VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Beast Warriors Chapter 49

2014-11-22 - Tatzumaru > Beast Warriors
249 views | 23 komentar | nilai: 10 (1 user)

Pagi itu di kelas akademi..

Seorang guru pembimbing mengumumkan sesuatu, "Hari ini ujian masuk kemiliteran, kuharap kalian semua telah mempersiapkan mental.."

"Apa!? Ujian akan berlangsung hari ini!?" seluruh murid kelas E terkejut dengan pengumuman itu.

"Aku belum siap.." Ryuga terkapar di tempat duduknya.

"Kyaaah!! Aku belum berlatih!!" Juno berteriak histeris.

"Kita pasti gagal menjadi prajurit kali ini.." ucap yang lain.

"Sepertinya aku akan gagal lagi, Haaaaahh!!!" Ryuga mengacak-acak rambutnya.

Semua kelas pun mendapat pengumuman yang sama, termasuk kelas C..

"Apa!? Kenapa mendadak sekali!?" semua murid kelas C pun terkejut.

"A-aku.. belum sempat mempelajari teknik pedang terakhirku.." teriak Taki panik.

"Heh.. ujian masuk militer ya?" Tatsuya masih tenang-tenang saja.

"Lakukan sesuatu.." Teo frustasi berat.

"Berisik sekali mereka.. hanya ujian dadakan saja ribut sekali.." ucap Ryu sinis seperti biasanya.

"Eh!? Memangnya kau sudah berlatih?" Taki bertanya.

"Belum.." jawabnya singkat.

"Kyaaa!! Dasar kau!!" teriak Taki syok.

"Meski aku tidak berlatih sekalipun, aku akan masuk dalam kemiliteran tahun ini.." lanjut Ryu datar.

"Ah.. terserah kau sajalah.."

"Oh iya, apa Hayate belum keluar dari rumah sakit?" guru itu bertanya pada murid-muridnya.

"Tatsuya, apa kau tahu mengenai hal itu?" lanjutnya.

"Dokter telah mengizinkannya pulang, sebab semua luka-luka pada tubuhnya hampir sembuh, tapi karena kaki palsu yang mereka buatkan untuknya belum selesai jadi Hayate belum bisa masuk.." jelasnya.

"Oh begitu ya, jadi mungkin tahun ini Kazama-kun tidak akan ikut dalam ujian.." ucap guru itu.

"Sepertinya begitu.."

"Sayang sekali.. padahal dia cocok sekali berada di dalam kemiliteran.. otak jeniusnya akan sangat berguna sebagai pengatur strategi perang, tapi memang nasib anak itu begitu malang. Yah mau diapakan lagi.. semua ini telah menjadi takdirnya, karena tak ada seorangpun yang mampu melawan takdirnya sendiri meski sekuat dan sepintar apapun orang itu.."

Beast Warriors Chapter 49 - Hati yang Terluka
Penulis : Tatzumaru

Hayate tengah duduk di sebuah ayunan yang biasa Sizuha tempati jika sedang menunggunya di taman tersebut..

Anak itu duduk termenung sambil memandang matahari yang akan terbenam di sana..

"Aku akan selalu mengunjungi tempat ini setiap hari dan juga berziarah ke kuburanmu.."

"Tempat ini mengingatkanku padamu.. tempat istimewa kita bertemu.. aku akan menjaganya seperti aku menjagamu.."

"Aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan tempat kenangan kita berdua, aku berjanji demi nyawaku sendiri.."

Tiba-tiba kucing peliharaan Sizuha melompat ke pangkuan anak itu, lalu tidur di pangkuannya..

"Momori.. kau juga rindu padanya?" Hayate membelai kucing tersebut.

"Miiaaaww.." Momori menjilati tangan Hayate.

Daun-daun mulai berterbangan tertiup angin sore yang sejuk..

"Kau tidak perlu khawatir Sizuha.. Momori akan kujaga dengan baik.." ucapnya dalam hati.

"Sudah kuduga kau berada di tempat ini, Hayate.." sebuah suara mengagetkan anak itu.

"Kukira siapa, ternyata kau Tatsuya.." ternyata suara tadi adalah milik teman satu timnya, Tatsuya Suichi.

"Bagaimana luka di kakimu?"

"Luka di tubuhku sudah sembuh, tapi.. ada luka yang sampai kapanpun takkan pernah bisa sembuh.." sahutnya, masih sambil memandang matahari terbenam di tempat itu.

"Luka yang tidak bisa sembuh?" Tatsuya masih memandang temannya dari samping.

"Luka di dalam hatiku yang takkan bisa sembuh oleh apapun.." jelasnya.

Tatsuya hanya bisa diam dengan terus memandangi sahabatnya tersebut.

"Tadi di akademi, telah di adakan ujian dadakan, dan hanya kau saja yang tidak mengikutinya.." ucap Tatsuya.

"Aku tidak peduli dengan ujian itu.." balasnya.

"Yah, aku tahu meski kau tidak ikut dalam ujian kali ini tapi aku yakin tahun depan kau akan dengan mudah masuk kemiliteran tanpa harus bersusah payah.."

"Tahun ini atau tahun-tahun selanjutnya pun aku tidak akan mengikuti semua ujian masuk kemiliteran, karena aku memang tak mau menjadi seorang prajurit, aku tak mau menjadi siapapun dan apapun.." jawabnya.

"Yang aku inginkan hanya menjalani hidup sebagai warga biasa.." sambungnya.

"Apa semua ini karena gadis itu? Kau membuang semua mimpimu karena kematian Sizuha?"

"Aku kecewa padamu.."

"Semua itu bukan urusanmu, kau tidak usah campuri urusanku, urusi saja urusanmu sendiri.."

"Dengarkan aku!!" Tatsuya berteriak.

"Kami telah mengundurkan diri dari ujian hari ini, karena kami ingin mengikuti ujian di tahun nanti bersama denganmu.. apa kau masih berhak mengatakan hal pengecut seperti tadi hah!? Jawab aku!?" Tatsuya menarik kerah anak itu.

"Ini bukan hanya tentang dirimu saja!! Ini tentang kita semua!!" teriaknya lagi.

"Ma-maaf.."

"Aku sama sekali tidak peduli dengan impianmu.. tapi jangan kau hancurkan impian teman-teman yang selalu berada di sisimu, karena aku tidak akan memaafkan siapapun yang akan menghancurkan impian dari teman-temanku!!" Tatsuya melepaskan cengkeraman tangannya di kerah baju anak tersebut.

Hayate teringat akan kata-kata Sizuha waktu itu, "Ini bukan mengenai kita berdua saja.. tapi ini tentang kita dan teman-teman kita.. buatlah kenangan-kenangan indah bersama mereka juga.."

"Ma-maafkan aku Sizuha.. maafkan aku teman-teman.."

"Maafkan aku yang telah mengabaikan kalian semua.." ucapnya.

"Seperti itulah Hayate yang kukenal.." ucap Tatsuya dalam hati.

"Luka di dalam hatiku ini memang takkan pernah sembuh sampai kapanpun, tapi.. karena mereka selalu memberiku semangat dan membangun kembali kepercayaan diriku, perlahan rasa sakit ini mulai hilang, dan aku juga telah berjanji padanya untuk membuatnya bisa melihat masa depan yang lebih cerah menggunakan kedua matanya.." Hayate melesat, bersiap melancarkan tendangan kaki kirinya penuh dengan tenaga.

"Aku juga telah berjanji, aku akan selalu menjaga tempat ini, tempat di mana kita bertemu dan kenangan-kenangan yang tersimpan di tempat ini.." ternyata tempat Hayate bertarung melawan Lincoln adalah tempat di mana kenangan-kenangan saat bersama wanita yang dicintainya, Sizuha.

Taman itu benar-benar telah hancur..

"Aku tidak akan membiarkanmu atau siapapun menghancurkan taman istimewa kami!!! Hiiyeaaahh!!!"

Batts!! Tendangan anak itu benar-benar kuat, tekanan yang diberikan benar-benar memotong tubuh Lincoln menjadi dua bagian. Saking keras dan dahsyatnya hingga kaki palsu Hayate ikut remuk bersamaan terpotongnya tubuh mantan jendral Destroyers itu.

Kedua bagian tubuh Lincoln berserakan disana, sementara Hayate ambruk setelah melancarkan serangannya tersebut..

"Huh.. huh.. huh.." Hayate terbaring dengan hanya satu kaki setelah kaki palsunya tadi hancur.

Hayate melihat sesosok wanita di depannya, sesosok perempuan yang sudah dikenalnya..

"Sizuha-chan.." gumamnya.

"Hayate-kun.. ikutlah bersamaku, menuju dunia yang lebih baik.." Sizuha mengulurkan tangannya.

Hayate merangkak menuju sosok wanita itu, merangkak menggunakan kedua tangannya.

"Ayo Hayate-kun, sedikit lagi kau bisa meraih tanganku, dan kita akan bersama kembali menjadi sepasang kekasih.."

"Aku rindu padamu.." ucap Sizuha kembali.

Hayate berusaha sekuat tenaganya untuk menggapai tangan wanita itu. Tap.

Kedua tangan mereka bertemu dan.. Batts!! Lincoln menusuk anak itu menggunakan pedang di punggungnya.

Tubuh Lincoln mampu menyambung kembali dengan sihir magnet yang dimilikinya.

Pedang Lincoln menembus tubuh bagian belakang muridnya itu hingga tembus ke tanah..

"Uuwwaaah!!" Hayate memuntahkan darah dari dalam mulutnya.

Bayangan Sizuha masih bisa dilihatnya, wanita itu tersenyum padanya lalu mengucapkan sebuah kalimat dari mulutnya.

"Sudah saatnya kita pulang kerumah.." Hayate menggenggam tangan wanita itu dan seketika itupula tubuh mereka memancarkan sinar yang menyilaukan.

Hayate tersenyum, "Ayo kita pulang.."

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 50

ThE LaSt EnD
2016-08-24 08:07:39
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-15 21:10:07
aku ingat di chap awal, ketika hayate berniat membantu Trivia. Ah kata-katanya sangat bertolak belakang dengan kata-katanya di chap ini
Vor Deour
2016-03-02 16:01:03
Hahaha... Akhirnya mati juga tuh Hayate
Kecebong Anyut
2016-02-25 21:39:41
Hayate.. Akhirnya Kamu Mati Juga XD
Anique HyuUzumaki
2015-06-24 13:01:55
Hah?! Hayate tewas ya?
zimaro
2014-12-14 10:00:14
Missy numpang lewat
sagara
2014-11-27 13:36:10
Lanjut
Elank hunter
2014-11-26 18:03:34
Keren critax boz....
Na shanks
2014-11-25 02:24:56
Sugoi...mantap!
Rio D.Roy
2014-11-24 12:38:37
Beast warriors keren lagi deech.hee
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook