VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 48

2014-11-19 - Tatzumaru > Beast Warriors
303 views | 18 komentar | nilai: 10 (1 user)

Hayate membuka matanya kembali, ia belum mau menyerah sampai disana.
Lelaki dari keturunan Kazama itu membalikkan tubuhnya, anak itu bersalto, berusaha untuk meraih dinding tebing yang tidak rata tersebut.

"Aku tidak akan menyerah!! Aku akan menyelamatkanmu, meski nyawa taruhannya.." Hayate mulai menapak di dinding tebing, lalu ia mulai berlari menggunakan sugetsu di telapak kakinya agar tak terjatuh.

Hayate terus melesat di dinding curam tersebut dan sesekali anak itu melompat agar kecepatannya mampu mencapai Sizuha yang tengah terjun bebas.

"Aku melihatnya.." Hayate mampu mengejarnya, lalu iapun menambah kecepatan.

Hayate menapak untuk yang terakhir kalinya, ia mulai membungkukkan badannya untuk bersiap melakukan lompatan yang sangat jauh untuk mencapai gadis tersebut. Tap.

"Aku bisa, aku pasti bisa mencapainya.. harus!!" pikirnya mantap.

Setelah mengumpulkan semua sugetsu yang tersisa di kakinya, lalu dengan kekuatan terakhirnya anak itu menghentakkan kaki sekuat tenaganya. Byuuuussh!!!!!

Lesatan terakhir anak itu mampu mencapai Sizuha, "Aku sudah memegangmu.."

"Dasar pria bodoh! Kenapa kau ikut melompat hah? Kau bisa terbunuh.." Sizuha memeluk tubuh Hayate di udara.

"Aku tidak menyesal, meskipun aku mati.. tapi aku bahagia bisa mati bersamamu.." ucapnya lemas karena telah menggunakan seluruh sugetsunya untuk melompat tadi.

Mereka menabrak dinding jurang, namun Hayate melindungi tubuh kekasihnya dengan cara memeluknya. Hal itu malah membuat tubuh lelaki itu mendapat banyak sekali luka goresan akibat tergores batuan runcing dari dinding tersebut.

Beberapa puluh meter lagi mereka bersiap menghantam dasar jurang yang dipenuhi oleh batuan runcing di bawah sana.

"Sial, aku akan menyelamatkanmu meski aku benar-benar mati setelah ini.." pikir lelaki tersebut.

Beast Warriors Chapter 48 - Akhir Sebuah Kisah
Penulis : Tatzumaru

Scene beralih ke perlombaan yang masih berlanjut..

Tim 3 dan tim 1 masih saling mengejar, mereka adu lari ke titik akhir perlombaan, di mana salah satu tim harus menancapkan bendera timnya masing-masing ke tempat yang sudah disediakan di tempat tersebut..

"Aku yang akan memenangkan perlombaan ini!!" Ryuga berada paling depan saling senggol dengan lawannya yaitu Ryu ketua dari tim 1.

"Aku yang akan memenangkannya!!" Ryu menyerempet tubuh lawannya hingga oleng.

"Sialan kau!!" Ryuga kembali membalas Ryu dengan cara yang sama.

Ryu mencoba untuk mentekel kaki Ryuga, namun anak itu melompat dan berhasil merebut posisi terdepan.
"Sial!!" umpat anak itu kesal.

"Weeee..." Ryuga menjulurkan lidahnya untuk mengeledek lawannya itu.

"Aku pasti menang, akulah juaranya!!" Ryu kembali berlari sekuat tenaganya untuk mengejar Ryuga.

Sementara Ryuga dan Ryu melakukan kejar-kejaran, anggota tim yang lain malah duduk bersama di tanah karena kelelahan..

"Huh.. huh.. biarkan Ryuga saja yang meneruskannya.." ucap Kinousuke dengan napas ngos-ngosannya.

"Yah, anak itu benar-benar memiliki stamina yang luar biasa.. haaa.." Juno juga terlihat begitu letih

"Ryu bisa meneruskannya, kita istirahat disini saja.." Taki benar-benar kelelahan.

"Yah, kau benar.. Ryu itu jago dalam hal lari, dia pasti bisa mengalahkan Ryuga.." sahut Teo sama lemasnya seperti Taki.

"Yeaaah!! Aku menang, aku menang!!! Hahahaha!!!" Ryuga berteriak kegirangan setelah menancapkan benderanya.
Sementara Ryu tergeletak kelelahan tak jauh dari anak itu.

"Huh.. huh.. kau.. huh.. hebat.."

Perlahan tetes demi tetes air hujan mulai berjatuhan disana hingga hujan yang cukup deras terjadi di tempat itu..

"Sial, kenapa tiba-tiba turun hujan?"

Kembali kedasar jurang..

Hayate mulai membuka kedua matanya, tapi pandangan anak itu kurang jelas..

"Uh.. apa dia selamat?" anak itu masih terbaring lemas, hanya matanya saja yang berusaha mencari keberadaan gadis tersebut.

Akhirnya mata anak itu menemukan keberadaan wanita yang dicarinya, terlihat Sizuha terbaring lemas setelah sebelumnya Hayate melemparnya ke tempat yang tak ada batuan runcing yang dapat membahayakan nyawa perempuan itu.

"Syukurlah.. aaahh.. dia jatuh di tempat yang lebih aman.. Ukh.." ucap Hayate sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Gadis itu mulai sadar dari pingsannya, akibat benturan keras yang di dapat olehnya ketika Hayate melemparkan tubuhnya.

Pandangan Sizuha masih terlihat kabur, namun gadis itu masih bisa melihat jelas kekasihnya terbaring lemas di sana dengan keadaan yang sangat mengerikan jika harus diucapkan.

"..." gadis itu syok, benar-benar syok berat saat melihat keadaan Hayate.

"Ha.. ya.. te.." air mata mulai mengalir di pipi gadis itu bersamaan dengan air hujan yang juga mulai sampai di tempat tersebut.

Tangan kanan Hayate benar-benar penuh darah, kepalanya juga mengeluarkan darah, lalu betis kirinya tertembus kayu runcing disana..

"Hujan.." ucapnya dalam hati sambil melihat ke arah langit.

Anak itu melihat sesuatu yang jatuh dari atas, sebuah pohon yang berada di tepi jurang itu jatuh ke arahnya akibat longsor terkena air hujan..

"Benarkah aku akan mati dengan cara seperti ini?" pikirnya.

"Tapi.. kau harus tetap hidup, Sizuha.." lalu dengan sisa-sisa sugetsunya, Hayate mulai membuat pelindung.

Namun pelindung itu bukan untuk dirinya, melainkan untuk gadis yang dicintainya..

Sizuha menyadari pohon di atasnya yang sebentar lagi akan menimpa Hayate, "Hayate-kun!!" ia berteriak.

Namun gadis itu tak mampu berbuat apa-apa, ia belum mampu menggerakkan tubuhnya.

"Jalanilah hidup ini dengan baik, berjanjilah kau akan terus hidup demi diriku.." gumam anak itu.

Bruuuaaakkh!!! Longsoran tanah dan pohon tersebut mengubur anak itu. Sizuha hanya bisa menangis tanpa bisa melakukan apa-apa.

"Hayate!!!!!!!"

Pelindung yang melindungi gadis itu pun perlahan menghilang..

"Hiks.. Hiks.. Hayate..." Sizuha tak henti-hentinya menangis, hingga akhirnya ia merasakan kalau jantungnya mulai berdetak sangat cepat dan terasa panas.

"Aakh!!" DEG.

Sizuha tak sadarkan diri.

3 Hari kemudian..

Ryuga dan yang lainnya berjalan di jalanan desa dengan membawa karangan bunga dan beberapa keranjang berisi buah..

"Kita akan ke rumah sakit terlebih dulu atau.. ke pemakaman?" tanya Ryuga dengan tampang sedihnya.

"Lebih baik kita ke pemakaman dulu, setelah itu baru kita menuju ke rumah sakit.." jawab Tatsuya dengan mimik muka datarnya.
Namun tak bisa dipungkiri, Tatsuya benar-benar terpukul dengan kejadian 3 hari yang lalu.

"Dunia ini memang kejam.." pikir anak itu.

Akhirnya merekapun sampai ke tempat yang dituju, pemakaman yang berada di dekat taman desa.

Terlihat tempat itu cukup ramai dipenuhi oleh kerabat dan teman-teman yang datang untuk memperingati hari kematian anak tersebut.

Beberapa orang yang telah selesai memberikan penghormatan mulai meninggalkan tempat itu satu persatu hingga akhirnya menyisakan Ryuga dan yang lainnya di tempat itu.

Ryuga meletakkan karangan bunga yang dibawanya sejak tadi..

"Kuharap kau tenang di alam sana.. Sizuha-chan.." Tatsuya memberi penghormatan terakhir untuk teman satu timnya tersebut dan di ikuti oleh yang lainnya.

Di rumah sakit, terlihat Hayate terbaring lemah di sana..

"Uh.." Hayate mulai membuka matanya.

"Di mana aku?" Hayate mencoba bangun dari tidurnya.

"Kau jangan banyak bergerak, nanti tulang tanganmu bergeser lagi.." ternyata Dokter yang merawat Sizuha berada disana.

"Aku tidak bisa merasakan kaki kiriku.." ucapnya.

Saat Hayate melihatnya, ternyata kaki kirinya telah di amputasi.
"Kakiku.."

"Kakimu terkena infeksi, terlebih lagi kaki kirimu itu hancur tertimpa pohon besar jadi kami menganjurkan untuk mengamputasi kakimu.." jelas sang Dokter.

Hayate terdiam, anak itu termenung.

"Tenang saja, kau tidak perlu khawatir tentang kakimu.. kami mempunyai kaki palsu yang sangat mirip dengan kaki manusia asli.. Jadi.."

"Bukan itu yang aku pikirkan.." Hayate memotong ucapan sang Dokter.

"Lalu, apa yang sedang mengganggu pikiranmu saat ini?"

"Di mana Sizuha?" Hayate menjawab pertanyaan sang Dokter dengan jawaban yang sekaligus menjadi sebuah pertanyaan.

"Dia telah menjadi bagian dari hidupmu.. kau mampu melihatku saat ini dengan menggunakan mata gadis itu, dia mendonorkan kedua bola matanya untukmu karena matamu telah buta saat teman-temanmu membawa kalian berdua kemari. Kornea matamu rusak akibat longsoran tanah yang menimbun seluruh tubuhmu.." Hayate langsung syok.

"Se-sekarang di mana dia?" teriak Hayate.

"Kau tenangkan dulu dirimu, setelah itu aku akan menceritakan semuanya kepadamu.."

"Apa kau bisa tenang sekarang?" tanya sang Dokter.

Hayate hanya terdiam.

Flashback..

"Sebaiknya kalian tunggu diluar, biar kami yang menangani semuanya.." ucap Dokter itu pada Ryuga dan yang lainnya waktu itu.

Merekapun mematuhi ucapan sang Dokter, anak-anak tersebut keluar ruangan operasi dengan wajah cemas dan sedih.

Seorang perawat mencoba menyampaikan sesuatu pada sang Dokter, "Anak laki-laki ini harus segera di amputasi Dok, karena kalau tidak, infeksi pada kakinya akan menyebar.." jelasnya.

"Dan kedua mata anak ini juga akan buta permanen jika tak mendapatkan donor mata, sebab kornea mata anak ini rusak parah oleh longsoran tanah yang menimbunnya.."

"Untuk anak perempuan ini, dia juga harus sesegera mungkin mendapatkan pertolongan, detak jantungnya mulai melemah.." ucap perawat satunya yang tengah memeriksa gadis tersebut.

"Dokter.." terdengar suara lemah dari Sizuha.

"Sizuha-san.." gumam sang Dokter.

"Selamatkanlah Hayate-kun.. harapan hidupnya lebih besar dariku.."

"Lagipula.. belum ada jantung yang cocok denganku, benar kan?"

Sang Dokter tak mampu berkata-kata, perasaannya bercampur aduk tak karuan.

"Berikan mataku untuknya.. aku ingin bisa melihat dunia dari sudut pandangnya.. dengan itu, Hayate bisa melihat dunia, begitu juga diriku.."

"Apakah kau yakin dengan keputusanmu ini?"

"Aku yakin.." sahutnya mantap.

"Detak jantungnya semakin melemah Dok!" ucap perawat itu.

"Lakukan tugasmu sebagai seorang Dokter.." Sizuha memejamkan matanya. Jantungnya semakin lama semakin melemah.

"Dulu aku merasa kau itu anak yang mengganggu, tapi seiring berjalannya waktu, aku sadar, aku telah jatuh hati padamu.."

"Hanya ini caraku untuk bisa selalu bersamamu, menjadi matamu untuk melihat masa depan yang lebih cerah bersama.." jantung wanita itu benar-benar berhenti bekerja.

"Aku tidak menyesal telah mencintaimu.." Sizuha menghembuskan napas terakhirnya. Gadis itu meninggal dengan senyum di bibirnya.

Flashback berakhir..

Setelah mendengar cerita dari sang Dokter, anak itu mulai menangis tanpa suara.

Air matanya mengalir deras dengan tatapan mata penuh kekosongan..

"Maaf.." ucap sang Dokter penuh penyesalan.

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 49

ThE LaSt EnD
2016-08-24 06:30:11
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Beautiful Alien
2016-08-15 20:56:08
benarkan pasti diakhiri tangis kesedihan
Kecebong Anyut
2016-02-25 21:33:11
Hiks... Hik.. Hayate-san. Kenapa tidak Kamu saja yg mati.
zimaro
2014-12-14 09:59:37
Missy numpang lewat
Elank hunter
2014-11-26 05:04:42
Makin seru aza critax boz..
Na shanks
2014-11-25 02:24:02
Mantab...lanjutkan!
Rio D.Roy
2014-11-24 11:34:54
Beast warriors kereen. .
yudikodo
2014-11-21 13:36:33
lnjtkn bro
Frost Pell
2014-11-21 11:30:20
Hahaha, salut gue ama lu bro, otek lu kreatif banet, terus lanjutkan
Indra
2014-11-21 04:04:10
Bos dapat inspirasi nya dari mana nih.. Ko makin seru ajjah..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook