VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 56

2014-12-25 - Tatzumaru > Beast Warriors
269 views | 12 komentar | nilai: 10 (1 user)

Igna tertegun untuk sesaat, lelaki itu merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa Kororu..

"Kenapa sugetsu Kororu melemah? Apa yang terjadi padanya?"

"Woi.. kau itu kenapa?" tanya Satoshi yang tengah memiting musuhnya.

"Aku merasakan sugetsu Kororu melemah, ini buruk.. mungkin ia sedang membutuhkan bantuan.." ucap Igna.

"Kalau begitu sana, bantu dia! Biar disini aku dan pasukanmu saja yang menanganinya!!" perintah Satoshi sambil membanting kepala musuhnya ketanah.

"Terima kasih orangtua!" ucapnya.

Lalu jendral barat itu pun pergi secepat yang ia bisa..

"Sialan, aku ini paling 2 tahun lebih tua darimu!!" teriaknya.

Di tempat lain, Taki beristirahat setelah mampu mengalahkan Jin..

"Haaa.. aaahh.. akhirnya selesai juga.." Taki duduk di tanah karena kelelahan.

"Teknik itu sungguh menguras 70% sugetsuku.. dan mungkin itu bisa buruk jika aku gagal melakukannya. Musuh bisa saja memanfaatkan situasi tersebut untuk membunuhku tapi untunglah aku berhasil mengenainya.." pikir di benaknya.

"Tapi aku tidak boleh berlama-lama di sini, aku harus membantu di tempat lainnya.."

Taki berniat pergi ketempat yang lain, namun sesuatu terjadi. Tubuh Jin yang tertancap di pohon tiba-tiba terlilit akar-akar hidupnya.

"Akarnya masih hidup!?" Taki terkejut.

"Bagaimana bisa!? Bukankah dia sudah mati?" anak itu kebingungan.

Akar tersebut terus saja melilit tubuh lelaki itu. "Apa ini!?" Taki semakin bingung.

Jin membuka matanya, lelaki itu belum mati. Kini ia berubah menjadi monster akar hidup.

"Jangan meremehkanku anak kecil, kau pikir dirimu mampu membunuhku hanya dengan mainan ini huh?" pedang yang menembus tubuhnya tercabut sendiri.

Bagian bawah tubuh lelaki itu berubah menjadi akar-akar yang sangat banyak, mirip seperti tentakel-tentakel gurita raksasa.
Di bagian belakang punggungnya muncul 4 akar besar yang mencuat, namun yang ini berbeda, keempat akar ini sangat keras seperti duri dan memiliki panjang masing-masing 1 meter.

"Ternyata ini belum berakhir.." pikir Taki kesal.

Beast Warriors Chapter 56 - Evolusi
Penulis : Tatzumaru

"Benar-benar sial, berapa nyawa yang dimilikinya sih?" Taki berlari, mencabut pedangnya dan mulai menebas Jin.

"Aku akan membunuhmu.. untuk yang kedua kalinya!!"

Namun belum sempat Taki mengenainya, akar tajam muncul dari bawah, tapi Taki mampu menghindar dan menahannya dengan pedang..

Trank!! Ia berhasil melompatinya.

Meski berhasil melewatinya, Taki tetap terkena tentakel-tentakel Jin hingga terlempar jauh. Buuaaakk!!

Ia menggunakan pedangnya untuk memperlambat lajunya dengan cara menancapkannya ketanah.
Setelah berhenti terlempar, kini anak itu berlari ke arah musuhnya lagi..

Jin mencabut satu akar di punggungnya untuk dijadikan senjata. Mereka beradu pedang dengan cepat, gesekan antara pedang dan akar keras itu menciptakan percikan-percikan api ketika mereka membenturkan senjatanya masing-masing..

Batts.. Batts.. Batts..

Masing-masing dari mereka tak ada yang mau kalah.
Kedua lelaki itu menyerang tanpa henti sampai akhirnya Jin mencabut satu akar lagi dari punggungnya.

Jin menggunakan dua senjata di kedua tangannya untuk memojokkan Taki yang hanya memakai satu pedang. Jraaash!! Jraaash!! Taki mulai kewalahan menerima dua serangan yang diterimanya, membuatnya harus bertahan tanpa melakukan serangan balasan.

Taaassh!! Pedang anak itu terlempar.

Craaassh!! Jin berhasil menggoresnya.

"Aaah.." lirihnya.

Taki sedikit kaget ketika benda itu menggores pipinya, kemudian ia mengelap darah yang menetes darisana dengan bagian atas tangannya.

"Gerakannya lebih cepat dan ringan dari pada sebelumnya.."

Taki mengambil pedangnya kembali dan bersiap menggunakan teknik pedang lainnya..

"Ken Wa Kieta!!" Taki tiba-tiba saja menghilang.

"Dia menghilang?"

Claassh!! Claassh!! Tentakel-tentakel Jin terpotong sendiri.

"Kurang ajar!! Aku tidak bisa melihatnya!!" Jin mundur untuk menghindar.

"Di mana anak itu?" Jin terus melihat sekelilingnya sambil terus bergerak zigzag untuk menghindari serangan tak terlihat dari Taki.

Craaassh!! Satu tentakel Jin kembali terpotong tanpa tahu darimana asal serangan itu.

Jin terus mundur dengan pola zigzagnya, namun tanpa disadari olehnya, Taki muncul di belakang lelaki itu dengan posisi siap serang.

"Fera Bunkai!!" gumamnya.

Saat Jin menyadarinya, ia sudah tak ada kesempatan untuk menghindar dari tebasan vertikal yang dilakukan Taki yang langsung memotong dan memisahkan Jin dengan akar-akar yang menempel pada tubuhnya. Jraaassh!!

"Kena kau!!" teriak Taki.

Sementara di tempat lain, Ryuga dan yang lainnya sampai di tempat sang raja..

Ryuga dan teman-temannya terkejut ketika melihat Kororu terbaring tak berdaya, sementara sang raja bersiap menghabisi nyawa sang jendral dengan petir hitam miliknya.

"Gahaha.. ternyata kau masih hidup ya?"
"Kalau begitu bersiaplah untuk mati.." ucap Hulio.

"Jangan!!!!!" teriak Ryuga dan yang lainnya sambil berlari mendekat.

Hulio mendengar teriakan anak-anak itu, kemudian sang raja pun mengalihkan serangan petirnya ke arah mereka..

"Awass!!!!" teriak Ryuga pada yang lain.

Meski mereka berusaha menghindarinya, tapi tetap saja kilatan hitam itu mengenai tubuh mereka dan menghempaskan anak-anak itu. Batts!!!! Mereka terpental kesegala arah.

"Dasar lalat pengganggu.." gumamnya.

Ryu berhasil menghidarinya, ia menaiki elangnya melesat menuju sang raja. "Jangan remehkan kekuatan tim Eagle!!" Ryu melompat dari elangnya.

"Dasar serangga tak tahu diri.." ucap Hulio.

Ryu menghantamkan tinjunya, namun petir hitam menahan serangan anak itu. Jbaatts!!!

"Kalian hanya semut kecil yang tak ada artinya bagiku.." Hulio merunduk, lelaki itu bersiap menyerang dengan rambutnya.

"Apa itu!?" Ryu baru sadar perubahan pada lelaki itu dari jarak dekat.

"Bukankah ini.. mode Beast!?" pikirnya.

Hulio melesatkan duri-durinya, duri yang sangat banya sebesar paku itu mengenai dan melewati tubuh Ryu yang belum mendarat di tanah. Ryu terjatuh dengan penuh lubang di tubuhnya dan tetesan-tetesan darah yang keluar dari lubang-lubang sebesar paku tersebut. Bruuaakk!!! Tubuhnya membentur tanah lumayan keras.

"Ryu!!!" Kinousuke berniat menolong, namun tubuhnya harus kembali terlempar akibat petir yang dilesatkan oleh sang raja. Blaaarr!!

"Uwaah!!" Kinousuke berguling di tanah.

Setelah menghempaskan mereka semua, Hulio kembali berjalan menuju ke arah Kororu yang masih tergeletak disana dengan keadaan sekarat.

"Kali ini kau akan benar-benar menuju kegerbang neraka.." Hulio berhenti tepat di dekat kepala sang jendral yang rebah tak berdaya.

Sang raja meregangkan duri di tangannya, "Selamat jalan, jendral.." Hulio melesatkan pukulannya sangat keras.

Duuaaarr!!! Serangan itu menciptakan ledakan yang lumayan besar.

"Tidaakk!!!!!"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 57

Die And DeAth
2016-08-24 11:21:26
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-16 08:38:25
next read
Vor Deour
2016-03-08 12:21:03
Selamat jalan Kororu san
Anique HyuUzumaki
2015-06-26 03:59:16
Mudah2an Igna tepat waktu... kasihan kororu...
Rio D.Roy
2015-02-06 12:44:20
Beast warriors keren bro, .
yudikodo
2014-12-28 18:45:24
lanjutkn bro lo bs jgn2 lma2 lnjtnx bro seru bngt
Phantom Alicia
2014-12-25 17:40:08
Main cabut, tumbuh d badan, jd kepikiran Klan Kaguya d anime naruto.. Lanjut kan terus kk..
Laxus
2014-12-25 14:15:55
Ini sangat dramatis...! Apa d chapter slnjt nya bangsa beast akan kalh sob.. ?? :-(
yantoanam
2014-12-25 12:43:54
akhirnya yg di tunggu2 semakin bkin penasaran aj
ahmad
2014-12-25 08:23:32
Mantap...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook