VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 60

2015-02-25 - Tatzumaru > Beast Warriors
237 views | 14 komentar | nilai: 10 (1 user)

Untuk sesaat semuanya menjadi hening, semuanya menjadi putih dan dengan perlahan penglihatan semua orang di sana kembali normal, meski masih sedikit terlihat kabur.

"A-apakah berhasil?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu.."

"Cahaya apa itu tadi?" Satoshi bingung.

Di sisi Igna, jendral bagian barat itu masih mencoba untuk mengetahui apa yang telah terjadi di sana..

"Ini sungguh luar biasa, apa yang terjadi di sana?" gumamnya.

Tak jauh dari tempatnya, Ryuga histeris..

"Oi.. oi.. mataku, oi.. aku tidak bisa melihat.." Ryuga masih merasakan efek dari cahaya tersebut.

"Tenanglah, matamu hanya belum terbiasa.."
"Vida?"

"Aku akan mencoba menyembuhkan matamu.." gadis itu mulai menempelkan telapak tangannya pada bola mata Ryuga.

"Apa kalian tidak apa-apa?"

"Eh!? Hayate.. kau masih hidup?" tanya Ryuga yang sudah hafal dengan suara temannya tersebut.

"Ng!? Pertanyaan macam apa itu? Apakah pertanyaan tidak berbobot itu pantas kau ucapkan kepada temanmu?"

"Ahahah.. maaf aku hanya bercanda.."

"Dasar kau.."

"Oh iya dia kenapa?"

"Penglihatan Ryuga belum kembali normal, mungkin ada beberapa saraf mata yang putus.." jelas wanita itu.

"Whoaa!! Apakah aku akan buta!?" Ryuga kembali histeris.

"Aku juga tidak yakin, tapi aku akan berusaha untuk menyambungkannya kembali.."

"Huh.. untunglah.." Ryuga bisa sedikit bernapas lega.

"Oh iya! Bukankah kau yang berhadapan dengan Lincoln?"

"Yah kau benar, memang ada apa?"

"Sebenarnya apa yang terjadi pada orang itu? Kenapa sekarang dia malah membantu kita?" Ryuga bertanya.

"Oh tentang itu ya.. aku juga sedikit terkejut mendengar ceritanya.."
"Cerita? Apa yang dia katakan padamu?"

Lalu Hayate mulai menceritakan semua yang di dengar olehnya pada semua teman-temannya di sana.

"Ja-jadi.. seperti itu.." Kinousuke paham dengan cerita Hayate.

"Ternyata Hikaru-sensei tidak pernah berhianat pada bangsanya sejak dulu." ucap Ryu yang masih tergeletak penuh luka.

"Oi.. Ryu masih belum di obati!!" teriak Juno yang baru ingat akan hal itu.

"Ah, aku juga lupa!" ucap Vida.

"Dasar, teman macam apa kalian melupakanku huh!?" teriaknya kesal.

"Cepat bawa dia kesini.." Vida memerintahkan.

"Brengsek kau Juno!! Cepat bawa aku padanya!!" Ryu masih berteriak.

Grap. Juno membekap mulut lelaki itu dan membawanya menuju Vida.

"Mmmpph!!"

"Diamlah kapten, atau kau akan cepat mati karena kehabisan napas.."

Ryu direbahkan di samping Ryuga yang masih mendapatkan perawatan. "Sial kau!! Apa kau mau membunuhku!?" Ryu masih marah-marah.

"Kau itu terlalu berisik, tidak seperti biasanya.."

Akhirnya mereka berdua mendapat perawatan dari si ahli medis, Vida.

Asap ledakan masih belum sepenuhnya hilang, tapi meskipun begitu mereka bisa melihat sesosok bayangan yang sedang berjalan dari balik asap tersebut.

Kororu melihatnya, dan sang jendral belum tahu siapakah pemilik dari bayangan tersebut.

"Apa kau belum mati, jendral Kororu?" ucap bayangan itu.

"Sial, i-ini.. mustahil.."

Beast Warriors Chapter 60 - Pertarungan Terakhir
Penulis : Tatzumaru

Pasukan Beast mulai membuat Pasukan Warriors merasa terpojok..

"Sial, prajurit kita banyak yang telah terbunuh.." ucap salah satu prajurit Warriors.

Keadaan di medan perang telah berbalik, pasukan Beast telah mampu melenyapkan 10% dari pasukan Warriors.

"Bagus, ini awal yang baik untuk menggulingkan pemerintahan mereka!!" ucap salah satu prajurit Beast.

"Kalau begitu, ayo kita mulai dengan memusnahkan keparat-keparat di depan kita itu!!" seru salah satu prajurit Beast lain.

"Yosh!!" semangat para prajurit kembali terbakar.

"Majulah kalian para sampah!!" tak hanya pasukan Beast saja, pasukan Warriors pun mulai kembali terbakar semangatnya.

"Whooaaa!!!!" mereka kembali bertempur sekuat tenaga mereka.

"Gabungan balok tanah!!" teriak satu prajurit.

Beberapa prajurit Warriors menyerang menggunakan pengendalian tanahnya, membuat beberapa prajurit Beast berterbangan ke udara.

"Jangan mau kalah!! Panah!!" pasukan pemanah dari Beast melesatkan panah mereka.

"Gunakan dinding tanah untuk menghalaunya!!"

Tapi kali ini bukan anakpanah biasa yang mereka lesatkan, pasukan pemanah telah memasang peledak di setiap panah yang mereka tembakan.

Booomm!!! Booomm!!! dinding tanah mulai hancur dan menimpa beberapa dari prajurit Warriors.
"Keparat!!"

"Itulah yang dinamakan senjata makan tuan!" ucap wakil pemimpin pasukan pemanah.

Beralih ke pertempuran lainnya..

"Pasukan kalian telah terpojok, Menyerahlah atau kami akan memusnahkan kalian semua!" jelas Yajiruma.

"Menyerah katamu? Itu tidak ada di dalam kamusku.." balas si manusia api, Jeckel.

"Justru akulah yang akan menghanguskan kalian semua dari muka bumi ini.." Jeckel yang seluruh tubuhnya itu telah terlapisi api menyerang dan membakar Yajiruma dan Ranma.

"Hanguslah menjadi debu, keparat!!" Bhuuwwoooss!!!!

Api yang sangat besar itu membakar Ranma dan Yajiruma di sana.

Ranma menahan semburan api itu dengan pelindung sugetsunya, "Ini lebih kuat dari sebelumnya.." ucapnya dalam hati.

Semburan api yang tak ada hentinya itu perlahan mulai mengikis perisai sugetsu Ranma.

"Kau takkan mampu bertahan, Ranma!!" Yajiruma berusaha untuk membantu wanita itu, namun Jeckel tak membiarkannya begitu saja, si manusia api itu menyerang Yajiruma dengan tangan api satunya. Bhuuwwoooss!!!

Yajiruma terhempas terkena semburan api tersebut.
"Uagh!!"

"Jangan meremehkanku.."

Perisai Ranma semakin lama semakin menipis, wanita itu telah mencapai batasnya..

"A-aku tidak boleh kalah di sini.." darah mulai keluar dari hidung perempuan itu.

"Sampai kapan kau mampu bertahan?" Jeckel memperbesar semburan apinya.

Pelindung Ranma mulai retak dan berlubang. "Aku tidak boleh kalah.. aku.."

Retakan-retakan pada perisai itu semaki besar, dan lubang yang tercipta semakin banyak. Api yang masuk darisana mulai membakar tangan wanita itu, tetapi ia seperti tidak merasakannya.

"Keras kepala juga wanita ini.. baiklah kalau begitu, mati saja kau!!" Jeckel mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membakar Ranma.

Tubuh wanita itu semakin lama semakin melemah, pandangannya mulai kabur.

"Aku sudah tak sanggup lagi.." sugetsu Ranma semakin menipis.

Di sisi lain, pertarungan Shin dan Rikky melawan monster tanah yang tak lain adalah bentuk asli jendral Sigami itu pun masih berlanjut..

Serangan bola-bola tanah terus mengarah pada dua lelaki terkuat di desanya itu.

Shin menghancurkan bola-bola tanah yang mengarah kepadanya, sementara Rikky hanya menghindari semua serangan tersebut.

"Jika kita hanya bertahan seperti ini kita pasti akan habis.."

"Yah kau benar Rikky.. sebaiknya kita menyerang dengan serangan kombinasi."

"Itu ide yang bagus, ayo kita lakukan!" Rikky melesat duluan dengan di ikuti sang master dari belakang.

Whuuuss!!! Rikky melewati hantaman tangan sang monster, lalu lewat diantara kedua kakinya. Shin yang berada di belakang Rikky memanfaatkan tangan yang digunakan sang monster untuk mencapai kepalanya.

"Ini dia!!"

Rikky menebas kaki monster itu dengan kedua tangannya yang telah di ubah kedalam bentuk hewan. Batts!!!

Serangan itu membuat sang monster berlutut, dan oleh karena itu juga Shin memperpendek jarak untuk meraih kepala makhluk itu.

"Bagus.. kau masih gesit seperti dulu.."

"Sekarang master!!" teriaknya.

Shin mengerti apa yang harus dilakukannya, ia mengubah tangannya ke bentuk beast kemudian menghantamkan tepat ke kepala makhluk setinggi 2 meter lebih itu dengan penuh kekuatan.

"Rasakan ini, makhluk aneh!!" Bang!!

Monster tanah itu jatuh, dan rebah setelah menerima pukulan sang master. Blaghh!!!!

Kembali ke tempat Kororu..

Hulio keluar dari asap yang masih mengepul di sana, ia masih hidup meski terlihat keadaannya parah.

"Sial!! Apakah mereka kalah?" pikir Kororu yang masih mendapat perawatan dari Teo.

"Ba-bagaimana ini?" Teo bingung untuk memilih mengobati sang jendral atau menghadapi sang raja.

"Apa aku harus melawannya?" ucap Teo dalam hati.

"Tapi.. jika aku melawan, keadaan Kororu-sensei akan bertambah buruk.." Teo menjadi dilema.

"Aku akan mengurusnya.." Igna muncul menjadi seorang penyelamat di keadaan genting.

"Kau datang tepat waktu, jendral Igna.." ucap Teo senang.

"Igna.." ucap Kororu lemah.

"Lucu bukan Kororu?"
"Eh!?"

"Dulu kita ini adalah musuh, tapi kini aku malah menyelamatkanmu.."

Kororu hanya diam sambil mengingat kembali kenangan di masa lalu.

"Tenang saja, kini kau dan aku berada di pihak yang sama. Jadi aku akan membantumu.."

Tiba-tiba Hyde dan Lincoln pun keluar dari balik asap..

"Dia belum mati.." ucap Hyde.

"Kalian baik-baik saja?"

"Kami tidak apa-apa, hanya luka kecil saja.." tangan Lincoln dan Hyde mengeluarkan banyak darah akibat benturan jurus mereka.

"Bertambah satu sampah takkan mengubah apapun.." pungkas Hulio.

"Aku akan tunjukkan pada kalian bentuk sempurna dari penggabungan dua gen pada tubuhku.."

"Ini adalah pertarungan terakhir, bersiaplah untuk mati.."

Tubuh Hulio bergelombang, dan mulai membesar. Kulit tubuhnya mulai mengelupas memperlihatkan daging tanpa kulit yang semakin lama semakin mengembang.

"A-apa ini? sugetsunya tidak bisa kurasakan.. apa yang sebenarnya terjadi?" Igna terkejut.

"Bukan, bukan kau tak bisa merasakan sugetsunya, tapi ini adalah God-mode. Jika kau mampu menguasainya maka sugetsumu takkan mampu dirasakan oleh orang lain.." jelas Lincoln.

"A-apa!? I-ini adalah God-mode!?" Igna dan Teo tak percaya.

Tubuh sang raja terus membesar, mencapai 10 meter dan masih terus membesar. Bentuk tubuhnya perlahan mulai berubah, belakang lehernya membesar dan keluar sirip-sirip keras di punggung makhluk itu.

Tubuhnya semakin kekar, namun juga bongkok dan keluarlah dua tangan tambahan menjadikan makhluk itu memiliki empat tangan kekar yang menakutkan.

Whoooaaa!!!! suara dari monster mengerikan itu menggelegar.

"A-apa ini? Be-benarkah ini adalah bentuk sempurna dari God-mode?" Igna benar-benar takjub.

"Bukan!! Untuk kali ini kau salah, Hikaru.."

"Apa maksudmu Hyde?"

"Ini bukanlah wujud God-mode.." bantahnya.

"Ini berbeda dari God-mode.."

"Ini adalah.."

"Mode Iblis.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 61

Zunuya Rajaf
2016-08-24 11:45:47
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-16 09:19:08
next read
Vor Deour
2016-03-11 21:48:27
Mode Iblis ya ? Sugoii ne...
Medusa
2015-07-10 23:20:24
Lanjud bro
Anique HyuUzumaki
2015-07-06 17:17:29
Keren! Waktunya next chapter!
andri
2015-02-26 17:24:56
klo ada manganya pasti tamba seru, soalnya versi teks nya ajj double jempol. hehe lanjut gan, makin penasran sama lanjutannya. hehe aku mendukungmu. (y)
Elank hunter
2015-02-25 22:30:21
Jd tmbah pnasaran za ma klanjutan critax.,
Phantom Alicia
2015-02-25 19:55:50
Woaahh Demon-mode sugoii! Lanjutkan
fauzani rahman
2015-02-25 17:58:52
Lanjutkan Lanjutkan Bro..
Andina Uchiha
2015-02-25 15:19:29
Sip . . Lanjutkan .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook