VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 54

2014-12-14 - Tatzumaru > Beast Warriors
312 views | 27 komentar | nilai: 10 (1 user)

"Bukankah kau juga bisa membuat anakpanahmu sendiri?"

"Yah kau benar, tapi aku hanya bisa membuatnya dari sugetsu sedangkan makhluk itu mampu menyerap semua benda yang berasal dari aura biru itu.."

"Dengan kata lain, semua seranganku hanya akan menambah kekuatannya saja.."

"Namun jika menyerangnya dengan menggunakan benda padat, dia tidak akan mampu menyerapnya.." jelas Juno.

"Oh, jadi seperti itu ya? Baiklah, aku akan menjadi peluru untukmu.." balas wanita itu.

"Terima kasih.." kata Juno.

Vida langsung keposisinya, tepatnya di belakang Juno.
Kemudian gadis tersebut mulai menciptakan beberapa anakpanah es dari elemen air miliknya.

"Mizu Zokusei!!"

Benda itu melayang di belakang Juno, "Bagus.. ini akan berhasil untuk membuat naga itu kesulitan bergerak bebas.."

"Aku akan berada di belakangmu untuk mengisi amunisimu.." ucap Vida.

"Apa kau bisa mengimbangi kecepatan seranganku?" tanyanya.

"Entahlah, tapi.. akan kucoba!" sahut Vida mantap.

Juno mulai memperhatikan gerakan Draken yang masih sibuk melawan Ryuga di udara.

"Aku harus berkonsentrasi agar panah yang kulesatkan tidak akan membahayakan yang lainnya.."

Juno bersiap, anak itu mengarahkan tangan kirinya lurus kedepan,
menciptakan busur sugetsunya.

"Bersiaplah, karena setelah aku melesatkan satu anakpanahmu, kau harus segera menciptakan beberapa anakpanah lagi dengan cepat.." anak itu mengambil satu anakpanah yang melayang di balik punggungnya.

Mengingat kata-kata Juno tadi, wanita itu bersiap untuk mengisi amunisi di belakang sana.

Sementara Juno mulai mencari sasaran tembaknya..

"Bersiaplah menemui raja neraka!!"

"Frozen Arrow!!!"

Beast Warriors Chapter 54 - Panah Poseidon
Penulis : Tatzumaru

Kecepatan tangan anak itu begitu luar biasa, ia bisa melesatkan lima anakpanah dalam waktu kurang dari tiga detik..

"A-apa!? Dia.. kecepatan memanahnya luar biasa.." Vida kagum melihatnya.

"Mizu Zokusei!!" gadis itu langsung mengisi amunisinya kembali.

"Satu!! Dua!! Tiga!!" Juno terus melesatkan panahnya dengan cepat.

Byuuussh.. Byuuussh.. Byuuussh..

"Dia benar-benar ahli dalam memanah, aku kewalahan mengimbangi kecepatannya memanah.." Vida terus saja menciptakan amunisi untuknya.

Semakin lama kecepatan memanahnya semakin cepat, memang tidak salah jika Juno menjadi kapten dari tim pemanah.

Batts!! Batts!! Batts!!

Setelah terkena salah satu anakpanah es anak itu, beberapa bagian tubuh Draken membeku. Woooaaarrkh!!!

"Panah es?" gumam Ryu.

"I-ini adalah Juno.. tapi kenapa terbuat dari es?" pikir Kinousuke.

"Uwwooohh!!" Ryuga jatuh.

Karena terkejut Kinousuke lupa bahwa dirinya sedang mengontrol Ryuga.

"Uwwaaah!! Tinggi sekali!! Aku bisa mati jika jatuh dari ketinggian ini.." Ryuga melesat jatuh begitu cepat.

Tapi secara mengejutkan tubuhnya kembali terangkat, tepatnya melayang menuju naga tersebut kembali.

"Ooi Kinousuke!! Apa kau mau membunuhku ya!!" Ryuga berteriak kencang.

"Maaf Ryuga, tadi aku kehilangan fokus.." sahutnya.

"Dasar kau!! Hampir saja aku mati!!" teriaknya lagi.

"Aku kan tadi sudah minta maaf.." jawab Kinousuke dengan entengnya.

"Dasar bodoh!!"

Jbatts!! Salah satu anakpanah Juno mengenai sebelah sayap naga itu dan membuat sayap kiri makhluk tersebut membeku.

Draken oleng, naga itu tak mampu mengepakkan sayapnya yang telah membeku, hal itu membuat sosok monster terbang tersebut terjatuh menghantam tanah. Bruaakk!!

"Mati kau!!" gumam Juno.

Di sisi Vida, gadis itu terlihat kelelahan setelah mencoba untuk mengimbanginya.

"Huh.. huh.."

"Apa kau tidak apa-apa!?"

"Aku baik-baik saja.. aku hanya sedikit cape karena sihir penyembuhan memerlukan banyak sugetsu.. tapi aku tidak apa-apa, sebentar lagi sugetsuku akan kembali terisi jadi kau tenang saja.." jelasnya.

Grrrrrrhhhh!!! Draken kembali berdiri, kini naga itu hanya memiliki satu kepala dan satu sayap yang masih bisa ia gerakkan.
Draken hanya bisa berjalan kali ini.

Ryuga mendarat, anak itu kembali bersiap dengan Cerberus di tangannya..

"Aku akan membunuhmu kali ini.." ucap Ryuga dalam hati.

Tanpa berlama-lama anak itu mulai berlari menuju sang naga yang tak begitu jauh darinya.

Ryuga bersiap menebas Draken, namun makhluk itu masih mampu menggunakan ekornya untuk mementalkan tubuh kecil Ryuga..

Di sisi Juno, ia dan gadis itu kembali bersiap dengan tugasnya masing-masing..

"Apa kau bisa membuat amunisi dengan berlari?" Juno bertanya.

"Yah, aku bisa.."

"Bagus.. kalau begitu ikuti aku dari belakang!" pintanya.

"Tapi apa yang akan kau lakukan?" Vida penasaran pada rencana lelaki itu.

"Nanti kau juga akan tahu.."

"Kuminta kau buatkan dua anakpanah biasa dan satu anakpanah yang lumayan panjang, apa kau bisa?"

"Akan kucoba.."

"Kalau begitu, ayo kita mulai!!" mereka berlari menuju sang naga.

"Berhati-hatilah pada ekor dan semburan apinya!!" teriak Juno.

"Hmm!!"

Draken merasa terancam, makhluk itu langsung menyemburkan api dari mulutnya. Bhuuwwoooss!!

"Tidak akan semudah itu makhluk jelek!!" Vida membuat perisai air untuk menahan api hitam itu.

"Huh.. huh.. huh.." gadis itu benar-benar kelelahan, hampir seluruh sugetsu dalam tubuhnya terkuras.

"Frozen Arrow!!"

Juno menyerang kaki Draken, membuat makhluk terbang itu tak mampu bergerak akibat panah yang dilesatkan Juno membekukan kakinya.

"Apa kau masih sanggup Vida-san?" lelaki itu mulai khawatir melihat keadaan wanita tersebut.

"Yah.. aku masih sanggup mengikutimu!!" sahutnya dengan napas terengah-engah.

Naga itu menghentakkan ekornya untuk menyerang mereka, tapi mereka masih sanggup untuk mengindari serangan-serangan dari ekor makhluk mengerikan itu.

Pertarungan lainpun masih berlanjut..

"Kuressento Fera!!!"

Cooaaassh!!!! ujung pedang Taki menembus perut Jin.

"Oakh!!!" Jin mengeluarkan banyak darah dari perutnya.

"Kena kau brengsek!!" gumamnya sambil terus mendorong tubuh lawannya tersebut.

"Mati kau!! Dasar tumbuhan merambat!!" Taki mengaliri pedang yang menembus tubuh Jin dengan sugetsu.

"Sekkai Kuressento!!"

Booommm!!! sugetsu dari pedang itu tembus sampai bagian belakang, menyebar deras melewati perut Jin yang telah tertusuk pedang. Membuat ledakan tekanan udara yang keluar dari tubuh bagian belakang lelaki itu.

"Grrraaahh!!!!!" kali ini darah keluar dari mulutnya.

Serangan itu belum selesai, "Ini teknik pedang terakhir!!"

Taki melepas genggaman tangan di pedangnya, ia mengumpulkan sugetsu di telapak tangannya kemudian menghantamkannya tepat di ujung pegangan pedang yang masih menancap di tubuh lawannya tersebut.
Batts!!!!

"Fuyu Kuressento!!!"

Bang!!! tekanan sugetsu yang keluar memberikan sebuah dorongan pada pedang itu.

Teknik pedang terakhir itu menghempaskan tubuh Jin jauh dan menancapkan ujung tajam pedang itu ke pohon, membuat Jin benar-benar tak mampu begerak lagi.

"Ukh!!" Jin kembali muntah darah.

Di sisi sang master, Shin dan Rikky memojokkan Sigami dengan serangan kombinasi mereka..

Sang jendral hanya mampu bertahan dengan menciptakan tembok-tembok tanah untuk menghalau semua serangan yang menuju ke arahnya.

"Sial!! Ini tidak ada gunanya!!" umpatnya.

Sedikit demi sedikit dinding tanah itu mulai terkikis oleh tebasan-tebasan cakar kedua lelaki tersebut.

"Sepertinya tidak ada cara lain untuk melawan dua orang terkuat ini, kecuali dengan cara itu.." Sigami memikirkan sebuah jurus rahasia.

Jrraaassh..

Tembok tanah sang jendral hancur, kini Shin dan Rikky bersiap melesatkan serangan terakhir kepada sang jendral yang sekarang tak terlindungi oleh apapun.

"Itu dia!!" ucap Rikky.

Namun tiba-tiba Sigami melakukan gerakan yang berbeda dari sebelumnya.

"Tochi no Muneate!!"

"Apa yang akan dilakukannya?" ucap Shin dalam hati.

Kembali ke sisi Juno..

"Vida.. panah spesial!!" teriak anak itu sambil melompat berpijak pada ekor Draken.

"Mizu Zokusei!!"

Anakpanah yang lumayan panjang dengan tiga ujung tajam seperti trisula pun tercipta, kini gadis itu melemparnya karena Juno telah melompat jauh dari dirinya.

"Ini!!"

Tap. anak itu menangkapnya, dan langsung menarik busurnya bersiap untuk melancarkan serangan terakhirnya di udara.

"Matilah kadal besar!!" Juno menarik busurnya sekuat tenaga.

"Poseidon Frozen Arrow!!"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 55

ThE LaSt EnD
2016-08-24 08:11:41
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-16 08:20:03
keren
Vor Deour
2016-03-07 05:07:51
Wih... Poseidonnya itu perempuan ya
Kecebong Anyut
2016-02-26 09:27:56
Ahh... Ada canon vida x Juno hahaha...
Rin Nohara
2015-10-03 19:57:00
Keren master
Anique HyuUzumaki
2015-06-25 22:05:38
Juno x Vida... pasangan yg kompak!
Rio D.Roy
2015-02-06 12:42:10
Beast warriors keren bro, .
Nafys
2015-01-21 04:59:24
Ktinggalan
Aditya iraz
2014-12-19 11:15:12
Next
Fauzan
2014-12-19 06:43:53
Misi2
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook