VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 51

2014-11-27 - Tatzumaru > Beast Warriors
288 views | 20 komentar | nilai: 10 (1 user)

Hayate berubah kedalam mode beastnya, yaitu seekor Cheetah yang terkenal akan kecepatan larinya dibandingkan hewan lainnya. Hayate dalam mode beastnya langsung melancarkan cakar tajamnya ke arah Lincoln.

Lincoln menghindar, tetapi kecepatannya tak mampu mengalahkan kecepatan luar biasa dari seekor Cheetah, akibatnya lengan kiri lelaki itu yang menjadi korban dari keganasan si manusia Cheetah itu. Tangan Lincoln putus oleh sekali ayunan cakar Hayate..

Namun itu bukan hal yang aneh bagi mantan jendral pasukan Destroyers tersebut, karena dengan mudah dan dengan sekejap mata saja bagian tubuh yang terlepas akan menyambung kembali secara otomatis tanpa harus diperintah olehnya.

"Apa kau lupa dengan sihir spesial yang kumiliki, Hayate?"

"Sial, aku benar-benar lupa akan hal itu.." gumam Hayate di dalam sana.

"Kalau begitu, kini giliranku!!" Lincoln bersiap melakukan sesuatu.

Lelaki itu mengibaskan tangannya, hingga menciptakan pisau-pisau dari angin. "Nikmati angin yang sejuk ini!!"

Whuuuss.. pisau-pisau angin itu membelah beberapa pohon dan bangunan disana.

Namun untungnya kecepatan Hayate mampu mengimbangi serangan itu, "Apa kau juga lupa kalau Cheetah itu hewan tercepat di dunia hah?" teriak anak itu di dalam sana.

"Kau itu jenius, tapi kau itu bodoh!!" balasnya.

"Sial, aku terlambat menyadarinya.." ternyata pisau-pisau angin itu kembali lagi, bagaikan bumerang yang akan kembali jika dilempar.

Tapi tembok es tiba-tiba muncul begitu saja untuk menghalau pisau-pisau angin tersebut. Traaassh.. Traaassh..

"Aku berhutang dua nyawa padamu Vida.." ucap Hayate lega.

"Kemampuan elemen air gadis itu sangat mengganggu.. siapa dia sebenarnya? Dan bagaimana caranya anak itu bisa mengalahkan prajurit wanita terbaik dalam pasukan Destroyers?" pikirnya kesal.

Beralih ke tempat Kororu dan yang lainnya..

Sang jendral kembali dihempaskan oleh ekor naga bernama Draken itu sangat jauh, menabrak segala sesuatu yang ada di tempat tersebut.

"Watanabe-sensei!!" teriak mereka mencemaskan gurunya itu.

"Sial, aku tidak bisa berdiam diri begitu saja!!" Juno mulai mengarahkan panah sugetsunya.

"Meski kadal raksasa ini mampu menyerap sugetsu, namun sang raja tak mampu melakukannya.." Juno mulai membidik Hulio yang berjarak sangat jauh di atas naganya.

"Kuharap ini akan berhasil.." anak itu benar-benar berkonsentrasi penuh.

"Sugetsu Kara Yajirushi!!"

Byuuussh!! Anakpanah dilesatkan.

Beast Warriors Chapter 51 - Sugetsu Hitam
Penulis : Tatzumaru

Anakpanah itu melesat benar-benar cepat, membelah angin dan dedaunan yang tengah melayang.

Craaassh!! Anakpanah yang Juno lesatkan sukses menembus punggung sebelah kanan sang raja, membuatnya terkejut sekaligus hampir menumbangkannya, tapi Hulio menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

"Gah.." rintihnya sambil memegangi lukanya.

"Kurang ajar, siapa yang berani-beraninya menyerangku.." Lelaki itu mencari-cari darimana asal serangan kejutan yang mengenainya.

"Ternyata bocah ingusan yang bermain-main denganku.." Hulio mengarahkan telapak tangan hitamnya, ia berniat melakukan serangan balasan pada anak itu.

Juno kembali bersiap melesatkan panah sugetsunya untuk yang kedua kalinya. Mereka saling membidik satu sama lain, hingga mereka menemukan sasarannya masing-masing dan melesatkan serangan pada waktu bersamaan.

Serangan mereka bertubrukan, menciptakan ledakan di udara.
Booommm..

Tanpa membuang kesempatan, Ryu melompat dari atas elangnya. Anak itu mendarat tepat di ekor sang naga..

"Aku tidak akan membiarkan si brengsek itu menghancurkan desa lebih dari ini!" Ryu berlari tepat di atas ekor naga api itu.

"Griffin Blade!!" ia mengeluarkan pedang besar nan panjang itu.

"Akan kubuat kau menyesal telah melawanku.." Ryu berlari sambil menenteng pedang besarnya tersebut.

Ryu mengaliri pedangnya dengan sugetsu. Hulio menyadari keberadaan anak itu dan langsung memasang ancang-ancang untuk menggunakan elemen petirnya.

"Dia menyadarinya.."

Tak hanya Ryu ternyata Kinousuke pun telah berada di sisi lain naga itu. Kedua anak itu melesat dari dua arah yang berbeda, namun tujuan mereka sama yaitu, untuk menumbangkan musuh yang paling berbahaya untuk bangsanya..

Baaammm!!! Kedua anak itu melancarkan serangannya.

Namun lagi-lagi Hulio terlalu kuat, hanya dengan kedua tangan kosongnya saja, sang raja menahan serangan kedua anak tersebut.

Tangan hitam Hulio menahan tebasan pedang Ryu, sementara tangan satunya ia gunakan untuk menghalau tinju Kinousuke.

Tiba-tiba Kororu yang ada dalam mode beastnya muncul di belakang sang raja, jendral beast utara itu menggunakan kemampuan rambut singanya yang mampu mengeras menjadi ribuan jarum tajam untuk menyerang sang raja saat teralihkan oleh kedua anak itu.

Ratusan jarum dari rambutnya melesat menuju Hulio. Tetapi lelaki pemimpin bangsa Warriors itu tidak mudah untuk terkecoh, sebuah perisai dari elemen petirnya menghentikan laju jarum-jarum itu dengan sangat mudahnya.

"Apa!?" semuanya terkejut.

"Aku tidak akan kalah semudah itu oleh orang-orang lemah dan tak berguna seperti kalian.." ucap Hulio dengan congkaknya.

Dengan sekali hentakan petir yang diciptakan sang raja mampu melemparkan tiga orang itu dengan mudah. Blaaarr!!!!

"Wooaaahh!!!!" Kororu, Kinousuke dan Ryu terlempar untuk yang kesekian kalinya.

"Percuma saja semua usaha kalian untuk mengalahkanku, para binatang.."

"Lebih cepat 100 tahun jika kalian ingin mengalahkanku, pecundang!!" ledeknya.

"Brengsek!!!!" umpat Ryu kesal.

Scene berpindah ke tempat yang dipenuhi oleh air, yaitu dunia antara alam sadar dan dunia alam bawah sadar, dunia yang daratannya adalah air, apa lagi kalau bukan tempat para Grim..

Ryuga menapak di atas air, lalu tak berapa lama makhluk raksasa bermata satu muncul dari dasar air tepat di hadapan anak itu. Makhluk penjaga dunia Grim yang sudah tidak asing lagi di mata lelaki dari keturunan keluarga Suichi, yaitu Ryuga.

"Halo nak, aku sudah menyangkanya jika kau pasti akan kembali kesini, dunia para Grim.."

"Hai.. apa kabarmu tuan Asou-san?" sapanya.

"Kukira kau telah melupakan namaku.."

"Masa aku lupa padamu yang telah mengajariku jurus tangan bayangan? Aku ini tipe orang yang tidak akan lupa pada orang-orang yang baik padaku.." balasnya.

"Iya-iya terserah, aku sama sekali tidak tertarik pada penjelasanmu itu.."

"Heh, ternyata makhluk sepertimu menjengkelkan yah?"

"Sudahlah ada keperluan apa kau datang kemari, bocah?"

"Tidak mungkin kan jika kau hanya ingin menyapaku saja?"

"Hahahaha.. kau tahu saja.."

"Sebenarnya aku ingin bertanya suatu hal padamu.." ucapnya.

"Kau mau bertanya soal apa, bocah?" tanyanya.

"Apa kau tahu mengenai prajurit bayangan?"

"Prajurit bayangan yah.. aku tahu sedikit tentang makhluk abadi itu." jawabnya.

"Tapi.. bagaimana kau tahu tentang mereka? Dan kenapa kau ingin mengetahui informasi mengenai makhluk tersebut?" Asou kembali bertanya.

"Mereka tengah menyerang desaku, jadi aku tidak punya banyak waktu untuk menceritakan semuanya padamu.." jelas Ryuga dengan wajah serius.

"Bagaimana mereka bisa menyerang desamu, bukankah makhluk jelek itu telah lama tersegel di dalam perut bumi terdalam? Apa yang sebenarnya terjadi di dunia kalian, bocah?" Makhluk Grim bermata satu itu menjadi penasaran mendengar cerita anak itu.

"Makhluk bayangan itu telah dibangkitkan oleh raja bangsa Warriors kedua, yaitu Hulio Garde-Hill."

"Lalu informasi apa yang ingin kau dengar dariku?"

"Aku ingin tahu bagaimana cara mengalahkan makhluk sialan itu tanpa segel para Dewa?" Ryuga langsung ke inti permasalahan.

"Apa kau tahu caranya tuan Asou-san?" tanyanya lagi.

"Gahahaha.. aku tahu cara mengalahkan mereka meski tanpa bantuan para Dewa sekalipun.."

"Yosh!! Hanya itu yang aku inginkan.." balas anak itu.

Di sisi Satoshi, lelaki bertubuh kekar itu masih bergelut dengan para prajurit bayangan di tempat itu..

Terlihat lelaki tersebut sedang melindungi tubuh muridnya, yaitu Ryuga yang tengah bertapa di belakangnya. "Cepatlah murid bodoh! Mereka semakin bertambah kuat saja.." pikirnya.

Satoshi terus melancarkan tinju bayangannya untuk melemparkan para prajurit bayangan disana.

Tiba-tiba Ryuga membuka matanya, anak itu telah kembali dari dunia Grim..

"Hey guru.. aku tahu cara mengalahkan mereka tanpa perlu bersusah payah melawan mereka semua.."

"Bagaimana caranya? Cepat katakan agar aku bisa mengalahkan makhluk sialan ini!!" Satoshi menghempaskan satu lagi makhluk bayangan itu.

"Maaf guru bodoh, tapi kali ini bukan bagianmu.. yang bisa melakukannya hanya diriku sendiri.." Ryuga memasang ekspresi pelecehan pada gurunya itu.

"Sial kau, murid menjengkelkan!!"

"Baiklah, apa rencanamu hah!?" Satoshi melompat ke sisi Ryuga.

"Asou-san bilang kalau salah satu dari mereka adalah yang asli, sementara yang lainnya adalah pecahan-pecahan dari dirinya.." jelas Ryuga.

"Lalu setelah kau menemukan yang asli, apa yang akan kau lakukan?"

"Mereka adalah makhluk yang tercipta dari sugetsu hitam.. dan hanya mampu dilawan menggunakan tangan iblis saja.."

"Aku akan mencoba menyerap yang asli menggunakan tangan iblisku.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 52

ThE LaSt EnD
2016-08-24 08:08:43
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-15 21:42:31
next read. Mmh udah malam, tapi masih penasaran cerita lanjutannya
Vor Deour
2016-03-02 22:01:16
Hmm... Mungkinkah Grim itu lebuh kuat dari pada para dewa ?
Kecebong Anyut
2016-02-25 21:52:02
Sugoiii...!! Ayo Ryuga kalahkan lawanmu itu..
Anique HyuUzumaki
2015-06-25 12:47:40
Keren! Lanjutkan!
zimaro
2014-12-14 10:01:48
Missy numpang lewat
Na shanks
2014-11-28 14:53:37
Mantap...lanjutkan!
Priest
2014-11-28 13:15:41
lanjutkan.
Elank hunter
2014-11-28 04:09:56
Jadi tambah penasaran sma klanjutan critax..
Phantom Alicia
2014-11-27 23:51:56
Keren banget.. Lanjutkan kak..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook