VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 50

2014-11-24 - Tatzumaru > Beast Warriors
300 views | 23 komentar | nilai: 10 (1 user)

Sebuah dimensi hampa yang tak ada apapun disana, benar-benar tempat luas tanpa ada apa-apa kecuali dua orang remaja sedang berpegangan tangan satu sama lain..

Mereka masih saling menatap tanpa bergeming sedikitpun, kedua anak itu melepas rindu dengan saling menatap ke arah mata masing-masing.

Yah, kedua anak itu adalah Hayate dan Sizuha, sepasang kekasih yang harus terpisahkan oleh maut, masih terus memandang dan berpegangan tangan di dimensi hampa tersebut. Pandangan kedua anak itu semakin dan semakin dalam memandangi pasangannya itu tanpa berkedip dan tanpa bersuara hingga pada akhirnya salah satu dari mereka mulai meneteskan air matanya yang tak mampu untuk dibendung lagi.

"Kenapa kau menangis, Hayate? Seorang lelaki tak seharusnya menangis seperti itu!" Sizuha mulai meraih tangan satunya.
Kini kedua tangan mereka menggenggam erat tangan pasangannya, seakan tak mau dipisahkan lagi.

"Jangan bersedih begitu, sekarang kita berdua telah bersama.." Sizuha mencoba menenangkan lelaki di depannya itu.

"Ini tangis bahagia.. Aku bisa melihatmu lagi, aku sangat merindukanmu.." Hayate menghapus air mata di pipinya.

"Jadi.. apakah kau akan pulang bersamaku?" Sizuha bertanya.

"Kenapa kau menanyakan hal seperti itu padaku, aku akan ikut ke manapun kau pergi.. jadi kau tidak perlu menanyakan hal itu padaku! Lagipula aku telah bosan hidup di dunia yang penuh kekacauan seperti sekarang ini.." jawaban Hayate membuat gadis itu tertawa.

"Hahahaha.."

"Ada apa? Apa jawabanku ada yang lucu?" Hayate menjadi bingung.

"Tidak, tak ada yang lucu dengan ucapanmu.."

"Lalu.. kenapa kau tertawa?" Hayate semakin bingung.

"Kau sudah lupa ya? Aku pernah bilang padamu buatlah kenangan kenangan bersama teman-teman kita, tapi kau malah melupakannya.."

"Sesungguhnya aku sangat bahagia bisa bersama lagi denganmu, tapi.." Sizuha menghela napas panjang sebelum melanjutkan kata-kata yang tertunda.

"Huh.. Aku bisa menunggumu sampai nanti waktumu benar-benar kembali padaku.. sekarang bukanlah saatnya untukmu pulang, teman-temanmu masih membutuhkan bantuan darimu.."

"Ta-tapi.."

"Kau tidak perlu mencemaskanku, aku akan tetap disini menunggumu sampai waktumu pulang tiba.." Sizuha memeluk lelaki yang dicintainya itu untuk yang terakhir kalinya.

Gadis itu membisikkan sesuatu, "Pergilah.. pergilah kepada teman-temanmu! Mereka sangat membutuhkanmu saat ini.."

Ingatan bersama teman-temannya kembali terlintas di benak lelaki itu. Ingatan di mana mereka tertawa bersama, sedihpun bersama, dan di saat anak itu membutuhkan bantuan, teman-temannya selalu ada untuk membantunya..

"Kalian telah membantuku di kala aku membutuhkan bantuan, kini akulah yang akan membantu kalian.."

Beast Warriors Chapter 50 - Hayate
Penulis : Tatzumaru

Hayate kembali merasakan benda yang telah menembus tubuh bagian belakangnya tersebut. Hayate mengerang kesakitan setelah mendapatkan tusukan pedang yang di arahkan padanya..

Lincoln mencabut pedangnya dan bersiap menusukkannya pada anak asuhnya kembali.

"Sial!! Aku tidak bisa menghindar dengan hanya satu kaki.."

Lincoln bersiap melakukannya, "Matilah kau.. murid kesayanganku!!! Hiyeaaahh!!!!"

Jbatts!!!

Namun sungguh mengejutkan, justru dialah yang tertancap sebuah es runcing di bagian perutnya hingga menancap di sebuah pohon besar di tempat itu.

"Apa yang barusan terjadi?" pikir Hayate yang masih telungkup di atas tanah dengan tubuh terluka.

"Kau tidak apa-apa Hayate!?" ternyata serangan es tadi berasal dari Vida yang telah berada disana.

"Vi-Vida-chan!?" nyawa Hayate tertolong olehnya.

Gadis itu berlari mendekati temannya, "Ka-kakimu?" Vida kaget melihat kaki kiri anak itu hancur.

"Itu cuma kaki palsu, dulu kaki kiriku telah di amputasi.." jelasnya.

"Aku akan menyembuhkan lukamu.." kemudian Vida mulai mengarahkan telapak tangannya pada luka di tubuh anak itu.

Gadis tersebut mulai mengalirkan sugetsu ke seluruh tubuh Hayate untuk menyembuhkan semua luka yang di alaminya..

Perlahan luka pada tubuh anak itu mulai sembuh, lubang bekas tusukkan pun mulai menutup kembali dengan sendirinya.

"Apa kau telah mengalahkan wanita bernama Silvia itu?" tanya Hayate.

"Yah, aku telah membekukan wanita itu di danau merah tempatnya menghabisi korban-korbannya.." jelas gadis itu.

"Terima kasih kau telah menyelamatkan nyawaku.." Hayate berterima kasih.

"Kau tidak peru berterima kasih, itulah gunanya teman, saling membantu satu sama lain tanpa mengharapkan imbalan.."

Hayate hanya terdiam, anak itu mulai memikirkan tentang teman-temannya saat masih di akademi dulu.

"Pada akhirnya, akulah yang mendapat pertolongan oleh teman-temanku.. aku benar-benar bodoh telah mengabaikan mereka yang selalu ada di sisiku.. aku benar-benar tak berguna.. mereka selalu peduli padaku, tapi aku telah melupakan mereka.." pikirnya.

"Apakah aku masih pantas disebut manusia? Aku terlalu egois, tak pernah sekalipun memikirkan teman yang sudah sering sekali menolongku, aku.. aku benar-bentar tidak pantas disebut sebagai teman.. aku.. hanya memikirkan diriku sendiri.." ucapnya.

"Kenapa kau berpikiran seperti itu hah!?"

"Mereka peduli padamu.. mereka takkan pernah membiarkan temannya terluka.."

"Semangatilah dirimu sendiri, dan buatlah sebuah keajaiban untuk mereka.. perbaikilah sikapmu, dan berusahalah untuk mereka! Maka dengan cara seperti itu, kau akan bisa membalas apa yang telah mereka lakukan padamu.."

Dengan ajaib dan menakjubkan, kaki palsu yang telah hancur itu perlahan mulai kembali utuh seperti sebelumnya.

"Jangan gunakan matamu untuk melihat masa lalu.. tapi gunakanlah matamu untuk memandang masa depan yang lebih baik dari sebelumnya.."

Kini Hayate telah sembuh total dari semua luka yang dialaminya, benar-benar kembali seperti sebelumnya.

"Sekarang buktikan pada teman-temanmu dan dunia ini, bahwa dirimu saat ini lebih baik dari dirimu sebelumnya.." Vida terus saja memberi semangat pada temannya itu.

"Yah, aku yang sekarang bukanlah Hayate yang dulu.." Hayate mulai berdiri.

Lincoln berhasil mencabut es tajam yang menembus dan menancapkannya di pohon..

"Aku merasakan sebuah perasaan yang berbeda di dalam tubuhnya.. Ini.." Lincoln menyadari sesuatu.

"Bukankah ini.." ucapnya lagi.

"Akhirnya kau akan mengeluarkannya, Hayate.. aku sudah menunggunya sejak tadi.." gumamnya.

Hayate kembali meluapkan sugetsunya, kali ini sugetsu yang dikeluarkannya lebih besar dari sebelumnya, anak itu benar-benar mengerahkan seluruh sugetsu, tenaga dan semangatnya.

"Ini luar biasa.. tidak sia-sia aku telah mengajari anak itu.." ucap Lincoln dalam hati.

"Gahahahaha.. Ini baru muridku!! Luapkan semuanya, jangan ragu-ragu.. gunakanlah kemarahanmu untuk membunuhku!!" Lincoln malah tertawa puas melihat kekuatan sebenarnya yang dikeluarkan oleh anak didiknya itu.

"Kenapa dia malah senang begitu?" Vida tak mengerti jalan pikiran orang itu.

"Jangan anggap aku akan melawanmu menggunakan kemarahan.. karena aku bukan yang dulu, yang selalu menuruti akan naluri Beastku.." yang tadinya Hayate hanya berjalan pelan, kini anak itu mulai berlari menyongsong pria yang ada di hadapannya.

Luapan sugetsu masih menyelimuti anak itu, ia berlari dengan kecepatan yang semakin lama semakin meningkat.

"Aku akan membantumu dari sini.." Vida memasang kuda-kuda siap serangnya jauh di belakang sana.

"Kemarilah.. kemarilah.. muridku.." teriak Lincoln yang masih tenang-tenang saja di tempatnya.

Terlihat mata anak itu mulai berubah warna. Dia melompat tinggi tepat di atas musuhnya, ia menyeringai di udara, memperlihatkan taring yang mulai memanjang di antara giginya.

"Aku bukan Hayate yang dulu.. aku adalah.."

"Hayate dari klan Kazama!!"

Hayate berubah kedalam bentuk Beast-modenya..

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 51

ThE LaSt EnD
2016-08-24 08:07:59
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Beautiful Alien
2016-08-15 21:32:32
next read, eh ko lincoln bisa sembuh lagi, meskipun punya kekuatan magnet untuk menyatukan tubuhnya, tapi pasti meninggalkan luka
Vor Deour
2016-03-02 19:03:15
Beast Modenya Hayate itu gimana ? Penasaran gua
Kecebong Anyut
2016-02-25 21:44:57
Yah, Hayate nggak.mati. GWS ya Sizuha buat nunggu lagi.
Anique HyuUzumaki
2015-06-24 13:42:24
Yeee! Go Hayate!
zimaro
2014-12-14 10:01:15
Missy numpang lewat
sagara
2014-11-27 13:46:23
Bagus bro
Elank hunter
2014-11-26 18:14:36
Di tunggu klanjutanx boz..
fhaiz
2014-11-25 11:25:19
akhirnya mode beast.y keluar jga..
Phantom Alicia
2014-11-25 10:52:16
Seneng banget Hayate kgk jd pergi..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook