VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 63

2015-03-06 - Tatzumaru > Beast Warriors
284 views | 16 komentar | nilai: 10 (1 user)

Ryuga dalam bentuk Demon Beast-modenya terus melancarkan serangan ke wajah sang raja. Ryuga terus dan terus memukul monster itu tanpa henti.

"Dia benar-benar berniat memecahkan kepalanya.." ucap Kinousuke.

"Apa yang harus kita lakukan saat ini?"

"Kita tidak bisa melakukan apa-apa sekarang, jadi untuk saat ini kurasa kita hanya bisa menjadi penonton saja.." ujar Lincoln.

"Tapi.. apakah kita akan membiarkan Ryuga begitu saja?" Vida khawatir.

"Lalu apa yang bisa kita lakukan? Dalam situasi seperti ini, kita hanya bisa menonton saja.." sahut Lincoln.

Vida terdiam, gadis itu teringat saat pertama kali bertemu dengan Ryuga ketika mereka sama-sama tersesat. Lalu ingatan itu beralih ketika Ryuga membantunya membawa beberapa barang.
Tak sampai di situ saja, ingatan-ingatan ketika ia bersama Ryuga dan Hayate mulai berdatangan di dalam pikirannya.

"Kau selalu bisa membuat orang-orang di sampingmu memperhatikanmu.. Kau juga selalu membuat orang lain tak mampu untuk meninggalkanmu.. Kau selalu memberi harapan, kau tidak pernah mengenal kata menyerah. Meski aku belum terlalu lama mengenalmu, tapi aku tahu bahwa kau pemuda yang luar biasa, tidak akan pernah mengecewakan teman dan orang di dekatmu.."

"Aku juga tahu, bahwa kaulah pahlawan yang sesungguhnya, Ryuga.."

Beast Warriors Chapter 63 - Dua Dunia yang Terhubung
Penulis : Tatzumaru

Buuaaakk!! Hulio menendang perut Ryuga hingga menabrak gunung batu disana. Duuaaarr!!!

Hulio bangkit, sihir penyembuhan otomatisnya merespon luka yang di dapatnya dengan cepat. Wajahnya yang sebelumnya telah hancur separuhnya mulai beregenerasi dengan sekejap. Tidak hanya luka di bagian kepala saja, satu tangan yang telah terlepas sebelumnya pun tumbuh kembali.

"Ternyata meski berada dalam bentuk Demon-modenya pun ia masih bisa menggunakan sihir pemulihan ciptaannya itu.." gumam Lincoln.

Setelah memulihkan semua bagian tubuhnya yang terluka, kini makhluk dengan empat tangan itu siap masuk kembali kedalam pertarungan..

Siiuuuuttt!! meski tubuhnya besar, monster itu melesat dengan sangat cepat hingga menciptakan tekanan dan hembusan angin yang luar biasa.

Byuuussh!! prajurit yang terkena hembusan angin terlempar akibat kuatnya tekanan yang tercipta.

"Woooaaahh.."

Batts!! Hulio melepaskan pukulan keras di perut Ryuga.

Duuuaaarr!! Ryuga kembali terhempas dan menghantam gunung batu lainnya.

Serangan tidak hanya sampai disana, Hulio membuka mulutnya lebar-lebar.
Elemen petir mulai berkumpul di dalam rongga mulut makhluk itu, ia menyiapkan sebuah tembakan petir dari dalam sana.

Setelah dirasa cukup, ia langsung mengarahkan serangan itu pada Ryuga. Booommm!! Serangan itu meledakkan Ryuga bersama gunung batu di belakangnya.

"Ryuga!!" teriak Vida.

"Apa yang terjadi di sana!?" ucap Hyde. Asap ledakan masih menghalangi pandangan semuanya.

"Ryuga.." sebuah suara samar-samar terdengar.
"Suara siapa itu?"
"Siapa yang memanggilku barusan?"

"Dan kenapa tempat ini begitu gelap?"

"Sebenarnya di mana aku sekarang?" Ryuga tak mampu melihat apapun disana, yang ada hanyalah kegelapan di mana-mana.

"Di mana yang lainnya?"

"Apa yang kulakukan hingga bisa berada di tempat gelap seperti ini?"

"Aku benar-benar tidak bisa mengingat apapun.."

"Seseorang, tolonglah aku.. keluarkan aku dari sini.." Ryuga mulai berjalan di kegelapan.

Namun seketika itu juga kaki Ryuga terperosok dan entah bagaimana kini anak itu telah berpindah tempat kemudian masuk kedalam air. Byuuurr!!

"Air!?"
"Kenapa aku bisa kesini? Lalu kenapa aku tidak merasa sesak dan bisa berbicara di dalam air?" yah Ryuga bisa berbicara di dalam air tanpa harus merasa sesak napas.

"Ini aneh?"

"Eh!? Rantai apa ini?" Ryuga baru menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya terbelenggu rantai.

"Ini semakin aneh saja, atau mungkin aku sedang bermimpi?" pertanyaan demi pertanyaan satu persatu terus bermunculan di otaknya.

"Ng!?" Ryuga baru saja menyadari sesuatu.

"Teman-teman!!"
"Aku baru ingat bahwa aku sedang bertarung melawan Hulio! Teman-temanku sedang dalam bahaya!!" akhirnya anak itu mengingat kejadian sebelumnya.

"Sepertinya aku tadi sedang berhadapan melawan makhluk bertangan empat itu, tapi kenapa sekarang aku ada di tempat seperti ini?" Ryuga mencoba untuk mengingat kejadian sebelum ia berada di tempat gelap tadi.

"Aku ingat, tadi aku mengikuti rencana dari Hikaru-sensei bukan? Tapi karena kecerobohanku semuanya tidak berjalan dengan lancar. Kemudian aku menerima serangan dari makhluk itu dan menghempaskanku sangat jauh sampai masuk ke tengah hutan.." Ryuga hanya mengingat hal-hal sebelum dirinya berubah menjadi manusia serigala.

"Yah benar, setelah itu aku tidak mengingat apapun lagi.. mungkin aku pingsan setelah terlempar dan terbentur dengan keras?"

"Yah itu mungkin saja.." ucapnya.
"Tapi yang membuatku masih bingung, kenapa aku bisa berada disini di dalam air dengan tangan dan kaki terbelenggu rantai yang tak berujung ini?" Ryuga mencoba melihat ujung rantai yang membelenggu tangannya, namun rantai itu benar-benar tak terlihat ujungnya.

Beberapa makhluk aneh melintas kesana kemari di samping anak itu.

"Makhluk apa mereka? Bentuknya benar-benar aneh?" pikirnya.

Makhluk-makhluk aneh itu hilir berganti melewati Ryuga tanpa mempedulikan anak itu.

"Apa mereka tidak menyadari keberadaanku disini? Mereka hanya lewat tanpa memperdulikan aku?"

"Mereka takkan mampu melihat dan menyadari keberadaanmu, Ryuga.." terdengar sebuah suara dari dasar air yang gelap.

"Hey siapa itu? Apa kau bisa mendengar suaraku?" Ryuga mencoba berkomunikasi dengan suara yang tak berwujud itu.

Perlahan namun pasti, sesuatu dari dasar air yang gelap tengah menuju ke arah Ryuga.

"Syukurlah ada yang bisa kuajak bicara di sini.." pikir Ryuga.

Makhluk bermata satu yang sangat besar muncul di depan anak itu, "Apa kabar, Ryuga?" ucapnya.

"Ah, ternyata tadi itu suaramu tuan Asou-sama?" ternyata dia adalah penjaga dunia Grim, Asou.

"Kalau begitu aku berada di dunia Grim ya?" Ryuga baru sadar kalau air itu ternyata adalah dunia Grim yang sebenarnya.

"Bukankah biasanya jika aku bertemu denganmu di atas sana? Tapi kenapa saat ini di dalam air? Dan juga rantai apa ini? Biasanya tidak ada rantai seperti ini?"

"Jika bertanya, tanyalah satu persatu, jangan langsung semuanya seperti itu!! Aku bingung menjawabnya bodoh!!" Asou membentaknya.

"Ahahahah.. maaf itu kebiasaan burukku, sulit untuk menghilangkannya.. Hehehe.."

"Dasar.."

"Mulailah jelaskan dari awal, kenapa aku bisa berada disini.." Ryuga bertanya.

"Seperti yang kau katakan tadi, kau memang berada di dunia Grim. Tapi kenyataannya adalah kau berada di tengah-tengah dua dunia saat ini.."

"Eh!? Apa maksudmu aku berada di antara dua dunia?"

"Kau sedang berada di antara dunia Grim dan dunia Iblis.." jelasnya.

"A-apa!? Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi?"

"Apa kau sama sekali tidak mengingatnya, Ryuga?"

"Mengingat apa?"

"Ternyata kau benar-benar tidak mengingatnya ya? Baiklah akan kuceritakan padamu.."

"Ketika kau menerima serangan dari makhluk itu kau terlempar menghantam tanah dan beberapa pohon lalu kepalamu terbentur dengan sangat keras. Hal itu menyebabkan dirimu tidak sadarkan diri maka dari itu kau tak bisa mengingat kejadian setelahnya.."

"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanyanya.

"Pada saat kau tak sadarkan diri, iblis merah di dalam dirimu mulai mengambil alih semuanya. Meski kau sedang pingsan, tapi niat untuk mengalahkan makhluk bertangan empat itu masih ada di dalam hatimu. Dan hal itulah yang membangkitkan iblis yang ada di dalam dirimu."

"!!!" Ryuga kaget mendengar cerita Asou.

"Iblis merah mencoba menguasai dirimu saat itu, dan jika sang iblis berhasil melakukannya sudah bisa dipastikan kau akan kehilangan dirimu. Oleh karena itu, aku mencoba untuk menghentikan makhluk yang berniat menguasaimu itu.."

"Tapi hal itu malah membuat dunia iblis dan dunia Grim di dalam tubuhmu menyatu."

"Dan kejadian menyatunya dua dunia ini membuat sebuah fenomena yang belum pernah terjadi pada siapapun.."

"Tanpa kau sadari, dirimu telah berhasil menggabungkan Beast-mode dan Demon-mode menjadi satu, kau telah berhasil menciptakan satu bentuk yang belum pernah ada sebelumnya.. kau menciptakan Demon Beast-mode." jelasnya.

"Demon Beast-mode.. apa itu?"

"Itu adalah hasil dari penggabungan bentuk binatang dan bentuk iblis, itulah Demon-Beast."

"Namun kau belum mampu mengendalikan kekuatan barumu itu.."

"Apa kau tau gunanya rantai yang membelenggumu ini?" Asou bertanya sambil menarik narik rantai di tangan Ryuga.

"Aku tidak tahu.." jawabnya singkat tidak mau repot.

"Dasar anak malas, setidaknya kau beri aku jawaban atau berpikir asal-asalan saja, agar dirimu tidak terlihat bodoh-bodoh amat!!"

"Aku memang benar-benar tidak mengetahuinya.." Ryuga memasang wajah polos.

"Huh.. benar-benar merepotkan. Terpaksa aku harus menjelaskan hal ini juga padamu.."

"Rantai ini berasal dari dunia iblis, rantai ini mampu menembus pelindung dunia Grim dan membelenggu kesadaranmu di tempat ini.."

"Jadi benda ini berasal dari sana?"

"Yah kurang lebih seperti itu.."

"Lalu apa ada cara untuk mengembalikan kesadaranku?" tanya Ryuga.

"Kau ini.. apakah kau itu benar-benar saudara Tatsuya huh?"

"Eh!? Memangnya kau meragukan hal itu huh!?" Ryuga balik bertanya.

"Kau beda sekali dengannya, kau itu sangat bodoh, sementara Tatsuya sangat pintar. Bukankah hal itu tidak menimbulkan pertanyaan?"

"Kami benar-benar bersaudara!!" Ryuga marah.

"Iya-iya.. kau jangan menganggapnya terlalu serius, aku hanya bercanda.."

"Ternyata makhluk sepertimu bisa bercanda juga yah.." Ryuga memasang wajah cemberut.

"Hahahaha.. sudah jangan bahas hal yang tidak terlalu penting itu.. jika kau mau kesadaranmu kembali maka cobalah untuk melepaskan dirimu dari rantai yang menjerat kaki dan tanganmu itu.."

"Jadi seperti itu ya, aku hanya perlu menghancurkan rantai ini bukan?" Ryuga sangat percaya diri.

"Kau jangan meremehkan kekuatan rantai dari dunia iblis.." kata Asou.

"Tenang, ini hal yang sangat mudah bagiku.."

"Heh.. percaya diri sekali kau bocah.."

Ryuga berkonsentrasi penuh untuk memusatkan sugetsunyi di suatu titik. Sugetsu mulai meluap, dan dengan sekali hentakkan Ryuga menarik rantai di kedua tangan dan kakinya sekuat tenaga dalam waktu bersamaan. Grraaakk!!

"Whoooaaa!!!!"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 64

ThE LaSt EnD
2016-08-25 20:35:32
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Princes Alien Kawai
2016-08-16 10:13:53
next read
Vor Deour
2016-03-13 02:03:26
Ujung-ujungnya Watados lagi kareba gagal
Dadang yg terluka
2015-12-21 21:14:40
Demon Beast Mode
Anique HyuUzumaki
2015-07-07 07:25:40
Seru! Makin bikin penasaran... Next chapter!
Elank hunter
2015-03-08 23:21:48
Keren ceritax boz.,
Don krieg
2015-03-08 19:01:11
Sip...lanjutkan terus
andri
2015-03-07 15:43:49
akhirnya keluar jgha, lanjut gan. (y)
Dadang yg terluka
2015-03-07 09:23:48
Mkin seru nech..lanjut
yudikodo
2015-03-06 17:51:08
gaul crtax bro! Lnjt donk
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook