memakan kekuatan pemuda berambut putih itu.

"Kekuatan ini.. dia terus menyerap kekuatanku dari dalam.." Tatsuya semakin merasa letih.

"Ada apa, jendral? Apakah kau membutuhkan bantuan?" Draggner menawarkan pertolongan dengan nada remeh.

"Aku tidak perlu bantuanmu!!"

"Oh jadi begitu?"

"Kalau itu pilihanmu, bersiaplah untuk dimakan oleh kekuatan iblis itu.."

"Ini bukan sebuah gertakan semata, tapi inilah kenyataan. Seseorang yang tidak memiliki kekuatan iblis namun tiba-tiba mendapatkannya secara paksa maka kekuatan jahat itu akan terus menggerogotimu dari dalam, meski efeknya lambat, tapi secara perlahan dan terus menerus kau akan tetap mati oleh kekuatan iblis itu sendiri." jelasnya detail.

Tatsuya terdiam, ia berpikir dengan kepala dingin.

"Bagaimana? Semua opsi ada pada dirimu.." tegasnya.

Dan setelah mencerna dan memikirkannya, Tatsuya tidak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran yang diajukan oleh jendral bagian selatan itu.

"Baiklah, aku terima tawaranmu itu." jawabnya.

"Bagus.. aku tahu kau akan menerimanya, tapi semua itu tidak ada yang gratis. Ada beberapa syarat yang harus kau penuhi."

"Terserah.. lakukan semaumu." Tatsuya sama sekali tidak peduli.

Beast Warriors Chapter 69 - Kemenangan yang Menyakitkan
Penulis : Tatzumaru

Di luar penghalang, pasukan Beast berhasil memukul mundur pasukan Warriors..

"Kita kalah jumlah, ayo mundur!!" kapten tim regu bersenjata memerintahkan anggotanya untuk mundur.

"Jangan lari kalian, pengecut!!" pasukan Beast bersenjata mencoba menghadang jalan.

"Musuh tidak ingin membiarkan kita lolos begitu saja, mereka memblokade jalan dengan barikade manusia!!"

"Kalau begitu gunakan elemen tanah untuk membuka jalan!!" ketua tim memberi perintah.

"Baik kapten!! Ayo semuanya, ciptakan dinding tanah!!"

"Tochi no Burokku!!"

Para pengendali elemen tanah serempak menciptakan puluhan balok tanah yang langsung menghempaskan barikade manusia di depan mereka. Bruuaaakk!!

"Uh.." mereka mampu menerobos barikade tersebut.

"Sial, mereka lolos!!" ucap salah satu prajurit kesal.

"Sudah! Biarkan saja mereka!! Raja telah dikalahkan." cegat Master Shin yang sudah berada di antara mereka.

"Be-be-benarkah!?"

Sementara itu di sisi Hyde..

"Hei, bertahanlah, Hikaru." Hyde mengikat luka di kaki Lincoln dengan kain.

"Itu tadi hampir saja, bodoh!" Hyde khawatir.

"Kau selalu cerewet seperti dulu yah?" ledeknya.

"Dasar, dengan kondisi seperti ini kau masih sempat-sempatnya bercanda?"

"Hahaha.." meski menahan sakit, Lincoln masih bisa tertawa.

"Heeehh? Sekian lama akhirnya aku bisa melihat senyuman aslimu lagi.. bukan senyum palsu ketika menjadi jendral Destroyers. Inilah senyuman yang sesungguhnya, senyum yang dulu pertama kali aku bertemu denganmu di akademi."

"Ternyata sangat menyenangkan bisa kembali tertawa lepas.. ini.. sungguh menyenangkan."

Scene beralih ke tempat Hayate dan yang lainnya..

"Sampai kapan ini akan berlangsung?" Kinousuke sudah lelah menunggu.

"Mereka telah kabur.. kita memenangkan peperangan ini!!" beberapa prajurit disana mendengarnya, dan merekapun ikut gembira mendengar berita kemenangan tersebut.

"Haaaahh.. akhirnya perang panjang inipun selesai juga.." semua tim merasa lega.

"Hidup bangsa Beast!! Hidup!!"

"Hidup bangsa Beast!!" "Hidup!!"

Uporia terjadi di antara mereka, para pejuang yang masih hidup benar-benar merasa bahagia karena telah meraih kemenangan.

"Kalian jangan senang dulu!! Si manusia air dan jendral Destroyers, Tatsuya, masih berada di dalam penghalang itu bersama Ryuga. Mungkin saat ini anak itu tengah bertarung mati-matian melawan kedua orang itu. Kita belum bisa memastikan kemenangan sebelum mereka keluar dari sana!" pungkas Satoshi.

"Apa yang terjadi di dalam sana? Kenapa tidak ada tanda-tanda apapun?" paman berkuncir itu semakin cemas.

"Coba lihat itu!!" seru Vida menunjuk penghalang air.

"Penghalangnya mulai melemah!" ucap Hayate.

Penghalang itu mulai mencair dan berubah kembali menjadi Draggner.

"Di mana Ryuga!!" Hayate, Vida, Kinousuke, Juno, Taki dan yang lainnya mengepung lelaki itu.

Asap ledakan sebelumnya akhirnya bisa keluar dari penghalang yang perlahan mulai menyatu kembali dengan Draggner.

"Ayo jendral, keluarlah.." perintahnya.

Dengan perlahan, Tatsuya berjalan keluar dari kepulan asap yang belum sepenuhnya menghilang itu. Dia berjalan keluar sambil membawa Ryuga di pundaknya.

"Ryuga!!" teriak semuanya.

Tatsuya meletakkan Ryuga yang pingsan ke tanah.

"Hei, Hayate, obatilah temanmu ini.." ucapnya.

"Ryuga!!"
"Apa yang kau lakukan pada adikmu, Tatsuya!!?" Hayate menjadi geram ketika melihat Ryuga tak berdaya.

"Kau dengar itu kan bocah? Cepat obati dia, karena tidak lama lagi setelah anak ini sembuh, jendralku akan menemuinya untuk menyelesaikan pertarungannya yang belum selesai saat ini.." ujar Draggner masih dengan senyum penuh arti.

"Kakak macam apa kau ini huh!! Dia itu saudara kembarmu sendiri, bajingan!!!" amarah anak itu semakin memuncak, Hayate langsung menyerang tanpa pikir panjang.

"Jangan sok kuat kau." Tatsuya menahan tendangan yang dilesatkan Hayate dengan tangan kirinya. Batts!!

"Ap-apa!?"

"Enyahlah dari hadapanku.." Jbuuuaaakk!!

Tatsuya melesatkan tinjunya tepat ke perut Hayate, hingga anak itu terlempar menghantam bangunan sampai hancur berantakan.

Duuuaaarrr!!!!

"Hayate!!" teriak Taki dan Kinousuke bersamaan.

"Bajingan kau, Tatsuya!!" yang lainnya mencoba menyerang bersama-sama, namun Draggner mementalkan semuanya dalam satu serangan elemen airnya.

"Ukh!!" semuanya terpental kesegala arah.

"Ukh!!" tiba-tiba Tatsuya merasa sakit di lengan kanan dan kepalanya.

"I-ini.. rasa sakit ini semakin.."

"Sebaiknya kita pergi sekarang, sebelum semuanya terlambat!" ucap Draggner.

"Iya.. semakin lama rasa sakit ini semakin meningkat.." Tatsuya melebur menjadi api dan lenyap dari tempat itu.

"Sial, mereka mencoba kabur!"

"Shadow Hand!!" Satoshi menangkap tubuh Draggner dengan tangan iblis bayangannya.

"Gehehehe.. kena kau.." ucap Satoshi yang telah berhasil menguncinya.

"Jurusmu ini sungguh bagus dan kuat."
"Tapi.. elemen airku lebih kuat lagi."

Tubuh Draggner yang terbuat dari air mulai mencair dan menggagalkan jurus tangan iblis bayangan Satoshi dengan mudahnya. Byaaarr!!

Air itu mulai meresap kedalam tanah secara perlahan, "Aku suka jurusmu.. dan instingku mengatakan kita akan berjumpa kembali di tempat lain, jadi.. aku akan menunggumu disana jika waktunya tiba.." Draggner benar-benar telah lenyap darisana.

"Ngomong apa kau, aku sangat benci dengan lelaki bertekstur lembek sepertimu." gumam Satoshi.

Akhirnya perang panjang yang menguras tenaga dan pikiran itu pun berakhir, bangsa Beast meraih kemenangan atas perang besar ke dua setelah dulu dalam perang besar yang pertama mereka dikalahkan oleh bangsa Warriors.

"Akhirnya kita memenangkan perang ini, Master." ucap senang prajurit yang ada disana.

Namun Master Shin dan para tetua yang lain terlihat sedih.

"Kau jangan terlalu yakin akan hal itu, prajurit." ucap Rikky.

"Apakah kalian berpikir ini sebuah kemenangan?" sambung Ranma.

"Ta-tapi bukankah kita berhasil mengusir mereka?" ucap prajurit lain.

"Ini bukanlah kemenangan, tapi ini adalah sebuah kekalahan terbesar yang pernah kita alami.." lanjut Yajiruma.

"Yah benar, ini bukanlah kemenangan.." timpal sang Master.

"Ma-Master.."

"Terlalu banyak korban yang berjatuhan, desa pun hancur, ini lebih pantas disebut kekalahan ketimbang kemenangan.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 70

ThE LaSt EnD
2016-08-25 20:53:31
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Princess Alien
2016-08-16 10:58:55
next read
Vor Deour
2016-03-14 21:04:43
Ryuga... Matilah kau dengan tenang muahahaha..!!
Ilham Uzuchiha
2015-07-10 05:02:08
trusin aja ya bro
Anique HyuUzumaki
2015-07-07 20:11:36
Gmna dgn Ryuuga tuh?
Salamander
2015-05-21 23:50:56
lanjutkan,,,,,,,,,,
Andre Umbu
2015-05-19 10:54:05
Lanjut. Aku selalu mendukungmu
Eiden Wallenstein
2015-05-19 09:31:09
Komentar... Tatsuya jahat juga ya? Ai Laik It!
A wahyu
2015-05-18 11:35:02
Komentar... Wah, nasib ryuga gimana ya?
Blaze
2015-05-18 10:53:57
Makin Seru.. Lanjut gan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook