VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Beast Warriors Chapter 53

2014-12-04 - Tatzumaru > Beast Warriors
273 views | 17 komentar | nilai: 10 (1 user)

Draken kembali mengamuk, naga itu mulai menyemburkan api hitam dari mulutnya. Buuwooossh!! Para prajurit mulai terbakar.

"Uwaaah!! Panas!!" beberapa dari mereka hangus terbakar.

"Aaaaaaaa!! Padamkan api di tubuhku!!"

Naga itu bersiap menyemburkan apinya lagi..

Bhuuuoooss!!!! Lima prajurit terlalap api hitam sekaligus.

"Aaaaaarrkh!!!! Panas!!!!!"

"Cepat serang monster api itu sebelum kita semua terpanggang olehnya!!!"

Semua prajurit serempak untuk menghentikan amukan Draken. Mereka berpencar kesegala arah untuk membuat bingung naga tersebut.
Beberapa prajurit mencoba menyerang kakinya, beberapa yang lain berubah ke wujud beastnya untuk menjangkau bagian yang lebih jauh, dan sisanya mencoba untuk menjerat monster itu dengan rantai seperti sebelumnya.

"Lakukan sesuai aba-abaku!!"

"Sekarang!!" mereka melemparkan rantai-rantainya.

Puluhan rantai melewati naga itu, lalu mereka mulai menariknya bersama-sama.

Braaakk!! Draken kembali terjerat rantai.

Di sisi yang lain, puluhan prajurit yang telah berubah wujud mulai menyerang tiga kepala naga tersebut. Jrraaassh!! Jrraaassh!!
Namun kulit Draken benar-benar bagaikan kristal yang sangat sulit untuk dihancurkan.

"Sial! Kulit makhluk ini benar-benar sangat keras.."

Amarah sang naga kembali naik, kini naga itu memutuskan rantai-rantai yang menjerat tubuhnya dengan duri-duri di bagian tertentu tubuh makhluk itu. Braakk!!! Wooorraaahh!!! Draken mengamuk.

Dengan sekali kibasan ekor dan sayapnya, naga itu mementalkan semuanya. Whuuuss!!!

"Oowaaahh!!"

"Huuuaaa!!!!"

Naga itu terbang ke arah salah satu prajurit yang masih terbental itu, dan mulai membuka mulutnya. Draken mencoba untuk menelan hidup-hidup orang tersebut.

"A-apa!?" prajurit itu terkejut.

"Jangan makan dia kadal berkepala tiga!!!" Bang!!!

Entah darimana datangnya, Ryuga telah lebih dulu menebas satu kepala Draken menggunakan Cerberusnya. Craaassh!!! Kepala naga itu hilang satu.

Wooorraaahh!!! Kepala itu jatuh ke tanah.

"A-aku selamat.." gumam prajurit yang hampir ditelan bulat-bulat tadi sebelum akhirnya menabrak dan menghancurkan bangunan disana.

Draken terlihat sangat marah setelah satu kepalanya terlepas. Grroooaaarrh!!!!!

"Jangan harap kau bisa memakan teman-temanku!!" ucap Ryuga sambil menghunuskan pedangnya pada Draken.

Beast Warriors Chapter 53 - Kerjasama Tim
Penulis : Tatzumaru

"Dia sangat hebat!! Pedangnya mampu memotong kepala monster itu.." ucap kagum para prajurit di tempat itu.

"Itu adalah pedang legenda.. Blade of Cerberus." ucap yang lainnya.

Tak hanya Ryuga, ternyata Vida, Kinousuke, Ryu, dan Juno pun berdiri di samping kiri dan kanan anak itu.

"Terima kasih.. Vida-chan kau telah menyembuhkan lukaku.." ucap Kinousuke.

"Sama-sama.. teman Ryuga adalah temanku juga.." balasnya.

"Apa lukamu sudah pulih?" tanya Ryuga.

"Yah, aku sudah sembuh.. malahan aku merasa sekarang tubuhku lebih baik dari sebelumnya, sugetsu dalam tubuhku meningkat.."

"Baguslah.. aku senang mendengarnya."

"Lalu apa yang akan kita lakukan pada makhluk bau ini?" Ryu bertanya dengan suara datar seperti biasanya.

"Yang pasti, kita hajar makhluk jelek ini.." sahut Juno bersemangat.

"Kita kuliti monster sialan ini!!" timpal Kinousuke.

"Aku akan membekukan naga menjijikkan itu!!" sambung Vida.

"Haaa.. kalian jangan terlalu percaya diri dulu, karena akulah yang akan meremukan kepala kadal terbang brengsek itu!!!" Ryuga benar-benar di penuhi semangat yang meluap-luap.

Woooaaarrkh!!! Draken kembali mengamuk.

"Apa kalian siap?" Kinousuke mengaliri kakinya dengan sugetsu.

"Ayo kita jatuhkan monster terbang itu!!" Ryu menaiki elangnya.

Ryuga kembali menghunuskan pedangnya, ia mengalirkan sugetsu hitam yang di dapatnya setelah menyerap prajurit bayangan pada Cerberus.

"Ayo tunjukkan padanya siapa bangsa Beast sebenarnya!!!"

Scene berpindah ke pertarungan sang raja..

"Aku tidak mempercayai semua omong kosongmu itu!!" Kororu melesatkan pukulan namun ditahan oleh sang raja.

"Terserah, aku sama sekali tidak peduli!!"

"Burakku Tenmetsu!!!"

Batts!! Sang jendral menahan petir hitam sang raja dengan kedua tangannya.

Meski lelaki itu mampu menahannya, tapi tetap saja serangan barusan membekas, membuat luka lebam di lengannya.

"Tidak mungkin, aku tidak percaya kalau Hikaru yang melakukannya.." dalam hatinya, sang jendral masih tak percaya.

"Dia hanya ingin membuatku lemah saja dengan ucapannya.."

Kali ini ia menghindarinya, Kororu merunduk dan langsung meninju rahang Hulio dengan sangat keras. Bang!!

"Ugh!!"

"Meskipun jalannya sekarang tersesat, tapi aku percaya bahwa Hikaru takkan melakukan hal kotor seperti itu.."

Setelah mendapat pukulan telak di rahangnya, sang raja terlempar ke udara.

"Bomba Jump!!"

Kororu melompat, lalu melesatkan pukulan bertubi-tubi sangat cepat.

"Kau hanya seorang pembohong yang menjijikkan!!"

"Gahh!!"

"Terimalah ini!! Bomba Punch!!"

Blank!!! Sang jendral menghantamkan kedua tangannya tepat di leher bagian belakangnya.

Baaammm!!! sang raja membentur tanah hingga menciptakan cekungan yang cukup dalam.

"Ukh!!" Hulio terkapar di tengah cekungan tersebut.

Kororu masih di udara, lelaki dari klan Watanabe itu mengumpulkan sugetsu di tangan kanannya.

"Aku tidak akan pernah memaafkan orang yang memfitnah temanku!!" tangan Kororu benar-benar di penuhi sugetsu.

"Ini yang terakhir!!" lelaki itu terjun dengan sangat cepat.

"Bomba Power!!!!!"

"!!!"

Duuuaaarrr!!!! Hantaman keras mengenai kening sang raja hingga menimbulkan tekanan yang lebih kuat dari sebelumnya.

Serangan dahsyat tersebut meremukkan tanah disana.

"Uuaaagh!!!!!!!"

Kembali ke tempat Ryuga dan yang lainnya..

"Ayo Ryuga!!" teriak Kinousuke.
"Yah!!"

Kedua anak itu melesat, mereka berlari lurus ke arah sang naga yang telah terbang di udara.

Ryu datang, ia bersama elangnya mulai menurunkan ketinggian terbangnya.

"Bagus, timingnya tepat.." ujar Ryuga sambil terus berlari.

Ryu mulai mengulurkan kedua tangannya. "Ayo cepat!!"

Tap. Ryuga dan Kinousuke melompat, mereka meraih uluran tangan Ryu yang berada di atas elangnya.

Kedua anak itu berhasil meraihnya, dan tanpa berlama-lama, kapten tim Eagle itu pun langsung melemparkan kedua temannya ke udara. "Heaaahh!!!"

Byuuussh.. Mereka melesat setelah Ryu melemparkannya.

"Tolong arahkan aku padanya!" pinta Ryuga pada Kinousuke.

"Bertahanlah, karena mungkin ini akan sedikit sakit pada makhluk hidup.." anak itu membuka rambutnya, memperlihatkan mata sang raja iblis Lucifer.

"Demon Eye!!"

Kinousuke menggunakan kemampuan dari mata kanannya untuk mengendalikan tubuh Ryuga.

Kinousuke mengarahkan Ryuga menuju makhluk terbang itu.

"Gah.. otot tubuhku terasa mau putus.." Ryuga merasakan efek dari kemampuan mata Kinousuke.

"Sedikit lagi.. aku harus menahan rasa sakit ini.." anak itu terus melesat sesuai penglihatan Kinousuke.

"Sedikit lagi.." pikir Vida.

"Jarak makhluk itu sangat jauh, aku tidak bisa menjangkaunya karena batas dari mata ini.." Kinousuke mulai melesat jatuh. Namun untungnya Ryu tanggap, anak itu telah meraihnya lalu menarik tubuh Kinousuke ke atas elangnya.

"Aku akan membawamu lebih dekat.." ucap Ryu.

"Hmm!!"

"Ini akan membutuhkan lebih banyak sugetsu untuk bisa terbang lebih tinggi.." Ryu menyentuh elangnya dan mengalirkan sugetsu pada tunggangannya tersebut.

"Griffin-Mode Active!!"

Ryu kembali berubah kedalam mode terkuatnya.

Mereka terbang dengan sangat cepat, "Ini batas terbangku.. cepat arahkan dia!!"

"Bagus, dari jarak ini batasan dari mataku mampu untuk menjangkaunya.." Kinousuke mulai mengarahkan Ryuga lagi.

Wuuussh!! Ryuga berhasil mendekati Draken berkat bantuan yang lainnya.

"Teman-teman.." gumamnya.

"Terima kasih.." Ryuga mengambil pedang di punggungnya.

Cerberus teraliri sugetsu merah dari tangan iblis anak itu.
Draken menyemburkan api hitamnya yang langsung melalap tubuh mungil bocah itu. Bhuuuwwoooss..

"Ryuga!!" teriak Vida cemas.

"Ryuga!!!" teriak yang lainnya juga.

Tapi setelah api tersebut hilang, Ryuga tak terluka sedikitpun. Anak itu telah lebih dulu melindungi tubuhnya dengan sugetsu merahnya..

"Meski napasmu sangat bau, tapi aku tidak akan terbunuh hanya karena hal itu!!"

Jarak mereka benar-benar dekat, kemudian anak itu mulai menggunakan jurus dari pedangnya tersebut.

Ryuga menebaskan pedangnya tanpa henti. Sayatan-sayatan merah membekas di seluruh bagian naga itu.

"Hooaaaaa!!!!!" Ryuga terus saja menebasi makhluk itu dengan kecepatan tebasan yang luar biasa.

Batts!! Satu lagi kepala makhluk itu terpotong.
Groooaaakh!!! Draken kembali kesakitan.

"Yeaaah!! Cincang kadal itu, Ryuga!!!" teriak Satoshi yang sedang melawan puluhan prajurit Warriors bersama Igna dan pasukannya.

Di sisi Vida, gadis itu mulai menyerang menggunakan elemen airnya..

Wanita itu menciptakan beberapa buah es runcing dari elemen air.

Juno kaget ketika wanita di sampingnya mampu melakukan hal tersebut. "Di-dia bisa menggunakan elemen!?"

"Dulu ibuku adalah jendral pasukan Warriors bagian selatan, dia adalah seorang pengguna elemen air, julukannya adalah Si air selatan. Ibuku salah satu dari empat jendral terkuat di wilayahnya.."

"Ternyata kau.." Juno mengarahkan busurnya ke arah gadis itu.

"Kau salah satu dari mereka!?" Juno menciptakan anakpanahnya, lelaki itu bersiap untuk memanahnya.

Jbatts!! Namun untungnya serangan itu terhalau oleh perisai es miliknya.

"Tenang saja, aku berada di pihak kalian.. aku tidak ada hubungannya dengan bangsa Warriors karena ibuku telah memutuskan untuk menjadi orang biasa setelah ia bertemu dengan seorang nelayan di wilayahnya dan nelayan tersebut adalah ayahku.." jelasnya.

"Jadi pada saat aku dilahirkan, aku bukan salah satu dari mereka, aku hanya seorang anak bayi putri dari seorang nelayan.."

"Be-begitu ya.."

"A-aku minta maaf.." Juno merasa bersalah telah berniat menyerang wanita itu.

"Kau tidak perlu meminta maaf, jika aku berada di posisimu tadi pasti aku juga akan melakukan hal yang sama.." pungkasnya.

Vida bersiap melancarkan es tajamnya, namun tiba-tiba Juno mencegahnya. "Tunggu!!"

"Eh!? Ada apa Juno-kun?"

"Aku ingin meminta bantuanmu.."

"Bantuan?"

"Iya.. buatkanlah anakpanah tajam dari kemampuanmu.." ucapnya.

"Eh!?"

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 54

Zunuya Rajaf
2016-08-24 08:11:36
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-15 22:08:45
next read
Vor Deour
2016-03-03 22:38:57
Juno x vida, Cannon buat nih cerita. Muahahaha...
Rotten World
2016-02-26 09:16:12
Gua kira si juno mau minta dibuatin Ice Krim
Anique HyuUzumaki
2015-06-25 18:36:35
Ryuuga dkk keren bgt! Sugoi! Lanjut!
Rio D.Roy
2015-02-06 12:40:38
Beast warriors keren bro, .
Siddhi
2014-12-18 04:58:41
Panah Es.. keren,keren.. lanjut gan!
zimaro
2014-12-14 10:08:13
Missy numpang lewat
de.zero
2014-12-07 05:35:21
lanjutkan bro,..
Na shanks
2014-12-06 08:50:33
Mantap...lanjut!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook